
sementara dirumah Bayu dan juga Rita, hari ini mereka sedang berkumpul bersama dirumah keluarga. Bayu memutuskan untuk tidak masuk kerja pada hari ini, mereka memilih untuk bersantai sejenak menenangkan pikiran dalam diri mereka masing-masing.
"sebaiknya kita jalan-jalan aja gimana?" kata Naura yang memainkan ponselnya dihadapan Rita dan juga Bayu.
"jalan-jalan kemana nau?" tanya Rita membuat Naura mengalihkan pandangan menatap kakak iparnya.
"sebentar aku cariin referensi dulu mbak, tempat yang bagus dan nyaman untuk anak-anak" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Rita.
Naura pun kembali sibuk dengan handphonenya, ia mencari referensi tempat rekreasi nyaman untuk bayi. tak perlu menunggu lama, ia pun mendapatkan lokasi yang pas dan tidak terlalu jauh dari rumah.
"nah, ini nih mbak" kata Naura membuat Rita yang tengah berdiam diri menggendong keena itu merasa sedikit kaget.
"apa si nau, bikin kaget aja kamu" jawab Rita dengan kesal.
"ini loh mbak, tempat rekreasi yang lagi viral itu. ternyata ada tempat yang nyaman buat bayi nya juga mbak, disediakan" jawab Naura membuat Rita penasaran.
"coba sini liat" jawab Rita mengambil alih ponsel milik Naura dari tangannya.
"liat kan? bagus kan mbak" kata Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa bagus si, boleh lah kalo kita kesana. iyakan mas?" kata Rita bertanya pada sang suami yang langsung dibalas anggukan kepala olehnya.
"iyaa boleh aja si, tapi ngga bisa lama-lama. mungkin kalo hari ini, besok kita udah harus pulang karna lusa mas sudah harus kerja" jawab Bayu membuat Naura melebarkan matanya dengan binar.
"beneran mas? yaudah kalo gitu aku siap-siap sekarang, kita nginep disana kan mas?" tanya Naura memastikan apa yang Bayu katakan.
"iyaa tapi hanya satu malam besok kita harus pulang lagi" jawab Bayu membenarkan apa yang dikatakan oleh Naura.
"gapapa lah mas, yang penting kita refresing. udah lama kan kita gajalan-jalan, lagipula itu dekatkan dari sini" jawab Naura yang juga diangguki oleh Rita.
"yaudah kalo gitu kalian siap-siap biar mas tunggu disini sama keena" jawab Bayu membuat kedua perempuan beda usia itu langsung berjalan dengan terburu-buru menuju kamar masing-masing. Bayu pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua perempuan tersebut.
"aku harus hubungi Supri dan juga Jaka" gumam Bayu menatap lurus kedepan, ia pun mengeluarkan handphonenya dan berusaha menghubungi orang suruhannya tersebut.
__ADS_1
"bagaimana? apa semuanya beres?" tanya Bayu ketika panggilan telpon diponselnya sudah diangkat oleh salah satu orang disebrang telepon.
"sudah bos, aman. dia tak memiliki apapun, saya hanya meninggalkan tiga lembar uang merah didalam dompetnya sebagai bekal" jawab orang disebrang telpon yang ternyata si Supri.
"bagus, kamu memang bisa diandalkan. apa ada kendala saat membawanya?" tanya Bayu dengan penasaran.
"tentu saja bos, dia minta dicarikan ATM dan juga mau membayar kami lima puluh juta perorang agar kami mengikuti apa yang dia katakan bos. tapi kami menolak, hingga ia memaksa dan akhirnya kesal sendiri karna kami malah mengejek dia bos" jawab Supri yang juga diangguki oleh Jaka.
"bagus, bagus. biar dia merasakan menjadi gembel didesa terpencil itu" jawab Bayu dengan senyum mengerikan.
"iyaa bos, sepertinya ia juga sangat mengharapkan anaknya itu bebas dari penjara. karna sebelum kami meninggalkan dia, dia sempat menanyakan kapan anaknya dibebaskan" jawab Supri yang langsung membuat Bayu mengulum senyumnya.
"tidak akan pernah aku bebaskan anak kesayangannya itu, kalian terus awasi dia. ingat, bawa kembali barang-barang yang dia bawa dari rumah besar kerumah ku sekarang" kata Bayu dengan tegas.
"baik bos, jangan lupa bayaran kami" jawab Supri.
"tenang saja, aku akan berikan bonus untukmu karna kerjamu sangat memuaskan untukku" jawab Bayu membuat kedua orang disebrang telpon itu tertawa lebar mendengar apa yang Bayu katakan.
"terima kasih bos, terimakasih" kata Supri. Bayu pun mengakhiri panggilan telpon secara sepihak, kemudian memikirkan rencananya selanjutnya untuk membuat ibu sari merasa menderita dirumah gubuk tersebut.
"mas, Ayuk aku udah siap" kata Naura yang sudah tiba dihadapan Bayu dengan menenteng tas punggung brended kesayangannya.
