Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus22.


__ADS_3

"nanti juga bapak akan tau sendiri kok, tenang aja bukan yang aneh-aneh kok pak" jawab Rita membuat sang bapak pun terdiam sambil menganggukan kepala.


"yasudah kalo gitu, lebih baik kalian istirahat lah biar nanti ibumu dan juga bi Surti yang memasak untuk makan siang kita semua" kata bapak yang langsung diangguki oleh Rita.


"yasudah kalo gitu Rita kekamar dulu ya pak" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bapaknya.


Rita dan juga Bayu pun memasuki kamar mereka dirumah itu, Rita pun memberitahukan semua yang sudah ia beli dan juga total pengeluarannya.


"gapapa kan mas kalo aku mengeluarkan begitu banyak uangmu hari ini?" tanya Rita membuat Bayu terkekeh kecil.


"yaa jelas gapapalah sayang, kamu kan istri aku masa aku mau hitung-hitungan sama kamu. apalagi cuma soal uang segitu, sangat gapapa banget kok" jawab Bayu yang langsung membuat Rita tersenyum senang.


"makasih banyak ya mas, oiyaa kata yang ngantarnya nanti jam duaan udah sampai kesini perabotan rumahnya mas. gimana dong, hari ini kita ngga jadi ke guci masa besok ngga jadi lagi" jawab Rita membuat Bayu berpikir.


"yaa gampang lah sayang, nanti kalo barangnya udah datang kita suruh aja mas nya untuk menata barangnya. jadinya nanti kita tinggal membereskan sisanya, jadi besok kita bisa jalan-jalan keguci deh" jawab Bayu dengan santai.


"iyaa juga si ya mas, yaudah lah kalo gitu aku istirahat dulu mas. kamu kalo mau kedepan aja gih temani bapak" kata Rita yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Bayu.


"ngga ah sayang, mas mau disini aja nemenin kamu. mas kan juga mau istirahat tidur siang sekali-kali sayang, masa kamu tega si sama aku" jawab Bayu membuat Rita terkekeh kecil


"tega kenapa mas, aku kan menyuruh kamu untuk nemenin bapak bukan menyuruh kamu untuk kerja mas" jawab Rita dengan menyeritkan kening.


"yaampun sayang, mas kan udah hampir kewalahan loh mendiamkan keena tadi. mas juga capek ingin istirahat" jawab Bayu mengerucutkan bibir membuat Rita semakin merasa gemas dengan tingkah sang suami.


"iyaa iyaa mas bercanda kok, masa begitu aja ngambek si mas. yaudah sini tidur disebrlah keena" jawab Rita, Bayu pun langsung merebahkan dirinya tepat disebalah sang anak dengan melebarkan senyum.


akhirnya ketiga nya pun tertidur dengan pulas, hingga dua jam kemudian ibu Rita puh mengetuk pintu kamarnya hingga membuat Rita terbangun.


"yaa sebentar Bu" jawab Rita yang baru saja terbangun.


"ada apa Bu?" tanya Rita pada sang ibu ketika pintu sudah terbuka olehnya.


"yaampun Rita, kamu baru bangun. itu lihat didepan ada yang anter barang, kamu beli barang sebanyak itu untuk apa Rita?" tanya ibu Rita dengan wajah menyeritkan kening, Rita pun seketika membulatkan mata.

__ADS_1


"memang sekarang jam berapa Bu?" tanya Rita penasaran.


"sudah hampir jam dua siang, dan kalian berdua melewatkan makan siang. tapi, ibu sudah disahkan didapur nanti kalo kamu dan juga Bayu mau makan" jawab ibu Rita yang langsung diangguki oleh Rita.


"yaudah kalo gitu Rita bangunin mas Bayu dulu ya Bu, nanti Rita menyusul kedepan" jawab Rita, ibu Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


setelah kepergian sang ibu, Rita pun kembali masuk kedalam kamar untuk membangunkan Bayu yang masih pulas tertidur.


"mas, mas Bayu. bangun mas" kata Rita menggoyangkan badan Bayu.


"heemm, apa si sayang" Jawa Bayu mengucek kedua matanya.


"itu barang yang aku beli tadi semuanya udah pada Dateng mas, mendingan kamu kedepan deh" jawab Rita yang langsung membuat Bayu terduduk seketika.


"beneran kamu udah pada Dateng?" tanya Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.


"iyaa tadi ibu yang bilang, aku juga baru bangun karna pintu kamar diketuk ibu tadi" jawab Rita.


"aku kedepan juga lah, biar aja keena masih tidur kok. aku alingin bantal aja dulu takut nanti jatuh" gumam Rita mengelilingi tubuh keena dengan bantal yang ada dikamar tersebut.


