
kita lihat keadaan Bu sari yang berada didalam sebuah perkampungan kecil yang berada di negara yang ia tempati tersebut, ia hidup seorang diri berada jauh dari tetangga. meskipun selalu diawasi oleh orang suruhan dari Bayu, namun itu tidaklah berarti apapun untuk bu sari yang tidak mengetahui hal tersebut.
"sial, bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat ini. beberapa Minggu disini aja kulitku sudah mulai kusam dan juga sudah mulai menghitam, mana makan juga seadanya bahkan aku harus memasak sendiri dengan tungku ini. jika begini terus aku akan mati disini" gumamnya dengan nada bersunggut.
kini ia pun harus berusaha payah mencari makan dengan apa yang tersedia dihalaman rumah tersebut yang sudah ditumbuhi banyak tanaman dan juga sayur mayur untuk ia memasak, semantara untuk lauk lainnya anak buah Bayu akan memberikannya seminggu satu kali. itu pun hanya setengah ekor ayam dan sekilo ikan mentah yang harus ia olah sendiri.
Bayu sama sekali tak tanggung-tanggung memberikan hukuman untuk ibu yang telah merawat nya dari kecil tersebut, sekaligus ibu yang telah memberikan luka yang amat besar dalam hatinya.
mungkin sebagai anak ia lebih rela mengetahui jika orang lainlah yang menyebabkan kematian ayah dan ibu kandungnya bukan seorang ibu yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri seperti Bu sari, tapi Allah berkata lain. semua sudah dibuka oleh-Nya dengan kuasa yang ia keluarkan, sekarang beginilah nasib dari Bu sari yang menerima hukuman dari seorang Bayu Adipura.
"aaakkkhhh Bayu, anak kurang ajar!! sudah aku rawat malah membuatku susah" teriaknya dengan sangat kencang.
semantara dikantor Bayu masih berkutat dengan pekerjaannya, ia ingin segera selesai karna ingin cepat pulang dan bertemu dengan istri dan juga anaknya yang sudah menunggu dirumah.
"ndi, gimana dengan bu sari didesa itu?" tanya Bayu pada Andi yang mengurus segala hal tentang ibu angkatnya tersebut.
"tidak ada yang aneh, hanya menurut anak buahku dia sering kali berteriak tidak jelas didalam rumah itu meluapkan kekesalannya terhadap kamu Bay. " jawab Andi yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Bayu.
"menurut kamu gimana ndi, aku pun merasa bersalah pada ibu sebetulnya. biar gimana pun dia lah yang merawatku sejak kecil semenjak ibu kandungku tidak ada, bukankah aku termasuk anak yang sudah durhaka pada ibu yang sudah merawatku?" tanya Bayu pada Andi yang hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"ntah lah bay, aku juga juga ngga mengerti ko soal itu. tapi andai aku diposisi kamu, mungkin aku akan berfikir bahwa apa yang aku lakukan ini ngga sebanding dengan apa yang dilakukan olehnya pada kedua orangtua ku. yaa andai hanya dikucilkan itu sudah lebih bagus dibanding aku harus menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri sebagai ganti dari nyawa kedua orangtuaku" jawab Andi membuat Bayu semakin membelalakan mata tak menyangka dengan jawaban temannya tersebut.
__ADS_1
"ngaco kamu ndi, mana mungkin aku membunuh ibu sari. aku ngga mau mengotori tanganku dengan hal seperti itu, lebih baik tangan ku ini aku gunakan untuk menadahkan tangan kepada sang pencipta" jawab Bayu membuat Andi terkekeh kecil.
"itulah, meskipun Bu sari orang sangat jahat tapi aku salut karna beliau bisa merawatmu dengan sangat baik" jawab Andi membuat Bayu tersenyum.
"iyaa kau benar ndi, bahkan yang aku tau jika ibuku itu adalah orang yang sangat taat beragama dan menjalankan kewajibannya. ternyata semua itu hanya perubahannya bahkan hanya sesaat" jawab Bayu yang juga disetujui oleh Andi.
