
setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit, mereka pun tiba dihalaman kantor polisi tempat dimana Maura ditahan. ketiganya pun turun dari mobil membuat para polisi yang melihatnya pun terheran melihat ketiga orang yang datang dengan pakaian rapi dan juga mobil yang begitu mewah.
"ayok kita masuk sayang, nau" kata Bayu mengajak dua perempuan dihadapannya masuk kedalam kantor polisi tersebut. Naura dan juga Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, keduanya pun mengikuti Bayu yang sudah lebih dulu berjalan meninggalkan dia perempuan tersebut dibelakangnya.
"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya salah satu polisi yang ternama Dimas di dadanya.
"iyaa kami ingin mengunjungi saudari Maura, apakah bisa?" tanya Bayu dengan sopan oada polisi tersebut.
"maaf pak, tapi ini bukan jam kunjungan. silahkan balik lagi besok pagi sekitar pukul sembilan sampai jam sebelas siang" jawab polisi tersebut dengan nada tegas tapi sopan.
"oohh gitu, baiklah kalo gitu izinkan saya bertemu dengan Kombes Zainal. bisakan?" tanya Bayu kembali pada polisi tersebut yang langsung menganggukan kepala dan menelpon ke ruangan seorang Kombes tersebut.
"bisa pak, silahkan. mari saya antar ke ruangan pak Kombes" jawab polisi Dimas mengantarkan Bayu ke ruangan kombes Zainal.
"terimakasih pak" jawab Bayu sambil mengikuti langkah pak Dimas dari belakang.
"mas, Kombes Zainal itu siapa? kenapa mas bisa kenal?" tanya Rita pada Bayu dengan berbisik.
"Kombes Zainal itu orang yang bertugas disini sayang, udah kamu tenang aja aku yakin kita pasti bisa bertemu Maura saat ini juga. biar urusan kita juga cepat selesai" jawab Bayu dengan berbisik juga, membuat Rita dan Naura pun menganggukan kepala mereka berdua.
"silahkan pak, ini ruangan pak Kombes" kata polisi Dimas ketika mereka sudah berada didepan ruang Kombes.
"terimakasih pak" jawab Bayu dengan senyum yang diikuti oleh Naura dan juga Rita tersenyum pada polisi Dimas.
"sama-sama, kalo gitu saya permisi" jawabnya dengan setengah membungkuk.
"iyaa pak" jawab Bayu singkat. setelah pak Dimas meninggalkan ketiga orang tersebut, ketiganya pun mengetuk pintu dan memasuki ruangan tersebut setelah dipersilahkan oleh pemilik ruangan.
"mari masuk pak Bayu, silahkan" kata Kombes Zainal pada Bayu yang tersenyum menatap polisi senior tersebut.
"terimakasih pak, kedatangan kami kesini itu sebenarnya ingin menjenguk saudari kami yang bernama Maura. apakah bisa pak?" tanya Bayu dengan sopan pada Kombes Zainal.
"oohh bisa pak bisa tentu saja, sebentar saya panggilan dulu ya pak" kata pak Zainal memanggil salah satu anak buahnya melalui telpon untuk membawa Maura keruangannya.
__ADS_1
"jadi bagaimana? apakah kalian juga akan memberikan keterangan untuk menyempurnakan bukti yang sudah kalian kumpulkan?" tanya Kombes Zainal.
"jika diperlukan, kami akan memberikan keterangannya pak. iyakan sayang? Naura?" tanya Bayu pada Rita dan juga Naura yang tersenyum dan menganggukan kepala.
"baiklah, kalo gitu setelah ini kita mulai pemeriksaan" jawab Kombes Zainal dengan wibawa yang sangat terlihat.
tak lama salah satu anak buah pak Zainal pun membawa Maura yang tangannya diborgol kehadapan Kombes Zainal dan juga Bayu dengan Rita dan Naura.
"Maura, lihat siapa yang datang" kata pak Kombes pada Maura yang menundukkan kepala, Maura pun mengangkat kepalanya secara perlahan kemudian ia pun terbelalak mendapati Bayu, Rita dan juga Naura dihadapannya.
"untuk apa kalian kesini? kalian pasti mau menertawakan aku kan?" tanya Maura dengan nada ketus.
"jangan keegran, kami kesini memang untuk memberikan keterangan pada polisi yang menangani kasus kamu" jawab Bayu dengan tak kalah ketus.
"kenapa kamu tega melakukan ini pada ku mas, padahal aku ini adikmu" kata Maura menatap dalam Bayu yang masih duduk dengan tenang dihadapan Kombes Zainal.
"seharusnya aku yang bertanya itu padamu Maura, kenapa kamu tega melakukan itu padaku sebagai kakak lelakimu? kenapa? Rita itu kakak iparmu dan keena adalah keponakanmu, apa salah mereka sampai kamu tega ingin mencelakai kedua orang yang sangat berarti dalam hidupku" jawab Bayu membalas tatapan maura dengan tajam.
"tak ada cinta dihatimu Maura, yang ada hanya obsesi. obsesi karna aku pewaris kekayaan Adipura, sedangkan kamu? kamu adalah anak yang dibuang oleh ibu kandung mu sendiri kepanti asuhan. lalu ditemukan oleh ayahku, yang ternyata kamu adalah anak kandung ibu sari. ibu kandung dari Naura, yang berarti adalah ibumu juga. benar begitu Maura?" jawab Bayu dengan menekan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya, membuat Maura membelalakan mata.
