
"pelan-pelan aja bi, aku yakin si narti ngga akan berbuat macam-macam sama Bu Rita" kata bi Lastri yang membuat bi Lasmi langsung memberhentikan langkahnya.
"siapa tau Lastri, lagian kalo sampai Bu Rita kenapa-kenapa emang kamu mau disalahkan sama pak Bayu? hah! kamu tau sendiri kan gimana pak Bayu seramnya kalo menyangkut istri dan juga anaknya" jawab bi Lasmi membuat bi Lastri menggaruk tengkuk yang tak gatal.
"iyaa saya tau bi tapi kan kita masih bisa mengawasinya dari jauh aja bi, lagian kalo ada sesuatu juga dari sini kedengaran kok bi" jawab bi Lastri membuat bi Lasmi mencubit sedikit lengan bi Lastri.
"yasudah kalo kamu ngga mau ikutin aku kebelakang, jangan salahin aku kalo nanti kamu disalahkan sama pak Bayu loh ya" jawab bi Lasmi membuat bi Lastri membelalakan mata.
"loh loh ya ngga begitu juga lah bi, serem juga ngadepin pak Bayu sendirian. yaudah lah aku ikut, Ayuk bi" jawab bi Lastri pada akhirnya membuat bi Lasmi menyunggingkan senyum kemenangan.
"begitu dong dari tadi" jawab bi Lasmi yang langsung menggandeng tangan bi Lastri untuk mengikutinya keruangaj setrika.
sesampainya disana keduanya melihat Rita dan juga bi Narti yang masih saling berdebat, bi Narti pun tampak berani menatap Rita sebagai majikannya.
"apa bibi sudah lama kenal dengan Maura ?" tanya Rita yang terdengar ditelinga kedua orang yang tengah menguping tersebut.
"ngga Bu, saya kenal sama Maura ya pas di lapas itu. maklum penangkapan dia sebagai salah satu bagian dari Adipura menjadi buah bibir didalam sel, makanya dia menceritakan semua tentang hidupnya. tapi ternyata semuanya hanya dramanya, sampai saya terhasut dengan dia yang ternyata hanya mau memanfaatkan saya. maaf kan Bu" kata bi Narti membuat Rita sedikit tersenyum.
"tak apa, karna bibi kan ngga tau. tapi saya mohon, bekerjalah dengan benar dirumah ini. karna saya juga tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun, dan satu lagi jangan menampilkan wajahmu dihadapan Naura. karna dia memiliki trauma khusus terhadap orang lain" jawab Rita membuat bi Narti, dan juga kedua orang yang tengah menguping itu membelalakan mata.
"trauma khusus pada orang lain, maksudnya gimana bi?" tanya bi Narti dengan dahi menyerit heran.
"suatu saat juga bi Narti akan tau, kalo begitu bibi silahkan lanjutkan kerjaan bibi saya mau kedepan lagi melihat bi Surti dan juga keena" jawab Rita membuat bi Narti menganggukan kepala.
__ADS_1
Rita pun melangkah kan kaki keluar dari ruangan tersebut, berpapasan dengan bi Lastri dan juga bi Lasmi yang hendak keluar dari tempat persembunyiannya.
"kalian ngapain disitu?" tanya Rita pada kedua orang tersebut yang hanya menampilkan senyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"hehehe ngga ngapa-ngapain kok Bu, kita cuma lagi emmm lagi abis dari sana. iyakan las" jawab bi Lasmi membuat Rita menyeritkan kening.
"ngapain dari sana? nyari apaan emang bi?" tanya Rita membuat kedua orang itu saling pandang.
"emmm nyari,,,,," jawab bi Lastri terhenti dengan perkataan Rita.
"atau jangan-jangan kalian nguping ya?" tanya Rita membuat kedua orang itu saling berpandangan kemudian menundukkan kepala.
"tuh kan bener, kenapa kalian ngga ngaku aja kalo nguping kenapa harus bohong. yee bi, bi kenapa sih? takut ya aku sama Narti baku hantam" lanjut Rita dengan terkekeh kecil.