"benar, yang aku lihat ya. sebetulnya ibu sari sudah mulai berubah semenjak ayahmu meninggal tapi ntah bagaimana ceritanya sampai ia bisa menjadi sosok yang seperti dulu. kamu anaknya aku yakin pasti kamu tau bagimana keseharian ibu u sewaktu dirumah" jawab Andi membuat Bayu menatap sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kamu benar ndi, apa selama ini aku yang salah ya karna tak terlalu memperdulikan ibu sehingga ibu merasa aku abaikan dan jadi mudah terhasut oleh Maura. jadi, dia membenciku dan juga Rita sebagai menantunya" jawab Bayu dengan analisisnya sendiri.
"bisa jadi seperti itu, tapi itu juga baru perkiraan kita aja bay. masih banyak kemungkinan lain yang terjadi" jawab Andi membuat Bayu menyertiakan kening.
"maksud kamu bagaimana ndi?" tanya Bayu penasaran.
"iyaa mungkin aja si, tapi apa mungkin ibu seperti itu" kata Bayu yang merasa tak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Andi.
"yaa aku juga gatau lah bay, kan kamu yang satu rumah olehnya dia kan juga orangtua kamu. gimana sih" jawab Andi dengan nada sewot.
"yaa biasa aja kali ndi, iyaa juga si kamu benar juga si. aku malah ngga kepikiran sampai sana loh ndi" jawab Bayu membuat Andi memutar bola mata malas.
"kamu kan memang selalu ngga pernah berfikir buruk sama orang bay, nah tapi kalo kamu udah tau dengan jelas keburukannya baru deh kamu bertindak. selalu seperti itu, telat!!" jawab Andi yang sudah semakin sewot dengan Bayu.
__ADS_1
Bayu pun terkekeh kecil mendengar perkataan asisten sekaligus sahabatnya tersebut.
"makan siang dulu yuk, keluar deh yuk. aku yang teraktir nih" kata Bayu sambik merapihkan beberapa berkas diatas mejanya.
Andi pun hanya menganggukan kepala pasrah diajak oleh sang bos dan langsung mengikuti keluar dari ruangan tersebut menuju ke lantai bawah.
"kita makan di restoran sushi ya ndi, aku udah lama ngga makan disana. lagi pengen" kata Bayu yang langsung diangguki oleh Andi.
"Yaya baiklah, apa pun untuk bosku" jawab Andi membuat Bayu terkekeh kecil.
"eehh ndi kamu ngomong-ngomong kapan nikahnya, emangnya belum ada yang cocok ya" kata Bayu pada Andi yang mengendarai mobil disebelahnya.
"belum, aku masih harus menyeleksi satu persatu wanita. aku ingin yang kesabarannya seluas samudra sepeti Rita, agar bisa menerimaku apa adanya" jawab Andi membuat Bayu membulatkan mata.
"mana ada, istriku itu langka. andai banyak yang seperti itu, pasti hanya berpura-pura karna tergiur dengan harta" jawab Bayu membuat Andi langsung menyetujui ucapannya.
"kamu benar bay, aku pun pernah dekat dengan wanita semacam itu. kapok aku bay, sudah habis banyak eh tau nya penghianat" kata Andi menundukkan kepala dan meninju setir yang ada didepannya.
"hahaha sial berarti kamu itu ndi, Alhamdulillah aku dapat istri yang baik ya sangat amat baik kaya Rita. apalagi dia bisa menjadi penengah untukmu juga" jawab Bayu membuat Andi memutar bola mata malas.
"kalian berdua itu sama sih, sama-sama naif. selalu ngga pernah berfikiran buruk sama orang makanya ular keket banyak yang dengan gampang mendekati kamu karna istrimu juga welcome dengan mereka yang punya maksud tak baik" .....
__ADS_1
bersambung.....