
ketika semuanya sudah selesai, mereka pun kembali melanjutkan petualangan mereka untuk berbelanja mengabiskan waktu yang tersisa pada malam itu hingga akhirnya apa yang mereka inginkan telah terbeli semua. mereka pun pulang ke rumah dengan suasana hati yang sangat bahagia.
"alhamdulillah akhirnya sampai dirumah juga, ga terasa ya cape banget muterin mall beberapa jam" kata Naura yang langsung diangguki oleh Rita ketika mereka sudah duduk diruang keluarga rumah, sementara bi Surti sudah kembali ke dalam kamarnya yang memang sudah pindah tak jauh dari ruang keluarga tersebut karna telah dianggap keluarga oleh ketiga majikannya tersebut.
"iyaa, liat keena sampai tidur begitu. kayanya kecapekan dia" jawab Rita membuat Naura dan Bayu langsung menatap ke arah keena yang masih berada dalam kereta dorongnya.
"yaudah kamu istirahat sana sayang, kasihan keena mungkin dia juga haus" jawab Bayu dengan lembut menatap Rita.
"iyaa mas, aku ke atas duluan ya" jawab Rita yang langsung berdiri dan melangkah setelah mendapat anggukan kepala dari kedua orang tersebut.
"gimana, seneng ga kamu hari ini?" tanya Bayu pada Naura yang langsung tersenyum pada kakak lelakinya tersebut.
"senenglah mas, makasih ya mas" jawab Naura membuat Bayu tersenyum dan menganggukan kepala.
"iyaa sama-sama, mas sengaja lakuin ini biar kamu tau kalo mas tetep menyayangi kamu sebagai saudara. kuliahlah yang benar dan bantu mas diperusahaan, biar gimana pun disana juga ada hakmu" jawab Bayu membuat Naura langsung terdiam.
"ngga udah mas kayanya aku lebih baik merintis usahaku sendiri nantinya, aku gamau repot ikut mikirin urusan perusahaan. aku ingin memiliki Bisnisku sendiri tanpa nama Adipura" jawab Naura membuat Bayu menyeritkan kening.
"memang kenapa? lagipula Adipura juga punya bisnis cabang fashion, kamu bisa langsung terjun kesana nanti. mas akan percayakan bisnis itu pada kamu" jawab Bayu langsung membuat Naura menggelengkan kepala.
"ngga mas, aku kan maunya jadi designer bukan jadi pebisnis. lagipula Adipura sudah punya designer yang lebih handal sesuai dengan brandnya, biar nanti aku akan merintis sendiri usahaku dengan keahlianku" jawab Naura dengan mantap membuat Bayu terpaksa menganggukan kepala.
"yasudah kalo emang itu sudah jadi keputusanmu, mas cuma bisa dukung dan mas harap kamu ngga mengecewakan kepercayaan mas" jawab Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala dan senyum mengembang.
"iyaa mas insyallah, besok juga aku mau anterin berkas ke kampus mas karna sebentar lagi kan mau masuk taun ajaran baru" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"iyaa mas tau, makanya mas udah siapin hadiah untukmu. besok pagi pasti datang" jawab Bayu dengan senyum mengembang dan mata berbinar membuat Naura menyeritkan kening.
"hadiah apa lagi mas? ini semua aja udah cukup kok mas" jawab Naura yang mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"liat saja besok pagi, sudahlah tidur sana. mas juga mau menyusul mbakmu kekamar, ingat jangan tidur terlalu larut. kurangilah kebiasaan menonton Drakormu itu, dan fokuslah pada kuliahmu" kata Bayu yang langsung diangguki oleh Naura. setelah itu Bayu pun meninggalkan Naura yang masih duduk bersandar dikursi ruang keluarga, setelah melihat ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas Naura pun memutuskan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya tapi didepan pintu kamar bi Surti ia bisa melihat wanita parug baya itu baru saja keluar dari kamar dengan membawa gelas kosong.
"ibu mau kemana?" tanya Naura pada bi Surti.
"ibu mau ambil minum nak, kamu baru mau ke kamar?" tanya bi Surti dengan lembut ketika berhadapan dengan Naura.
"iyaa bu, yaudah kalo gitu Naura ke atas ya" jawab Naura yang langsung diangguki oleh bi Surti.
Naura pun melangkah kan kaki menuju kamarnya diiringi tatapan sendu dari bi Surti.
keesokan paginya, Rita sudah bangun dan tengah menyiapkan sarapan bersama dengan bi Surti. padahal Rita sudah berkata pada bi Surti untuk beristirahat saja karna ia bisa biasa membuat sarapan untuk suami dan adik iparnya, apalagi rencananya hari ini sudah ada asisten rumah tangga yang baru dari yayasan yang ditunjuk oleh Rita. walaupun sebelumnya Rita sudah berpesan pada bi asih, namun sampai sekarang bahkan bi asih belum memberikan kabar apapun pada Rita. akhirnya Rita pun memutuskan untuk mengambilnya dari yayasan sesuai dengan syarat yang ia ajukan.