"aku ngga akan kenapa-kenapa kali bi, tenang aja. lagian sepertinya memang bi Narti sudah terlihat menyesal" jawab Rita membuat bi Lastri dan bi lasmi saling pandang.
"masa si Bu, kok bisa secepat itu. emm maaf ya Bu, lagian Maura itu siapa si bi sebenarnya?" tanya bi Lastri yang langsung mendapat cubitan lagi dilengannua dari bi Lasmi.
"maaf Bu, Lastri memang begitu mulutnya suka cepalas ceplos" jawab bi Lasmi membuat Rita tersenyum kecil.
"Maura itu juga adik ipar saya bi, adiknya mas Bayu." jawab Rita dengan singkat tanpa memberitahukan lebih detailnya kepada kedua orang tersebut.
"ohya? kok bisa berada dalam sel Bu, maaf loh ya Bu tapi kan ibu orang berada kenapa ngga coba mengeluarkan Maura itu dari tahanan Bu" tanya bi Lastri yang kembali mendapat sikutan dari bi Lasmi.
__ADS_1
"hehehe yaa orang kami yang melaporkan kok bi, masa kita juga yang melepaskan. gimana si bibi ini" jawab Rita membuat kedua orang itu menganga lebar.
"hah, yang bener Bu? kok bisa Bu, emang ada masalah apa Bu?" tanya bi
Lasmi yang mulai penasaran dengan apa yang Rita katakan.
"adalah bi, yaa bisa dibilang keslaahannya cukup fatal. yaa nanti juga bibi akan tau sendiri lah, sayanngga mau mengumbar aib keluarga sendiri. tapi saya mohon, ini cukup kalian aja yang tau dan jangan sampai terdengar oleh siapapun apalagi sampai terdengar keluar dari rumah ini ya bi" jawab Rita membuat kedua orang itu langsung menganggukan kepala.
"iyaa Bu, tenang aja. kami juga ngga akan menceritakan apapun keluar rumah ini lah Bu, bukan ranah dan bukan kerjaan kami juga. kami disini hanya ingin kerja yang bener Bu, ngga mau neko-neko. iyakan bi" jawab bi Lastri mencari kepastian pada bi Lasmi yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Lasmi.
"alhamdulilah syukur kalo begitu bi, yaudah kalo gitu saya kedalam dulu ya bi" kata Rita membuat kedua orang itu menganggukan kepala dan tersenyum.
"ngga nyangka ya bi, ternyata pak Bayu dan Bu Rita setegas itu. bahkan sama keluarganya sendiri, salut loh saya bi" kata bi Lastri pada bi Lasmi.
"iyaa kas, makanya kita kerja jangan neko-neko. memang mereka baik, tapi namanya kesalahan apalagi udah fatal seperti apa yang Bu Rita bilang pasti akan ada balasannya." jawab bi Lasmi yang langsung dimengerti oleh bi Lastri.
"sudah ayok kita kerja lagi, masih banyak kerjaan yang belum kita selesaikan. jangan sampai kita mengobrol terus kerjaan ngga selesai, mau kamu nanti dipecat" kata bi Lasmi menakuti bi Lastri.
"yee jangan lah bi, dimana lagi ada orang baik yang mau nerima saya yang seperti ini. yaa walaupun mereka tegas setidajnya mereka masih memiliki rasa kemanusiaan, diluar sana belum tentu saya mendapatkan ornag sebaik Bu Rita dan pak Bayu bi" jawab bi Lastri membuat bi Lasmi terkekeh kecil.
"nah itu kamu tau" jawab bi Lasmi dengan singkat.
keduanya pun langsung melanjutkan perkerjaan mereka yang sempat tertunda, mulai dari menyapu dan mengepel sampai membersihkan setiap kamar yang ada dirumah tersebut. setelah selesai keduanya pun langsung masuk kedapur dan menyiapkan makan siang untuk tuan rumah mereka.
__ADS_1
bersambung.....