Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus8.


__ADS_3

sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang, mereka mengobrol dan saling bercanda diruang keluarga.


tak lama menunggu akhirnya pesanan mereka pun datang diantarkan oleh ojek online, bi asih mengambil pesanan mereka setelah diberikan sejumlah uang yang cukup untuk membayar pesanan tersebut.


"ini pesanannya mas" kata bi asih yang datang membawa dua bungkusan berisikan makanan khas Korea tersebut.


"iyaa bi, tolong siapkan dimeja makan ya bi" jawab Bayu membuat bi asih menganggukan kepala.


bi asih pun meninggalkan tiga orang tersebut menuju dapur mempersiapkan makanan yang sudah Naura pesan diatas piring, setelahnya ia pun kembali ke ruang keluarga memanggil ketiga orang tersebut.


"makanannya udah siap mas, mbak" kata bi asih yang sampai diruang keluarga.


"oohh iyaa, yuk kita makan dulu" kata Rita membuat yang lain menganggukan kepala, mereka pun melangkahkan kaki menuju meja makan diikuti oleh bi asih dibelakangnya.


"bi, sini makan bareng-bareng" ajak Naura yang membuat bi asih merasa sungkan.


"ngga usah mbak, bibi biar makan dibelakang aja. sini bibi pegang non keena dulu biar mbak Rita bisa makan tenang" jawab bi asih dengan senyum mengembang.


Rita pun memberikan keena pada bi asih agar dijaga sebentar selema ia memakan makanannya, setelahnya bi asih berlalu meninggalkan ketiga orang tersebut dengan membawa keena dalam gendongannya.


"udah mbak makan aja dulu, biarin aja keena sama bi asih" kata Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"oiyaa mas setelah ini gimana? bukannya kita harus kekantor polisi untuk memberikan keterangan?" tanya Rita pada Bayu.


"memang iyaa tapi nanti ajalah, biarin aja Maura menikmati lantai penjara dulu. lagi pula mas harus cek cctv rumah ini dulu terus mas copy buat diserah kepihak kepolisian sebagai bukti baru, iyakan?" jawab Bayu membuat Rita pun menganggukan kepala dan tersenyum disel-sela makannya.


"bagus kak Maura udah ditahan ya mas, biar dia kapok dan gak mengulangi kesalahannya lagi." kata Naura diangguki oleh Bayu.

__ADS_1


"iyaa Alhamdulillah, dan untungnya dia juga ga berhasil merebut semua milik ibu. mas yakin tadi pasti ibu ketakutan banget" jawab Bayu dengan pandangan lurus kedepan.


"iyaa pasti mas, bahkan ibu sampai gemetar waktu kita datang tadi. iyakan mbak?" tanya Naura pada Rita.


"iyaa mas, bahkan sampe ada yang lupa kalo tadi pagi dia habis ngambek mas" jawab Rita membuat Bayu menyeritkan kening.


"siapa yang ngambek?" tanya Bayu heran.


Rita pun menunjuk Naura dengan isyarat matanya dengan melirik kan mata, Bayu pun menatap Naura dengan pandangan bertanya-tanya.


"kenapa kamu ngambek nau?" tanya Bayu pada Naura yang sibuk menghabiskan makanan didepannya.


"ngambek? siapa, aku? ngga sih,aku ngga ngambek" jawab Naura tak berani menatap mata mas nya.


"haaalaaahh, tadi tuh ya mas dia itu ngambek karna aku nanya kabar Maura diluar sana sejak jadi DPO. padahal aku hanya kasian, tapi dia nganggep aku terlalu baik dan katanya bikin aku kecewa masih menghawatirkan ornag yang udah berusaha membuat rumah tangga kita hancur" jawab Rita membuat Naura membelalakan mata menatap kakak iparnya itu.


"yasudah, lagian cuma kaya gitu aja kan. udah lah, toh Maura juga udah ditahan polisi" jawab Bayu dengan tenang.


