
"terimakasih ya Bu sudah antar Rita sampai kamar, padahal Rita bisa sendiri loh Bu" kataku pada ibu mertua setelah sampai didepan pintu kamar.
"gapapa Rita, biar lebih aman. ibu mau memastikan kamu aman sampai didepan kamar" jawab ibu mertua disertai senyuman.
"yaudah Rita masuk dulu ya Bu, Rita mau mandi mau istirahat dulu biar nanti siang bisa masak buat makan siang kita" jawabku pada ibu mertua.
"iyaa, ibu juga mau nemuin Naura mungkin dikamarnya dan mau lihat Maura sudah jalan atau belum. kamu istirahat aja, nanti siang biar ibu yang masak. kamu gausah khawatir" jawab ibu mertua membuatku tersenyum dan menganggukan kepala, ibu mertua pun pergi dari hadapanku berlalu menemui Maura memastikan Maura jadi pergi atau tidak.
aku pun masuk kedalam kamar, kemudian berlalu kekamar mandi. karna sebenernya dari tadi aku sudah menahan untuk buang air kecil, sekaligus mandi karna sangat gerah setelah jalan-jalan dan berjemur ditaman bersama ibu tadi.
dua puluh menit kemudian aku pun selesai dengan ritual ku dikamar mandi, tubuhku sudah segar dan akupun sudah fresh kembali. aku duduk dipinggiran kasur menyandarkan punggung pada sandaran kasur dengan kaki menyelonjor agar lebih rileks. kemudian aku memeriksa handphoneku yang dari tdi aku simpan diatas nakas, tak ku bawa saat ketaman tadi.
aku mencoba menghubungi mas Bayu, ternyata tak diangkat, mungkin mas Bayu masih menyelesaikan pekerjaannya. tapi tumben sekali mas Bayu lembur dikantor, biasanya jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan mas Bayu akan membawanya kerumah.
aku mencoba tak berfikiran macam-macam pada mas Bayu, aku hanya berharap semoga mas Bayu bisa pulang lebih cepat dari biasanya.
aku pun memutuskan untuk membaca novel untuk menghibur rasa sepi yang melanda ini, aku cari cerita menarik yang akan ku baca. banyak cerita bagus sehingga aku lebih dulu menaruhnya pada pustaka sebagai list jika aku sudah selesai membaca pada novel yang lain.
setelah satu jam membaca mata pun terasa mengantuk, aku pun tertidur masih dengan posisi memegang handphone berada digenggaman.
aku terbangun tepat pukul setengah dua belas siang, satu jam setengah aku tidur. merasa puas efek kelelahan karna jalan pagi. aku pun segera bergegas bangun mengambil wudhu, sambil menunggu azan Zuhur aku putuskan untuk mengaji lebih dulu. ku baca surat Yusuf, bergantian surat Maryam setelah sholat Maghrib.
tak lama, suara azan Zuhur terdengar. aku pun segera menutup mushaf Alquran lali bersiap untuk sholat Zuhur. setelah selesai aku pun turun kedapur untuk membantu ibu memasak makan siang.
"eehh ada angin apa nih, Naura bantu ibu didapur?" kataku melihat Naura dan ibu yang sudah berada didapur mulai memasak makan siang.
__ADS_1
"iihh mbak Rita mah suka gitu deh, aku kan cuma mau bantu aja mbak" jawab Naura dengan bibir mencebik kesal.
"iya, tumben. biasanya juga sibuk sama handphone, kalo ngga ya nonton tv sambil ngemil" jawabku sambil mengambil sayuran yang akan aku bersihkan, membatu mengerjakan hal yang bisa aku kerjaan. dari pada bengong sendiri.
"emang kenapa si mbak, aku liat ibu mau masak sendiri makanya aku mau bantu. tapi karna sekarang udah ada mbak Rita jadi yaa aku seperti biasa, membantu dengan doa" kata Naura membuat kami bertiga terkekeh.
"hahaha kamu ini, selalu aja begitu. tapi gamau kalo dibilang tumben" kataku menggelengkan kepala.
