
"kamu dari mana saja nau?" tanya Rita ketika Naura menjatuhkan dirinya pada sofa diruangan tersebut.
"dari kantin lah mbak, kan tadi aku sudah bilang" jawab Naura
"iyaa tapi kenapa lama sekali, kasihan ibu" kata Rita membuat Naura menyerit kan kening.
"kasihan kenapa mbak? lagian kan ibu mau ketemu sama mbak bukan sama? aku. aku males mbak ketemu nenek sihir itu" jawab Naura dengan wajah kesal.
"tapi ngga begitu juga nau, ada ibu kitabtang harus kita hormati. ngga seharusnya kamu bersikap seperti itu" kata Rita menasehati Naura yang membuat Naura semakin mecebikkan bibirnya.
tidak ada lagi percakapan antara keduanya, Naura dan Rita pun sama-sama sibuk dengan ponsel ditangannya. tak lama suara ketukan pintu terdengar, susuter datang dengan anak Rita yang masih bayi yang harus Rita susui.
"permisi Bu, ini anaknya ya disusui dulu ya Bu" kata suster yang bernama suster Wina.
"baik sus, anak saya bisa ditaruh disini aja ngga ya sus" tanya Rita pada Suster Wina.
"boleh Bu, nanti saya beri tau ke ruangan bayi ya. nanti setiap pagi dan sore akan ada yang bersihkan Dede bayinya ya Bu, kalo ganti diapers sendiri bisa kan Bu?" tanya susternya lagi.
"bisa kok sus, lagian saya kan baik-baik aja karna lahiran normal. udah ga begitu sakit si jahitannya" jawab Rita yang diangguki oleh suster Wina.
"iyaa, itu lah beruntungnya lahiran normal Bu. kalo Caesar pasti masih merasa sakit Bu bekas operasinya, tapi namanya melahirkan sama-sama ada rasa sakitnya cuma beda waktu yang ditentukannya aja. iyakan Bu?" terang Suter Wina sambil membereskan boks bayi yang akan digunakan diruangan rawat Rita.
"betul itu sus" jawab Rita sembari tersenyum memenyusi anaknya yang lahap menyusu ASI dari Rita. beruntung asi Rita langsung keluar ketika melahirkan, jadi anaknya bisa langsung mendapatkan ASI dari sang ibu.
"sudah selesai, saya kembali keruangan anak dulu ya Bu. nanti kalo ada perlu bisa panggil Suter jaga ruangan ini ya" kata suster Wina.
"iyaa sus, terimakasih ya" jawab Rita, Naura yang berada disana langsung menuju sang keponakan yang sedang menyedot ASI dari dan ibu.
Naura memperhatikan wajah ponakannya itu dengan mata menyerit.
__ADS_1
"ada apa sama wajahmu itu nau?" tanya Rita pada Naura dengan wajah heran.
"kenapa mukanya mirip sekali mas Bayu. lihat matanya, hidungnya, keningnya, bibirnya semuanya persis sekali sama mas Bayu. kamu ngga sisahin sama sekali mbak" kata Naura dengan wajah herannya.
"namanya juga anaknya nau, ngga heran kah kalo mirip sama papa nya. gimana sih kamu ini" jawab Rita menepuk pelan bahu Naura yang berada tepat disebelahnya.
"hehe lucu ya mbak, duh gemes deh" kata Naura.
"oh ya nau, kamu udah pilih mau kuliah dimana dan jurusan apa? mbak lupa mau nenayain ini dari kemarin, mas mu yang minta" tanya Rita pada Naura yang menggedikkan bahu.
"belum tau mbak universitas apa yang bagus, Naura masih bingung" jawab Naura cepat.
"bingung gimana nau? tinggal pilih aja kamu mau diuniversitas mana kok" jawab Rita dengan nada heran.
"bukan begitu mbak, Naura tuh pengennya jadi desainer. sementara fakultas desain disini itu jarang, Naura harus gimana ya mbak. Naura pengen banget ngejar cita-cita Naura" jawab Naura dengan tampang memelas.
