
sepuluh menit selang kepulangan Sandra, Naura dan ketiga temannya pun sampai dihalaman rumah. ketiganya memasuki rumah dengan wajah berseri-seri, hingga membuat Rita dan bi Surti merasa sedikit heran.
"kalian udah pulang? kok cepet banget" tanya Rita membuat keempatnya merasa kaget.
"eehh iyaa mbak, ngapain lama-lama lagian kita udah dapat kok VCD drakornya. iyakan?" jawab Naura meminta pembelaan dari ketiga temannya yang hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"syukurlah kalo gitu, jadi kalian ga perlu lama-lama diluar. yaudah kalo gitu mbak mau masuk kamar dulu deh, mau istirahat bareng keena. kalian mau nonton dimana? nanti biar bi Surti bawain cemilan sama minuman buat kalian" kata Rita membuat mereka menyambutnya dengan sumringah.
"diruang keluarga ajalah mbak, disini kayanya ga nyaman nanti kalo ada tamu lagi berantakan" jawab Naura dengan tampang wajah melas.
"yasudah kalo gitu, bi bikinin mereka cemilan sama minuman ya bi" kata Rita pada bi Surti yang langsung mengerjakan apa yang suruh oleh Rita.
setelah memberikan pesan pada bi Surti, Rita pun segera melangkah kan kaki menuju kamarnya. ia pun membaringkan keena yang berada dalam gendongannya, kemudian ia pun ikut berbaring disebelahnya dan mengambil handphone miliknya yang ia letakkan diatas nakas.
terlihat beberapa pesan yang masuk dihandphonenya, dia dari Bayu dan dua lagi dari sang ibu mertua dan juga satu pesan dari orangtuanya dikampung.
Rita pun membuka pesan dari orangtuanya lebih dulu yang menanyakan keadaannya juga keena.
"assalamualaikum rit, bagaimana kabar kalian? insyaallah bulan depan ibu akan datang kerumah kalian" kata ibu Rita didalam pesan tersebut.
"Alhamdulillah baik Bu. silahkan Bu, pintu rumah selalu terbuka untuk bapak dan ibu. bagaimana kabar kalian dikampung?" balas Rita dalam pesan yang ia kirimkan kepada orangtuanya.
kemudian Rita pun beralih kepada pesan dari sang ibu mertua yang membuatnya menahan sesak didalam dadanya.
"kamu sudah berhasil membuat Bayu membenci ibu, terimakasih rit"
"jangan lupa bilang pada Bayu untuk membebas kan Maura!"
kata ibu Bayu didalam pesan tersebut membuat Rita memegang dadanya yang terasa nyeri karna perubahan sikap mertua yang sangat ia sayangi, bagaimana pun Rita juga menyayangi ibu Bayu dengan sepenuh hati seperti ibu kandungnya sendiri.
andai Naura tau apa yang sang ibu kirimkan padanya, Rita yakin Naura pasti akan merasakan hal yang lebih sakit dari pada apa yang dia rasakan. Rita akan menyembunyikan semua ini dari Naura, ia akan memperlihatkan pesan tersebut pada Bayu sebelum membalasnya.
kemudian ia pun beralih pada pesan yang diberikan oleh Bayu, keningnya mengerut membaca apa yang dikirimkan oleh sang suami adalah sebuah foto bukti kejahatan Maura dengan caption.
"berikan semua foto ini pada ibu, agar dia tahu bagaimana kelakuan anak kesayangannya itu. dan jangan meminta apa yang diperintahkan oleh ibu, mengerti sayang?" kata Bayu dalam pesan tersebut, seolah Bayu tau jika sang ibu kerap mengancam Rita dengan menyuruhnye membujuk Bayu untuk melepaskan Maura.
__ADS_1
"iyaa mas, aku akan coba. tapi apa ngga sebaiknya mas sendiri yang kirim ke ibu?" balas Rita pada pesan sang suami.
kemudian Rita pun beralih pada pesan yang kembali menyala, ternyata dari sang ibu mertua yang tak habisnya lagi menyuruh Rita.
"bagaimana? kenapa belum berhasil juga, apa kamu sengaja ya membuat keluarga kami berantakan!" kata ibu Bayu dalam pesan tersebut.
Rita pun tak tahan dengan pesan yang dikirimkan sang mertua, ia pun turut membalas dengan bahasa yang menurutnya terlihat sopan sebagai seorang menantu.
"maaf Bu, Rita ngga pernah melakukan apapun yang ibu tuduhkan. maaf jika mas Bayu tidak bisa mencabut begitu saja laporannya terhadap Maura, ibu bisa lihat sendiri berapa banyak tindak kejahatan yang dilakukan olehnya. aku justru heran, kenapa ibu selalu membela Maura yang jelas-jelas salah Bu? apa ibu sama sekali ngga memikirkan perasaan mas Bayu dan juga Naura, mereka sama-sama anak ibu, Bu" balas Rita dengan bahasanya melampirkan beberapa foto yang dikirimkan oleh Bayu.
tak ingin memiliki dendam dan juga amarah terhadap sang mertua, Rita pun memilih beristigfar sambil memejamkan mata. mengulang memori yang baik bersama sang mertua, hingga akhirnya ia tersenyum sendiri mengingat masa-masa itu. namun, sedetik kemudian Rita pun sadar jika ibu mertuanya sudah banyak berubah selama kepindahannya dan juga Naura.
