Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus74.


__ADS_3

"iyaa bener mbak, emm kalo boleh bibi pengen nginep disini mbak. duuh Boleh ngga ya, udah lama bibi ngga ngerasain Susana ramai kaya gini. rumahkan sepi" kata bi asih membuat Naura dan juga Rita saling pandang mendengar perkataan asisten rumah tangga dirumah besar tersebut.


"emm gimana ya bi??" kata Rita sengaja menjeda kalimat yang akan keluar dari mulutnya.


"yaa kalo ngga boleh juga ngga apa-apa mbak" jawab bi asih dengan wajah tertunduk membuat Rita dan juga Naura pun akhirnya tertawa melihat respon yang dikeluarkan bi asih.


"hehehe boleh kok bi boleh, tenang aja. lagian bibi kan bisa bantu bi Surti nanti untuk masak, lumayan lah masakan bibi kan juga ga kalah enak sama buatan ibu" jawab Naura membuat bi asih mengembangkan senyumnya menatap Naura dan juga Rita secara bergantian.


"yang bener non?" tanyanya dengan wajah sedikit tak percaya.


"iyaa bener kok bi, nginep aja. nanti bibi bisa tidur sama ibu Surti ya" jawab Rita membuat bi asih semakin mengembang senyumnya menatap bi Surti yang hanya menganggukan kepala.


"Bu, jangan lupa nanti atur untuk bagian-bagian pekerja ya Bu setelah sholat asar. aku mau keatas dulu nengokin keena, kasihan sendirian diatas. aku juga udah ngantuk, kayanya tidur sebentar enak kali ya" kata Rita membuat ketiga orang didepannya pun tertawa, hingga Naura yang sedang memakan buah pun tersendak. hal itu justru membuat Rita, bi asih dan juga ibu Surti semakin mengencangkan tawa mereka.


"biar ibu ambilkan minum dulu" kata bi Surti yang ingin berdiri mengambilkan minum untuk Naura namun tertahan dengan gelengan kepala yang Naura berikan.


"ngga usah Bu, aku ambil sendiri aja. takutnya nanti kurang ibu malah bolak-balik" kata Naura membuat bi Surti kembali duduk ditempatnya.


Naura pun segera berlari untuk mengambil air minum didapur, namun matanya tak sengaja menangkap gelagat mencurigakan dari salah satu calon pegawai yang dibawa oleh bi asih.


"iyaa tenang aja, saya ngga akan lupa untuk mengambil semua yang ada dirumah ini" katanya yang terdengar ditelinga Naura ketika tak sengaja melihat lelaki tersebut menelpon dengan seseorang yang tak Naura tau siapa orang tersebut.


"waahh ngga bagus ini, harus diselidiki" gumam Naura sangat kecil hingga tak terdengar oleh lelaki tersebut yang masih terus mengobrol dengan orang disebrang telpon.


Naura pun kembali keruang keluarga setelah ia rasa cukup untuk minum dan sedikit mendengarkan pembicaraan lelaki tersebut dengan orang yang Naura sendiri pun tak tau.


"hmmm ada aja masalahnya kalo mau hidup damai, baru aja ngerasa bebas karna Maura dan ibu udah berhasil dilumpuhkan. nah ini mau ada kerusuhan baru, aku harus bicara dengan mas Bayu nanti malam tanpa diketahui siapapun"batin Naura membulatkan tekad dalam hatinya, agar Bayu mengetahui jika ada musuh dalam selimut didalam rumahnya.


"hei bengong aja, sampe udah duduk juga masih bengong. mikirin apa sih? ngga kesambet hantu didapur kan?" tanya Rita yang melihat Naura diam sedari balik dari dapur.

__ADS_1


"eh em gapapa mbak hehehe, ini loh tadi tuh ada kecoa sama cicak makanya aku kaget mbak. hii kan jiji banget mbak, gimana ngga shok masa rumah sebagus ini ada cicak dan kecoanya. iyaa ngga sih" jawab Naura membuat bi Surti menyeritkan kening.


"kecoa? nama mungkin nak, jika cicak masih mungkin. tapi kecoa mana ada nak Naura, jangan ngaco deh" jawab bi Surti membuat Naura seketika gelagapan mendengar perkataan yang keluar dari mulut ibu angkatnya tersebut.


"yaa ampun Bu, masa iya Naura bohong. beneran tadi tuh Naura memang liat kecoa Bu dibelakang, namanya juga dibelakang Bu wajar dong disana kan dekat gudang" jawab Naura berkilah membuat bi asih dan juga Rita menganggukan kepala, sementara bi Surti menatap Naura dengan tatapan sulit diartikan. karna bi Surti yakin jika ada suatu hal yang disembunyikan oleh anak angkatnya tersebut.


"yaudah kalo gitu mbak masuk kamar dulu ya nau, bi, Bu?" kata Rita membuat ketiganya menganggukkan kepala.


"nah, pasti ada yang nak Naura sembunyikan. iyakan? coba katakan dengan jujur pada ibu" kata bi Surti menatap Naura tajam setelah Rita benar-benar tak lagi terlihat. bi asih yang mendengar perkataan bi Surti pun mengerutkan kening, pasalnya ia pun tak mengerti apa yang dikatakan oleh bi Surti.


