
"apa salahnya si bi, mbak kalo berjaga-jaga. lagi pula kita gatau dia seperti apa mbak, waspada lah mbak" jawab Naura dengan memutar bola mata jengah.
"yaa ngga gitu konsepnya nau, kalo kita ga kenal gimana kita tau orang itu bagaimana. menurut mbak si gamasalah, semakin banyak teman kan semakin baik" jawab Rita diangguki oleh bi Surti.
"betul non, lagian nih ya non. bibi yakin nyonya ngga seperti apa yang non bilang, bibi kenal betul nyonya seperti apa kok non. bibi bisa jamin" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.
"yaa yaa sudah terserah bibi sama mbak Rita aja, aku sudah mengingatkan ya mbak" jawab Naura dengan ketus.
"iyaa iyaa mbak tau, makasih ya nau udah selalu ngingetin mbak" jawab Rita dengan tersenyum membuat Naura menganggukan kepalanya tipis.
Naura pun kembali melangkah memasuki rumah, meninggalkan bi Surti dan Rita yang masih asik berbincang.
"maaf ya bi, Naura sepertinya agak sensi jika masalah orang lain yang tidak berhubungan dengan keluarganya sendiri" kata Rita bi Surti yang menganggukan kepala.
"saya ngerti kok Bu. memang bagaimanapun yang dikatakan non Naura ada benarnya Bu, tapi saya yakin nyonya Sandra itu orang baik Bu. hanya saja nasib rumah tangganya yang ga baik" jawab bi Surti dengan tertunduk.
"iyaa bi, kita doain aja terbaik untuknya bi" jawab Rita membuat Bu Surti senyum mengembang.
"iyaa Bu, Alhamdulillah ibu itu orangnya baik. dulu waktu rumah ini mau dijual saya takut jika pemilik barunya itu orangnya galak dan suka seenaknya sendiri, tapi ternyata Alhamdulillah baik lagi" jawab bi Surti membuat Rita tertawa kecil.
"hahaha bisa aja bibi, yaudah bibi mendingan makan siang dulu. saya mau tidur siang dulu sama keena didalam kamar" kata Rita sambil berdiri mengambil alih sang anak dari asisten rumah tangganya tersebut.
"iyaa Bu, silahkan kalo mau istirahat" jawab bi Surti membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.
Rita pun berjalan meninggalkan bi Surti yang masih memandanginya dihalaman taman tersebut, ia pun kembali kedalam ruang keluarga dan sudah tak melihat Naura disana. akhirnya ia pun memilih kembali berjalan menuju kamarnya.
setelah Rita memasuki kamar, ia pun membaringkan sang anak dikasur besar miliknya. teringat tentang orang yang akan mengantarkan barang mereka dari kontarakan yang sampai saat ini belum datang pun Rita memutuskan untuk menelpon Bayu. ia mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, ternyata ada dua panggilan tak terjawab dari Bayu sepuluh menit yang lalu.
Rita pun menghubungi Bayu balik, namun sampai dua kali menelpon Bayu belum juga mengangkat panggilan darinya. akhirnya Rita pun memutuskan untuk menidurkan sang anak lebih dulu sambil membaca novel kesukaannya.
dua puluh menit kemudian, akhirnya Bayu pun menelpon balik Rita yang sedang asik dengan cerita didalam novel online yang ia baca.
"assalamualaikum mas" jawab Rita setelah menggeser tombol hijau pada ponselnya.
"waalaikumsalam sayang, kamu ada dirumah kan?" tanya Bayu pada Rita yang menyeritkan kening.
"iyaa aku dirumah lah mas, hanya tadi pagi aku kesupermarket untuk membeli kebutuhan dapur yang udah habis. ada apa mas?" jawab Rita membuat Bayu disebrang sana menganggukan kepala.
__ADS_1
"gapapa sayang mas cuma memastikan, soalnya sebentar lagi ada yang mau ngirim barang kita dari rumah lama. tadi dia sudah telpon ke mas" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
"oohh gitu, iyaa mas. Rita baru aja tadi juga mau nanyain ke mas tapi ternyata mas Bayu udah kasih tau duluan, yaudah kalo gitu nanti Rita temui orangnya" jawab Rita dengan senyum mengembang.
"iyaa sayang, anak kita lagi ngapain?" tanya Bayu penasaran.
"baru masuk kamar setelah ngobrol sama bi Surti tadi, baru aku mau tidur siang. anak kita juga baru aja tidur" jawab Rita masih dengan senyumnya.
"oohh gitu, yasudah kamu istirahat aja. nanti kamu kasih pesan aja ke bibi kalo mau ada orang yang kirim barang dari kontrakan, biar bibi yang atur. kamu istirahat aja" jawab Bayu membuat Rita tertawa kecil.
"kasian atuh mas bibinya, kerjaannya udah banyak mas belum ada temannya masa mau ditambah kerjaannya. gapapa nanti biar aku yang temui orangnya" jawab Rita membuat Bayu tersenyum mendengar jawaban sang istri yang selalu memikirkan orang lain.
