Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus95.


__ADS_3

"apa kah saya bisa berteman dengan ibu, saya hanya pegawai biasa sedangkan ibu seorang nyonya. kasta kita beda Bu" tanya Mona dengan menundukkan kepala.


"memangnya kenapa, apa ada salahnya jika saya berteman dengan kamu? ngga semuanya bisa diukur dengan derajat kan mbak, kita semua sama Dimata tuhan jadi buat saya kita bebas berteman dengan siapapun selagi itu ngga membuat kita jauh dari sang pencipta" jawab Rita yang langsung disambut dengan senyuman oleh Mona.


"baiklah kalo begitu, terimakasih banyak ya Bu sudah mau berteman dengan saya. saya bersyukur bisa berteman dengan orang sebaik ibu" jawabnya yang langsung membuat Rita terkekeh kecil.


"udah ah mbak santai aja, jangan panggil saya ibu dong mbak. saya kan lebih muda dari mbak, saya aja manggilnya mbak masa mbak manggil saya ibu. kesannya saya tua banget begitu loh" kata Rita membuat keduanya terkekeh bersama.


"habisnya saya harus manggil apa lagi Bu, ngga mungkin kan saya panggil hanya dengan nama kesannya saya ngga sopan Bu" jawabnya dengan tersenyum kecil yang masih melanjutkan membersihkan kuku kaki Rita.


"yaa baiklah, tapi hanya ketika kamu kerja aja loh ya kalo kita lagi pergi bersama mbak ngga boleh panggil aku dengan sebutan ibu. nanti orang fikir aku ibu tirinya mbak lagi" jawab Rita membuat Mona terkekeh.


"ibu bisa aja, oiyaa ini udah mau selesai. apa kakinya mau di kasih kutek bu?" tanya Mona pada Rita.


"boleh si, tapi bagusnya warna apa ya?" tanya Rita membuat Mona kembali berfikir.


"sebentar saya cocokan dengan gaun yang akan ibu pakai nanti. ibu kan pakai gaun warna gold, dipadukan dengan high hils warna silver jadi mungkin ini cocok Bu" kata Mona mengambilkan kutek warna soft pink untuk dipakai pada kuku kaki Rita.


"bagus sih warna, tapi apa iya cocok?" tanya Rita yang nampak begitu ragu.


"insyaallah cocok Bu, malah kalo saya fikir bagus si. karna warnanya kan ga terlalu mencolok Bu, jadi sepertinya cocok dipadukan dengan warna apapun yang ibu pakai" jawab Mona yang langsung mendapat anggukan kepala dari Rita.


"yasudah kalo begitu boleh deh, tapi sebelumnya saya minta tolong panggilan Bu Surti ya yang tadi disini itu loh. pegel juga gendong keena yang tidur kaya gini" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Mona yang sedikit terkekeh melihat tingkah Rita.


Mona pun melangkah kaki memanggil bi Surti yang berada diruang tamu bersama dia orang lainnya yang tak ia kenal.


"permisi, maaf pak, Bu. Bu Surti dipanggil oleh Bu Rita" kata Mona dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


"iyaa baiklah, kamu duluan ya nanti saya akan kesana dengan mereka berdua" kata bi Surti menatap bergantian kedua orang paru baya tersebut.


"baik bu" tanpa mau banyak bertanya lagi Mona pun kembali menjalankan tugasnya diruang ala salon tersebut.


"eehh mana Bu Surtinya mbak?" tanya Rita ketika melihat Mona masuk keruangan tersebut hanya seorang diri.


"maaf Bu, sepertinya sedang ada tamu. jadi saya disuruh kembali kesini duluan" jawabnya dengan sopan dan langsung memasangkan kutek dikuku kaki Rita.


tok,,,tok,,tok


"masuk" kata Rita yang langsung menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu tersebut.


"ibuuuuuu, bapaaakkkk" pekik Rita yang melihat kedatangan kedua orangtuanya bersama dengan bi Surti keruangan tersebut.


