
mereka akhirnya memasuki wahana c*****land tepat saat azan Zuhur berkumandang, mereka pun lebih dulu mencari restoran untuk melepas lelah dan juga makan siang sekaligus melaksanakan sholat Zuhur diarea tersebut.
"aku sama Rita duluan sholat ya mumpung keena tidur sama bi Surti, nanti kita gantian aja ya" kata Bayu pada Naura dan juga bi Surti ketika mereka tengah duduk disalah satu ruangan VIP restoran diarea c*****land tersebut.
"iyaa mas, gantian aja dulu nanti kami pesanan makanan untuk kalian biar kalian langsung makan" jawab Naura membuat kedua orang itu menganggukan kepala.
"bi, aku titip dulu keena ya bi. tidurin aja kalo pegel pake selimut tebal tadi yang aku pake buat nutupin keena" kata Rita pada bi Surti yang menggendong sang anak yang tengah tertidur.
"iyaa Bu, gapapa saya gendong dulu nanti kalo saya udah mau makan baru saya tidurin" jawab bi Surti dengan senyum mengembang.
"ayok sayang biar ga kelamaan, nanti keburu keena bangun" kata Bayu mengajak Rita menjauhi kedua orang tersebut dengan terburu-buru.
Rita dan Bayu pun meninggalkan keena bersama bi Surti dan juga Naura didalam ruang VIP tersebut, mereka pun bergegas melakukan ibadah Zuhur agar tidak terlalu meninggalkan keena. sekitar dua puluh menit kemudian, keduanya pun selesai melakukan sholat. mereka pun kembali menghampiri Naura dan juga bi Surti didalam ruang VIP tersebut.
"keena belum bangun juga bi?" tanya Rita yang duduk disebelah bi Surti yang menyantap makan siang pesananya.
"belum Bu, Alhamdulillah tidurnya lama ngga keganggu katanya walaupun diluar ramai" jawab bi Surti yang langsung dibalas senyum dan anggukan kepala oleh Rita.
"yaudah kalo udah selesai kalian langsung sholat Zuhur dulu ya, nanti setelah semuanya kumpul baru kita masuk kedalam wahana" kata Bayu diangguki ketiga orang didepannya.
Naura dan bi Surti pun bergegas menghabiskan makan siang mereka, keduanya tak sabar ingin menikmati wahana pada jalan-jalan mereka kali ini.
setelah semua selesai, baru lah keduanya melangkahkan kaki menuju ke mushola restoran untuk melakukan sholat Zuhur.
sementara Rita dan juga Bayu mulai melahap makan siang mereka yang telah dipesankan oleh Naura, nasi dengan sayur asam dan juga ayam goreng dan sambal beserta tahu tempe dan beberapa lalapan yang terhidang dimeja tersebut membuat Rita dan juga Bayu menelan air liur mereka.
"makanan ini bagaimana ceritanya, sudah ayam goreng, sambal, sayur asem, tahu tempe, lalapan tapi kayanya ada yang kurang yaa??!" kata Rita dibenarkan oleh sang suami.
"bener sayang, ini kurang ikan asin kayanya deh sayang sama Pete bakar" jawab Bayu membuat Rita menganggukan kepala.
__ADS_1
"iyaa mas, makananya lebih kesunda harusnya. tapi jadi campur-campur begini kalo Naura yang pesen, ampun deh" jawab Rita membuat Bayu tertawa kecil.
"udah gapapa si tinggal makan aja kok" jawab Bayu membuat Rita mengerucutkan bibirnya.
"itu udah makan makanan kamu nanti keburu kedua orang itu datang terus ngajak kewahana kelaparan kita karna ga sempet makan" kata Rita membuat Bayu segera memakan habis hidangan didalam piringnya.
"kamu gantian sayang biar keena aku yang jagain" kata Bayu membuat Rita menggelengkan kepala.
"ngga usah mas, dia masih tidur kok. aku sengaja makan nungguin kamu habis takut nanti aku lagi makan tau-tau dia bangun, kan ga enak keganggu makannya" jawab Rita membuat Bayu tertawa lebar.
"yaudah gapapa sini, biar aja sama aku. kamu makan aja dulu" kata Bayu membuat Rita mau tau mau menganggukan kepala.
Rita pun mulai menyendok nasi dan juga lauknya, kemudian mulai memakan makanan didalam piring tersebut hingga akhirnya habis tak tersisa bertepatan dengan datangnya Naura dan juga bi Surti.
"sudah selesai, yuk jalan" kata Naura dengan tak sabar.
"sabar nau, mbak baru banget selesai makan. masa udah mau diajak jalan aja si" kata Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"sabar sebentar nau, lagian kamu baru aja datang kan udah mau jalan lagi aja" kata Bayu dengan lembut pada adiknya tersebut.
"iyaa mas" jawab Naura singkat.
"oiyaa mas ngomong-ngomong gimana kabar Maura disel sana ya? kok ngga ada kabar beritanya si, aku penasaran loh" kata Naura membuat Bayu menyeritkan kening.
"kok kamu yang penasaran banget si, pembaca aja belum penasaran loh??!" tanya Bayu pada Naura yang terkekeh kecil mendengar perkataan Bayu.
