
"ayok, kenapa malah pada bengong" kata Rita mengagetkan keenam orang tersebut yang langsung melangkah mengikuti Rita yang berjalan mendahului mereka.
"tamat riwayat kamu Narti, karna pasti bi Surti akan mengatakan yang sejujurnya pada Bu Rita dan pak Bayu" bisik Lastri ditelinga Narti yang berjalan disebelahnya.
"diam kamu!" sentak Narti membuat bi Lastri langsung terdiam.
bi Lastri yang kesal dengan respon yang diberikan oleh bi Narti pun menghentakkan kaki dengan sedikit kencang, ia pun memilih berjalan dahulu meninggalkan bi Narti yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"semua sudah berkumpul?" tanya Bayu membuat keenam orang tersebut saling melirik.
"sudah pak" jawab mereka dengan kompak.
"apa kalian semua tau apa maksud dan tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini?" tanya Bayu membuat keenam ga menggelengkan kepala.
"tidak pak" jawabnya lagi dengan kompak.
"baiklah, pertama saya memberi tahukan kalian jika mulai hari ini mang Jojo dan juga bi Narti akan saya tugas kan dirumah besar untuk membantu bi asih sekaligus menjaga Naura dan ketiga temannya. jadi tolong, untuk pak sarman dan juga pak Darto untuk mengambil alih kerjaan mang Jojo, apa kalian berdua faham?" kata Bayu pada kedua lelaki tersebut.
"faham pak" jawab keduanya dengan tegas.
"bagus, selanjutnya sebanarnya ini sesuatu yang sangat sepele dan malah terkesan tidak penting ya tapi menyangkut kenyamanan dan keamanan dirumah ini. saya bertanya, ada hal apa sekiranya sampai ibu Surti bisa jatuh didapur yang notabanenya disana banyak dari kalian yang tengah makan bersama-sama?" tanya Bayu menatap satu persatu beberapa orang asisten rumah tangganya.
mereka yang mendengar perkataan Bayu pun mendadak menjadi tegang dan tak tau mau berkata apa, semuanya saling pandang hingg akhirnya beralih menatap bi Narti sebagai tersangka.
"kenapa malah pada diam, ngga ada satu pun dari kalian yang mau menjawab pertanyaan saya?" tanya lagi Bayu pada keenam orang didepannya.
"sudah lah nak Bayu, ibu tidak apa-apa. tidak usah sampai seperti ini" kata bi Surti membuat Bayu tenang dan bisa mengendalikan amarahnya.
"bukan begitu Bu, tapi aneh aja jika banyak orang tapi tak ada satu pun dari mereka yang membantu ibu ketika jatuh didapur" jawab Bayu membuat bi Surti langsung terdiam dan tak tau lagi mau berkata apa.
__ADS_1
"sebanarnya apa yang terjadi pada kalian? apa ada sesuatu yang kalian tutupi dari saya?" tanya Bayu membuat kelima orang tersebut menggeleng kecuali bi Narti.
"tidak ada pak" jawab mang Jojo dan juga pak sarman dengan serempak sambil menundukkan kepala.
"benar nih jadinya ngga ada yang mau mengaku? baik lah kalo begitu, sebaiknya kalian semua saya sudahi berenti mulai hari ini. saya ngga mau punya pegawai yang ngga jujur" kata Bayu membuat kelima orang tersebut membelalakan mata terkecuali bi Narti yang masih nampak terlihat sangat gusar mendengar perkataan Bayu.
"jangan pak, baiklah kami akan katakan. sebenarnya bi Surti itu jatuh karna,,,,,," jawab bi lasmi yang langsung terputus oleh perkataan bi Narti.
"karna kesandung sewaktu mencari tikus yang lewat waktu didapur tadi pak" jawab bi Narti mendahului bi Lasmi yang ingin menjawab perkataan Bayu.
"apa benar begitu Bu?" tanya Bayu pada bi Surti. membuat yang ditatap pun tak tau harus berkata apa, ia beralih menatap bi Narti yang menatapnya dengan tatapan tajam seolah mengancam agar tak mengatakan apapun pada Bayu.
namun, bukan bi Surti namanya jika hanya diam saja ditindas sepeti itu. justru bi Surti sangat sangat tidak terima dengan apa yang dilakukan bi Narti pada Bayu dan juga Rita sehingga bi Surti berfikir akan mengungkapkan apa yang terjadi didapur tadi pada Bayu dan keluarganya.
"bukan nak, bukan itu" jawab bi Surti menggantung, melihat respon yang ditunjukkan bi Narti yang langsung gelagapan takut bi Surti mengatakan yang sejujurnya pada Bayu dihadapan semua orang.
"Narti, dia merencanakan suatu hal untuk keluarga kecil kamu dan juga nak Rita. ibu juga gatau apa yang akan dia lakukan dan apa tujuan. tapi ibu harap kamu segera berhati-hati" jawab bi Surti membuat bi Narti membelalakan mata.
"ti-tidak, itu tidak benar. saya tidak mempunyai tujuan dan maksud tertentu pada keluarga ini, bi Surti hanya memfitnah saya. pak Bayu, tidak pak itu semua tidak benar. saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu" kata bi Narti pada Bayu dengan pandangan mata melotot tajam.
