Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus48.


__ADS_3

Naura dan bi Surti pun terus mengobrol hingga tak kenal waktu, jarang sekali ada majikan yang tak malu mengobroln dengan pembantunya terlebih lagi bi Surti merupakan seorang wanita tuh baya. atau karna didalam kamar? tidak juga, karna suara pun tak malu berjalan berdua dengan bi Surti sewaktu ditempat rekreasi tadi.


"non, non gamalu apa jalan berdua sama bibi seperti tadi? apalagi kita sempet foto-foti begitu, bibi macam kaya anak muda lagi aja" kata bi Surti sambil memakan biji ketapang didalam toples yang ia pegang pada Naura.


"nggalah bi, ngapain malu. malah seru bi, kaya jalan sama keluarga. yaa anggapan aja bibi itu kaya ibuku sendiri" jawab Naura dengan senyum mengembang.


"yang bener non mau nganggep bibi kaya ibu non sendiri? yaallah bibi seneng banget non dengernya" jawab bi Surti dengan mata berbinar.


"iyaalah bi bener, bibi tau sendiri kan sekarang ibu kandungku jauh dan aku belum tentu diizinkan menemui ibu disana sama mas Bayu. yaa makanya sebagai pengganti ibu kan ada bi Surti, jadi aku boleh kan anggap bibi kaya ibuku sendiri?" jawab Naura dengan tulus menatap mata bi Surti yang terlihat berkaca-kaca.


"boleh non tentu saja boleh, bibi malah seneng banget non." jawab bi Surti menepuk pelan punggung tangan Naura.


"makasih ya bi, setidaknya jadi obat untuk menghilangkan kerinduan Naura pada ibu" jawab Naura yang mulai memeluk bi Surti yang duduk disebelahnya.


"iyaa non sama-sama, bibi yang makasih non mau menganggap bibi seperti ibu non sendiri. bibi mah ngerasa ngga pantes" kata bi Surti yang tampak minder dengan apa yang dikatakan oleh Naura.


"udahlah bi, pantes atau ngganya ya kan orang gaada yang tau kalo bibi cuma asisten rumah tangga dirumah mbak Rita sama mas Bayu. mereka taunya ya ibu-ibu sama anaknya kalo kita jalan berdua, iyakan bi?" jawab Naura yang langsung dibenarkan oleh bi Surti.


"iyaa non Naura bener, sekali lagi makasih ya non" kata bi Surti dengan tersenyum lebar setelah melepaskan pelukannya pada Naura.


"iyaa biii yaampuunn makasih muluu, tapi inget ya bi buatin aku masakan yang enak-enak loh. apalagi cemilan kaya gini nih, Naura suka banget bi" kata Naura dengan gaya manjanya yang khas.


"iyaa non, bener itu. tenang aja bibi pasti masakin yang enak-enak untuk non Naura juga pak Bayu dan Bu Rita" jawab bi Surti yang disertai senyum mengembang yang tulus.


"eehh udah jam berapa ini bi, dari tadi kita ngobrol sampe gatau jam berapa" kata Naura yang kelimpungan karna tak tau pukul berapa saat ini.


"kayanya masih jam lima sorean deh non, tuh liat masih ada mataharinya" jawab bi Surti membuat Naura menganggukan kepala.


"Naura kok laper ya bi, padahal tadi siang kan udah makan ya bi" tanya Naura memegang perutnya yang terasa lapar.


"mungkin karna capek non jalan-jalan jadinya gampang laper, padahal non juga udah habisin setengah toples kripik bawang tuh" jawab bi Surti membuat Naura terkekeh sendiri.


"iyaa yaa bi, yaudah ah aku mau pesen makanan hotel aja. bibi mau makan ngga? nanti kita makan lagi si pas kulineran, tapi kan nanti malam. aku udah lapar sekarang" kata Naura pada bi Surti yang terkekeh mendengar perkataan Naura yang tak henti-henti berbicara.


"boleh non, bibi mau itu aja eemm salah buah sama air mineral" jawab bi Surti, Naura pun segera menganggukan kepala kemudian menelpon petugas hotel untuk memesan makanan yang ia dan bi Surti inginkan.


"halo mbak, saya pesen makanan ya mbak. tolong antarkan kekamar" kata Naura pada petugas hotel tersebut.

__ADS_1


"iyaa saya pesan nasi bistik ayam lada hitam satu, salad buahnya satu, air mineralnya dua sama jus apelnya satu" kata Naura memesan menu makanannya.


"iyaa boleh mbak, coklat ya, okee makasih" jawab Naura yang telah mengakhiri pesan makanannya.


"bentar bi, udah aku pesen nanti dianterin kesini" kata Naura pada bi Surti yang sedari tadi masih fokus memakan biji Ketapang miliknya.


"iyaa non gapapa, masih nunggu jugakan palingan nanti dua puluh menit lagi" jawab bi Surti membuat Naura memicingkan mata.


"Sok tau banget nih bibi" jawab Naura membuat bi Surti terkekeh.


