Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
tigapuluhsembilan


__ADS_3

kesabaran memang tidak tentu berbuah manis, seperti yang terjadi pada sepasang suami istri juga sang adik yang pagi ini melakukan sarapan pagi terakhir dirumah sang ibu. karna sang suami dari kakak dan adik ipar itu meminta mereka untuk mengemas pakaian mereka, karna siang nanti mereka akan dijemput kembali untuk mulai pindah dari rumah sang ibu.


bukan karna terusir tapi karna menghindari sang ibu juga adik perempuan dari lelaki tersebut yang membuat perpecahan diantara anak dan ibu tersebut.


"sayang, nau. jangan lupa nanti bereskan barang kalian, kita akan pindah siang ini juga. mas akan mencari kontrakan didekat kantor mas" kata Bayu pada istri dan adiknya.


"baik mas" jawab keduanya serempak menganggukan kepala, beda dengan sang ibu yang terus menunduk menahan Isak tangis karna akan ditinggal oleh dua anak dan juga menantu kesayangannya.


"bantu mbak mu ya nau jika punya mu sudah selesai, seperlunya aja" katanya lagi pada Naura yang masih melanjutkan sarapan paginya dengan tenang, sesekali melirik pada ibunya yang memakan sarapannya dengan pelan dan tatapan berkaca-kaca.


sebagai anak, tentu saja ada perasaan tak tega meninggal kan sang ibu. tapi apa boleh buat, ada perasaan kesal pun pada sang ibu dengan kejadian semalam. dimana sang ibu terlalu membela sang Kakak yang sudah jelas salah dimatanya, tapi sang ibu tetap saja membelanya.


"mas berangkat dulu, untuk hari ini kamu izin tidak usah masuk nau. sudah selesai ujian akhir kan?" tanya pada Naura yang menganggukan kepala.


"sudah mas" jawab Naura dengan pelan.


"yaudah kalo gitu mas berangkat, kamu lanjutin sarapanmu aja sayang. ngga usah antar kedepan" katanya pada sang istri yang menganggukan kepala, kemudian ia pun mencium kening sang istri dengan sayang.


"iyaa mas, hati-hati" jawab Rita pada suaminya yang berlainan menjauh dari meja makan tanpa berpamitan pada ibu kandungnya, tak lama Bayu pergi. Naura pun melangkah kan kaki menuju kamarnya untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh sang kakak lelaki, ia harus membereskan barangnya dulu setelah selesai baru membatu kakak iparnya membereskan barang.


"maafkan mas Bayu Bu" kata Rita pada ibu mertuanya yang langsung dibalas dengan senyuman dan gelengan kepala.

__ADS_1


"gapapa sayang, mungkin ini yang terbaik" jawab ibu mertua tersenyum pada Rita.


mereka mengalihkan pandangan pada Maura yang masih melanjutkan makannya tanpa menghiraukan keadaan keluarganya yang akan terpecah belah karna kelakuannya. ia pun seolah tak perduli pada mereka yang berada dirumah itu. setelah selesai dengan sarapannya, Maura pun pergi setelah berpamitan pada ibunya melangkah keluar dari rumah menuju kekampus menggunakan motornya.


"maafkan ibu rit" kata ibu pada Rita yang saat ini sudah berada disebelahnya.


"sebenernya ada apa Bu? bukannya kita udah sepakat untuk menyelesaikan masalah Maura, kenapa ibu bersikap begitu padanya?" tanya Rita, pertanyaan yang sejak semalam sangat ingin ia keluarkan sekarang saatnya menanyakan pada ibu mertuanya karna sudah tak ada orang lagi selain mereka berdua.


"ibu salah rit, maafkan ibu. tapi ini harus ibu lakukan untuk kebaikan kalian, tolong jaga Naura dan juga Bayu. suatu saat kalian pasti akan tau mengapa ibu seperti ini" jawab ibu mertua menahan isakannya.


