Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus4.


__ADS_3

keesokan harinya, setelah Bayu pergi kekantor Rita pun langsung menghubungi sang ibu mertua mengabarkan kepindahan dirinya, suami serta adik iparnya kerumah lama.


"assalamualaikum bu" kata Rita setelah panggilan telepon dijawab oleh ibu Bayu.


"waalaikumsalam rit, ada apa menelpon ibu pagi-pagi sekali. tumben" jawab ibu Bayu disebrang telepon.


"begini Bu, jadi Rita mau mengabarkan jika Rita, mas Bayu dan juga Naura sudah memutuskan untuk pindah lagi kerumah ibu dalam Minggu ini. tapi Rita minta untuk menambah satpam rumah Bu, dan juga nanti mas Bayu akan menambahkan supir untuk dirumah" kata Rita membuat ibu Bayu menganggukan kepala mendengarnya.


"Alhamdulillah, yang bener kamu rit? ibu bersyukur sekali kalian mau pindah lagi kerumah ini. iya iya tentu saja, betul itu untuk memperketat penjagaan dirumah ibu setuju aja" jawab ibu Bayu dengan wajah berbinar, disebelahnya bi asih yang mendengar suara bahagia sang majikan pun turut bersyukur dengan kebahagiaan yang majikannya rasakan.


"in syaa Allah nanti kita akan pindah dihari Sabtu ya Bu, mudah-mudahan ngga ada halangan" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"iyaa rit, makasih ya kalian udah mau pindah lagi kesini. ibu seneng banget" jawab ibu Bayu cepat.


"iyaa Bu sama sama, yasudah Rita cuma mau bilang itu aja sama ibu. assalamualaikum" kata Rita mengakhiri sambungan telepon.


"waalaikumsalam" jawab ibu Bayu yang masih terdengar oleh Rita, Rita pun menutup ponselnya kemudian beranjak kedepan boks bayi keena. ia tersenyum menatap sang anak yang masih pulas tertidur, ia pun melangkah kan kaki menuju kamar adik iparnya.


"nau, lagi apa kamu?" tanya Rita setelah mengetuk pintu kamar Naura.


"ngga lagi ngapa-ngapain mbak, ada apa?" tanya Naura membuka pintu kamarnya lebar.


"gapap, temenin mbak ngobrol yuk diruang tamu" jawab Rita cepat diangguki oleh Naura.


"ada apa mbak?" Naura penasaran.

__ADS_1


"gapapa nau, gimana kelanjutan pendaftaran kuliah kamu? apa kamu tetap memutuskan untuk kuliah ditempat itu?" tanya Rita dengan dahi menyerit.


"iyaalah mbak aku tatap kuliah disana aja, kenapa memangnya?" tanya Naura heran.


"gapapa nau, apa ngga kejauhan jaraknya dari rumah ibu?" tanya Rita.


"lumayan si mbak, palingan ya sekitar satu setengah jam lah mbak" jawab Naura cepat.


"lumayan juga ya, hmm apa ngga sebaiknya kamu ambil yang Deket dari rumah ibu aja ya nau. kayanya ada juga bahkan lebih bagus deh kayanya" jawabr Rita.


"iyaa sih mbak, tapi gimana yaa. emmm nantilah aku pikirin lagi ya mbak" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"yasudah kalo gitu, gimana teman mu udah kamu kabarin kan kalo kita bakalan pindah kerumah ibu?" tanya Rita.


" udah kok mbak, ngapain si mbak pake harus ngabarin mereka segala nanti juga mereka kalau mau main kerumah pasti ngabarin aku" tanya Naura dengan mengerucutkan bibirnya.


"tunggu, tunggu maksudnya gimana si mbak Naura ngga ngerti deh" jawab Naura membuat Rita terkekeh.


"Naura, selama ini mereka kan bisa tau apa yang akan terjadi. nah nanti jika mereka tau jika kita akan pindah terus kita sengaja ngga memberi tahu mereka langsung, mereka akan kecewa begitu nau" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala tanda mengerti.


"oohh gituuu, Naura udah kasih tau mereka si mbak. nanti hari Sabtu mereka akan datang kesini buat bantu kita pindahan kok" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"Alhamdulillah syukurlah kalo gitu, emm gimana kabar Maura ya nau?" kata Rita membuat Naura membelalakan mata mendengar perkataan kakak iparnya tersebut.


