Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus11.


__ADS_3

hari-hari pun berlalu, tepat satu Minggu sudah ibu Rita berada dirumah anak dan mertuanya. hari ini mereka memutuskan untuk pulang kerumah mereka dikota adal kedua orang tersebut.


"jika ada masalah selesaikan baik-baik nak, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan emosi" pesan ibu Rita pada anak perempuannya ketika keduanya tengah mempecking barang yang akan dibawa oleh ibu Rita.


"Rita hanya kesal aja dengan mas Bayu Bu, dia bersikap semuanya setalah posisinya berada sebagai pemimpin ya puncaknya ketika ia sudah resmi diangkat menjadi CEO diperuhan keluarganya. Rita benar-benar merasakan banyak yang disembunyikan oleh mas Bayu Bu" jawab Rita dengan menundukkan kepala.


"iyaa, tapi mungkin sebelumnya kan kamu bisa membicarakan dulu pada suamimu nak. bicarakan dengan baik-baik dengan kepala dingin, ibu yakin ada sesuatu yang menyebabkan Bayu menjadi seperti ini. ya betul seperti apa yang ia bilang, sebagai pemimpin dia harus bisa tegas kepada anak buahnya atau kepada siapapun. karna banyak tanggung jawab yang ia emban nak" jawab ibu Rita menasehati anak perempuannya.


"Rita tau Bu, tapi tak perlu lah pakai cara seperti ini. Bu, Rita hanya menegur mas Bayu andai mas Bayu sudah kelewat batas menurut Rita apa Rita salah Bu? Rita ngga mau mas Bayu semakin terjebak dalam dendam yang simpan Bu, apalagi pada ibu sari yang notabanenya adalah ibu yang sudah merawatnya sejak bayi. ya memang ibu sari bersalah, dan kesalahannya sangat fatal tapi sebagai manusia bukan kah kita dianjurkan untuk saling memaafkan. sebegitu sulitkah menghiklaskan apa yang sudah terjadi dimasa lalu dan menatap masa depan? Bu, coba ibu pikir andai ibu yang ada diposisi ibu sari. jauh dari anak-anaknya disebuah desa yang sangat terpencil bahkan untuk kekota pun susah Bu, beda dengan ibu yang memang tinggal didesa tapi masih dekat jika harus kekota bahkan sekarang semuanya sudah sama fasilitasnya seperti dikota. iyakan?" jawab Rita dengan panjang lebar menatap ibu kandungnya.


"tapi kamu pun harus mengerti bayu nak, sebagai seorang istri kamu harus faham bagaimana perasaan suami kamu yang menjadi korban dalam keadaan ini. seharusnya kamu merangkul dia nak, membuatnya nyaman dalam dekapan kamu dan mengerti posisinya sebagai seorang suami, seorang pemimpin, bahkan seorang anak yang kehilangan kedua orang tuanya karna orang yang memang mungkin dia cintai nak. ngga mudah nak, ngga mudah menjadi Bayu yang harus menyisihkan antara rasa sakit dan hormat pada satu orang yang sama. yaitu orang yang telah menyakiti hatinya" jawab ibu Rita membuat Rita menundukkan kepala.


satu sisi ia pun mengerti apa yang dikatakan oleh ibu nya, tapi satu sisi nya lagi Rita bertekat untuk membuat suaminya menyadari kesalahannya dalam mengambil sikap terhadap ibu sari. sebagai seorang istri, Rita merasa perlu mengingatkan Bayu atas salahnya sikap Bayu pada ibu sari yang telah merawatnya dari kecil. mendengar perkataan ibu kandungnya, Rita pun akhirnya menyadari jika mungkin suaminya butuh waktu untuk menerima kenyataan yang ada.


"lantas Rita harus bagaimana Bu, Rita bukan tak mau mengerti apa yang dirasakan mas Bayu bu. tapi sebagai seorang istri Rita pun merasa memiliki kewajiban untuk mengingatkan mas Bayu, tapi mungkin cara Rita salah" jawab Rita dengan nada lirih.


