
"ibu, apa ibu lupa. dengan atau tanpa ibu aku tetap akan ada diposisiku sekarang, karna semua yang aku miliki adalah milik kedua orangtuaku. bukan milik ibu, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan ibu dalam kehidupan aku" jawab Bayu membuat bu sari membelalakan mata.
"aku adalah ibu mu Bayu, aku adalah istri yang menemani ayahmu hingga ajak menjemputnya. jadi, biar bagaimana pun aku tetap punya hak atas apa yang dimiliki oleh ayahmu sebagai seorang suami" jawab ibu sari tak kalah tegas, membuat Bayu terkekeh mendengar jawaban yang diberikan oleh san ibu tiri.
"ibu fikir aku lupa? ngga Bu, aku ngga pernah lupa sama sekali termasuk salah satu penyebab mengapa ayahku meninggal. itu semua pun tak luput dari apa yang sudah ibu lakukan pada keluargaku, aku sangat tau jika ibu sengaja membuat ibu kandungku pendarahan sesaat setelah melahirkan aku agar bisa menikah dengan ayah. iyakan? ibu sengaja melakukan itu agar bisa menikmati semua fasilitas yang ayah miliki, iyakan!!" bentak Bayu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"apa maksud kamu Bayu, ibu tidak seburuk apa yang kamu fikirkan. ibu ngga pernah meminta ayahmu untuk menikahi ibu, tapi memang ayahmu yang meminta ibu untuk menjadi istrinya!!" teriak ibu sari menatap Bayu dengan mata melotot.
"iyaa ibu sengaja mencari perhatian ayahku, agar ayah mau menikahi ibu. iyakan!! apalagi saat itu ayah ga pernah tau kalo ibu yang sudah membuat ibu kandungku menjadi pendarahan hebat!!" bentak Bayu membuat ibu sari bergerak hebat dan menggelengkan kepala tak percaya dengan semua kelakuannya yang telah diketahui oleh Bayu.
"mas sudah mas, cukup mas. jangan perlakukan ibumu seperti ini, biar gimana pun dia tetaplah ibu yang telah merawat mu mas" kata Rita menenagkan Bayu yang sudah amat terbawa emosi.
"biar kan saja rit, biar ibu tau jika kita sudah tau semua apa yang ia sembunyikan selama ini. seharusnya sedari dulu aku sadar jika ada uang dibalik batu, tidak mungkin ada yang tulus didunia ini mengurus anak tiri apalagi yang dituju jika bukan karna harta. asal kamu tau rit, kedua pengawal yang aku tugaskan untuk mengantarkan ibu waktu itu menemukan jika ibu membawa beberapa surat-surat berharga dan juga begitu banyak perhiasan yang setelah dicek ternyata semua itu milik ibu kandungku. betul kan Bu?" tanya Bayu pada ibu sari yang terkejut mendengar perkataan Bayu.
"tidak, itu semua milik ibu" jawab ibu sari mengelak membuat Bayu terkekeh.
"ibu, ibu bukti tidak akan pernah bisa dibohongi Bu. aku sudah mengecek seluruh kepemilikan perhiasan itu, bahkan ada beberapa diantaranya yang bermata berlian. asal ibu tau ya Bu, semuanya sudah aku ganti kepemilikan atas nama Rita. bukan lagi milik ibu kandungku apalagi milik ibu!!" jawab Bayu membuat Bu sari membelalakan mata.
"ngga bisa begitu dong Bayu, semua itu aset-aset ibu. bahkan ada beberapa diantaranya yang ibu beli sendiri dengan uang ibu" jawab ibu sari dengan nada melemah.
"dengan uang ibu yang mana yang ibu maksud? uang hasil korupsi dikantor Adipura? begitu! pantas aja selama ini ibu tak pernah membiarkan aku bertandang ke perusahaan, ternyata ibu melakukan semua ini. untung aja aku cepat tau, meskipun selama ini om handoko diam tapi bukan berarti aku pun akan diam Bu!!" jawab Bayu kembali membuat ibu sari terkejut.