"jelaslah aku penasaran bagaimana nasib kakak tiriku itu, dia kan juga anak ibu" jawab Naura dengan lirih di akhir kalimat.
"oloh oloh yang sama-sama anak ibu, saling merindukan gitu ceritanya ya?" ledek Rita membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Bayu pun terkekeh dengan ucapan sang istri yang mengolok adiknya itu, ia pun juga menatap heran sang adik yang mulai menanyakan keadaan Maura yang sebenarnya Bayu sendiri pun tak tahu bagaimana keadaan Maura didalam sel sana. karna semenjak kejadian itu, Bayu ataupun Rita belum pernah sekalipun datang kekantor polisi dimana Maura ditahan.
"mas juga belum tau si bagaimana keadaan Maura nau, kamu kan tau sendiri mas atau mbak mu belum ada yang kekantor polisi sejak kejadian itu. lagian, ada apa kamu menanyakan dia?" tanya Bayu penasaran.
"gapapa si mas, aku penasaran aja gimana keadaannya. ga lebih" jawab Naura santai.
"yakin ngga lebih, jangan jangan kangen kali mas. maklum kan sama-sama anak ibu, satu perut berarti kandung kan yaa??" ledek Rita membuat Naura melemparkan tisu yang ia gulung pada Rita yang hanya terkekeh melihat respon adik iparnya.
"udah udah, kalian ini. wajar non Naura menanyakan saudaranya, biar bagaimana pun keduanya lahir dari rahim yang sama walaupun dari ayah yang berbeda. jadi masih ada hubungan darah dari ibu mereka" kata bi Surti yang menengahi perdebatan ketiganya.
"iyaa bibi bener, hanya aja bi saya itu jadi heran kalo Naura menanyakan Maura. kecuali kalo dia menanyakan ibu saya masih, emm oke lah ya. tapi ini Maura loh bi yang ditanyakan, waktu itu jangan kan menanyakan. mendengar namanya aja Naura udah emosi minta ampun, iyakan sayang?" jawab Bayu meminta pembelaan pada Rita yang hanya menganggukan kepala, sementara Naura langsung memelototkan mata mendengar perkataan Bayu.
"apa salahnya, itu berarti non Naura sudah mulai membuka pintu maaf untuk saudaranya. iyakan non?" tanya bi Surti pada Naura yang tampak mencerna perkataan darinya.
"maksudnya bagiamana ya bi, saya merasa hanya ingin menanyakan aja si bi karna penasaran gimana nasib perempuan itu bukan karna mulai memaafkan si bi" jawab Naura santai membuat bi Surti menghela nafas.
"bibi memang ngga tau jelas permasalahan yang menimpa keluarga kalian, terutama antara mas Bayu, ibu dan juga perempuan bernama Maura itu. tapi sebagai manusia bibi cuma mau bilang, maafkanlah kesalahan manusia lain agar hidupmu terbebas dari yang namanya dendam dan rasa sakit. ikhlaskan semua yang sudah terjadi, kubur semua yang sudah lewat. maaf jika bibi terlalu ikut campur, bibi hanya ingin kalian tenang dalam menikmati rumah tangga dan hidup kalian. itu saja" kata bi Surti membuat ketiga orang itu terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing setelah mendengar apa yang dikatakan oleh wanita paruh baya tersebut.
"sulit rasanya untuk memaafkan bi, andai saya tau dari awal jika ibu sari adalah orang yang telah menyebabkan kedua orangtua saya meregang nyawa saya pasti ngga akan merasakan sesakit ini. tapi nyatanya, selama ini saya taunya dia adalah orang yang baik, seorang ibu yang baik, apa saya salah kecewa bi?" jawab Bayu dengan menundukkan kepala menahan air matanya agar tidak tumpah didalam ruang VIP tersebut.
"tidak salah, sungguh tidak salah. tapi saya ingin bertanya, apa setelah semuanya terbalaskan perasaan kecewa itu berubah? tidak kan? serahkan diri, pasrahkan keadaan pada sang pencipta pak Bayu. bibi yakin, hati pak Bayu sangat lembut pasti akan lebih mudah melepaskan segala beban dengan kata maaf yang sudah tertanam disana" jawab bibi berusaha menenangkan Bayu yang hampir saja terisak mengingat apa yang telah dilakukan Bu sari pada kedua orangtuanya.
"bibi benar mas, sebaiknya kita sama-sama berusaha memperbaiki diri agar bisa dengan ikhlas melewati kenyataan pahit ini. memulai menyerahkan segalanya pada sang pencipta, termasuk hidup dan mati kita" kata Rita menatap Bayu yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, sementara Naura hanya sebagai pendengar sesekali meneteskan air mata.
"iyaa sayang, pasti. mas hanya akan memberikan pelajaran pada ibu, bukan berarti mas membencinya. tidak! ini semua mas lakukan semata-mata karna mas tidak ingin ibu terlalu jauh dalam berbuat kejahatan, itu saja" jawab Bayu membuat Rita dan juga Naura tersenyum.
ini lah jawaban yang ditunggu oleh keduanya, kejujuran Bayu dalam memberikan hukuman pada sang ibu yang sebanarnya sangat ia sayangi.
______________________________________
__ADS_1
mampir ke novel outhor yang satu lagi ya guys, jangan lupa loohh😊🙏