
"mbak, mbak andai aku jadi kamu. aku ngga akan memikirkan bagaimana nasib orang yang udah jelas-jelas membuat jahat pada kita, aku gatau kenapa hati mbak Rita bisa seluas samudra untuk memaafkan ibu" kata Naura membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.
"aku ngga sebegitunya kali nau, aku masih belajar agar bisa memaafkan seseorang dengan ikhlas. Allah aja maha pemaaf, ke apa kita yang hanya hambanya tidak bisa memaafkan sesama. manusia tak pernah luput dari dosa, begitupun ibu. mbak ngga mau menyimpan dendam karna hanya akan membuat hati dan pikiran mbak menjadi sakit sendiri, lebih baik meikhlaskan agar lega jiwa raga" jawab Rita dengan tertawa kecil, Bayu dan Naura yang mendengarpun ikut tertawa dan menganggukan kepala mereka.
"semoga dengan kebaikan mbak, bisa bisa luluh dan kembali seperti semula ya mbak" jawab Naura membuat ketiganya mengaminkan secara bersamaan.
"yaudah lah mbak mau ambil keena dulu ya, kasian bi Surti pasti juga laper" kata Rita membuat Bayu dan juga Naura menganggukan kepala.
Rita pun melangkah mendekati sang asisten rumah tangga yang berada diruang keluarga, kemudian Rita pun menyuruh bi Surti untuk makan malam bergantian dengan dirinya.
"bi, makan malam dulu sana. nanti baru gabung lagi dengan kita disini" kata Rita memerintahkan bi Surti yang langsung menengok ke arah Rita yang berjalan ke arahnya.
"ibuu, udah selesai makan malamnya?" tanya bi Surti dengan dahi mengerut.
"udah kok bi, bibi gantian gih makan dulu. nanti bibi sakit, repot aku nanti" jawab Rita dengan mengerucutkan bibir.
"oohh jadi kalo bibi sakit bikin repot ya Bu?" jawab bi Surti dengan nada yang membuat Rita merasa bersalah.
"bukan, bukan gitu bi. maksudnya, aku yang repot nanti harus ngerjain rumah sendirian sekaligus ngurusin keena" jawab Rita membuat bi Surti menatapnya lagi dengan tersenyum lebar.
"bibi kira ibu merasa kerepotan adanya bibi dirumah ini" jawab bi Surti membuat Rita segera menggelengkan kepala.
"nggalah bi, aku malah seneng adanya bibi disini malah kebantu buat jagain keena. nanti kalo udah ada pekerja baru, bibi mau kan kalo tugas bibi ditambah jagain keena sambil ngawasin pekerja baru itu?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung membuat matanya berbinar.
"yang bener bu? berarti tugas saya cuma jagain keena aja?" tanya bi Surti memastikan.
"yaa bukan gitu juga bi, maksud aku tugas bibi mengawasi pekerja baru terus juga masak sama jagain keena bi. jadi biar urusan yang lain dibereskan sama pekerja baru itu, tugas bibi cuma mengawasi dan memasak ditambah menjaga keena jika saya sedang mengurus sesuatu aja" jawab Rita membuat bi Surti paham dengan apa yang dimaksud olehnya.
__ADS_1
"oohh gituu, emang ibu mau ambil asisten rumah tangga berapa Bu? kok pake diawasi segala, kalo cuma satu apa bisa beresin rumah sebesar ini sendirian Bu?" tanya bi Surti pada Rita yang langsung menggidikkan bahu.
"yaa gatau juga bi, tapi tenang aja nanti aku ambil dua asisten rumah tangga lagi kok bi. aku udah pesan sama bi asih, asisten rumah tangganya ibu nya mas Bayu. dia sedang Carikan" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala.
"oohh gituu, sekalian sama satpam kah Bu? kita kan belum punya satpam sama sekali Bu" kata bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa bi, satpam si katanya udah ada yang mau. tapi aku suruh konfirmasi lagi, kalo dirumah ini kerjanya mau atau ngga. soalnya katanya yang lamar itu orang daerah sana, lumayan lah kalo kesini sekitar tiga puluh sampai empat puluh menitan. iyakan bi?" kata Rita mempertanyakan kebenarannya pada bi Surti.
"iyaa si non, eehh apa yang tadi itu ya ibunya pak Bayu Bu? kok kayanya orangnya kasar sekali ya Bu, beda sama pak Bayu dan juga non Naura yang sangat baik dan lembut" kata bi Surti membuat Rita menggelengkan kepala.
"ntahlah bi, saya juga ga ngerti" jawab Rita berbohong pada bi Surti, ia hanya tak ingin orang lain mengetahui permasalahan yang rumit dalam rumah tangganya ditambah lagi aib dari sang ibu mertua yang tetap merupakab ibu dari Bayu suaminya sendiri. menurut Rita, selama Bayu melum mengetahui yang sebenarnya maka Rita pun akan tetap pura-pura tidak tahu. begitupun jika Naura belum ingin berkata jujur, Rita pun akan tetap diam.