__ADS_1
"korupsi? apa maksud kamu ibu korupsi, ibu hanya meminta bagian dari hasil perusahaan. dimana namanya korupsi Bayu" jawab ibu sari yang memang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Bayu.
"ibu diam-diam meminta uang pada direktur perusahaan, sedikit demi sedikit tanpa memberi tahuku atau om handoko. apa itu namanya jika bukan korupsi" jawab Bayu membuat ibu sari tersentak.
"tidak, ibu tidak pernah korupsi Bayu. tidak pernah!!" jawab ibu sari dengan menggelengkan kepala.
"assalamualaikum" terdengar suara salam dari pintu depan.
"sebentar mas biar aku liat siapa yang datang" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu, Bayu pun menghempaskan tubuhnya disofa ruang keluarga tersebut dengan memijat pelipisnya yang terasa berat.
"mas, ini ada orang yang mencari kamu. katanya ditugaskan untuk menjemput ibu sari" kata Rita yang datang menghampiri Bayu.
"suruh masuk kesini sayang, dan tolong minta bi Lastri atau bi Lasmi bereskan barang-barang ibu agar segera pergi dari rumah ini" kata Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"bi Lastri, tolong packing barang ibu sari ya dikamar tamu. yang dekat tangga itu loh, jangan sampai ada yang ketinggalan loh" kata Rita sambil membuat teh hangat untuk tamunya.
"oohh iyaa Bu, ibu sari mau pulang sekarang ya Bu?" tanya bi Lastri pada Rita.
"iyaa mau kembali kedesa sekarang juga sudah dijemput" jawab Rita dengan tersenyum.
"oohh begituuu" jawab bi Lastri dengan wajah bingung.
__ADS_1
"saya kedepan lagi ya bi, tolong sekarang ya bi beresinnya" kata Rita kembali tersenyum.
"diminum dulu pak teh hangatnya" kata Rita setalah sampai ruang keluarga membawakan dua gelas teh hangat di dampingi dengan kue bolu dan juga brownis untuj keduanya.
"terimakasih Bu, malah jadi merepotkan" jawab pak Supri dengan nada tak enak
"tak apa pak, santai aja. lagian hanya teh" jawab Rita dengan senyum lembut.
"sayang, apa kamu sudah menyuruh bi Lastri atau bi Lasmi?" tanya Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"sudah mas, mungkin sekarang sedang dipacking" jawab Rita kemudian duduk tepat disebalah Bayu.
"tidak, ibu tidak akan pergi dari rumah ini. Bayu, tolong Bayu ibu gak betah didesa itu. ngga ada apapun bayu, bahkan ibu tak bisa memakai ponsel milik ibu" kata ibu sari menatap Bayu yang langsung membuang pandangan.
"jangan didengarkan pak Supri, ibu akan tetap tinggal disana seperti sebelumnya. dan tolong pastikan semuanya aman pak" jawab Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh pak Supri.
"tenang aja pak Bayu, saya pasti akan melakukan seperti apa yang bapak perintahkan." jawabnya dengan nada yakin, melirik ibu sari yang terlihat panik melihat pandangan pak Supri terhadap dirinya.
"bay tapi bay" kata ibu sari terhenti dengan perkataan Bayu.
"tidak ada tapi tapian lagi Bu, maaf tidak ada lagi tempat ibu dirumah ini ataupun ditengah-tengah kami. walaupun kami menyayangi ibu tapi ibu harus mendapat balas atas apa yang sudah ibu lakukan. andai ibu orang lain aku pasti sudah melakukan hal seperti apa yang ibu lakukan pada kedua orangtuaku, aku melakukan semua ini karna masih memikirkan Naura sebagai anak kandung ibu yang saat itu mentalnya benar-benar terguncang" ....
__ADS_1
bersambung.....