"tapi dari rumah kita kan lumayan jauh mbak, apa ga apa sama mas Bayu?" tanya Naura dengan takut-takut.
"gapapa nau, paling dari rumah kita sekitar satu jam. udah efektif lah kalo kamu selalu pulang tepat waktu" jawab Rita membuat Naura mengembangkan senyumnya.
"yaudah kalo gitu aku masuk situ aja ya mbak, gapapa kan?" tanya Naura pada Rita yang menganggukan kepala dan tersenyum, mereka berdua pun kembali menggoda bayi mungil yang ada dihadapannya. tak lama bayi itu pun menangis karna diganggu oleh sang Tante.
"nama nya siapa nih mba?" tanya Naura pada Rita sambil menggendong bayi mungil tersebut.
"aku juga belum dapat nama nih nau, nanti coba tanyakan sama mas Bayu. semoga dia punya nama yang cocok buat anaknya" jawab Rita. Naura pun hanya menganggukan kepalanya sambil menimang keponakan kecilnya tersebut.
"assalamualaikum" salam Bayu dari luar ruangan Rita. kemudian melangkah masuk setelah salam dijawab dan dipersilahkan masuk.
"waalaikumsalam" jawab kedua orang didalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"waah anak papa lagi digendong sama Tante ya?" kata Bayu seolah mengajak ngobrol anak nya, kemudian menghampiri sang istri dan mengecup mesra keningnya.
"iyaa dong papa, Dede nyaman sama tente nih" jawab Naura menirukan suara anak kecil.
mereka semua pun tertawa dalam ruangan tersebut, mengobrol soal bayi dalam gendongan Naura yang sangat amat lucu.
"oh ya mas, siapa nama gadis mu ini?" tanya Naura pada Bayu.
"duuh siapa ya, mas juga belum siapin nama nih. siapa ya sayang namanya?" kata Bayu melempar pertanyaan pada Rita.
"aku juga belum menyiapkan nama untuknya mas" jawab Rita dengan lesu.
"yasudah itu nanti saja kita pikirkan, nanti malam kita minta bapak dan ibu yang memberikan nama untuk anak kita ya sayang" kata Bayu pada Rita yang langsung menganggukan kepala dan tersenyum.
malam harinya kedua orangtua Rita pun sudah sampai dirumah sakit dimana Rita dirawat, kedua pun dalam keadaan sehat apalagi saat melihat cucu mereka yang teramat mereka nantikan. ibu Rita yang memang sudah sangat ingin mendapatkan cucu pun tak lepas menggendong anak Rita.
maklum Rita dan Bayu sama-sama anak pertama jadi anaknya pun merupan cucu pertama dari kedua keluarga tersebut, beruntung sekali bukan anak Rita mendapatkan kasih sayang utuh dari nenek dan kakeknya di kedua belah pihak.
"Alhamdulillah kamu sudah melahirkan nduk, ibu seneng sudah dapat cucu semoga anak mu sehat sampai besar nanti" kata ibu Rita dengan mata berkaca-kaca.
"amiiin, ibu pasti akan lihat tumbuh kembang anak Rita sampai ia besar nanti kok Bu" jawab Rita yang diangguki oleh semua yang ada diruangan tersebut.
"amiiinn" jawab mereka bersamaan.
"mas tinggal cari makan malam dulu ya sayang, ayok nau ikut mas cari makan malam" ajak Bayu pada Naura yang sedang memainkan handphonenya. dari awal Rita melahirkan ia tak beranjak pulang sama sekali, selalu berada dirumah sakit menemani Rita dan mas nya.
"boleh mas, Rita juga mau cari yang seger-seger deh" jawab Naura pada Bayu.
"bu, pak kami keluar sebentar ya" kata Bayu pada kedua mertuanya, mereka berdua pun menyalami punggung tangan kedua orangtua Rita dan tak lupa mengucapkan salam sebelum keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1