Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus47.


__ADS_3

mereka semua pun beristirahat karna malam nanti akan mereka gunakan waktunya untuk mencari kuliner terenak didaerah itu. Rita dan Bayu yang baru saja selesai melakukan sholat asar pun berbaring bersama dengan keena yang sudah wangi berganti pakaian.


"lelah ya mas, padahal baru beberapa jam aja" kata Rita yang membaringkan badannya dikasur empuk hotel tersebut.


"iyaa sayang, mas juga lelah padahal cuma jalan sama gendongin keena doang" jawab Bayu memijat punggungnya yang terasa pegal, melihat suaminya yang seperti itu Rita pun kembali duduk dan memulai memijat pelan punggung sang suami.


"jangan keras-keras mijatnya sayang, terlalu sakit" kata Bayu yang merasakan sakit pada punggungnya saat Rita memijatnya dengan sedikit menekan.


"ini udah pelan kok mas, tapi emang sini ini kamu kaku banget deh" jawab Rita membuat Bayu terkekeh.


"iyaa jelas lah sayang kan mas kerja juga, pasti kaku lah dibagian situ. pegel" jawab Bayu dengan santai.


"mau aku panggilin tukang pijat hotel?" tanya Rita membuat Bayu menyeritkan kening.


"ngga usahlah sayang, cukup kamu aja yang mijetin aku. kesini sayang" jawab Bayu menyuruh Rita memijat bagian kiri punggungnya.


"tapi aku kan ga profesional mas, kamu harus dipijat sama orang yang profesional lah" jawab Rita membuat Bayu terkekeh kecil.


"buat apa si sayang, udah cukup kamu aja kok. lagian kalo manggil orang nanti ganggu istirahat kita, kalo kita berdua terus sama-sama kecapean kan bisa gantian aku pijatin kamu terus kita sama-sama tidur deh" jawab Bayu membuat Rita mengerucutkan bibirnya.


"bener ya nanti gantian pijetin aku? aku juga pegel loh seluruh badan" jawab Rita dengan mengerucutkan bibirnya, terlihat lucu di mata Bayu.


"iyaa sayang nanti kita gantian, atau kamu mau pijat plus-plus" jawab Bayu genit dengan menaik turunkan alisnya.


"apaan si" jawab Rita tersipu dengan perkataan Bayu.


"hehe ngga sayang bercanda kok, aku tau kamu capek. yaudah sekarang kamu istirahat, biar aku pijetin kaki kamu ya" kata Bayu membuat Rita langsung menganggukan kepalanya dengan semangat.


"iyaa mas, makasih ya" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"iyaa sayang" jawab Bayu membalas senyum Rita dan mengacak-acak rambut sang istri dengan gemas.


Bayu pun mulai memijat perlahan mulai dari betis sang istri.


"pelan-pelan aja ya mas" kata Rita yang tidur terlentang memejam matanya.


"iyaa iyaa sayang, bawelnya keluar deh" jawab Bayu sambil terkekeh membuat Rita pun ikut terkekeh mendengar gumaman sang suami.


"oiyaa sayang bagaimana setelah pulang dari sini kita kekantor polisi?" tanya Bayu pada Rita yang langsung kembali membuka matanya.

__ADS_1


"ngapain mas?" tanya Rita dengan dahi menyerit.


"melihat keadaan Maura, sepertinya Naura kangen dengan Maura" jawab Bayu dengan pelan.


"jelas sekali terlihat ya mas? aku juga bisa lihat itu, padahal Maura sempat begitu terlihat membenci Maura. tapi namanya saudara kan ya, darah lebih kental dari pada air. iyakan mas?" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala.


"mas tau Naura sangat menyayangi Maura, tapi dia pun benci jika Maura berbuat salah apalagi sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang Maura inginkan. kecewanya itu loh sayang, mas mengerti sekali" jawab Bayu menatap Rita yang hanya terdiam mendengarkan setiap perkataannya.


"iyaa mas, apalagi selama ini memang mereka selalu akur dan hampir ga pernah bertengkar apalagi hanya karna masalah sepele. yaa meskipun lebih banyak Naura yang mengalah" jawab Rita disertai senyum tipis.


"iyaa makanya itu, mas juga sebanarnya ga tega melihat Maura disel. biar bagaimanapun kami hidup dalam rumah yang sama selama belasan tahun, tapi kesalahannya ini sudah masuk dalam tindak kriminal. mau tak mau, mas harus melakukan sesuai dengan hukum yang berlaku" jawab Bayu menatap Rita yang menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu besok kita jenguk Maura disel, nanti kapan hari mas ada waktu kita jenguk ibu didesa terpencil itu. mau kan mas?" saran Rita disertai senyum mengembang.


"boleh sayang, nanti mas jadwal ulang lagi ya nanti mas kabarin kalo mas ada jadwal kosong" jawab Bayu membalas senyum Rita yang langsung disambut anggukan kepala antusias olehnya.


"aku tidur dulu sebentar ya mas, kalo mas ga tidur juga nanti kalo mau Maghrib tolong bangunin aku ya?!" kata Rita membuat Bayu langsung menggelengkan kepala.


"jangan tidur kah sayang, udah sore loh. gabaik tidur selepas asar" jawab Bayu membuat Rita tampak lesu.


