Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus49.


__ADS_3

malam harinya keempat orang tersebut sudah berkumpul dilobby hotel, mereka sengaja tidak makan didalam hotel karna memang menginginkan makan kuliner malam yang ada dikota tersebut.


"mbak kita mau kemana si emangnya?" tanya Naura pada yang juga menggelengkan kepala.


"belum tau si, nanti kita tanya petugas hotel aja siapa tau ada tempat rekomended didaerah sini yang bisa kita datangi" jawab Rita yang langsung disetujui oleh Naura dan juga Bayu.


"iyaa bener sayang, lagian kita kan emang belum tau daerah sini ya" jawab Bayu dibenarkan oleh Rita.


"iyaa mas, makanya kita butuh tour guide hehehehe" jawab Rita terkekeh.


"gaya pake tour guide segala, jalan aja sendiri pake google maps juga bisa kok" jawab Naura memutar bola mata malas, semakin membuat Rita dan juga Bayu terkekeh.


"iyaa juga ya kenapa kita ga kepikiran buat buka google maps" jawab Bayu diangguki oleh Rita


"itulah bedanya daya inget anak cantik sama daya inget orangtua" jawab Naura membuat Bayu membelalakan mata sementara Rita masih dengan tawanya yang bertambah kencang.


"haha ada-ada aja kamu nau, mana bisa begitu" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.


"iyaa bisa lah mbak, udah jelas kalo anak muda itu saya ingatnya fresh sedangkan orang yang udah tua itu gampang lupa. yaa kaya mas Bayu ini" jawab Naura dengan santai.


Bayu pun menatap Naura dengan tatapan tajam, sementara yang ditatap hanya menoleh acuh tak acuh.


"apa si ngeliatinnya kaya gitu, iyaa Naura tau Naura itu cantik" jawab Naura dengan pedenya membuat Bayu memutar bola mata malas.


"hust udah udah, mendingan sekarang tanya sama mbak-mbak yang baru meu keluar itu. siapa tau dia bisa jadi tour guide kita malem ini" kata Rita dengan mata berbinar.


"bentar biar bibi aja yang nanya ya Bu" jawab bi Surti yang langsung dicegah oleh Bayu.


"eehh jangan bi, biar saya aja yang tanya sama mbak itu. kan yang bawa mobil saya, kalo bibi nanti bibi lupa malah kita nyasar lagi" jawab Bayu membuat ketiga wanita itu tertawa kecil.


"yaudah sana buruan mas" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Bayu, sambil menunggu Bayu bertanya sekaligus mengajak pelayan hotel tersebut ketiganya pun memilih duduk dikursi tunggu yang ada dilobby tersebut.


tak sampai sepuluh menit akhirnya Bayu pun tiba dihadapan ketiganya.


"bagaimana mas? apa dia mau menjadi tour guide kita?" tanya Rita pada Bayu yang langsung menjawab dengan anggukan kepala dan juga senyum mengembang.


"iyaa dia mau, tapi kita harus nunggu sepuluh menit lagi sampe jam kerjanya habis. setelah itu baru dia akan nemenin kita, gimana? kalian setuju kan?" tanya Bayu pada ketiga wanita didepannya yang langsung memberikan anggukan kepala sebagai jawaban.

__ADS_1


"yaudah kalo gitu kita duduk disana dulu yuk sambil nunggu mbak itu, kita ngopi dulu dimulai dari sini" jawab Bayu dengan terkekeh kecil.


"emang kopinya enak mas?" tanya Naura yang penasaran dengan rasa kopi tersebut.


"ngga tau si, kata mbaknya tadi si kopi disini recommended banget jadi mas penasaran pengen coba" jawab Bayu, Naura hanya beroh ria sebagai jawaban.


"yaudah yuk, tunggu apalagi" jawab Rita dengan semangat.


bi Surti dan juga Naura pun mengikuti sepasang suami istri tersebut dengan langkah yang pasti, banyak pasang mata yang memperhatikan keempatnya. bagaimana tidak, Bayu dengan Rita yang sampai serasi dengan balutan dres dan kemeja coule sementara keena yang memakai kaos dengan warna yang sama ditambah Naura yang selalu menempel pada bi Surti bagai pasangan ibu dan anak membuat kesan keluarga bahagia bagi siapa pun yang melihatnya.


"waahh tempatnya bagus banget mas, ga nyangka di hotel ada restorannya yang bagus banget kaya gini" jawab Rita dengan antusias.


"bener Bu, bibi juga baru pertama kali menginjakkan kaki ketempat sebagus ini" jawab bi Surti membuat Bayu, Naura dan juga Rita terenyuh.


"nanti Naura pasti akan sering ajak bibi ketempat kaya gini kok bi, tenang aja" jawab Naura merangkul bi Surti yang menatapnya dengan wajah berbinar.


"bener non?" tanyanya memastikan.


"bener lah bi, kan sekarang aku juga anak bibi" jawab Naura disertai senyum tulus, keempatnya pun memilih tempat duduk yang tak jauh dari pintu masuk agar lebih mudah mengawasi pegawai yang akan menjadi tour guide mereka malam ini.