"ke-kenapa kamu bisa tau mas?" tanya Maura dengan terbata-bata.
"apa si yang ga bisa aku tau? bahkan aku tau kamu sengaja menjadikan itu alat untuk mempengaruhi ibu kan? sekarang ngga akan ada lagi yang bisa bantu kamu, karna ibu juga sudah aku kucilkan di desa terpencil dinegara ini. karna diapun sama jahatnya denganmu, kalian sama-sama iblis" jawab Bayu dengan berteriak kencang dihadapan semua orang termasuk Kombes Zainal.
"sabar pak Bayu, semuanya bisa dibicarakan baik-baik" kata pak Kombes berusaha menenagkan Bayu yang sedikit kalap.
"biar dia tau pak, biar dia sadar dia berurusan dengan siapa" jawab Bayu menatap tajam pada Maura yang berusaha setenang mungkin menghadapai Bayu.
"nau, sekarang kamu udah tau kan kalo aku kakak kandung kamu. tolong bebaskan aku nau, tolong sewakan pengacara handal untukku. aku mohon nau" kata Maura pada Naura yang langsung membuang muka sebagai jawaban.
"liat, bahkan adik kandungmu pun tak ingin melihat wajah sampahmu itu Maura kasihan sekali kamu ya dari lahir tak pernah diharapkan oleh siapapun, bahkan hingga sampai sekarang pun sama" jawab Bayu dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hati Maura.
"cukup mas, kamu ga berhak menghina aku seperti itu! Naura, kamu yakin ngga mau membantu kakak kandung kamu dan lebih memilih membela sepasang suami istri sombong ini? jangan menyesal nau" kata Maura pada Naura yang langsung menatap kakak perempuannya itu dengan tatapan mengejek.
__ADS_1
"kapan aku pernah menyesal? coba katakan, dibagian mana aku harus menyesal? kamu memang pantas berada didalam disini, bahkan selamanya. aku sama sekali ngga peduli dengan kamu disini, andai bukan karna mbak Rita dan mas Bayu yang memintaku kesini aku gaakan pernah Sudi menginjakkan kakiku kesini apalagi untuk menemui kamu" jawab Naura dengan kata-kata yang tak kalah menohok.
"kurang ajar sekali kamu nau, bisa-bisanya kamu berkata seperti itu pada kakak kandungmu sendiri. sombong kamu nau!" jawab Maura menatap tajam Naura dan Rita secara bergantian.
"oohh pasti ini semua karna hasutan perempuan sundal ini, iyakan nau! jangan mau nau, dia pasti hanya akan memeperalat kamu" lanjut Maura memanas manasi Naura.
"aku lebih tau bagaimana mbak Rita dibanding kamu yang seorang penjahat, kamu dan ibu itu sama. sama-sama iblis berwujud manusia" jawab Naura dengan mata berkaca-kaca.
"apa maksudmu, kesalahan apa yang udah ibu perbuat sampai kalian berkata begitu tentang ibu kalian sendiri" tanya Maura dengan wajah penasaran.
"sudahlah nau tak perlu dijelaskan, biarlah dia mati penasaran karna tingkahnya dan juga ibu" kata Bayu yang langsung diangguki oleh Naura.
"dan kamu, stop mengatakan istriku wanita Sundal. lihatlah, dari tadi bahkan dia hanya diam mendengarkan perdebatan kita tapi kamu terus saja memojokkannya. kamu sudah salah tapi tak pernah mau mengakui kesalahannu sendiri" lanjut Bayu menatap maura semakin tajam.
"sudah cukup, pak tolong kembali bawa maus kedalam selnya" kata Kombes Zainal pada anak buahnya yang langsung membawa pergi Maura dari hadapan ketiga orang tersebut.
"maaf ya pak Bayu saya harus menyudahi ini sebelum semakin memanas, karna saya yakin ucapan Maura hanya akan bertahan hingga disitu situ saja" kata pak Kombes pada Bayu.
"gapapa pak, saya yang malah minta maaf karna sudah membuat keributan diruangan bapak" jawab Bayu membuat pak Kombes Zainal terkekeh.
"gapapa pak Bayu santai aja, lagipula lebih aman disini dibanding diluar nanti menjadi tontonan orang lain" jawab pak Kombes membuat Bayu menganggukan kepala dan tersenyum.
"kalo gitu kita langsung aja keruang pemerikasaan pak, langsung bertiga aja ya. karna saya tau kalian ounya bagi dan ga punya waktu banyak untuk saat ini" kata pak Kombes membuat Rita tersenyum dan menghela nafas lega.
"baik kalo gitu pak, mari" kata Bayu mempersilahkan Kombes Zainal berjalan didepannya.
"terimakasih pak Bayu, mari kita sama-sama" jawab Kombes Zainal membuat Bayu terkekeh kecil.
keempat orang tersebut pun melangkahkan kaki menuju ruang khusu pemeriksaan, hampir dua jam ketiga ya diberikan banyak pertanyaan oleh kepala penyidik. akhirnya ketigannya pun keluar ruangan tersebut dengan wajah lega, kemudian mereka pun pulang menuju rumah yang didampingi oleh Kombes hingga menuju keparkiran kepolisian.
________________________________________
langsung up dua episode ya, takut nanti ngga sempet up🙏😊
__ADS_1