"apa bibi bisa membuktikan apa yang bibi katakan? jangan sampai apa yang bibi sampaikan disini menjadi fitnah belajar bi" kata Bayu memandang bi Surti yang hanya tersenyum sebagai jawaban.
"apa menurut nak Bayu saya berani memfitnah orang lain hanya untuk kesenangan saya sendiri? bukan hanya bukti nak Bayu, tapi juga saksi" kata bi Surti menatap kelima orang asisten rumah tangga Bayu yang lainnya.
"Lasmi, Lastri, mang Jojo, pak sarman, dan pak darto. apa saya memberikan fitnah dengan apa yang kita dengar bersama-sama waktu didapur tadi?" tanya bi Narti pada kelima asisten rumah tangga Bayu yang lainnya.
kelima orang yang ditanya oleh bi Surti pun langsung menggelengkan kepala tanda tidak ada fitnah dengan apa yang dikatakan bi Surti, jadi dengan itu sudah jelas jika apa yang dikatakan bi Surti ada lah sebuah kebenaran.
"terbuktikan nak Bayu, saya sama sekali tak memfitnah. tapi saya balikkan lagi pada nak Bayu, saya juga merekam semua apa yang dikatakan oleh bi Narti sewaktu dibelakang tadi. nanti akan saya tunjukkan setelah masalah ini selesai" jawab bi Surti membuat Bayu dan juga Rita menganggukan kepala.
__ADS_1
"lagipula mas, aku juga pernah memergoki bi Narti menerima telpon yang entah dari siapa. dia berniat menggoda mas Bayu dan juga merampok rumah ini dengan orang tersebut, maaf mas kalo aku baru mengatakan pada mas Bayu. karna sebanarnya aku memberitahukan ini pada mbak Rita dan juga bi Surti saja" kata Naura membuat beberapa pasang mata diruang itu melebarkan mata.
"tidak! bohong! itu semua bohong!! kalian semua sengaja untuk menjebak dan juga memfitnah saya, iyakan! kalian semua jahat, kalian biadab. mentang-mentang kalian orang kaya jadi bisa seenaknya pada saya!!" kata bi Narti yang masih tak mau mengakui kesalahannya, ia justru melempar kesalahan pada Bayu dan juga keluarganya.
"udah lah Narti, akui saja jika memang kamu salah. kami semua disini bisa menjadi saksi atas apa yang kamu katakan, lagipula kami semua mendengar dengan jelas. bahkan Lastri pun menegur kamu tapi kamu abaikan, iyakan las?" kata bi Lasmi yang langsung diangguki oleh bi Lastri.
"benar Narti, sebaiknya kamu meminta maaf dan menyerah pada keluarga ini. jangan malah melempar kesalahan yang kamu buat sendiri" jawab bi Lastri.
"jadi begitu, lantas bagaimana ibu Surti sampai bisa jatuh?" tanya Rita lagi membuat bi Lasmi langsung menjawab perkataan Rita.
"bi Surti jatuh karna Narti menjulurkan kakinya sewaktu bi Surti berjalan tergesa-gesa untuk melaporkan hal ini pada pak Bayu dan juga Bu Rita" jawab bi Lasmi dengan kepala menunduk.
"astagfirullah bi Narti, kamu tau ngga kalo itu tuh bahaya. kalo bi Narti sampai kenapa-kenapa bagiamana, apa kamu mau memberikan pengobatan untuk bi Surti?" tanya Rita dengan nada membentak pada bi Narti yang langsung menundukkan kepala.
"maaf Bu" jawab bi Narti dengan kepala tertunduk tak berani menatap Rita yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"lantas siapa yang menyuruhmu merampok rumah ini? kamu sudah salah masuk kandang" tanya Bayu dengan nada menyeramkan membuat bulu kuduk semua yang ada diruangan tersebut bergidik.
"ti-tidak ada pak, saya tidak disuruh oleh siapapun" jawab bi Narti dengan nada gugup.
"jangan terus berbohong bi, setiap perkataan mu terlihat jelas jika bibi sedang berbohong. ingat ya bi, tentu saja aku ngga akan memaafkan bibi dan membebaskan bibi begitu aja karna telah menjadi penghianat dirumah ini" jawab Bayu dengan tegas.
"am-ampun pak, maaf saya. saya benar-benar khilaf pak" kata bi Narti yang sudah hilang kesombongannya sejak tadi dan beralih memohon pada Bayu dengan berlulut.
"tidak, tidak ada ampun untuk seorang penghianat. beruntung semua gerak-gerikmu terlihat orang orang dirumah ini, andai kamu semakin lama disini ntah sudah berapa banyak barang yang hilang dirumah ini" jawab Bayu tanpa mengalihkan pandangan menatap bi Narti yang menangis bersedu-sedu masih tetap dengan berlutut.
semua orang yang berada dirumah itu pun bergidik ngerti mendengar perkataan Bayu, mereka tau betul bagaimana seorang yang lembut bisa saja berbuat hal yang lebih jika keluarga diusik. begitu pun bayi yang melakukan hal yang sama untuk keluarganya.
bersambung.....
__ADS_1