Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
tujuhpuluhenam


__ADS_3

"mbak Naura sepertinya emosi sekali ya jika dekat dengan maura itu mas Bayu?" tanya pak Bagas pada Bayu yang baru saja sampai dipos ronda bersama dengan pak RT.


"hehe iyaa pak Bagas, seperti itu lah. sebenarnya dulu mereka sangat dekat, tapi ya setelah kami tau Maura berniat jahat pada istri saja Naura itu yang selalu membela kakak iparnya" jawab Bayu dengan singkat.


"iyaa, lagipula saya heran deh sama mas Bayu ini. sudah jelas orang jahat seperti itu, kenapa mas Bayu masih mau mempersilahkan ia untuk menginap. apa mas Bayu ngga khawatir dengan anak dan istri mas Bayu? bisa saja dia melakukan apapun yang ia mau loh selama dirumah mas Bayu" jawab pak RT.


"bukan begitu pak RT, bagaimana saya bisa menolak jika ia kesini bersama dengan ibu saya. masa saya harus mengusir mereka pak RT" jawab mas Bayu membuat pak RT dan yang lain menganggukan kepala.


"iyaa betul sih kata mas Bayu, repot juga kalo seorang ibu yang menjadi tameng ya. hebat juga Maura bisa menjadikan kelemahan seorang lelaki sebagai pion" jawab pak Bagas dengan serius.


"betul itu, mas Bayu berarti harus lebih hati-hati lagi. karna bisa saja dia melakukan apapun menggunakan ibu mas Bayu sebagai alat" kata bapak-bapak yang tadi berada dirumah mas Bayu mendengarkan percakapan ketiganya.


"iyaa pak Roy, itulah yang saya takutkan sebetulnya. tapi apalah daya, saya bener-bener ngga habis pikir dengan Maura pak." jawab mas Bayu.


"bapak-bapak, lihat itu ada seseorang jalan dengan menggunakan pakaian hitam-hitam kearah sana lihat?" kata salah satu bapak yang berjaga didepan pos.


"mana pak Hendrik?" tanya pak Roy yang penasaran dengan sosok yang dikatakan oleh pak Hendrik tersebut.


"itu loh pak, tuh lihat kan?" kata pak Hendrik membuat yang lain pun mengikuti petunjuk yang ia beri tahukan.


"oohh iyaa, itu siapa ya? kayanya kita ngga pernah lihat deh, coba lihat dia duduk di pos satpam. lihat deh" jawab pak Roy.


"jangan jangan dia yang selama ini menjadi penguntit dirumah mas Bayu?" tebak pak Bagas membuat yang lain mengalihkan pandangan kepadanya.


"ah masa iya pak? coba kita lihat dulu, jika ada yang mencurigakan baru nanti kita tegur dia pak" jawab Bayu membuat yang lain pun menganggukan kepala.


terlihat lelaki itu mengenakan pakaian hitam-hitam dan memegang sebatang rok, memakai masker didagunya sesak duduk bersandar pada tiang yang berada dipos satpam dengan santai. sesekali memainkan gawainya yang ia ambil dari saku celananya. bapak-bapak yang melihatpun tak merasa ada yang mencurigakan dari lelaki tersebut.


"ngga ada yang mencurigakan Loh bapak-bapak, iyakan mas Bayu?" kata bapak Bagas membuat yang lain menganggukan kepala.

__ADS_1


"iyaa bener pak Bagas, mungkin ia hanya orang iseng yang lagi lewat atau beristirahat setelah berjalan jauh" jawab pak RT, yang lain pun menyetujui apa yang dikatakan oleh pak RT.


"tapi pak RT, coba lihat deh apa yang dibawa lelaki itu" jawab Bayu yang melihat lelaki itu mengeluarkan sebuah pisau lipat kecil dari dalam saku jaketnya.


"astagfirullah, itu pisau mas Bayu. mau apa orang itu membawa pisau kearea ini ya?" jawab pak RT dengan wajah khawatir.


"ntah lah pak RT, coba kita lihat lagi sebentar pak RT. saya yakin pasti ada yang menyuruhnya mengintai dan menakut-nakuti kita disini" jawab Bayu dengan yakin.


"iyaa mas Bayu benar pak RT, lihat orang itu menerima telpon sepertinya. ia hanya sesekali menganggukan kepalanya, nah lihat. dia pergi setelah menerima telpon tadi, sepertinya dia emang cuma orang suruhan untuk membuat kita ketakutan pak RT" jawab bapak Bagas.


"sepertinya kita harus lebih waspada bapak-bapak, karna orang ini sudah berani memakai senjata tajam. maka kita harus antisipasi juga" jawab bapak RT.


"maksud pak RT, kita juga harus punya senjata tajam gitu pak RT?" tanya pak Roy mewakili yang lainnya.


"loh, bukannya kita memang punya senjata tajam bapak-bapak? hanya saja kita ngga bawa, masih dirumah. iyakan?" jawab pak RT membuat bapaj-bapak yang lain pun menyeritkan kening.


