Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus16.


__ADS_3

suasana makan malam kali ini hanya hening, tak ada satu pun diantara mereka yang berbicara. ketegangan yang tercipta dimulai sejak Bayu mendudukan diri dikursi tersebut dengan wajah memerah menahan amarah, serta dengan kalimatnya yang penuh penekanan saat mempersilahkan kedua orang yang sudah berada dimeja makan lebih dulu itu membuat keduanya langsung bergidik.


setelah selesai Bayu pun menatap ketiga orang didepannya yang sibuk dengan pikiran masing-masing, begitupun dengan Rita yang sibuk dengan keena yang membuka mata.


"ada apa hari ini?" tanya Bayu dengan nada tegas. sang ibu yang mendengar anaknya mengeluarkan suara tegasnya pun mendongakkan kepala menatap sang anak yang menatap tajam pada dirinya.


begitu pun naura yang langsung menatap sang kakak dengan pandangan sendu, Bayu pun mengerti arti tatapan dari Naura sehingga ia pun melempar pandangan pada Rita dan juga ibu nya.


"Bu, ada apa? apa ada terjadi sesuatu dirumah ini selama aku dikantor?" tanya Bayu pada sang ibu yang langsung menundukkan kepala dan menggelengkan kepala.


"Rita, apa ada terjadi sesuatu dirumah ini?" tanya Bayu pada sang istri yang menunduk tajam.


"baiklah jika salah satu dari kalian tidak ada yang mau jujur, tak apa" jawab Bayu sambil menatap ketiga orang didepannya dengan tatapan tajam.


"ibu menyuruh ku untuk membujukmu meringankan hukuman Maura mas" jawab Rita sambil tertunduk.


"lalu?" tanya Bayu sambil menatap sang ibu dengan tatapan tajam, sedangkan ibu Bayu yang mendengar pengakuan Rita pun memejamkan matanya. khawatir sang anak akan murka atas apa yang ia katakan, tapi ibu Bayu meyakinkan hati jika Bayu tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap dirinya.


"ibu juga seolah menyalahkan mbak Rita, karna mbak Rita persaudaraan kita hancur dan kita berdua membenci kak Maura sampai tega memenjarakannya mas" jawab naura yang sedari tadi tertunduk mendengarkan perkataan kakak dan juga kakak iparnya tersebut.


Bayu pun menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang ia dengar dari adik dan juga istrinya, sejujurnya Bayu pun sudah tau dari rekaman cctv dirumah itu. karna sebelum pulang tadi ia sempat mengeceknya, tapi ia sangat terkejut dengan apa yang ia dapatkan. sang ibu berupaya memojokkan Rita hingga mampu kembali menampar Naura yang notabanenya adalah anak kandungnya sendiri hanya untuk membela Maura, yang Bayu ketahui adalah anak angkat sang ibu juga ayahnya.


kini, ia pun berusaha mencari kejujuran dari sang ibu. jujur saja Bayu merasa kecewa yang teramat atas apa yang ibu nya lakukan, bahkan tak segan sang ibu membuat luka baru dihari sang istri yang begitu ia sayangi. padahal, jika bukan karna Rita Bayu pun tak ingin berada didalam rumah ini. tapi apa yang ibu nya lakukan pada Rita sungguh sangat membuat Bayu tak habis fikir.

__ADS_1


"maafkan ibu Bayu, ibu begitu amat menyayangi Maura sama seperti ibu menyayangi kamu dan juga Naura. mana ada seorang ibu yang tega anaknya berada didalam jeruji besi Bayu, tolong fahami ibu" jawab ibu Bayu dengan suara parau menahan Isak tangis yang keluar dari bibirnya, matanya sudah berkaca-kaca menatap Bayu yang hanya menggelengkan kepala.


"Bayu ga pernah ngerti dengan jalan fikiran ibu, kenapa Bu? kenapa justru ibu menyalahkan Rita sebagai korban, padahal itu semua adalah kesalahannya. memang Maura pun juga anak ibu, tapi jika ia salah biarkan dia menuai hasil dari apa yang dia lakukan Bu. bukan justru ibu malah membelanya dan mau membebaskan dia dengan cara seperti ini, ibu sudah melukai hati kami Bu" jawab Bayu membuat sang ibu menundukkan kepala dan menghapus air mata yang mengalir dipipinya.


"Bayu sebenarnya sudah tau apa yang terjadi dirumah ini, tapi Bayu diam dan meminta kejujuran dari ibu. tapi ternyata ibu seolah tak bersalah, ibu justru diam dan menggelengkan kepala seolah aku tak mengetahui semua kebohongan ibu. padahal, jika saja bukan karna Rita aku ngga mungkin ada disini dihadapan ibu." jawab Bayu menatap kecewa kearah sang ibu yang menundukkan kepala.


"ibu benar-benar minta maaf Bayu, maafkan ibu" jawab ibu Bayu dengan Isak tangis menatap sang anak dan juga menantunya yang sedari tadi terdiam.