Rita pun mulai terdiam lagi, memandang kosong setiap barang yang ada dihadapannya. beruntung, keena menangis hingga akhirnya Rita pun mengalihkan pandangan pada keena dan mulai menyusuinya kembali.
"anak mama haus ya dari tadi ngga mimik asi ya sayang?!" kata Rita mengajak bicara anaknya.
semakin lama menyusui keena, terbitlah rasa kantuk yang mendera mata Rita hingga akhirnya ia pun ikut terlelap bersama sang anak.
pukul tiga kurang lima belas menit Rita terbangun dari tidurnya, dilihatnya sang anak yang masih betah dengan posisinya. ia pun bangkit kemudian mencuci muka dan keluar dari kamar menemui Naura diruang keluarga bersama ketiga temannya.
"belum mbak, ini baru aja nyetel lagi tiga puluh menit yang lalu. yang awal si udah selesai" jawab Naura yang langsung diangguki oleh ketiga temannya.
"iyaa mbak, seru loh. sini gabung" ajak Salma yang sedang memakan setoples cemilan ditangannya.
"itu apa yang kamu makan sal?" tanya Rita menatap Salma yang menunjukkan toples yang ia pegang.
"oohh ini, ini biji ketapang mbak. nah kalo yang ini satu lagi, kue bawang. tadi bibi yang bawain, katanya dia bikinin ini buat cemilan kita" jawab Salma yang masih sibuk dengan makanan yang ada dimulutnya.
"hei, kalo ngomong itu habisin dulu yang mulut. muncrat tau" kata dini yang merasa kesal dengan tingkah Salma.
"hehehe maaf sal, abisnya ini enak banget tau" jawab Salma dengan tampang tak berdosa.
"enak si enak, tapi ga gitu juga kali. jorok tau" jawab Dina kesal.
"iyaa iyaa maaf" kata Salma yang sudah menghabiskan makanannya yang mengisi mulutnya.
__ADS_1
"coba mbak mau coba, sini" kata Rita mengambil alih toples berisikan biji ketapang buatan Bu Surti.
"enak juga ya" gumam Rita mengunyah satu butir biji ketapang yang ia pegang.
"enak lah mbak, empuk lagi ga keras. makanya aku suka banget" jawab Salma yang langsung diangguki oleh Rita.
"iyaa bener, mbak juga suka biji ketapang tapi kayanya ini yang paling enak deh. empuk, gurih, manis pokoknya mantep banget deh" jawab Rita kembali mengambil biji ketapang dari dalam toples yang ia pegang, Salma pun hanya merespon dengan anggukan kepala.
"daaah, mbak bawa deh bibi ketapangnya kekamar. kalian terusin aja, oke?" kata Rita melangkah meninggalkan keempat remaja tersebut diiringi tatapan tidak percaya oleh mereka.
"mbaaakk biji ketapang kitaaaaaaa" teriak Salma memekikkan telinga ketiga temannya yang lain.
"pelan pelan kali sal, santai aja. sana kejar" kata Naura yang langsung diangguki oleh Salma. Salma pun mengejar Rita yang terlihat berada didalam dapur membuat teh hangat yang memang sangat pas untuk disatukan dengan biji ketapang tersebut.
"enak aja mbak main bawa cemilan kami, minta sendiri sama bi Surti mbak" kata Salma membawa kembali toples berisi biji ketapang tersebut hingga membuat Rita melongo tak percaya dibuatnya.
"dasar anak itu" gumam Rita menggelengkan kepala.
"ada apa Bu?" tanya bi Surti yang tiba-tiba aja masuk kedapur mengagetkan Rita yang tengah mengaduk teh didalam cangkir nya.
"astagfirullah, gapapa bi. oiyaa bibi bikin biji ketapang apa masih ada bi?" tanya Rita dengan sopan.
"oohh, masih kok Bu. saya memamg sudah memisahkan untuk ibu sendiri setoples, ini" kata bi Surti mengambilkan setoples biji ketapang yang langsung terima oleh Rita dengan sumringah.
"makasih ya bi, biji ketapangnya enak bi. tadi saya mau bawa yang sama anak-anak itu malah diambil balik sama Salma" kata Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"makasih Bu, yasudah ini kan udah punya sendiri. nanti kalo kurang, masih banyak ditoples ini" jawab bi Surti menunjukan satu toples lagi biji ketapang yang membuat Rita semakin berbinar menatap bi Surti yang tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
"duuh makasih ya bi, seneng deh ada bibi yang masak apa aja selalu enak. ga pernah gagal" kata Rita membuat bi Surti terkekeh.
"makasih ya Bu, oiyaaa ini juga kue bawangnya Bu. sampai lupa saya kan" kata bi Surti memberikan setoples lagi kue bawang yang ia buat dengan tangannya sendiri.
"saya cobain ya bi" kata Rita membuat bi Surti menganggukan kepala. Rita pun mengambil satu buah kue bawang untuk ia coba, kemudian memasukkan kedalam mulutnya hingga ia merasakan nikmatnya kue bawang buatan bi Surti.
"eemmm ini enak banget bi, ngga kalah sama kue bawang buatan mama Fu*i yang lagi viral itu" kata Rita membuat bi Surti terkekeh mendengar perkataannya.
__ADS_1