
"begini loh bi,,,,,," kata Rita menjelaskan rencana yang sudah mereka susun pada bi Surti yang pasti akan ikut serta dalan rencana mereka.
"oohh begituuu, baik Bu bibi pasti akan menjalankan tugas bibi dengan sebaik-baiknya. ibu tenang aja" jawab bi Surti dengan yakin.
"Alhamdulillah, makasih ya bi udah mau bantuin kita" kata Rita dengan senyum mengembang.
"sama-sama Bu, tenang aja bibi pasti selalu mendukung ibu kok," jawab bi Surti disambut anggukan kepala oleh Rita .
"iyaa bi, aku percaya kok sama bibi" balas Rita membuat bi Surti tersenyum lebar.
"tapi Bu, non menurut saya emm kita ngga boleh terlalu keras juga ga sih sama ibu nya. kasian kan, biar gimana pun beliau orangtua loh" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita dan juga Bayu. sementara Naura yang mendengar pun hanya memutar bola mata jengah.
"gapapa kali bi, santai aja. lagian itu emang pantes buat orang seperti ibu" jawab Naura membuat Rita dan juga Bayu melebarkan mata mendengar jawabannya.
"kenapa respon kalian berdua seperti itu, apa ada yang salah dengan ucapan aku? maaf nih ya mas, mbak aku gaakan berkata seperti ini kalo dia ngga berbuat ulah duluan" lanjutnya dengan santai seolah bukan membicarakan ibu kandungnya sendiri.
"sepertinya non Naura sudah sangat benci sekali dengan ibu. begini non, coba renungkan dalam hati non Naura seberapa besar antara rasa benci dan juga rasa sayang yang non Naura rasakan pada ibu. agar non Naura bisa bertindak sesuai dengan hati non memilih" kata bi Surti memberikan masukan.
"maksudnya gimana bi?" tanya Rita yang belum faham dengan apa yang bi Surti katakan.
__ADS_1
"begini Bu, sebaiknya sebelum kita melakukan rencana ibu Rita ada baiknya kita pikirkan konsekuensi yang akan kita terima. pertama misalnya jika benar ibu mas Bayu dan non Naura ini maaf ya butuh seorang psikiater karna terlihat seperti orang yang hilang akal, maka kita pun harus siap jika nanti mendapatkan hal mengejutkan lain. misal, ibu harus dirawat di rumah sakit khusus. apa kalian siap melihatnya disana?" tanya bi Surti dengan tenang.
"kalian juga harus memastikan, ini untuk kebaikan ibunya atau memang karna kalian ingin membalaskan dendam dan rasa sakit yang kalian miliki" lanjutnya membuat ketiganya tertegun.
mereka melupakan semua apa yang dikatakan oleh bi Surti, seolah lupa mereka hanya ingat harus menghentikan apa yang dilakukan oleh ibu Bayu sementara konsekuensinya mereka tak ada satu pun yang memikirkannya.
"bener apa kata bi Surti mas, nau maafin aku, aku ga berfikiran sampai kesana. kalian sebagai anaknya berhak menentukan yang terbaik untuk ibu, maaf sepertinya aku sudah salah mengambil sikap seolah aku benar dalam hal ini" kata Rita yang langsung menyadari kekeliruannya.
"gapapa sayang, kamu juga tak ada yang berpikiran sampai kesana kecuali bi Surti. yasudah sebaiknya kita tunda dulu rencananya sampai kita benar-benat siap dan memikirkan apa yang dikatakan oleh bi Surti tadi" jawab Bayu membuat Naura, Rita dan juga bi Surti menganggukan kepala.
"maaf ya karna perkataan bibi rencana yang udah kalian susun jadi ngga jadi, bibi hanya ngga mau setelah nanti kalian semua menyesal dengan keadaan ibu kalian yang sebanarnya. lebih baik kalian pikirkan dan renungkan dulu dari sekarang hingga tak ada penyesalan dikemudian hari" jawab bi Surti dengan bijak.
"iyaa bi, Alhamdulillah bibi mengingatkan kita. terimakasih ya bi" jawab Bayu dengan tersenyum menatap bi Surti.
mendengar isakan yang berasal dari Naura, Rita Bayu dan juga bi Surti pun menatapnya dengan penuh tanda tanya. ketiganya saling berpandangan, mereka pun bertanya-tanya apa yang membuat Naura menangis dengan demikian.
"ada apa nau? kenapa kamu nangis begitu?" tanya Rita pada Naura yang masih terus dengan Isak tangisnya, naura pun memeluk Rita dengan erat dan menumpahkan segala tangisannya dibahu Rita.
setelah tenang, Naura pun berusaha berbicara ditengah Isak tangis yang menyayat hati yang mendengarnya.
__ADS_1
"kenapa nau? kenapa kamu sampai menangis seperti ini?" tanya Rita dengan lembut.
"mbak, apa selama ini aku sudah terlalu salah pada ibu ya mbak? aku terlalu benci pada ibu sampai tak pernah memfilter perkataanku, padahal aku adalah anak kandungnya. aku sudah durhaka pada ibu mbak" jawab Naura dengan Isakan yang terus terdengar.
"kata siapa nau? ngga ko, kamu cuma melakukan yang terbaik. sebagai seorang remaja, mbak wajah jika kamu masih mengedepankan emosi dan juga ego kamu. tapi yang mbak salut, kamu bisa terus membela kebenaran dan menunjukkan hal yang salah, itu juga sebetulnya bagus untuk ibu tapi mungkin cara yang kamu dan kita semua lakukan itu salah. iyakan bi, mas?" tanya Rita pada bi Surti dan juga Bayu yang hanya menganggukan kepala.
"bener apa yang dikatakan mbakmu nau, mungkin selama ini cara kita salah. hingga akhirnya kita yang seolah menjadi anak yang durhaka, walaupun niat kita baik" jawab Bayu yang diberikan anggukan oleh Rita.
"sudah, tenang aja. kita semua disini bersalah, tapi niat kan dalam hatimu untuk tidak membalas apa yang pernah ibu lakukan sebagai bentuk dendam ya" jawab Rita yang langsung di beri respon anggukan kepala oleh Naura.
"iyaa mas, aku juga akan minta maaf dengan ibu atas apa yang sudah aku lakukan. tapi, tentu saja nanti jika ibu sudah berubah tak lagi membela yang salah"jawab Naura membuat ketiganya terkekeh.
"bi, bentuk kekecewaan itu aja sebenernya si yang ada dihati kami bukan bentuk benci yang sebenarnya. tapi gimana ya, namanya juga seorang anak pasti merasakan hal itu jika ibu lebih mementingkan hal salah dibanding untuk hal yang benar" jawab Bayu diangguki oleh Naura dan juga Rita.
"benar bi apa yang dikatakan oleh mas Bayu, terutama si aku ya" jawab Naura membuat kami terkekeh.
"iyaa iyaa bibi tau, tapi ya seperti apa yang bibi bilang tadi. jangan sampai rasa kecewa yang kalian rasakan kepada ibu kalian membuat kalian malah membencinya, biar bagaimanapun ialah seorang ibu"jawab bi Surti dengan tenang.
"iyaa bi" jawab ketiganya serempak.
__ADS_1
"sudah malam, yuk kita tidur. bibi jangan lupa makan dulu sebelum tidur ya bi" kata Rita pada ketiga orang didepannya terutama bi Surti.
"iyaa Bu, kalo gitu bibi masuk dulu kedalam ya" jawab bi Surti membuat Rita dan juga Bayu menganggukan kepala sementara naura hanya terdiam setelah berdiskusi dengan ketiga tetua dirumahnya tersebut.