
karna terlalu lelah Rita pun terbangun pukul empat sore, ia pun bergegas membersihkan diri dan melakukan sholat asar. setelah selesai, ia pun memeriksa sang anak yang tertidur dalam boks bayi, setelahnya ia pun keluar dari kamar dan merebus air untuk mandi sang anak.
"mbak, baru bangun?" tanya Naura yang masuk kedapur dan mengambil air dingin didalam kulkas.
"iyaa nau, kesorean bangunnya. ini lagi rebus air buat mandi keena, kamu juga baru bangun?" jawab Rita. Naura pun menggelengkan kepala.
"ngga mbak, tadi aku bangun pas jam tiga kurang si. cuma belum keluar kamar aja tadi, baca novel dulu baru keluar tadi abis sholat" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"Alhamdulillah kalo udah sholat, ini tolong diliatin dulu ya nau. kalo udah mendidih nanti tolong di ruang ke bak keena terus kasih air dingin ya nau, sesuaiin suhunya" kata Rita memberi perintah pada Naura.
"okee mbak, Naura nunggu diruang tamu deh nanti biar kedengaran suaranya kalo udah mendidih" jawab Naura melangkah kan kaki me ruang tamu dan menyalakan tv.
Rita pun kembali masuk kedalam kamarnya dan menyiapkan pakaian dan peralatan setelah mandi untuk keena, setelahnya ia pun menghampiri sang anak yang masih tertidur. kemudian membuka bajunya dengan perlahan, hingga anaknya menggeliat dan membuka mata.
"anak mana keganggu ya tidur ya? maaf ya, sekarang udah sore harus mandi sayang" kata Rita bergumam kecil pada sang anak.
melihat anaknya yang hanya bisa mengedipkan matanya membuat Rita terkekeh lucu dengan tingkah sang anak.
ia pun keluar dari kamar menuju kamar mandi yang berada didekat dapur, ia melihat Naura yang sedang menuang air dingin pada bak mandi yang biasa keena pakai. setelah dirasa suhunya cukup, Rita pun mulai memandikan sang anak.
keena pun sudah wangi dan cantik dengan pakaian tidur yang ia kenakan, mereka sedang menunggu Bayu yang sebentar lagi akan sampai dirumah.
"yaampun wangi banget si kamu keena" kata Naura terus menciumin keena dengan gemas.
"udah dong nau, kalo kamu ciumin mulu nanti dia hilang wanginya terus ganti jadi bau kamu" jawab Rita membuat Naura memandang sinis sang kakak ipar.
"enak aja, Naura juga wangi kali mbak. Naura kan juga udah mandi" jawab Naura dengan ketus.
"ohya? kapan mandi?" tanya Rita menggoda sang adik ipar.
"sebelum sholat asar tadi Naura mandi dulu loh, mbak jngan salah" jawab Naura dengan senyum tipis di bibirnya.
"oh iya kah? bagus lah kalo gitu" jawab Rita dengan santai membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
"mbak Rita iiihhh" rengek Naura membuat Rita terkekeh.
"kaya anak kecil aja kamu nau, cuma dikaya gituin aja merengek" jawab Rita membuat Naura semakin memajukan bibirnya.
"mas Bayu lama banget si ya pulangnya" kata Naura membuat Rita menyeritkan kening.
"emang sekarang jam berapa?" tanya Rita dengan penasaran.
__ADS_1
"hampir setengah enam mbak, tapi tumben mas Bayu belum pulang" jawab Naura melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"mungkin masih dijalan, lebih baik kita tunggu aja sebentar lagi" jawab Rita membuat Naura terpaksa mengiyakan perkataan Rita.
"Salma, dini sama Nana apa kabar ya nau?" tanya Rita dengan wajah penasaran.
"mereka baik-baik aja kok mbak, setiap hari kami masih saling chat kok" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"suruh lah mereka sesekali main kerumah nau, biar kita ga seperti orang kesepian begini" kata Rita terdengar pelan.
" iyaa mbak insyaallah nanti aku suruh main kerumah,lagian baru kemarin pulang udah disuruh main kesini lagi aja. nanti kita tekor mbak" jawab Naura dengan kesal mengingat ketiga sahabatnya selalu saja membuat Rita mengeluarkan uang.
"yaa gapapalah nau, namanya juga tamu. kan harus dijamu dengan baik" jawab Rita membuat Naura mengerucutkan bibir.
"tapi kalo mereka bertiga itu malah cari kesempatan mbak" jawab Naura singkat dan pelan.
"ngga boleh begitu nau, ngga ada salahnya lagi kita menjamu tamu dengan banyak makanan. malah berkah untuk kita" jawab Rita dengan bijak.
"iyaa sudahlah mbak terserah mbak Rita aja" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.
"terdengar suara motor Bayu yang biasa ia pakai, keduanya nya menoleh keasal suara. terlihat betul dan sedang membuka helm dan jaketnya kemudian melangkahkan kaki mendekati Naura dan juga Rita yang berada diruang tamu.
"assalamualaikum" salam Bayu.
"Alhamdulillah, kirain belum pada pulang. ternyata udah sampai duluan" jawab Bayu dengan senyum yang lebar.