"mana mungkin kami punya pak RT, kami bukan kriminal" jawab pak Bagas membuat pak RT menepuk kening karna kelemotannya.


"habis, pak RT ngomongnya berbelit-belit. maksud pak RT apa sih" jawab pak Roy membuat yang lain menganggukan kepala.


"maksud pak RT itu ya pisau dapur punya istri kita lah bapak-bapak, pisau dapur pisau buah pisau daging gunting. itu kan senjata tajam, masa gitu aja ngga ngerti si bapak-bapak ini" jawab Bayu menjelaskan apa yang pak RT maksud.


"nah itu mas Bayu aja ngerti, ngga lemot kaya otak kalian itu. gimana sih" jawab pak RT dengan kesal pada anak buahnya.


"oohh iyaa bener juga ya" jawab para bapak-bapak itu sambil menganggukan kepala mereka.


"sudah-sudah, biar saya ambil dulu di rumah. takut nanti dia datang lagi nanti" jawab Bayu dengan melangkah menuju rumahnya meninggalkan bapak-bapak yang masih melihatnya meninggalkan pos ronda.


setelah sampai didalam rumah ia pun mengambil empat buah pisau tersebut dengan dua buah gunting yang Rita miliki, setelahnya ia pun kembali keluar dan berpapasan dengan Naura yang masuk kedalam rumah untuk mengambil seteko air untuk minumnya bersama temannya ditenda.

__ADS_1


"loh mas, untuk apa pisau-pisau sama gunting itu. serem banget mainnya gituan?" tanya Naura membuat Bayu menatapnya.


"oohh ini, ini buat jaga-jaga aja si" jawab Bayu dengan pelan.


"jaga-jaga untuk apa mas?" tanya Naura dengan penasaran.


"sini" kata Bayu meminta Naura mendekatkan telinganya, lalu Bayu memberitahukan kegunaan pisau-pisau tersebut pada Naura yang langsung terbelalak kaget mendengar perkataan Bayu.


"serius kamu mas?" tanya Naura dengan wajah kaget yang mendominasi.


"serius, buat apa aku bohong. makanya ini aku ambil senjata juga" jawab Bayu dengan acuh tak acuh


"iihh serem banget sih, kok kayanya hidup kita semakin diteror terus kaya gini ya mas. Naura takut deh" jawab Naura sambil mendudukan diri dimeja makan yang ada didapur tersebut.


"udah kamu tenang aja nau, lagipula dia cuma sendiri sedangkan mas dan yang lain kan rame-rame. selain pakai senjata, dia pun kalah jumlah. seharusnya dia yang takut jika mau kewilayah sini lagi. iyakan?" kata Bayu membesarkan hati Naura yang terlihat cemas.


"tapi mas, bener deh. Naura takut terjadi apa-apa mas Bayu dan mbak Rita juga" jawab Naura membuat Bayu tersenyum mengelus rambut sang adik dengan sayang.


"ngga akan terjadi apapun, sudah sana kembali tidur. ini katanya mau ambil minum, kasian temen kamu pasti nungguin" jawab Bayu membuat Naura tersadar dengan tujuannya kedapur untuk mengambil air minum untuk dirinya dan juga ketiga temannya


"sampai lupa" gumam Naura membuat Bayu terkekeh kecil


"udah, Naura kedepan duluan deh" jawab Naura diangguki oleh Bayu. setelah kepergian Naura bayi pun menyempatkan diri menengok istri dan juga anaknya, tapi saat ingin membuka pintu kamar. ia pun tak bisa membuka pintu, karna pintu kamar dikunci dari dalam oleh Rita untuk jaga-kaga jika ada hal yang tidak diinginkan.


Bayu pun melangkah kan kaki menuju keluar rumah, setelah memastikan pintu tertutup rapat Bayu pun kembali melangkahkan kaki ke pos ronda untuk memberikan senjata tajam tersebut kepada pak RT.


"ini pak RT" kata Bayu membuat pak RT terbelalak melihat banyaknya pisau dapur yang dibawa oleh Bayu.


"yaampun, mas Bayu. ngga salah ini mas Bayu bawa pisau dapur sebanyak ini? apa nanti mbak Rita ngga mencari-cari?" tanya pak RT mencecar Bayu dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


"ngga mungkin lah istri saya cari-cari pak RT, dia kan lagi tidur. lagi pula untuk apa pisau malam-malam gini sih, nanti juga pulang saya bawa pulang lagi kerumah pak RT" jawab Bayu dengan santai.


"iyaa bener juga ya mas Bayu, yaudah kalo gitu untuk malam ini biar pakai pisau mas Bayu ini dulu besok kita bawa sendiri-sendiri ya" jawab pak RT membuat yang lain menganggukan kepala menyetujui apa yang dikatakan oleh pak RT.


__ADS_2