Rita pun keluar dari kamar menghampiri sang ibu yang sedang melihat para lelaki menurunkan barang yang ia pesan.


"nak Rita, kenapa kamu pesan begitu banyak perabotan ini?" tanya bi Surti memandang tak enak ke arah Rita yang baru saja keluar dari kamar.


"gapapa kok Bu, kan biar rumahnya juga tampak nyaman. masa rumahnya bagus tapi barangnya belum ada, tapi maaf ya bu aku juga belikan beberapa yang menurutku sudah tak layak pakai Bu" jawab Rita membuat bi Surti semakin merasa tak enak.


"yaallah nak Rita, ibu gapapa sekali kok. ibu malah berterimakasih karna kamu begitu peduli dengan keluarga ibu disini, ibu ngga pernah kamu minta untuk belikan semua ini nak" jawab ibu Surti membuat Rita tersenyum dan mendekat kearah wanita paru baya tersebut.


"gapapa kok Bu, semua ini untuk ibu karna selama ini ibu sudah selalu membantu kami" jawab Rita membuat bi Surti meneteskan air mata.


"makasih banget ya nak, ibu ngga tau harus bicara apa lagi?" jawab bi Surti dengan menyertakan air mata. Rita pun mengusap punggung wanita paru baya tersebut dengan sayang seraya memeluknya.


"semuanya udah selesai ya pak Bayu, ini tanda terima nya. terimakasih sudah berbelanja ditoko kami, kami permisi" kata pegawai toko furniture dan juga toko elektronik yang mengantarkan barang secara bersamaan.

__ADS_1


"iyaa sama-sama pak, terimakasih juga sudah membantu menatanya. ini ada sedikit untuk kalian" kata Bayu mengeluarkan enam lembar uang merah dan membagi duanya untuk dua mobil pengantar barang tersebut.


"terimakasih banyak pak, kalo begitu kami permisi" kata pegawai elektronik yang juga dijawab anggukan kepala oleh pegawai furniture.


"iyaaa mas, hati-hati" kata Bayu membuat keduanya menganggukan kepala.


setelah para pegawai kedua toko tersebut pergi, Rita pun menatap beberapa orang yang melihatnya dengan menggidikkan bahu.


"ada apakah?" tanyanya dengan nada tak biasa.


"nak Bayu, terimakasih banyak atas semua ini" kata bi Surti membuat Bayu tersenyum.


"sama-sama Bu, lagian ibu kan sudah aku anggap seperti ibu aku sendiri. jadi sudah tugas aku untuk memberikan kelayakan untuk ibu dirumah ibu sendiri" jawab Bayu membuat bi Surti tersenyum haru.


"oalaaahh ini barangnya udah sampai ya?" tanya bi Minah yang baru saja keluar dari rumah setelah membantu suaminya membersihkan diri.


"iyaa bi, yang lainnya malah udah disusun didalam rumah. ini mau dirapihin" jawab Rita dengan senyum lembut.


"oohh jadi kamu tau nah kalo nak Rita membelikan semua ini? kenapa kamu ngga tolak?" tanya bi Surti membuat bi Minah menggaruk tengkuknya.


"mbak, saya itu Yo wis nolak ko. tapi mbak rita ne sing ora bisa ditolak, aku Yo manut wae." jawabnya dengan bahasa daerah mereka.


"kenapa kamu ngga bicara sama mbak setelah pulang dari pasar tadi, kamu malah justru langsung pulang kerumahmu sendiri. gimana sih kamu ini" jawab bi Surti yang merasa kesal dengan bi Minah.


"udah gapapa kok Bu, jangan dimarahin begitu bi minahnya kasian Bu. lagian bi Minah benar karna aku yang melarangnya untuk memberi tahu ibu, gapapa kan Bu?" tanya Rita membuat bi Surti terpaksa menganggukan kepala.


"yaa terpaksa gapapa lah nak, mau diapain. toh kamu dengan nak Bayu kan juga sama, sama-sama ngga bisa ditolak kalo udah punya keinginan. iyakan?" tanya nya membuat Rita terkekeh kecil.


"iyaa iyaa maaf Bu, hehe lagian ini juga biar kita semua nyaman dirumah ini. dan suatu saat pun ibu juga ngga bingung mengganti semua perabot ini lagi, karna kami sudah memberikannya dengan kwalitas yang paling bagus" jawab Rita membuat bi Surti menarik sudut bibirnya.


"yasudah lah mau gimana lagi, sekali lagi makasih ya nak. ibu ngga tau harus bilang apa lagi, oiyaa nah mending ini mesin cuci sama kulkasnya taruh dirumah kamu aja ya nah. kan paling mbak hanya beberapa hari disini, terus kembali kejakarta. gapapa to?" tanya bi Surti membuat bi Minah langsung mengacungkan kedua jempolnya.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2