Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus18.


__ADS_3

setelah semuanya selesai makan, mereka pun kembali kemobil untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda. tak lupa, Rita pun membungkus dua porsi pizza dan juga dua porsi nasi goreng untuk bekal mereka selama dalam perjalanan menuju kampung bi Surti karna rencananya setelah ini mereka pun tak akan berhenti lagi. begitupun Bayu yang juga sudah membelikan banyak persediaan minuman kemasan dan juga cemilan untuk menemani perjalanan mereka.


setelah menempuh perjalanan hampir lima jam, mereka pun akhirnya sampai didepan rumah keluarga bi Surti yang masih tampak asri dengan bangunan yang lumayan kokoh untuk sebuah kampung.


"assalamualaikum" salam Bayu beserta keluarga yang langsung disambut baik oleh keluarga dari bi Surti.


"waalaikumsalam, yaallah mbak, apa kabar kamu mbak?" jawab adik dari bi Surti bernama Minah dengan histeris melihat kedatangan kakak perempuannya.


"Alhamdulillah aku baik Minah, kamu apa kabar? bagaimana keadaan suamimu?" tanya balik bi Surti pada sang adik.


"mas Jono Alhamdulillah sudah mulai baikkan mbak, terimakasih karna mbak sudah membantu biaya perawatan suamiku" jawab minah menatap kakaknya yang tersenyum.


"oiyaa perkenalkan ini majikan mbak dari kota, mereka mau menginap disini mungkin beberapa hari. bisa kan?" tanya bi Surti pada adiknya.


"bisa, bisa sekali mbak. biar nanti tak bersihkan rumah sebelah biar semuanya bisa istirahat disana, tapi untuk sementara kalian semua bisa istirahat dirumah saya. Monggo masuk, maaf ya alakadarnya" jawab minah menatap senang ke arah keluarga Bayu.


"gapapa mbak, rumah kami di kampung juga seperti ini. kita tidak jauh beda mbak" kata ibu Rita menatap senang keramahan yang ditunjukkan oleh adik dari bi Surti.


"ini ibunya nak Rita nah, dan ini bapak ga nak Rita. sementara yang ganteng disebelahnya itu suaminya, nak Bayu. nah kalo anak cantik yang satu lagi ini namanya Naura, cantikkan" kata bi Surti memperkenalkan satu persatu anggota keluarga Bayu.


"oalaahh Jan cuantek cuantek Yo mbak yu, aku manglingi loh mbak yu. Ra pernah enek wong guanteng ayune koyok ngene" jawab bi Minah dengan bahasa Jawa yang medok.


"ibu bisa aja, terimakasih sudah menyambut kedatangan kita dengan baik. ini ada sedikit oleh-oleh dari kami" kata Rita menyerahkan sekardus oleh-oleh yang dibawa olehnya.


"Oalah repot-repot to mbak, matur suwun geh" jawab minah dengan tersenyum.


Rita pun menganggukan kepala sebagai jawaban.


"sebentar ya mbak yu, aku tak beresin rumah sebelah sek. kamu temenin dulu tamunya Yo mbak, sudah tak gelarin tiker yang tebel itu diruang keluarga" kata Minah pada kakaknya.


"yasudah, jangan terlalu lama ya nah. kasian mereka biar istirahat" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Minah.


"mari masuk diruang keluarga aja Mak, pak, Bu biar semuanya bisa istirahat." kata bi Surti setelah sang adik pergi kerumah yang tepat berada disebelah rumah tersebut.

__ADS_1


"rumah sebelah kayanya lebih besar ya Bu?" tanya Naura pada bi Surti yang tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa nak, itu dulu bekas rumah almarhum orangtua ibu yang ibu renovasi karna rumah itu sudah diwariskan untuk ibu" jawab bi Surti membuat Naura menganggukan kepala.


"oohh memang kalo rumah orangtua itu biasanya lebih besar dari rumah anaknya ya Bu?" tanya Naura lagi.


"ngga tentu juga nak, tapi rumah orang tua ibu dulu juga memang sudah lebar hanya saja bangunannya tak Sekokoh sekarang. makanya ibu renovasi agar menjadi lebih bagus lagi" jawab bi Surti lagi kembali membuat Naura menganggukan kepala.


"bu, maaf boleh aku minta air putih Bu? aku haus" kata Rita menatap bi Surti yang menganggukan kepala.


"sebentar ya biar ibu ambilkan" jawab bi Surti sambil berdiri mengambilkan apa yang Rita butuhkan.


"makasih ya Bu" kata Rita setelah bi Surti membawakan segelas air putih yang masih hangat pada Rita.


"ternyata disini sama seperti di Magelang Bu, air nya masih pakai air yang rada hangat begini kalo minum" kata Rita setelah meneguk habis air dalam gelas yang dipegangnya.


