Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluh


__ADS_3

setelah acara aqiqah shakeena Adelia anak dari Rita dan juga Bayu selesai, semua orang telah kembali kerumah masing-masing. tinggallah keluarga Rita dan juga keluarga dari Bayu yang hadir terutama ibu Bayu yang juga hadir diacara kali ini, tentu saja bersama dengan Maura. ntah apa lagi yang akan diperbuat oleh Maura kali ini, untunglah tak ada Naura ditengah-tengah mereka karna ia telah masuk kedalam kamar setelah acara baru saja selesai karna Naura juga merasa malas jika harus berurusan dengan Maura lagi dedepan keluarga besarnya.


"apa ibu mau pulang sekarang?" tanya Rita pada ibu mertuanya tersebut.


"iyaa rit, ibu sebenernya pengen banget nginep main sama cucu. tapi ya mau gimana lagi" jawab ibu Bayu dengan ekspresi lesu.


"lagian sok banget sih pake pindah ke rumah sumpek kaya gini" kata Maura menatap sinis rumah kontrakan Rita.


"Alhamdulillah lebih baik disini, kami nyaman dan juga aman" jawab Rita dengan ketus menjawab perkataan Maura yang terkesan meremehkan.


"iyaa sih, udah biasa tinggal dikampung jadi ya hidup kaya gini si udah biasa ya" jawab Maura langsung mendapat pelototan mata dari sang ibu.


"apa si Bu aku bener kan?" lanjutnya lagi tanpa rasa bersalah.


"jaga ucapan kamu ya Maura, jangan mentang-mentang aku habis lahiran dan dari dulu aku selalu diam tapi kamu bisa seenaknya! aku bahkan bisa melakukan apa yang kamu lakukan, bahkan lebih dari itu!!" jawab Rita menantang Maura yang menatapnya sinis.


"oh ya yakin? kita lihat aja nanti, bahkan untuk jalan aja kamu masih belum bisa apa-apa. mau main-main sama aku? nantangin?!" tantang Maura.


"Maura, apa apaan kamu! sudah cukup! kerjaan kamu bikin keributan terus" tegur ibu Bayu pada anak perempuannya yg terus membuat Rita meradang.

__ADS_1


"apaan si Bu, emang betulkan apa yang aku katakan itu ngga ada salah. kenapa malah aku yang disalah-salahin sih" jawab Maura dengan nada kesal.


"Maura, kamu ga boleh ngomong begitu biar gimanapun Rita ipar kamu loh. seharusnya kamu bisa hormatin dia seperti kamu menghormati Bayu, bukan malah memojokkannya dan menganggap dia musuh. lagipula apa salah dia sampai kamu terus berbuat jahat padanya, bukannya selama ini dia selalu baik sama kamu" kata ibu Rita yang juga berada diantara mereka.


"salah mbak Rita itu cuma satu Bu, sudah aku bilang untuk menjauhi dan meminta cerai dari mas Bayu tapi dia menolaknya. apalagi ibu selalu membela mas Bayu juga mbak Rita, aku ngga suka" jawab Maura dengan terang-terang membuka ketidak sukaannya pada Rita.


"tapi itu bukan salah Rita juga Maura, hati ngga bisa dipaksakan. Bayu mencintai Rita dan Rita mencintai Bayu, kamu ngga bisa memaksakan kehendak kamu sendiri dengan memusuhi keluarga kamu" jawab ibu Rita dengan penegasan disetiap kata-katanya.


"alah, udah deh ngga usah sok tau. aku tau apa yang aku lakukan, jadi jangan ajari aku apapun Bu!" jawab Maura dengan mata melotot lebar.


"jaga ucapan kamu pada ibu ku Maura! jangan sekali-kali kamu membentak ibu ku apalagi berkata kasar padanya" bentak rita pada Maura yang langsung menatap tajam Rita.


"suruh ibu itu diam, baru aku akan menghormatinya disini. bahkan dia bukan siapa-siapaku, berani dia mengatur hidupku!!" jawab Maura dengan segala umpatan kasar yang dilontarkan dari mulutnya.


"maafkan anak saya ya besan, maafkan. sungguh, saya malu atas kelakuannya. maafkan saya sekali lagi" kata ibu Bayu pada kedua orangtua Rita.


"gapapa Bu, kami baik-baik saja" jawab bapak mewakili ibu Rita yang masih meredam emosinya.


"ibu apaan sih pake minta maaf segala, kita ngga salah Bu. mereka yang salah udah ikut campur hidupku, seharusnya mereka yang minta maaf sama aku. ibu gimana sih!" kata Maura pada ibu Bayu yang masih mau melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"cukup Maura!! lebih baik kamu pulang sebelum aku tarik kamu keluar dri no rumahku!!" kata Bayu dengan tegas.


"lihat Bu, bahkan mas Bayu tega mengusir kita. ibu lihat sendiri kan, bagaimana ia dikendalikan oleh mbak Rita dan juga keluarganya. dimana salahku Bu?!" kata Maura terus mengompori ibu Bayu dengan kata-katanya


"Maura, hati-hati kalo bicara nak. kamu itu perempuan kenapa mulutmu seperti bom yang bisa menghancurkan segalanya" kata bapak Rita mulai mengeluarkan suara


"jangan sok bijak pak, memang selama ini kalian hanya memanfaatkan mas Bayu kan? udah kelihatan dari wajah kalian, terutama mbak Rita ini yang selalu memasang tampang polos padahal seorang penipu!" kata Maura menjelekkan keluarga Rita.


"Maura, kamu semakin ngaco ngomongnya. ayok kita pulang, Bayu Rita ibu pulang dulu ya" kata ibu Bayu berpamitan pada anak dan jugan menantunya


"iyaa Bu, hati-hati" jawab keduanya serempak.


"assalamualaikum" salam ibu Bayu meninggalkan kediaman Rita dan Bayu.


"waalaikumsalam" jawab semuanya serempak.


setelah ibu Bayu dan juga Maura meninggalkan rumah tersebut keadaan pun lebih baik, terlebih ibu Rita yang tadi masih emosi kini sudah terlihat baik-baik saja.


"astagfirullah, kenapa Maura bisa begitu mulutnya" kata ibu Rita mengelus dadanya.

__ADS_1


"ntahlah Bu, mungkin cinta membuatnya berubah kepribadian" jawab Rita dengan menatap mas Bayu yang menyerit heran.


setelahnya mereka pun memberikan sisa acara hingga selesai, kemudian beristirhat agar besok bisa beraktifitas dengan keadaan yang lebih fresh.


__ADS_2