"tapi ini sangat membuat kami terkejut Bu, bukannya ibu selalu semangat untuk membantu kami melurukan Maura. kenapa Bu?" tanya Rita mencecar ibu mertuanya dengan pertanyaan.


"sudahlah, lebih baik kita bereskan sisa sarapan ini setelah itu lakukan apa yang Bayu perintahkan" jawab ibu mertua dengan suara parau. ia menghapus air matanya yang sempat turun, kemudian membereskan piring bekas sarapan mereka dan mencucinya. sedangkan Rita memilih kembali kekamarnya dan bereskan barang-barang keperluannya untuk dibawa kerumah kontarakan yang disediakan Bayu.


"ada apa nau?" tanya Rita pada Naura yang sudah duduk persis disebelahnya.


"sebenarnya, Naura ngga tega mbak ninggalin ibu. apalagi cuma sama kak Maura, pasti dia ngga akan urusin ibu" kata Naura dengan mata yang berkaca-kaca.


"hanya sementara nau, mbak yakin mas mu pasti sudah memperhitungkan setiap apa yang dia lakukan. jangan khawatir, mbak pastikan ibu akan baik-baik saja" jawab Rita dengan tersenyum pada adik iparnya itu.


"tapi mbak, selama ini aku gapernah jauh dari ibu" jawab Naura masih dengan isakannya yang mulai menangis kembali.

__ADS_1


"nau, mbak yakin ada sesuatu yang membuat ibu menjadi lebih condong membela pada Maura. kamu tau kan selama ini ibu selalu membela kita, mbak yakin ini pasti yang terbaik untuk semuanya" jawab Rita dengan tenang memberikan pengertian pada sang adik ipar.


"iyaa mbak betul, semoga ini pilihan yang tepat untuk kita semua. terutama untuk mbak, dan bayi yang ada dikandungan mbak" jawab Naura menghapus sisa air mata dipipinya.


"iyaa, yaudah sekarang bantu mbak bereskan barang ini. masukkan kedalam koper kecil yang ada disana" kata Rita memberikan setumpuk pakaian bayi yang baru ia beli dan belum ia buka pada Naura untuk dimasukkan kedalam koper kecil miliknya.


mereka pun membereskan barang keperluan mereka secukupnya, tidak membawa pakaian terlalu banyak dan tidak membawa barang apapun selain barang berharga milik Rita.


setelah satu jam berkemas, mereka pun selesai kemudian beristirahat. sambil menunggu kedatangan Bayu yang akan datang siang nanti, mereka menghabiskan waktu menonton Drakor kesukaan Naura sambil mengemil cemilan yang ada didalam kamar itu yang disediakan untuk Rita jika ingin mengemil faktor kehamilannya.


tepat pukul sepuluh Bayu tiba dirumahnya dan membuat seisi rumah bertanya-tanya, karna mereka janjian siang hari tapi jam sepuluh sudah sampai dirumah. untuk semuanya sudah beres dan tinggal diangkat.


"apa semuanya sudah siap?" tanya Bayu pada dua orang yang sedang asik dengan cemilan dan tontonan mereka.


"loh mas, kok udah datang katanya siang?" tanya Rita.


"iyaa mas hari ini izin aja buat pindahan, tadi mas juga udah cari kontrakan Deket kantor. Alhamdulillah Nemu ngga jauh dari kantor tempat mas kerja, memang ngga besar tapi cukup untuk kita. hanya ada dua kamar dan kamar mandi ruang tamu juga dapur" jawab mas Bayu.


"mas, apa kamu yakin kita akan pindah dari sini? aku ga tega meninggalkan ibu mas" kata Naura dengan wajah menunduk


"mas sudah memperhitungkannya nau, kamu ngga usah khawatir. mas juga yakin ada sesuatu yang buat ibu selalu membela Naura, mas yakin itu" jawab bayu membuat Naura menatap menatapnya bergantian pada Rita.

__ADS_1


"kenapa isi pikiran kalian sama" keluh Naura pada sang kakak ipar


__ADS_2