"iyaalah nak, ini kan masih daerah gunung walaupun ngga sedingin didaerah Wonosobo sana tapi tetap disini juga dingin" jawab ibu Rita membuat Rita menganggukan kepala.


"oiyaaa Bu, katanya disini Deket pesantren ya Bu? dimana letaknya?" tanya Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.


"enak ya bu Deket pesantren jadi anak-anak wilayah sini terjaga pola perilakunya" jawab naura membuat bi surti sedikit terkekeh.


"belum tentu juga nak, tetep aja ada yang namanya anak bandel. ngga semuanya juga bisa menjaga perilaku, rata-rata anak yang masuk pesantren sini bukan asli sini malahan" jawab bi Surti membuat Rita, Naura dan juga Bayu menyeritkan kening.


"kenapa begitu Bu?" tanya Bayu penasaran.


"ntah, ibu juga kurang mengerti. tapi ya memang begitu adanya, kebanyakan anak asli sini justru memilih sekolah umum dibanding dengan pesantren" jawab bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita dan juga Bayu.


"mungkin karna fasilitasnya kurang memadai kali Bu, jadi mereka kurang berminat masuk pesantren. sementara kalo disekolah umum mereka kan mendapatkan pengajaran diluar pelajaran agama" jawab Naura yang juga dibetulkan oleh Rita dan juga Bayu.


"pesantren ini itu pun juga menyediakan sekolah umum seperti pada umumnya, hanya saja letaknya yang terpisah antara laki-laki dan juga perempuan. ada batasannya, mereka juga mendapatkan pelajaran diluar pelajaran agama. seperti misalnya IPA, IPS, sejarah, matematika, bahasa. semuanya pun ada, hanya aja mungkin mereka berpikir karna umumnya namanya pesantren itu ya berbasis agama jadi mereka lebih banyak belajar agama dibanding dengan pelajaran umunya. apalagi dengan aturan yang memang sudah ditentukan pesantren, seperti adanya tadarus malam dan juga hafalan Qur'an. mungkin itu yang membuat mereka berat masuk kedalam pesantren nak" jawab bi Surti sedikit memberikan penjelasan yang juga tak kalah masuk akal.


"iyaa si bener juga apa yang ibu bilang, cuma ya mau bagaimana mungkin memang seperti itu pada akhirnya. sudah jadi kewajaran mungkin, kita kan juga ngga bisa memaksa orang. iyakan Bu?" jawab Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.

__ADS_1


"iyaaa, mau dibilang apa lagi" jawab bi Surti dengan singkat.


"assalamualaikum" terdengar suara salam dari depan rumah.


"waalaikumsalam, kamu nah. udah selesai?" tanya bi Surti pada Minah, adiknya.


"udah mbak, silahkan yang mau istirahat dikamar dirumah sebelah sudah saya bersihkan semua ya. kamarnya ada empat ya, cukup kan ya?" tanya Minah dengan hati-hati.


"cukup si kayanya. nanti nak Bayu kan sama nak Rita, ibu sama bapak, Naura biar sama ibu aja ya. nanti kamar satu lagi biar untuk supir travel tadi, dia juga ikut menginapkan?" tanya bi Surti yang langsung diangguki oleh Naura.


"iyaa bi, karna kita udah menyewanya selama sepuluh hari jadi dia ikut dimana pun kita tinggal" jawab Naura membuat bi Surti menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu kita kerumah sebelah yuk, biar kalian semua cepet istirahat. ini sudah hampir jam tiga pagi" kata bi Surti membuat semuanya menganggukan kepala.


sebelum mereka sampai dirumah bi Surti, tak lupa bi surti pun mengajak supir tersebut untuk tidur disalah satu kamar dirumah miliknya.


"mas, Ayuk masuk kedalam. masih ada kamar kosong, jangan tidur dimobil nanti pegal" kata bi Surti membuat supir tersebut berjingkat bangkit dari tidurnya.


"yaampun maaf ya mas kalo kaget, bibi ngga tau kalo masnya sudah merem tadi" kata bi Surti merasa tak enak.


"gapapa Bu, saya ketiduran juga tadi. ada apa ya?" tanya supir travel tersebut.


"Ayuk tidur didalam aja, kamarnya cukup kok. jangan disini nanti dingin dan badan mas nya pegal" kata bi Surti membuat supir tersebut menggaruk tengkuknya.


"gapapa Bu, saya disini aja" jawabnya yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh bi Surti.


"udah gausah nolak, ayok ikut masuk" ajak bi Surti menyeret supir tersebut agar ikut memasuki rumahnya.


"assalamualaikum" salam kami semua ketika memasuki rumah.


"waalaikumsalam, nah ini rumahnya. masih terawat kan mbak" kata Minah yang juga ikut kerumah tersebut.


"iyaa min, makasih ya udah rawat rumah ini buat mbak" jawab bi Surti memeluk adiknya.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2