"iyaalah mas, kita juga galama perginya. iyakan mbak?" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.
"iyaa mas, tadi jam satu kita udah sampe rumah" jawab Rita membuat Bayu tersenyum dan menganggukan kepala.
"yaudah kalo gitu aku bersih-bersih dulu ya, seperti biasa nanti abis makan malam ada yang mau mas omongin sama kalian berdua. terutama kamu nau" kata Naura kemudian melangkahkan kaki meninggalkan kedua perempuan tersebut.
"kenapa ya nau?" tanya Rita penasaran, Naura pun hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"mbak masuk dulu deh siapin baju mas Bayu"lanjut Rita melangkah memasuki kamar dengan menggendong keena.
setelah kepergian kedua kakaknya Naura pun sibuk menerka-nerka dalam pikirannya apa yang akan dikatakan oleh Bayu padanya dan juga Rita.
"apa jangan jangan mas Bayu udah memutuskan untuk mengelola perusahaan milik ayah" gumam Naura dengan lebarkan senyumnya.
"kalo bener berarti aku harus hubungi ibu, tapi nanti ajalah biar ibu tau sendiri kali ya. tapi apa iya mas Bayu mau ngirus perusahaan ayah?" gumam Naura dalam pikirannya.
__ADS_1
Naura pun tak mau mengambil pusing, ia pun memasuki kamarnya sendiri untuk bersiap sholat Maghrib.
ketiganya pun kembali berkumpul diruang tamu setelah melakukan sholat isya, saat ini mereka sedang menunggu makanan yang dipesan oleh Rita yang akan menjadi menu makan malam ketiga orang tersebut.
"mas Bayu tadi mau ngomong apa sih? kayanya penting ya?" tanya Naura pada Bayu yang menganggukan kepala.
"penting si, seharusnya ada ibu juga disini. tapi nanti mending kamu aja yang kabarin ibu ya nau" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.
"iyaa, tapi apa sih mas?" tanya Naura penasaran.
"nanti setelah makan malam, tuh kayanya ojek onlinenya udah Dateng." jawab Bayu melangkah mendekati ojek online yang berada didepan rumahnya.
setelah mengambil makanan pada ojek online Bayu pun memberikan makanan tersebut pada Rita untuk disusun dimeja makan, Naura dan Bayu mengikuti Rita dari belakang sambil Bayu menggendong keena ditangan kanannya.
ketiganya makan dengan hikmat tanpa ada pembahasan lagi, setelah selesai makan ketiga nya terlihat duduk diruang tamu sambil menunggu apa yang akan dikatakan oleh Bayu.
"begini nau, mas udah memutuskan untuk menggantikan om Handoko" jawab Bayu membuat Naura membulatkan matanya.
"kenapa harus digantikan mas? emang om handoko melakukan kesalahan apa?"tanya Naura penasaran, Rita yang mendengarnya pun semakin bingung dengan perkataan suami dan adik iparnya.
"bukan, bukan gitu. selama ini kan om Handoko yang memegang perusaah ayah, nah sudah beberapa kali om Handoko meminta mas untuk menggantikan posisi beliau karna umur beliau yang sudah terlalu sepuh untuk menguru perusahaan" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.
"jadi kalian itu sebenarnya punya perusahaan sendiri? tapi kenapa kamu jadi staf dikantor itu mas?" tanya Rita yang penasaran.
"mas Bayu belum pernah cerita sama mbak Rita kalo ayah punya perusahaan besar? dan alasan mas Bayu ngga mau ngurus perusahaan ayah?" tanya Naura membuat kedua nya menggelengkan kepala.
"maafin mas ya rit, seharusnya mas cerita. tapi mas memang belum siap menceritakannya sama kamu" jawab Bayu. Rita hanya menatap datar sang suami.
"lalu sekarang gimana mas?" tanya Naura.
"mas udah ambil keputusan untuk mulai memegang perusahaan itu dengan tangan mas sendiri nau" jawab Bayu dengan yakin.
"bagus lah kalo mas Bayu mau mengelola perusahaan itu, aku fikir pun kasian juga kalo harus om handoko yang mengurusnya sementara umurnya juga sudah terlalu tua. seharusnya ia bisa menikmati masa tuanya dengan bermain sama cucunya." jawab Naura membuat Bayu menganggukan kepala.
"iyaa mas juga sempat kepikiran kesana, makanya mas udah mutusin buat mulai masuk keperusahaan kita" jawab Bayu. Naura pun hanya menganggukan kepala mendengar pernyataan sang kakak.
"kamu ngga marah sama mas kan sayang?" tanya Bayu pada Rita.
"ngga kok mas, makanya Rita sempat bingung waktu mas kasih black card waktu itu. ingetkan waktu pertama kita nikah?" jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala.
"iyaa aku ga nyangka, aku kira kamu memang hanya staf biasa ternyata punya perusahaan juga. makanya kamu bisa kasih aku black card seperti itu" jawab Rita membuat Naura dan juga Bayu tersenyum.
__ADS_1
"iyaa tapi card-nya dipatahin" jawab Naura membuat rita tersipu sedangkan Bayu terkekeh melihat wajah memerah sang istri.