
"emmm kalo gitu kita ikuti saja dulu permainan Maura, selama ia tidak melukai ataupun mencelakai kamu mas sih ngga masalah jika harus menghadapi dua orang itu. tapi, mas harap kalian harus percaya sama mas apapun yang terjadi" kata mas Bayu pada ku dan juga Naura.
"tapi mas, bagaimana jika Maura berbuat yang tidak-tidak juga pada mbak Rita? bukannya itu lebih bahaya" kata Naura dengan ekspresi khawatir.
"nah, itu tugas kamu nau jika dirumah. awasi Maura ketika ia sampai dirumah, jngan sampai lengah. sementara jika mbak mu pagi kan ada bersama ibu, mas percaya pada ibu bisa membantu merawat mbakmu sewaktu mas bekerja. mas juga akan usahakan pulang lebih awal sampai mbakmu melahirkan" kata mas Bayu membuatku dan Naura menganggukan kepala.
"baik mas, oh ya sebaiknya kita beritahu ibu tidak mas soal rencana kita ini? takutnya nanti ibu salah faham jika terjadi apa-apa pada mas Bayu dan mbak Rita" tanya Naura.
"sebaiknya tidak usah mas, toh mas sudah pasang cctv dirumah ini kan? jika terjadi sesuatu padaku mas pasti tau siapa pelakunya lebih cepat, begitupun di tempat mas nanti berikan kamera tersembunyi saja mas. jadi, sewaktu terjadi apapun pada kami sudah ada cctv itu sebagi bukti. dengan begitu Maura ngga akan bisa mengelak lagi, dan disitulah aku yakin ibu pasti akan sangat marah pada Maura"kataku pada mas Bayu.
"betul, sebaiknya kita atur starategi. karna mas yakin Maura ngga akan tinggal diam, karna kamu sudah tau rencana dia nau" kata mas Bayu.
"iyaa betul kata mas Bayu, semoga dengan begini Maura bisa sadar atas kesalahannya" jawabku.
"amiiinn" jawab kami serempak.
"udah, sebaiknya kamu kembali kekamar nau. sudah sore, mandi sana" kata mas Bayu mengusir Naura, akhirnya Naura pun kembali kekamarnya sendiri dilantai bawah. kemudian, aku pun mandi sore bergantian dengan mas Bayu. setelah itu, aku kembali kedapur untuk membantu itu memasak menu makan malam.
"ibuu, sudah ada didapur" kataku pada ibu mertua yang sedang memotong sayuran untuk dibuat sup.
"iyaa nih rit, abis ibu bingung mau ngapain lagi kalo udah sore gini. makanya ibu langsung aja kedapur" jawab ibu sambil tersenyum. aku pun menatap ibu dengan tatapan lembut.
"sini biar aku bantu Bu" kataku pada ibu mertua yang mengambil bawang.
"hati-hati rit" kata ibu mertua mengingatkan.
__ADS_1
"iyaa Bu, seperti tidak biasa aja aku memasak" kataku tertawa kecil, ibu mertua pun ikut tertawa karna perkataanku.
aku akan mencoba menanyakan pada ibu mertua soal perubahan sifat Maura beberapa bulan kebelakang ini, semoga ibu mertua memberi jawaban yang sesuai dengan perkiraan ku.
"Bu,,," kataku pada ibu mertua.
"iyaa rit, ada apa?" tanya ibu mertua sambil terus mengupas wortel.
"menurut ibu, bagaimana soal perubahan Maura beberapa bulan ini Bu?" tanyaku pada ibu mertua dengan hati-hati.
"maksudnya?" tanya ibu mertua menyerit sampai berhenti sejenak memotong wortel yang berada pada genggamannya.
"iyaa, apa ada yang aneh gitu dengan perubahan Naura yang secara tiba-tiba? apa ibu ngga merasa ada yang aneh ?" pancingku ingin mendengar jawaban ibu mertua.
"gapapa Bu, aku hanya bertanya saja. jika memang ibu tidak merasa ada keanehan juga tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa ibu untuk menyamakan penilaian ibu denganku" jawab ku disertai senyum.
