Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
empatpuluhdelapan


__ADS_3

beberapa hari setelah pertengkaran itu, hari ini tepat tujuh hari pasca kelahiran SHAKEENA. Bayu dan Rita sepakat untuk melaksanakan aqiqah untuk putri pertama mereka pada hari ini.


semua keperluan untuk aqiqah pun sudah sepenuhnya diurus oleh orangtua Rita begitupun untuk menu hidangan untuk para tamu undangan, Naura pun menjadi orang yang paling antusias mengikuti acara aqiqah ini.


ia pun sibuk membantu ibu Rita yang membuat kue untuk acara tersebut.


"duh kamu ini nau bisa cuma makananin aja, ngga selesai selesai loh ini ibu bikin kue nya" kata ibu Rita menggoda Naura yang terus aja memakan kue yang akan disediakan untuk tamu undangan.


"abis enak Bu yaampun bener-bener ngga ada yang ngalahin" jawab Naura dengan mulut penuh dengan aneka kue.


"hust, selesaikan dulu itu makanmu baru ngomong" kata ibu Rita menegur Naura, yang ditegur pun hanya cengengesan.


mereka pun melanjutkan membuat kue diselingi Naura yang terus mencicipi kue-kue tersebut, tak lama semua kue pun telah jadi dan siap untuk dihidangkan diacara aqiqah yang akan berlangsung nanti malam.


"bagaimana, apa semuanya udah siap Bu?" tanya bapak Rita yang sedang memastikan semuanya selesai tepat waktu karna hari sudah menujukan pukul empat sore.


"sudah pak, sudah beres semua tinggal nanti kita tata masukkan kedalam dua Snack aja kok" jawab ibu Rita.


"yaudah kalo gitu mending sekarang ibu sama Maura mandi dulu, biar seger ngga kelihatan cape. jangan lupa sholat asar dulu" jawab bapak Rita diiringi senyuman khasnya.

__ADS_1


"siap pak" jawab keduanya kompak membuat ketiganya tertawa.


mereka pun melangkah masuk kedalam kamar yang mereka tempati berdua, ia mereka menempati kamar Naura sedangkan bapak Rita tidur didepan tv ruang keluarga.


setelah tiga puluh menit membersihkan diri dan sholat keduanya pun kembali mempersiapkan Snack untuk acara, mereka mengerjakan semuanya sambil mengobrol sesekali tertawa.


"kira-kira ibu kamu nanti datang ngga ya nau?" tanya ibu Rita pada Naura yang memotong kue menjadi beberapa bagian.


"ntah lah Bu, semoga aja si ngga" jawab maura dengan santai.


"kenapa begitu? itu ibumu loh nau, jangan begitu ah" jawab ibu Rita mengingatkan Naura.


"abis Naura kesel Bu kalo ingat ibu" jawab Naura dengan wajah kesal.


"Hem, Naura pun sebetulnya ngga mau seperti ini sama ibu Naura Bu. tapi ibu tau sendiri bagaimana ibu selalu membela kak Maura yang jelas sudah sangat salah, bahkan waktu itu ibu tega menampar Naura karna kak Maura Bu. padahal Naura bicara apa adanya, Naura bicara yang sebenernya Bu. Naura hanya kecewa sama ibu Naura kenapa harus sampai menampar Bu" jawab Naura dengan lirih.


"apa kamu ngga bisa memaafkan ibu kamu nau, rasanya keterlaluan ga si kalo hanya karna itu kamu sampai sangat marah sama ibu Bu. ibu juga seorang ibu loh nau, ibu tau banget bagaimana rasanya dijauhi anak sendiri" jawab ibu Rita menjawab dengan kata-kata senyaman mungkin untuk didengar Naura.


"ntahlah Bu, rasanya hati Naura selalu sakit jika ada ibu Naura datang apalagi jika bersama kak Maura. bukan Naura menyimpan dendam tapi gimana ya lebih ke ngga rela kalo ibu Naura itu lebih membela kak Maura yang bersalah dibanding aku yang justru membela pihak yang benar Bu" jawab Naura dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"kamu sabar ya nau, semua masalah pasti ada jalan keluarnya. tapi saran ibu, lebih baik kamu berdamai dengan ibumu. kasihan beliau, ibu ngga mau ada penyesalan dari kamu seumpamanya terjadi apa-apa pada ibumu dirumah itu. apalagi beliau disana sendiri, kita ngga tau apa yang Maura lakuin pada ibumu dirumah itu karna kalian semua sudah pindah dari rumah itu. iyakan?" jawab ibu Rita membuat Naura menatap ibu Rita dengan dahi menyerit.


"maksud ibu?" tanya Naura dengan nada heran.


"kamu pasti paham dengan perkataan ibu nau, kamu anaknya kamu pasti bisa merasakan apa yang ibumu rasakan terlepas dari apa yang terjadi sekarang" jawab ibu Rita semakin membuat Naura bingung.


"Naura ngga ngerti apa yang ibu maksud" jawab Naura membuat ibu Rita menghela nafas panjang.


"begini nau, ngga bisakah kamu lihat dari matanya. bagaimana ibumu sepertinya menerima banyak tekanan, apalagi ia harus berpisah dari kedua anak kandungnya dan menjauhi menantu juga cucu yang ia sayang? jujur, ibu pun ngga akan bisa jika diposisi ibumu nau" jawab ibu Rita


"sebagai orangtua, ibu sangat merasakan apa yang ibumu rasakan. ibu hanya khawatir ada apa yang terjadi pada ibumu, apalagi kita ngga tau bagaimana Maura memperlakukan ibumu disana" lanjutnya. Naura pun terdiam dengan pikiran melayang pada ibunya yang tinggal bersama dengan Maura.


"Bu, apa semuanya sudah selesai? sudah hampir Maghrib" kata Rita yang tiba-tiba saja datang dari belakang ibunya dan juga Naura.


"belum rit, ini sebentar lagi" jawab ibu Rita membuat Naura menghadap kakak iparnya dengan mata yang masih berembun.


"kamu kenapa nau?" tanya Rita pada Naura yang hanya menggelengkan kepala.


"ibu menasehatinya agar tidak terlalu larut membenci ibu kandungnya rit" jawab ibu Rita membuat Rita menganggukan kepala mengerti.

__ADS_1


"sudah tak apa, mungkin kamu belum bisa faham tapi cobalah resapi apa yang ibu tadi bilang ya nau?" kata Rita membuat Naura menganggukan kepala menuruti perkataan Rita.


tak lama azan Maghrib pun berkumandang, mereka pun bergantian untuk melakukan sholat magrib. kecuali Rita yang memang masih melalui masa nifas.


__ADS_2