"sebenarnya apa salah kami Bu? kenapa ibu bisa termakan hasutan Maura? bukannya selama ini ibu pun mendukung aku untuk membuat Maura jera atas kesalahannya?" tanya Bayu menatap sang ibu dengan dahi menyerit heran.


dibelakang sana, bi asih yang mendengar majikannya di hakimi oleh kedua anaknya pun merasa kasihan sekaligus tak percaya tapi ia juga menyayangkan sikap ibu Bayu yang terkesan plin-plan.


ia pun berusaha mendengarkan perdebatan ketiga orang tersebut melalui celah pintu dekat dapur yang juga menghubungkan antara ruang menyetrika dengan dapur dekat ruang makan.


"Rita, Naura lebih baik kita kembali kerumah kita sendiri" jawab Bayu seketika membuat ketiga orang didepannya menatap Bayu dengan pandangan tak percaya.


"kenapa? apa kalian ngga mau kembali kontrakan kecil itu?" tanya Bayu pada Naura dan juga Rita sehingga kedua orang tersebut langsung menggelengkan kepala.


"ngga mas, bukan begitu,,," jawab Naura langsung dipotong oleh Rita.


"iyaa mas, kita akan ikut kamu kemana pun" jawab Rita membuat Naura menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


" kamu nau? apa kamu mau tinggal dirumah ini menemani ibu?" tanya Bayu, sementara Naura yang bimbang dengan keputusannya pun terpaksa menggelengkan kepala.

__ADS_1


"bukan begitu mas, tapi,,," jawab Naura yang langsung diputus oleh Bayu.


"yasudah jika kamu ngga mau ikut balik kekontarakan kita, silahkan kamu tinggal disini dengan ibu" kata Bayu membuat Naura langsung menggelengkan kepala.


"ngga mas, aku ikut sama mas Bayu" jawab Naura dengan cepat.


"kalian mau meninggalkan ibu sendirian lagi dirumah ini" tanya ibu Bayu membuat ketiga orang didepannya menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"iyaa, kenapa Bu? bukannya rumah ini milik ibu? tenang aja Bu, aku gaakan mengusir ibu dari rumah milik ibu sendiri. aku akan membawa istri dan juga adikku keluar dri rumah ini seperti sebelumnya, toh ibu juga sudah tidak bisa menerima kehadiran keduanya terutama istriku. iyakan Bu?" jawab Bayu menatap sang ibu dengan pandangan tajam.


sang ibu yang mendengar perkataan Bayu pun meneteskan air mata, ia memang salah dan ia sadar akan hal itu. tapi dia tetap ingin dekat dengan anak-anaknya, entah apa yang ada dipiran ibu Bayu saat ini.


"aku sudah selesai, ayok nau rit kita beres-beres lalu kita kembali kerumah kita" kata Bayu membuat Naura dan juga Rita menganggukan kepala. kemudian ketiganya pun kembali kedalam kamar mereka masing-masing dilantai dua, sekembalinya Rita dan juga Bayu didalam kamar. keduanya pun mengobrol sejenak sambil membereskan barang-barang keena yang masih berceceran karna seringnya dipakai.


"sepertinya perkataan kamu sudah sangat keterlaluan pada ibu mas?" kata Rita setelah mendudukan dirinya dipinggiran kasur, sedangkan Bayu menidurkan sang anak didalam boks bayi milik keena.


"biarkan saja sayang, aku rasa ibu sudah keterlaluan kali ini. aku tidak bisa mentoleri lagi apa yang ibu lakukan, sudah cukup kita berbaik hati pada Maura. kalo ini ngga akan ada yang bisa merubah keputusan ku begitu aja termasuk ibu" jawab Bayu dengan nada tegas.


"tapi, biar gimana pun beliau tetap adalah ibu kamu mas. kamu ngga seharusnya berbuat seperti itu padanya, aku hanya kasihan disaatnya seperti ini harusnya ada yang menguatkan dan menuntun dia keluar dari jalan yang salah bukan justru meninggalkan dia dalam keadaan seperti ini. jika bukan kita, siapa lagi mas. bahkan Maura pun saat ini mendekap dipenjara atas apa yang ia lakukan" kata Rita membuat Bayu seketika terdiam mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut sang istri.


"sudahlah ga perlu dipikirkan, aku tau apa yang aku lakukan kok. dengan keadaan ini aku cuma berharap ibu bisa berubah sayang, ngga lebih. tapi kali memang ngga bisa pun, ntah lah aku juga bingung dengan jalan pikiran ibu" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala mengerti apa yang sang suami maksud .


Rita pun membereskan barang-barang keena yang ada didalam kamar tersebut, setelah selesai mereka pun keluar dari kamar dan tak menemukan siapapun diruangan tersebut. Naura pun baru saja keluar dari kamarnya menuju tempat dimana Rita dan juga Bayu sudah menunggunya dari tadi.

__ADS_1


ketiganya pun keluar meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada sang ibu, sementara didalam kamar ibu Bayu menatap sendu anak dan menantunya yang meninggalkan rumah tanpa berpamitan padanya. kini rumah itu terasa sepi lagi setelah kepergian mereka, ibu Bayu pun menatap sendu mobil sang anak yang pergi meninggalkan halaman rumah besar tersebut.


__ADS_2