" aku ngantuk banget mas, sebentar aja deh ya" jawab Rita yang sudah memejamkan matanya, bayu pun tak bisa lagi melarang sang istri yang sudah berkelana bersama mimpinya. ia pun memilih menghubungi anak buah yang ia tugaskan mengawasi Bu sari disana.


"Jaka" sebut Bayu, ponsel tersebut langsung menghubungkan panggilan ke nomer Jaka yang langsung dijawab oleh si penerima telpon.


"haloo bos" sapa orang disebrang telpon pada Bayu.


"bagaimana kegiatannya hari ini!" tanya Bayu.


"baik bos, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. dia tidak berbuat ulah macam-macam hari ini, tapi sepertinya dia tetep menunggu ke datangan anak perempuannya itu bos" jawab Jaka membuat Bayu menganggukan kepala samar.


"biarkan saja, ingat jangan mendekat jika dia tidak berbuat ulah. biarkan dia merasa sendiri tanpa tau ada yang mengawasi kesehariannya" kata Bayu dengan nada tegas.


"baik bos" jawab Jaka menuruti apa yang Bayu perintahkan.


"bagus" Bayu pun mematikan telpon dengan sepihak, lalu menarik tersenyum simpul sambil menatap lurus kedepan.


sementara dikamar Naura dan juga bi Surti, kini keduanya tengah memakan cemilan dengan menonton tv didalam kamar hotel.


"mbak Rita sama mas Bayu lagi ngapain ya bi?" tanya Rita sambil memakan cemilan yang dibawa oleh bi Surti.

__ADS_1


"yaa mana bibi tau non, yaampun kan bibi sampai lupa berikan satu toples keripik bawang ini untuk ibu" jawab bi Surti menepuk keningnya sementara Naura terkekeh melihat tingkah pelupa wanita paru baya tersebut.


"udah gapapa si bi, santai aja nanti juga pas makan malam ketemu. nanti aja bibi kasihnya setelah kita selesai makan malam" jawab Naura yang langsung menagangguak kepala.


"yasudahlah kalo gitu non, nanti aja bibi kasih. lagian kemungkinan ibu sama pak Bayu lagi istirahat kasihan kalo diganggu" kata bi Surti yang langsung dibenarkan oleh Naura.


"iyaa benar bi" jawab Naura singkat.


"non Naura saya perhatiin katanya dari tadi murung terus deh, apa karna ngga satu kamar sama bu Rita juga sama pak bayu?!" tanya bi Surti membuat Naura membelalakan mata.


"ngga lah bi, iyaa kali aku mau tidur satu kamar sama mas Bayu sama mbak Rita. bisa-bisa aku ternoda bi" jawab Naura dengan terkekeh kecil.


"ternoda gimana non?" tanya bi Surti bingung.


"iyaa lah bi, nanti kalo aku denger suara-suara aneh atau melihat sesuatu yang ga seharusnya aku lihat kan berarti aku juga ternoda bi" jawab Naura sambil memasukkan kue bawang dan juga biji ketapang secara bersamaan.


bi Surti pun terkekeh mendengar perkataan Naura, ia mengerti apa yang dimaksud oleh nonanya tersebut.


"wajar lah non, non kan sudah dewasa" jawab bi Surti membuat Naura menggelengkan kepala ga cepat.


"iyaa tapi ga liat langsung prakteknya bi, bisa tercemar otak aku. mana ngga punya pasangan" jawab Naura membuat bi Surti terkekeh kecil.


"makanya non jangan jomblo terus, cepetan cari pacar" jawab bi Surti membuat Naura mengerucutkan bibir.


"males lah bi, kalo punya pacar berurusan sama mas Bayu terus" jawab Naura dengan sediki kesal mengingat mantan kekasihnya dulu selalu menjauh secara tiba-tiba karna Bayu.


"berurusan gimana?" tanya bi Surti penasaran. Naura pun menceritakan semuanya pada bi Surti apa yang dilakukan Bayu ketika teman lelakinya bertemu dengan Bayu. bi Surti pun terkekeh mendengar perkataan Naura yang sambil mencebikkan bibir.


"itu namanya pak Bayu sayang sama non Naura, menjaga non Naura dari pria-pria yang ga benar diluar sana" jawab bi Surti membenarkan sikap Bayu.


"iyaa tapi ga sampai segitunya kali bi, jadi kan lelaki juga pada takutkan Deket sama aku. karna mas Bayu yang galaknha seperti itu" jawab Bayu mencebikkan bibirnya.


"yasudah terima aja atuh, lagian mending non Naura sekolah dulu yang benar. raih cita-cita setinggi mu gkin seperti apa yang dikatakan mas Bayu, masalah jodoh itu sudah ada yang mengatur. nanti kalo sudah bertemu jodohnya, pasti akan segera dihalalkan" jawab bi Surti dengan tersenyum membuat Naura tersipu mendengar perkataan bi Surti.


"iyaa bi amiinn" jawab Naura singkat dengan mata berbinar begitupun dengan bi surti yang melakukan hal yang sama.


________________________________________


hai guys, jangan lupa baca cerita TEGANYA KAU BERIKAN RASA SAKIT DAN BAHAGIA SEVELMCARA BERSAMAAN! ya?! jangan lupa like, komen, dan juga vote. oke?!

__ADS_1



__ADS_2