"nah sekarang gimana mbak? apa mbak Rita masih menghawatirkan orang kaya gitu? bahkan dia udah mencoba untuk mencelakai orangtua kita loh mbak, masih mau terlalu baik sama dia?"tanya Naura pada Rita yang menatapnya kosong.


"ntah, mbak juga bingung harus bagaimana. satu sisi mbak merasa kasihan dengan Maura, tapi sisi lain juga menyalahkan atas sikap Maura yang selalu seenaknya sendiri. dari dulu andai mbak tau dia suka sama mas Bayu, mungkin mbak ngga akan menerima lamaran mas Bayu. bukan karna mengalah karna Maura, tapi karna mbak akan lebih milih menghindari konflik seperti ini" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepalanya mengerti.


"yasudah mau gimana lagi, emang udah jalannya begini"lanjutnya dengan pandangan sorot kedepan.


"iyaa bener kata mbak kamu nau, lagi pula kita memang ga bisa menyalahkan takdir. iyakan?" kata Bayu menatap Naura yang juga menatapnya.


"iyaa si, tapi gimana ya mas. ini tuh semacam permainan bukan takdir, udah kaya cerita sinetron aja adik berusaha buat misahin kakak ipar sama kakak lelakinya" jawab Naura dengan ketus.

__ADS_1


"yaa mau gimana, memang begitu takdirnya kok. itu udah digariskan sama Allah nau, kita tinggal jalanin aja. Alhamdulillah kita bisa ngelewatinnya, iyakan mas?" jawab Rita dengan senyum lebar membuat Bayu menganggukan kepala.


"iyaa bener sayang. lagi pula nih ya nau, ujan rumah tangga itu beda-beda. mungkin ini ujian rumah tangga kami, setiap orang rumah tangga pasti ada ujiannya sendiri. contoh, ada yang mertuanya jahat, ada yang suaminya yang jahat atau bahkan ada juga yang istrinya yang jahat" jawab Bayu membuat Naura membenarkan perkataanya.


"iyaa juga si ya mas, Naura juga pernah nonton film Chanel ikan terbang begitu semua isinya. semoga aja nanti Naura dapat mertua yang sebaik ibu" jawab Naura menghabiskan makanannya.


"aamiin." jawab Rita dan juga Bayu serempak.


"habiskan dulu makannya mas, nau aku mau ambil keena dulu sama bi asih" kata Rita yang menyudahi makan siang yang tertundanya. keduanya pun menganggukan kepala, Rita pun bergegas menuju ruang belakang untuk mengambil keena yang bersama dengan bi asih.


"bi, makan dulu gantian. saya udah selesai" kata Rita pada bi asih. kemudian bi asih pun memberikan keena pada sang ibu, yang langsung menyambut keena dengan senyum bahagia.


"ngga rewel ya kamu sama bi asih sayang, pinter banget sih" kata Rita pada sang anak yang hanya direspon oleh tawa kecil dari bibir mungilnya.


"ngga loh mbak, non keena itu pinter banget ngga nangis ngga rewel sama sekali. mungkin dia kenyang ASI nya mbak" kata bi asih membuat Rita tersenyum senang.


"iyaa bi alhamdulillah, yaudah kalo gitu bi asih makan dulu ya. aku balik lagi ke meja makan" kata Rita membuat bi asih menganggukan kepala.


setelah sampai dimeja makan Rita pun berpamitan pada sang suami untuk masuk kedalam kamar mereka.


"kalian disini, ibu cari dideoan tadi ngga ada. pantesan aja, kenapa pada disini?" jawab ibu Bayu yang membuat ketiganya tersenyum.


"ini lagi makan siang yang tertunda Bu, tadi Rita tuh belum makan siang makanya kita putuskan untuk makan siang dulu" jawab Bayu membuat ibunya menganggukan kepala.


"kamu emang belum makan juga bay dri kantor? tumben makan siang dirumah?" tanya ibu Bayu pada sang anak.


"udah kok Bu, ini cuma cemilan aja" jawab Bayu terkekeh pelan.

__ADS_1


__ADS_2