"waaahh sejak kapan nih Naura sama bibi Deket banget kaya gini, kayanya tdi pas berangkat ngga begini deh" tanya Rita dengan dahi menyerit.


sementara bi Surti yang melihat respon Bayu pun langsung melirik kearah Naura yang juga menatapnya dengan wajah bertanya-tanya, kemudian Naura pun mengalihkan pandangan pada Rita yang juga menggedikkan bahu tanda tak mengerti.


"hahahaha yaa boleh lah boleh banget malah, jadi lengkap kita kaya keluarga kecil. mas seneng karna kamu mau menerima orang lain jadi bagian dari hidup kamu, mas setuju aja. dan bibi juga bisa menganggap kami sebagai anak bibi kok, saya dan Rita juga pasti seneng" jawab Bayu membuat semuanya bernafas lega.


"masyaallah yang bener pak?"tanya bi Surti dengan mata berkaca-kaca.


"iyaa bener lah bi, ngapain saya bohong. udah yuk kalian pesen, mau pesen apa kamu sayang" tanya Bayu pada Rita sang istri.


"aku mau americano susu mas" jawab Rita singkat memilih kopi yang sedikit pahit tersebut.


"kamu apa nau?" tanya Bayu pada Naura.


"aku coffe late aja mas, bibi mau apa bi?" tanya Naura langsung pada bi Surti.


"bibi teh hangat aja non, atau susu es. bibi ga suka minum kopi" jawab bi Surti yang langsung dibalas senyum dan anggukan kepala oleh Naura.

__ADS_1


Bayu pun memanggil pelayan dan menyebutkan pesanan mereka.


"mbak saya pesan americano coffe satu, coffe late satu, cappucino satu, sama milkshakenya satu ya mbak" kata Bayu ketika pelayan sudah mengatakan apa yang ingin mereka pesan.


"baik ada yang lain lagi? untuk americano coffe, ingin tambah sugar? atau madu?" tanya pelan tersebut dengan sopan.


"madu aja mbak, sama minta yang dingin ya" jawab Rita menggantikan Bayu.


"baik Bu, itu saja?" jawab ya dengan sopan.


"iyaa mbak itu aja, makasih ya mbak" jawab Rita membuat pelayan tersebut menganggukan kepala kemudian pergi dari hadapan Bayu dan ketiga perempuan tersebut.


"jadi gimana, apa sebenarnya bibi ini ga punya sanak saudara atau anak gitu bi?" tanya Bayu pada bi Surti.


"bibi ada anak pak, tapi anak bibi sudah tiada setelah kepergian suami bibi yang entah kemana" jawab bi Surti dengan menundukkan kepala.


"oohh gitu maaf bi" jawab Bayu merasa tak enak.


"gapapa pak, bibi masih ada saudara dikampung. tapi ya namanya sodara pak apalagi hidup dikampung, ngga mungkin bisa membantu banyak jika kita dalam masa-masa sulit. makanya bibi milih merantau ke Jakarta, nah dulu bibi bekerja dengan Bu Sandra itu sekitar tiga tahun kurang sampe akhirnya mereka bercerai dan rumah dibeli oleh pak Bayu" jawab bi Surti menceritakan dengan singkat.


"oohh gitu, tapi bibi masih suka berkabar dengan saudara bibi dikampung atau bibi pernah pulang kekampung gitu atau ngga?" tanya Bayu penasaran.


"bibi ga pernah pulang kampung pak, karna dikampung juga bapak ibu sudah tak ada. bibi cukup doakan dari rumah pak meskipun ada gurat rindu ingin datang kemakan keduanya, tapi bibi ga sanggup pak" jawab bi Surti dengan terdengar tengah menahan isakannya.


"oohh emang bibi orang mana si?" tanya Bayu yang tak langsung dijawab oleh bi Surti karna pelayan datang membawakan kopi pesanan mereka.


"permisi, silahkan" kata pelayan tersebut dengan tersenyum.


"terimakasih mbak" jawab semuanya serempak membuat pelayan tersebut menganggukan kepala sambil tersenyum sebelum meninggalkan meja mereka.


"bibi itu aslinya orang Jawa tengah mas, aslinya orang Tegal, daerah ngapak" jawab bi Surti setengah bercanda.


"oalaah Deket ya sebenarnya, cuma beberapa jam loh. apalagi kalo lewat tol Cipali itu kan ya bi, paling sekarang kalo lewat darat cuma lima atau enam jam. iyakan bi?" jawab Bayu membuat bi Surti menganggukan kepala.


"iyaa pak betul" jawab bi Surti singkat sambil tersenyum.


"Tegal yang Deket pemandian air panas itu bukan sih, eeemm apa itu namanya ya lupa deh" jawab Naura membuat bi Surti terkekeh kecil.

__ADS_1


"Guci non" jawab bi Surti menjawab perkataan Naura.


"nah iyaa itu bi, Naura itu penasaran banget pengen kesana loh tapi belum pernah jadi. karna bibi orang sana, gimana kalo idul Fitri nanti kita liburan kesana bi? eemm idul fitri ke dua kali ya biar bisa ngerasain syawalan, iyakan bi? masih ada tradisi syawalan disana?" tanya Naura membuat bi Surti menganggukan kepala dan tersenyum lebar menjawab perkataan Naura yang terlihat sangat antusias.


__ADS_2