"kamu cuma bawa itu aja?" tanya Bayu dengan dahi mengerut.
"iyaalah mas, mau bawa apalagi. ini juga udah cukup, nanti kalo kurangkaj bisa beli disana" jawab Naura dengan santai duduk disebelah Bayu yang masih menatapnya dengan tanda tanya.
"kamu yakin nau, gapapa jika mas membalas perbuatan ibu kepada orangtua kandung mas? biar bagaimana pun ibu sari adalah ibu kandungmu kan nau" tanya Bayu pada Naura yang langsung menatap dirinya dengan tajam.
"andai aku diposisi mas, mungin aku akan melakukan hal yang lebih dari apa yang mas lakukan. andai membunuh tak diharamkan, aku akan lakukan itu dengan tanganku sendiri mas. karna memang tindakan ibu sudah diluar batas" jawab Naura dengan tenang sambil menundukkan kepala.
"apa kamu ngga akan sakit hati pada mas jika terjadi sesuatu pada ibu?" tanya Bayu lagi pada Naura yang langsung menggeleng.
"ngga ada lagi rasa simpati pada ibu dihati aku mas, semua itu sudah hilang bersamaan dengan apa yang sudah ibu lakukan pada kita waktu itu" jawab Naura dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"sebaiknya, jngan balas kejahatan dengan kejahatan pula. jika begitu, apa bedanya kita dengan mereka" jawab Rita yang tiba-tiba datang berada dipintu ruang keluarga mendengarkan keduanya bercakap.
"tapi mbak, ibu sudah keterlaluan. bukan mau membalas, tapi apa salahnya memberikan sedikit pelajaran agar ia tak melakukan apa yang sudah ia lakukan dimasa lalunya." jawab Naura yang juga disetujui oleh Bayu.
"akan ada waktunya semua yang dia lakukan berbalik pada dirinya sendiri Naura, andai saat ini kita merasa dijahati lalu kita membalas dengan kejahatan juga. berarti kita sama jahatnya dengan dia. berhentilah, biarkan Allah yang menegur dengan caranya sendiri" jawab Rita membuat Naura dan juga Bayu terdiam.
"aku tau, luka dan sakit hati kalian terlalu dalam. aku tau kalian kecewa, tapi bukan berarti harus membalas semua rasa sakit dan kecewa itu dengan kejahatan yang sama dengan apa yang pernah ibu lakukan. andai, ibu sampai tidak ada kalian yang akan menyesal. kamu mas, biar bagaimanapun ibu sari adalah ibu yang membesarkanmu dengan segala kasih sayang yang ia punya, andai suatu saat ia tak ada dan kamu tak sempat meminta maaf padanya karna telah durhaka maka tak ada surga pula bagimu. ingat mas, ada tiga kategori ibu yang harus dihormati. ibu yang melahirkan mu, ibu yang menyusuimu, dan ibu yang membesarkanmu." lanjut rita membuat Naura dan juga Bayu menatap kearahnya dengan dua pandangan berbeda.
"jadi maksud kamu, aku harus memaafkan ibu?" tanya Bayu yang langsung disambut gelengan kepala oleh Rita.
"bukankah memaafkan memang kewajiban kita sebagai sesama manusia, Allah saja maha pemaaf. mengapa kita sebagai umatnya tidak bisa saling memaafkan? boleh saja memberikan pelajaran, asal jangan berlebihan. biarkan kejahatannya dibalas oleh Allah suatu saat nanti, tugas kita hanya mendoakan semoga ibu dan Maura bisa membenahi diri mereka menjadi lebih baik" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"tapiii,,,," jawab Bayu yang langsung diputus oleh Rita.
"tapi orangtua kandung mas Bayu butuh keadilan? itu yang mas mau katakan bukan?" tanya Rita membuat Bayu menganggukan kepala.
"aku tau, tapi bukan berarti kita membalas dengan berbuat jahat pada ibu. sudah aku bilang bukan, Allah maha adil mas. dengan kuasanya dia tau apa yang harus dia lakukan untuk keadilan umatnya yang terzholimi" jawab Rita membuat Bayu terdiam mendengar perkataan sang istri.
"sudahlah, jika sudah siap lebih baik kita berangkat sekarang mumpung masih pagi belum terlalu siang" kata Rita yang langsung dibalas anggukan lirih oleh dua orang didepannya.
ketiganya pun berjalan kearah luar dimana bi Surti sudah menunggu ketiga orang tersebut.
"sudah dikunci semua bi?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung dibalas anggukan kepala dan senyum mengembang.
"bi Surti juga ikut mbak?" tanya Naura yang merasa heran dengan adanya bi Surti.
"iyaalah nau, biar aja sesekali bi Surti jalan-jalan. iyakan bi?" tanya Rita pada bi Surti.
"iyaa non, gapapa kan pak?" tanya bi Surti pada Bayu yang dibalas hanya dengan senyum.
_______________________________________
bantu ramaikan novel kedua outhor ya guys🙏
__ADS_1