"yaampun Bu, saya aja dengernya sampai mengelus dada bu. apalagi sampai nambah ibu seperti itu, tangannya bener-bener enteng banget Bu" kata bi Surti membuat Rita terkekeh kecil.
"dia cuma lagi hilang aja kok bi, sebenarnya mah orangnya baik kok bi" jawab Rita membuat bi Surti menceritakan kening.
"serius bi, aslinya itu baik. saya sudah merasakan kebaikan beliau sebelum beliau terhasut oleh salah satu adik mas Bayu" jawab Rita semakin membuat bi Surti menyeritkan kening.
"itu bener-bener baik atau cuma pura-pura baik Bu?" jawab bi Surti membuat Rita membelalakan mata mendengar kata-kata frontal dari mulut bi Surti.
"hust bi, jangan ngomong begitu ngga enak nanti kalo didengar sama mas Bayu atau Naura. biar gimana pun ibu itu orang tua mereka saat ini" jawabku membuat bi Surti seketika menutup mulutnya.
"gak apa-apa kok mbak lagian apa yang bi Surti bilang itu bener kok" kata Naura yang baru saja tiba menghampiri Rita dan juga bi Surti diruang keluarga.
"kamu udah lama disitu nau?" tanya Rita pada Naura yang langsung dijawab gelengan kepala olehnya.
"belum kok mbak, baru aja" jawab Naura dengan senyum mengembang sedikit, membuat Rita merasa lega.
__ADS_1
"mbak kira udah lama disitu, mbak takut kamu salah paham sama apa yang diucapkan bi Surti" jawab Rita membuat Naura terkekeh kecil.
"ngga kok mbak, tenang aja. aku gapapa kok" jawab Naura membuat Rita seketika menganggukan kepala dan tersenyum.
"non jangan ngambek loh sama bibi, bibi cuma mengatakan apa yang bibi liat tadi loh non. ngga ada maksud apapun" jawab bi Surti membuat Naura menganggukan kepala dan tertawa kecil.
"iyaaiyaa bi tenang aja, lagi pula emang apa yang bibi bilang itu bener kok bi. aku aja sampe gemes karna mbak Rita selalu aja mau memaafkan ibu, coba kurang baik apa kakak aku yang satu ini. iyakan bi?" tanya Naura pada bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala olehnya.
"iyaa non, kalo bibi. yaampun udah abis bibi bejek-bejek itu mulutnya" jawab bi Surti membuat keduanya terkekeh.
"ga perlu sampai segitunya kali bi, emmm pembalasan Allah itu lebih adil dan lebih mutlak bi, nau. mbak juga gamau menambah dosa kalo harus membalas dan menyimpan dendam, mau sampai kapan? bahkan nanti ngga ada abisnya, dan malah kita sama aja dengan mereka yang menyakiti kita" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"bener apa yang Rita bilang bi, nau kalo gitu membalas apa bedanya kita dengan mereka, yang ada mereka senang sudah berhasil memancing emosi kita hingga bisa membuat mereka melakukan penyerangan melewati jalur lain" terdengar suara Bayu menjawab perkataan Rita yang membenarkan.
"mas, kamu udah selesai makannya?" tanya Rita memberikan pertanyaan pada Bayu yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.
"udah kok sayang, dari tadi juga udah selesai cuma ada sesuatu aja makanya agak lama kesininya" jawab Bayu membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.
kemudian Bayu pun mengambil alih keena dari hadapan Rita dan juga bi Surti, ia membawa keena kedalam gendongannya disertai dengan kekehan kecil dari mulut Bayu melihat tingkah anak perempuannya yang sangat menggemaskan tersebut.
"sebentar lagi dia besar, andai dia tau dia mempunyai nenek yang seperti itu. ia pasti akan sedih, jika kita masih bisa memaafkan dan juga memberikan sedikit pelajaran selain dengan balas dendam maka kita harus lakukan itu agar ibu cepat berubah" kata Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa mas, kamu bener. tuh nau, mas kamu aja sependapat sama mbak. insyaallah semua yang kita lakukan untuk ibu itu yang terbaik juga untuknya, tugas kamu hanya bagaimana caranya membuat itu tidak bisa melawan kata-kata kamu nanti" jawab Rita yang langsung disetujui oleh Naura.
"iyaa mbak tenang aja kalo itu mah, aku yakin pasti aku bisa" jawab Naura yakin membuat Rita mengacungkan kedua jempolnya.
"nah tugas bibi nanti harus merekam semua pembicaraan Naura dan juga ibu, karna cctv dirumah ini itu ngga bersuara jadi kurang jelas jika untuk bukti yang kuat" jawab Bayu mengalihkan pandangan pada bi Surti yang langsung menganggukan kepala.
__ADS_1
"iyaa pak, tenang aja bibi pasti bantu. tapi rencana apa ya pak?" tanya bi Surti dengan polosnya, membuat Rita dan juga Bayu menepuk keningnya karna mereka benar-benar belum memberi tahukan rencana Rita pada bi Surti.