"yasudah terserah kamu aja sayang, yang penting kamu jangan sampai terlalu lelah karna mengurus rumah dan juga anak kita secara bersamaan" jawab Bayu
"iyaa mas, lagian aku ngga ngapa-ngapain kok mas. malah sekarang aku jadi lebih santai dirumah ini, ngga ngelakuin apa-apa" jawab Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"yaa gapapalah sayang, kamu kan queennya dirumah itu" jawab Bayu membuat wajah Rita bersemu merah mendengar perkataan sang suami.
"apaan si mas" jawab Rita singkat.
"hehe yaudah mas kerja lagi ya sayang, salam untuk anak kita. assalamualaikum" kata Bayu mengakhiri telepon
selang lima belas menit pintu kamar pun diketuk, Rita pun bangkit dari posisi ia berbaring. kemudian melangkah membuka pintu kamar, terlihat bi Surti yang sedang tersenyum dihadapannya.
"ada apa bi?" tanya Rita dengan dahi menyerit.
"didepan ada orang yang antar barang Bu, katanya suruhan pak Bayu" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.
"oohh iyaa bi, suruh masukin aja deh. palingan cuma koper bi isinya, taruh diruang keluarga dulu aja" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala dan tersenyum.
"baik Bu, kalo gitu bibi kebawah dulu buat kasih tau" jawab bi Surti, Rita pun menganggukan kepala sebagai jawaban.
"iyaa bi, sebentar saya nyusul. mindahin keena dalam boks dulu" jawab Rita disertai senyuman. bi Surti pun menganggukan kepala dan mendahului Rita berjalan menuruni tangga, Rita pun kembali kedalam kamar dan memindah kan keena kedalam boks bayi miliknya yang ada dirumah itu.
kemudian Rita pun menuju kamar Naura membangunkan si empunya kamar, mengetuk pintu tiga kali namun Naura belum juga membuka kan pintu. akhirnya Rita pun masuk kedalam kamar Naura yang ternyata tidak terkunci.
"naaauu" kata Rita menggoyangkan bahu Naura yang ternyata masih tidur siang.
__ADS_1
"eemmm, apa si mbak" jawab Naura menggeliat.
"ada pengantar barang dari kontarakan lama dibawah, kamu bawa masuk sendiri barang mu yaa" kata Rita membuat Naura membuka matanya lebar-lebar.
"yang bener mbak?" tanya Naura membuat Rita langsung menganggukan kepala.
"yeeesss,, laptooppp" kata Naura dengan berteriak membuat Rita terlonjak kaget karna Naura langsung berdiri begitu saja. Naura pun keluar kamar dengan berlari menuruni tangga membuat Rita menggelengkan kepala melihat tingkah adik iparnya.
Rita pun keluar dari kamar naura, mengikutinya berjalan kelantai bawah untuk memastikan semua barang turun dari tempatnya.
setelah sampai, Rita pun melihat semua barangnya sudah hampir berada didalam ruang tamu. dia pun melihat Naura yang sibuk memeluk laptop kesayangannya tersebut.
"nau, jangan kaya gitu si. ngga enak dilihatin sama bi Surti sama mas mas nya itu" kata Rita, namun Naura pun merasa bodo amat dengan apa yang Rita katakan dia terus memeluk laptop kesayangannya sesekali menciuminya dengan gemas.
"biarin aja si mbak, suka-suka aku kenapa sih" jawab Naura membuat Rita membelalakan mata.
"maaluuu nau, jaga image kek" Jawa Rita membuat Naura mencebikkan bibirnya.
"yee mbak Rita mah ngga bisa liat orang seneng deh" jawab Naura mendudukkan diri disofa ruang tamu yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"iihh kamu kebiasaan deh kalo dibilangin begitu deh" jawab Rita membuat bi Surti yang tak jauh dari mereka berdua menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang tersebut.
"udah Bu, biarin aja. udah lama ngga ketemu mungkin Bu" jawab bi Surti dengan tertawa kecil.
"iyaa bi, udah besar tapi kelakuan masih aja kaya anak kecil" jawab Rita membuat Naura semakin mencebikkan bibirnya.
"yee biarin aja, yang penting aku pintaaarr. lagian di laptop ini itu banyak hal penting mbak, mbak aja yang gatau" jawab Naura dengan ketus.
"iyaa iyaa terserah kamu lah nau" jawab Rita sembari terkekeh mendengar perkataan adik iparnya.
Naura yang merasa kesal dengan tingkah kakak iparnya pun pergi kembali kedalam kamarnya dengan langkah tergesa-gesa dan mencebikkan bibirnya sepanjang jalan.
"dasar anak itu bener-bener deh" kata Rita menggelengkan kepalanya.
"namanya juga masih ABG Bu, saya si wajar aja" jawab bi Surti diangguki oleh Rita.
"iyaa bi, tingkahnya memang seperti itu tapi kadang pemikirannya lebih dari kita loh bi" jawab Naura membuat bi Surti menganggukan kepala dan tersenyum.
__ADS_1
"iyaa saya bisa lihat kok mbak, apalagi denger kata-kata non Naura tadi pagi bener-bener kaya orang dewasa banget. tapi ternyata sifat aslinya keluar juga ya Bu" jawab bi Surti membuat keduanya terkekeh membicarakan sifat Naura yang kadang seperti anak kecil.