"hehehe biarin weekk" katanya sambil berlalu menuju ruang tv. aku dan ibu mertua pun menggelengkan kepala melihat tingkah Naura.
"biasa begitu ya rit, udah besar tapi masih bertingkah seperti anak kecil" kata ibu mertua sambil mengupas bawang.
"biasa itu Bu, aku juga dulu begitu waktu masih tinggal bersama orangtuaku. yaa itulah kesan manja kami sebagai seorang anak pada orangtuanya Bu, karna setelah menikah jangankan untuk bermanja sama orangtua datang kerumah orangtua aja berasa menjadi tamu Bu" jawabku sambil memotong sayuran yang sudah aku cuci.
"iyaa betul, ibu juga dulu merasakan. walaupun orangtua kita tetap merasa memanjakan kita, tapi kadang perlakuan mereka terasa beda untuk kita. makanya sebenernya peran seorang mertua sangat penting, karna sebagai ibu pengganti untuk menantu perempuannya" jawab ibu mertua, aku hanya menganggukan kepala.
"tentu saja, kamu ga perlu khawatir. ibu pasti menemani kamu disaat-saat baru menjadi seorang ibu. itu kewajiban ibu" jawab ibu mertua.
"terimakasih Bu" jawab ku.
"sama sama, sudah kita masak dulu. mengobrol ya nanti lagi jika sudah selesai, nanti malah ngga selesai-selesai masaknya" kata ibu mertua membuatku tertawa dan menganggukan kepala.
satu jam kemudian masakan pun sudah terhidang, aku Naura dan ibu mertua pun sudah berada pada tempat kami masing-masih. kami memulai makan siang dengan saling mengobrol.
"Maura tdi jadi keluarnya Bu?" tanyaku pada ibu mertua.
__ADS_1
"jadi rit, tadi ibu mau mengeceknya kedepan ternyata dia sudah tidak ada" jawab ibu mertua membuatku menganggukan kepala.
"memang kemana dia?" tanya Naura
"ntah, katanya akan pergi sama temannya" jawab ibu mertua. naurapun hanya menganggukan kepalanya tanpa bertanya lagi.
"Bu, nanti malam sepertinya aku ingin makan tumis kangkung seafood Bu. ada gak ya bahannya? sepertinya Minggu ini kita belum belanja" kataku pada ibu mertua.
"iyaa kita memang belum belanja, semuanya sudah habis. hanya ada telor aja dikulkas rit" jawab ibu mertua.
"oohh gituu, gimana setelah makan siang kita belanja ke supermarket Bu?" tanya ku pada ibu mertua yang masih menikmati makanannya.
"boleh, kamu ikut tidak nau?" tanya ibu mertua pada Naura.
"boleh kah? kalo boleh, dengan senang hati Naura pasti ikut" jawab Naura dengan riang.
"biasa deh pasti ada maunya" jawabku mendengar celoteh Naura.
"mbak tau aja deh, cemilan sama sama handbody aku abis mbak. gimana dong" kata Naura dengan wajah dibuat melas.
"yaudah nanti kamu ikut, tapi kamu harus menjaga Rita sewaktu disana jangan tinggalkan ia sendirian. gimana?" kata ibu mertua.
"beres itu Bu, yang penting cemilan kamar aku terisi penuh" jawab Naura dengan semangat.
aku dan ibu mertua pun hanya menggelengkan kepala. tak lama kami semua pun selesai makan, bekas makan kali ini diberekan dan dicuci oleh Naura sedangkan lauk sisa makan siang kami kami simpan diatas meja makan karna tempat lauknya menggunakan yang ada penutupnya jadi bisa lebih mudah.
__ADS_1
kami bertiga pun segera bersiap untuk pergi ke supermarket, aku mengganti sendal rumahku dengan sepatu kets tanpa hak yang lebih nyaman aku gunakan serta mengambil tas berisi dompet dan juga handphone yang tak pernah lupa aku bawa kemanapun. setelah semua terbawa aku kembali melangkahkan kami menuruni tangga.