"udah bu, biar saya aja yang masak. ibu duduk aja ya, nanti kalo sudah selesai kita makan sama-sama. saya udah biasa siapin sarapan untuk mas Bayu sendiri bu" kata Rita yang langsung disambut tawa kecil oleh ibu angkatnya tersebut.
"jangan lah nak Rita, biar gimana pun ini sudah menjadi tugas ibu. biar ibu saja yang masakkan sarapan untuk kalian semua, yaa anggap saja seorang ibu yang memasakkan anak-anaknya" jawab bi Surti membuat Rita menghela nafas pasrah.
"yasudah kalo begitu biar Rita bantu ya Bu" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.
"iyaa iyaa Bu, oohh iyaa nanti aku dan mas Bayu berencana mau menjenguk ibu sari ke desa itu. apa ibu mau ikut?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung mendapat gelengan kepala oleh wanita paru baya tersebut.
"tidak nak, kalian saja. ibu biar dirumah saja, lagian hari ini kan Naura mau kekampus mau menyerahkan berkas katanya" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.
tak lama terdengar suara bel berbunyi, padahal waktu masih menunjukkan pukul enam pagi.
"siapa ya bu pagi-pagi begini bertamu, kata ngga bisa nanti aja siangan gitu" kata Rita pada bi Surti yang hanya menggedikkan bahu.
"ibu juga gatau nak, sebentar biar ibu buka pintunya" jawab bi Surti yang langsung meninggalkan Rita yang masih sibuk dengan urusan dapurnya.
tak lama bi Surti pun kembali untuk memberi tahu Rita jika ada yang mencari Bayu, Rita pun segera memberi tahu Bayu yang tengah bersiap untuk kekantor didalam kamar.
__ADS_1
"mas, ada yang nyari kamu. kata bi Surti orang dealer mobil" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu.
"oohh mereka udah datang rupanya, yaudah Ayuk kita turun. mas juga udah selesai, sini biar keena sama ayah" kata Bayu mengambil keena dari gendongan Rita, padahal Rita pun baru saja menggendongnya.
"permisi pak Bayu, kami mau mengantarkan mobil pesanan bapak" kata orang dealer tersebut yang langsung dijawab anggukan kepala dan juga senyum oleh Bayu.
"baik pak, kalo gitu terimakasih sudah repot-repot diantar sepagi ini" jawab Bayu dengan sopan padanorang dealer tersebut.
"sama-sama pak, tidak repot sama sekali pak. kami justru bangga bisa melayani orang penting seperti bapak" jawab nya membuat Bayu tertawa kecil.
"baiklah, terimakasih sekali lagi" jawab Bayu dengan senyum mengembang.
"sama-sama pak, ini kunci motor dan juga salinan surat-suratnya ya pak. untuk stnk, plat dan juga BPKBnya sedang diurus. nanti sekitar satu bulan lagi pasti udah jadi, nanti akan saya kembali antar kan kesini" kata pegawai dealer tersebut menyerahkan salinan surat-surat mobil milik Bayu dan juga plat yang sementara dipasang dimobil tersebut.
"baik kalo begitu saya terima ya pak, terimakasih sekali lagi karna mau direpotkan mengantarnya pagi-pagi seperti ini" jawab Bayu dengan senyum.
"iyaa sama-sama pak, kalo begitu kami pamit. assalamualaikum" pamitnya pada Bayu dan juga Rita yang hanya menganggukan kepala sopan.
"waalaikumsalam" jawab Bayu dan Rita berbarengan mengiringi langkah pegawai dealer tersebut dengan tatapan tak biasa.
"kamu beli mobil untuk siapa mas?" tanya Rita penasaran.
"untuk Naura sayang, selama ini dia kan selalu pakai motor. jadi mas belikan dia mobil ini untuk kekampus" jawab Bayu membuat Rita terkekeh.
"kamu beliin Naura mobil, emang Naura bisa menyetir?" tanya Rita dengan masih dengan tawanya.
"memang Naura ngga bisa menyetir mobil?" tanya Bayu dengan menyeritkan kening.
"tentu saja ngga bisa, kan selama ini ia hanya pakai motor. bahkan kamu juga cuma pakai motor, bukannya selama ini kalian tidur biasa aja walaupun bergelimang harta" jawab Rita membuat Bayu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
"terus bagaimana dong, aku sudah terlanjur membelinya" jawab Bayu dengan menatap bingung kearah Rita yang masih terkekeh.
"yaampun mas mas, rencananya mau bikin kejutan kok malah jadi receh begitu sih. makanya kalo mau beliin apa-apa itu tanya dulu sama orangnya, kalo kaya gini bingung sendiri kan kamu. udah bentar aku mau bangunin dulu nauranya, nih pengin dulu keenanya" kata Rita membuat Bayu terdiam dan dengan pasrah menerima keena kedalam gendongannya.