"assalamualaikum nak, bagaimana kaburmu?" tanya ibu Rita yang langsung menghampiri Rita yang masih tak bergeming dari tempat duduknya.


"tentu saja kita pun juga baik nak, oalaaahh cucuku tidur. sini biar sama mbak uti dan juga mbah akung ya" kata ibu mengambil alih keena kedalam gendongannya.


"Alhamdulillah Bu, aku tuh tadi nyuruh mbak Mona panggil bi Surti karna memang sudah pegal menggendong keena yang tidur Bu" kata Rita membuat ketiganya terkekeh.


"yasudah kamu teruskan saja biar keena sama ibu, nanti kan kalian sekeluarga yang akan jadi bintangnya. ibu, Bu Surti dan bapak mah gampang, iyaa kan Bu?" kata ibu Rita pada bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.


"iyaa betul nak Rita, nyaman lah disini biar keena sama kami. lagian tadi juga sebenarnya stok asi masih ada, hanya saja keena ngga mau mimik dari dotnya" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.


"yaudah kalo begitu bi, makasih ya pak Bu. tapi kalo kalian lelah kalian istirahat aja, lagian keenanya juga tidur" kata Rita yang langsung diangguki oleh kedua orangtuanya.


"iyaaiyaa tenang aja kalo itu loh wes lah biar kami yang menjaga cucu kami" jawab bapak dengan nada sewot membuatku terkekeh kecil.

__ADS_1


"yasudah kamu keluar dulu ya nak," kata bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita.


"iyaa Bu, oiyaa tolong bilangin bi Lastri atau bi Lasmi ya Bu minta tolong bawakan minuman dan juga cemilan keruangan ini dan juga kekamar tamu yang dipake mas Bayu" kata Rita yang langsung mendapat anggukan kepala dari bi Surti.


"iyaa nak" jawab perempuan paru baya tersebut dengan singkat. ketiga nya pun keluar dari ruangan tersebut dengan membawa keena yang masih dalam gendongan Mbah utinya.


"senang ya Bu kalo orangtua masih lengkap, cucunya orang tua ibu baru satu ya?" tanya Mona pada Rita.


"iyaa memang hanya satu karna aku hanya sendiri dan ngga punya saudara mbak" jawab Rita dengan tersenyum.


"oalaah pantesan, cucu satu-satunya. terlihat sayang banget Mbah uti sama mbah akungnya" jawab Mona sambil tersenyum.


"iyaa Alhamdulillah mbak, sebenarnya nya si saya punya adik tapi meninggal didalam kandungan kata ibu. karna ibu sempat kecelakaan, jadi rahim ibu diangkat dan akhirnya hanya ada aku saja anak ibu dan juga bapak" jawab Rita dengan singkat membuat Mona terkejut.


"innalillahi, maaf ya Bu saya ngga tau" jawab Mona yang langsung membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa gapapa mbak, lagian itu kan sudah kehendak yang kuasa mbak" jawab Rita dengan kekeh kecil.


"iyaa betul bu, tapi ibu beruntung masih bisa membuat keluarga ibu bahagia apalagi kedua orangtua ibu masih bisa merasakan mempunya cucu dari anak kandungnya sendiri. sementara saya, hingga detik ini bahkan setelah delapan tahun menikah saya belum bisa memberikan anak untuk mereka Bu" jawab Mona dengan nada parau.


"tak apa mbak, Allah pasti akan menggantinya dengan berkali lipat, nyatanya disaat mbak belum mempunyai anak tapi mbak mempunyai pekerjaan. iyakan, rejeki tidak hanya anak mbak teman yang baik pun bisa menjadi rejeki kita yang diberikan oleh Allah" jawab Rita dengan nada bijak.


"iyaa Bu, Alhamdulillah bisa bercerita dikit dengan ibu membuat hati ini lebih sedikit tenang" kata Mona yang langsung disambut tawa oleh Rita.


"apaan sih mbak, bisa aja mbak tuh." jawab Rita dengan sedikit salah tingkah membuat Mona terkekeh melihat tingkah Rita.


"sayang"......

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2