"bukan begitu rit, tapi kamu tau sendiri kan kalo Maura beberapa bulan ini memang sudah berubah. bahkan kita melihat sendiri bagaimana sikap Maura pada kamu dan Bayu jika dirumah, apa itu belum menunjukan jika ia telah berubah? rit, setiap orang pasti punya kesalahan, tapi kita sebagai manusia wajib saling memaafkan apalagi orang itu sudah mau berubah" kata ibu mertua, aku yang mendengarnya pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil.
"iyaa Bu" kataku dengan tersenyum menjawab perkataan ibu mertua, dikonsisi saat ini aku yakin ibu mertua tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan. maka dari itu, diperlukan bukti untuk membalas perbuatan Maura dan memberikannya pada ibu mertua.
"maaf ya rit, bukan ibu tidak berada di pihak kamu. tapi rasanya tidak adil jika Maura yang harus disalahkan jika selama ini ia sudah mulai berubah" kata ibu mertua. apa jadinya jika ibu mertua tau apa yang akan Maura lakukan, kasian sekali ibu;-pikirku.
"iyaa Bu, tidak apa. Rita tau ibu pasti tidak bisa memihak pada satu sisi, karna kami semua anak sama-sama anak ibu. maafkan Rita jika sudah salah menilai" kataku membesarkan hati ibu mertua.
"iyaa rit, sebetulnya ibu juga menyangkan sikap Maura yang terdahulu sehingga kalian selalu over thingking dengannya. itu wajar, tapi ya itu tadi maaf ibu ngga bisa membela kamu ataupun menyalahkan Maura. karna yang ibu lihat memang selama ini ia sudah berubah" jelas ibu mertua.
__ADS_1
"iyaa Bu" jawabku.
"oh ya Bu, ini ikannya mau dibikin apa?" tanyaku pada ibu mertua yang sedang membuat sup.
"kamu maunya dibuat apa rit?" tanya ibu mertua.
"apa ya Buu, emmm gimana kali di asam manis saja Bu. untuk asamnya bisa dikasih potongan nanas aja Bu, rasanya seger" jawabku.
"boleh, kalo gitu biar ibu siapkan potongan nanasnya" kata ibu mertua sambil mematikan kompor, karna sup yang ibu mertua buat sudah selesai dan sudah matang.
ibu mertua pun menyiapkan potongan nanasnya, sementara aku mencuci ikan hingga bersih. hanya tinggal dicuci saja, karna sudah dibersihkan.
setelah semua siap, aku pun mulai mengolah ikan asam manis yang aku inginkan. sedangkan ibu mertua menyiapkan bahan lain untuk membuat menu yang lainnya.
"Bu, aku udah selesai. sepertinya aku harus kembali kekamar dulu Bu, perutku sepertinya kram" kataku pada ibu mertua.
"kram? sebentar, ayok ibu temani sampai kamar. takut kamu kenapa-napa, lagian kamu si ibu suruh pindah kamar dilantai bawah aja ngga mau. sementara bisa tukeran dengan Naura atau dikamar tamu, kan ga masalah rit. ibu khawatir jika seperti ini" kata ibu mertua membantuku menaiki tangga, aku pun berhati-hati karna selain kram sepertinya anak di perutku sangat aktif sampai membuat perutku terasa sangat kencang ditendangnya. aku pun terus mengelus perutku sepanjang jalan agar anakku melepaskan tendangannya yang sangat kuat.
sampailah aku didepan kamar, kemudian aku mengetuk pintu kamar dan ibu mertua langsung membukanya. terlihat mas Bayu langsung menghampiri ketika melihatku memegangi perut.
"ada apa Bu?" tanya mas Bayu pada ibu mertua dengan khawatir.
"ini Rita tiba-tiba perutnya kram, biarkan ia istirahat dulu nanti tidak usah turun jika masih kram. biar ibu bawakan makanan kalian kekamar" kata ibu mertua yang diangguki mas Bayu.
ibu mertua pun kembali kedapur setelah membantuku berbaring dikasur, kini aku hanya ditemani oleh mas Bayu didalam kamar.
__ADS_1