"biarkan suamimu menenagkan dirinya nak, minta maaflah padanya. mungkin, ada perkataan kamu yang menyinggung hatinya. karna ibu lihat beberapa hari ini semenjak perdebatan kalian dimeja makan saat itu Bayu tak banyak bicara, bahkan pada ibu" jawab ibu Rita yang juga dibenarkan oleh Rita.

__ADS_1


"iyaa memang benar Bu, mas Bayu memang jarang berbicara bahkan saat kami berdua didalam kamar" jawab Rita dengan nada lirih.


"apa kamu tak berusaha membuka percakapan pada suamimu nak?" tanya ibu Rita yang langsung dijawab gelengan kepala oleh sang anak.


"itulah tadi kenapa ibu bilang jika kemungkinan kamu harus meminta maaf pada suamimu, mungkin ada perkataan kamu yang mengusik hatinya. kamu harus ingat nak, ibu yakin suamimu tak seburuk itu. ibu yakin pasti ada rasa sayangnya untuk ibu sari, namun tertutupi dengan rasa kecewanya pada beliau" jawab ibu Rita dengan tersenyum menatap sang anak yang menganggukan kepala.


"mbaakk,, Bu?" tiba-tiba saja Naura memasuki kamar yang ditempati oleh ibu Rita.


"nau, ada apa? dimana keena?" tanya Rita disambut senyuman oleh Naura.


"keena ada sama bapak mbak, Naura kesini cuma mau bantuin ibu packing kok mbak. tapi kayanya udah selesai ya?" tanya Naura yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita dan juga ibunya.


"ngga usah nak, lebih baik kamu jagain keena sama bapak kamu aja ya takutnya nanti bapak kamu kerepotan ngurusin keena sendirian" jawab ibu Rita membuat Naura semakin mencebikkan bibirnya.


"yaahh ibu masa aku disuruh jagain keena lagi si Bu, biarin aja lah Bu keena sama bapak. kalo nanti nangis juga pasti keena dibawa kesini kan sama bapak, ngga mungkin didiemin begitu aja loh Bu" jawab Naura membuat Rita dan ibunya terkekeh sambil menganggukkan kepala.


"yasudah terserah kamu aja nau, oiyaa mbak baru ingat nau tolong ambilkan snack-snack yang udah mbak kardusin itu dikamar mbak ya. biar sekalian dipacking aja nanti tinggal diangkat kedepan kan" kata Rita membuat senyum Naura mengembang karna akhirnya mendapatkan tugas dari kakak iparnya itu.

__ADS_1


"siaaapp mbak" jawab Naura yang langsung berlari menuju kamar Rita yang berada dilantai atas bersebelahan dengan kamarnya.


"emmm rit, bagaimana dengan Bu Surti. apa kamu yakin akan tetap terus membiarkannya tinggal disini?" tanya ibu Rita membuat sang anak menyeritkan kening.


"memangnya kenapa Bu? ada yang salahkah?" tanya Rita dengan heran.


"tidak ada sih, tapi bagaimana ya. kok ibu ngerasa jika ibu sari semakin berani aja gitu loh Rita, emm ngga mencerminkan kalo dia menumpang dirumah ini" jawab ibu Rita menjelaskan secara singkat pada sang anak.


"ibu tenang aja, aku yakin ibu Surti ngga akan macam-macam dengan keluargaku kok Bu. dia memang seperti itu, tapi aslinya memang orang baik kok Bu." jawab Rita disertai senyum.


melihat anaknya yang begitu yakin pun ibu Rita tak melanjutkan perkataannya, ia pun memilih pasrah dengan apa yang dikatakan oleh Rita. dia yakin Rita mampu mengatasi apapun yang terjadi dalam rumah tangganya sendiri.


"ini mbak, berat banget si mbak. apa aja si isinya" tanya Naura yang datang membawa satu kardus penuh oleh yang memang akan Rita berikan pada sang ibu untuk dibawa kekampung halaman mereka.


"adaaa deh, yuk kita buka. nanti juga kamu bisa liat sendiri" jawab Rita yang membuat Naura semakin berdecak kesal.


"CK, kebiasaan deh kan rahasiakan segala udah sama siapa aja" .....

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2