"bibi kan cuma nebak aja non" jawab bi Surti asal.


" aku mandi dulu ya bi" kata Naura yang langsung diangguki oleh bi Surti.


setelah sepuluh menit Naura masuk kedalam kamar mandi, makanan yang ia pesan pun datang dan langsung dibukakan pintu oleh bi Surti.


"ini pesanan makananya Bu, silahkan" jawab salah satu pelayan hotel yang membawa dorongan berisi berbagai macam hidangan diatasnya.


"iyaa mbak makasih, bisa taruhkan dimeja sama aja?" kata bi Surti menunjuk salah satu meja kosong terdapat didalam kamar tersebut, pegawai hotel itu pun menuruti apa yang diperintahkan oleh bi Surti.


"sudah Bu, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanyanya sopan.


"kalo gitu saya permisi Bu" katanya dengan membukukan badan keluar dari kamar Naura dan juga bi Surti, seteleh kepergian pegawai hotel tersebut bi Surti pun langsung menutup pintu kembali.


"siapa bi?" tanya Naura yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"pengantar makanan non, kok cepet banget mandinya?" tanya bi Surti memandang Naura dengan heran.


"belum bi, mau ambil sabun di tas. sabun disini ngga cocok, Naura mau berendem di bathtub hehehehe" jawab Naura sembari terkekeh.


"kaya dirumah ngga pernah berendem aja non, non" jawab bi Surti dengan terkekeh kecil.


"bedalah bi, ini kan berendem dihotel mau luluran juga biar kinclong. kali aja nanti ada turis asing yang kecantol sama Naura" jawab Naura membuat bi Surti membelalakan mata.


"yee masih aja mikirin pasangan, disuruh kuliah dulu yang bener juga" jawab bi Surti membuat Naura terkekeh, kemudian ia pun kembali kedalam kamar mandis setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.


satu jam kemudian Naura baru selesai mandi dan berendam didalam bathtub, ia pun segera memakai pakaiannya dan melakukan sholat Maghrib yang udah tertinggal lebih dari sepuluh menit.

__ADS_1


"kurang lama non mandinya" kata bi Surti meledek.


"hehe tapi puas bi" jawab Naura membuat bi Surti memutar bola mata malas.


"gantian saya yang mau mandi" kata bi Surti, Naura pun hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"jangan lama-lama nanti maghribnya habis" teriak Naura karna bi Surti sudah masuk kedalam kamar mandi.


Naura pun segera melakukan sholat Maghrib sambil menunggu bi Surti menyelesaikan ritual mandinya, tak butuh waktu lama hanya lima belas menit bi Surti sudah keluar dari kamar mandi. begitupun Naura yang sudah menyelesaikan sholat tiga rakaatnya.


"udah selesai bi? maghriban gih ,udah hampir setengah tujuh, nanti keburu isya" kata Naura pada bi Surti yang langsung dituruti oleh wanita paru baya tersebut.


"gara-gata non Naura si kelamaan didalam kamar mandi" jawab bi Surti membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


"maaf lah bi, Naura kalo udah ketemu kamar mandi kan emang gitu apalagi kalo lagi pengen refreshing pasti lama didalam kamar mandi bi" jawab Naura membuat bi Surti pun terpaksa tersenyum.


"iyaa gapapa kok non, bibi sholat dulu ya" kata bi Surti yang sudah siap dengan mukena yang ia pakai.


karna bi Surti sholat, Naura pun melanjutkan dengan mesecrol halaman sosial media miliknya. meskipun tak seru baginya, namun Naura tetap memilikinya karna memang untuk sekedar hiburan untuknya. apalagi Naura pun juga punya aplikasi novel di ponselnya, makanya tak jarang Naura lebih suka megang ponsel dibanding main keluar rumah sesuai dengan anak seusianya.


"ngapain non kok senyum senyum sendiri?" tanya bi Surti yang sudah selesai sholat dan melihat Naura yang hanya senyum-senyum sendiri menatap ponselnya.


"gapapa bi, Naura cuma lagi seneng aja" jawab Naura singkat.


"hayoool, chatingan sama pacarnya yaa??" tanya bi Surti membuat Naura membelalakan mata.


"mana ada , Naura ga ada pacar bi. malah cuma chat sama temen-teman Naura di grup bi" jawab Naura membuat bi Surti pun beroh ria.


"teman teman yang kemarin kerumah itu non?" tanya bi Surti penasaran


"iyaalah bi, teman saya cuma itu doang kok ngga banyak" jawab Naura membuat bi Surti menganggukan kepala.


"gapapa non ga punya banyak temen, sedikitpun asal tulus berteman udah cukup" jawab bi Surti yang langsung dibenarkan oleh Naura.


keduanya pun kembali asik mengobrol sambil memakan makanan yang sedari tadi sudah mereka pesan, bahkan mungkin sekarang sudah mendingin.


_______________________________________

__ADS_1


jangan lupa baca juga novel keduaku ya guys🙏😊



__ADS_2