"mbak ih kenapa si ngomongin dia lagi" kata Naura dengan kesal.

__ADS_1


"yaa mbak cuma heran aja, apa dia disana dia bisa bertahan hidup? kamu kan tau sendiri selama ini dia bagaimana, mbak ngga bisa bayangin kalo Maura hidup susah diluar sana" kata Rita dengan kepala tertunduk.


"nah mulai deh mulai, mbak Rita ini gimana si. mbak inget dong Maura itu mencoba membuat rumah tangga mbak Rita berantakan, kenapa si mbak Rita masih aja mikirin dia."jawab Naura dengan sinis pada Rita.


"tapi biar bagaimana pun dia tetap adik mas Bayu kan nau, kakak kamu juga" kata Rita semakin membuat Naura kesal dan mencebikkan bibirnya.


"mbak Rita ini selalu aja begitu, mbak lupa apa yang udah dia lakuin sama kita? mbak lupa udah berapa kali dia mencoba menjahati mbak selama ini? tolong mbak hapus rasa kasian mbak sama Maura, lebih baik mbak tumbuhkan rasa iba mbak untuk orang lain yang lebih pantas" jawab Naura dengan kesal.


"maaf nau, mbak dari semalem kepikiran Maura terus. jujur mbak merasa kasihan dengan dia" kata Rita jujur, Naura yang tak tahan dengan apa yang disampai oleh kakak iparnya pun kembali memasuki kamar dengan kaki dihentak dengan keras. dia berjanji nanti sore akan mengatakan apa yang dikatakan oleh kakak iparnya tersebut pada Bayu.


Naura tak habis pikir dengan Rita, setelah apa yang dilakukan oleh Maura bisa-bisanya dimerasa kasihan untuk orang seperti itu. bahkan Naura orang selama ini mendampingi Rita pun merasa kecewa dengan apa yang diucapkannya.


"apa-apaan si mbak Rita itu, kasihan dengan Maura. jika dia kasihan buat apa selama ini kita susah-susah mencari cara untuk membuatnya mendekam dalam penjara, bikin orang kecewa aja" gumam Naura setelah kembali kedalam kamarnya.


sementara Rita yang menyadari jika Naura kecewa dengan apa yang ia katakan pun mencoba mengikuti Naura hingga dalam kamarnya.


"nau, maafin mbak ya. mbak tau kamu marah, tapi sebaiknya jngan ada dendam dihari kamu untuk Maura. kita lapangkan dada menerima apa yang ia lakukan itu jauh lebih indah nau" jawab Rita membuat Naura menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"maksud mbak Rita tuh apa sih? mbak tuh harusnya tau sesusah apa kita sampai ditahap ini, ditahap dimana Maura akan mendapatkan hukumannya. sekarang dengan gampang mbak menghawatirkan dia yang jelas-jelas membuat hidup kita semua berentakan? mbak, aku yakin jika mas Bayu dan ibu tau mereka pun akan kecewa dengan apa yang mbak Rita katakan tadi" jawab Naura membuang pandangan.


"mbak tuh ngga ada maksud apa-apa nau, mbak cuma mau setelah Maura tertangkap kita mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. biarkan Maura menjalani hukumannya, semangat kita membebaskan dendam yang ada di hati kita dengan cara memaafkan apa yang sudah dia lakukan. apa itu salah?" tanya Rita dengan lembut.


"tentu aja salah mbak, sangat salah? coba aja mbak bayangkan, apa ada orang didunia ini yang masih bisa memaafkan orang sudah membuat kehidupannya berantakan? membuatnya harus rela terpisah dari orang yang disayangi? mbak, kita memang sangat dianjurkan berbaik hati pada orang tapi aku rasa Maura bukan orang baik yang harus diberikan kebaikan sampai seperti itu." jawab Naura membuat Rita terdiam.


"maaf mbak, jalan pikiran kita berbeda. jika mbak masih mau menggunakan hati, tapi tidak dengan aku. logikaku berbicara jika Maura pantas mendapatkan lebih dari ini, dan asal mbak Rita tau aku lebih terluka dengan apa yang mbak Rita katakan sejak tadi mbak" lanjut Naura membuat Rita mengalihkan pandangan menatap Naura yang tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


"lebih baik mbak Rita keluar dari kamar ini, aku lagi pengen sendiri mbak tolong" kata Naura mengusir Rita dari dalam kamarnya.


__ADS_2