"apaan si Bu, siapa yang bohong. ngga kok Naura ngga bohong" jawab Naura yang langsung mendapat sentilan dijidat oleh bi Surti.


"yasudah kalo ngga mau ngomong, na ti juga kamu pasti cerita sama ibu" jawab bi Surti melengos menatap Naura yang hanya menampilkan deretan gigi putihnya.


malam harinya, ketiga sahabat Naura pun telah datang memenuhi undangan Bayu dan juga Naura untuk datang kerumahnya dengan membawa kedua orangtua mereka. mereka pun disambut bak tamu istimewa oleh Naura sendiri.


"selamat datang ibu, bapak. saya Naura sahabat dini, Salma dan juga Nana, mari masuk. mbak Rita sama mas Bayu udah menunggu didalam" kata Naura pada ketiga pasang suami istri berserta anak mereka dengan senyum mengembang.


"gapapa pak, mari didalam biar bicaranya juga enak" kata Naura yang terus membujuknya hingga akhirnya mereka pun memasuki rumah mewah tersebut dengan pandangan takjub.


"Nana, dini, Salma kalian udah datang." kata Rita menyambut kedatangan ketiga sahabat Naura.


"iyaa mbak, baru aja" kata Salma menyalami tangan Rita diikuti oleh Nana dan juga dini.


"ini bapak dan ibu kalian?" tanya Rita sambil menyalami tangan ketiga pasangan suami istri tersebut, mereja yang disalami dengan sopan oleh Rita pun merasa tak enak karna merasa bahwa kasta mereka jauh dibawah Rita sebagai seorang konglomerat.


"jangan begini nyonya, kami ngga pantas" kata ayah Nana menarik kembali tangannya yang akan disakami oleh Rita.


"kenapa pak? apa ada yang salah?" tanya Rita dengan sopan.

__ADS_1


"eemm maaf nyonya tapi kami hanyalah orang biasa, nyonya tak pantas menyalami kami seperti tadi" kata ibu Nana membuat Rita tersenyum dan merangkul perempuan paruh baya tersebut dengan tulus.


"Bu, setiap manusia Dimata tuhan itu sama. biar bagaimana pun kalian adalah orang tua, dan saya pun wajib menghormati kalian seperti saya menghormati kedua orangtua saya. mari silahkan duduk pak, Bu" jawab Rita sambil mempersilahkan mereka semua duduk disofa ruang tamu.


"dan tolong, jangan panggil saya nyonya ya pak Bu. karna dini, Nana dan juga Salma sudah saya anggap seperti adik saya sendiri sama dengan Naura" lanjut Rita membuat ketiga pasangan tersebut tersenyum lebar karna mendapat respon yang sangat baik dari pemilik rumah.


"silahkan diminum pak Bu" kata bi asih dan juga bi Surti yang datang membawa beberapa gelas minuman dan juga beberapa piring berisi kue sebagi cemilan bagi tamu dari Rita dan juga Bayu.


"terimakasih Bu" jawab mereka serempak sambil tersenyum.


"assalamualaikum, sudah berkumpul semua? Nana, dini, Salma apa kabar" tanya Bayu pada ketiga sahabat Naura dihadapannya. ketiganya pun lantas berdiri dan menyalami Bayu yang baru saja datang ditengah-tengah mereka.


"baik mas, Alhamdulillah" jawab Nana disambut senyum oleh Bayu.


"ini orangtua kalian?" tanya Bayu sambil menyalami ketiganya sama seperti Rita tadi membuat ketiga pasangan tersebut kembali merasa sungkan.


"iyaa mas" jawab dini dengan wajah menunduk.


"silahkan pak Bu, diminum dimakan cemilannya jangan sungkan. kita silaturahmi dengan baik untuk pertama kalinya malam ini ya pak, Bu" kata Bayu dengan senyum ramah menatap pasangan paru baya didepannya.


"iyaa tuan" jawab ketiga pasang paru baya tersebut dengan berbarengan membuat Bayu dan Rita terkekeh kecil.


"santai aja pak, Bu saya memang sengaja menyuruh mereka bertiga membawa kedua orangtua mereka kesini jika perkataan mereka tidak dipercayai. jadi bagaimana pak Bu, saya janji akan melakukannya dengan baik. asal ketiga orang ini bisa menemani adik kecil saya ini dirumah peninggalan orangtua kami" kata Bayu membuat ketiga pasangan itu saling pandang.


"kami si ngga masalah tuan, tapi saya hanya minta jika mereka bisa mempertahankan kepercayaan kami selaku orangtuanya dan juga mereka tak pernah meninggalkan kewajiban mereka sebagai muslim" jawab orangtua dari Salma.


"itu pasti akan selalu kami awasi pak, bapak tenang aja. dan yaa, jangan panggil saya tuan dong pak. kayanya saya tua banget ya" jawab Bayu yang membuat beberapa orang diruang itu tertawa kencang.


"baiklah, maaf nak Bayu. kamu juga ingin menyampaikan banyak terima kasih karna sudah mau membantu membiayai kuliah putri-putri kami ini" kata ayah dari dini mewakili kedua pasangan yang lain.

__ADS_1


"sama-sama pak, ini semua saya lakukan karna saya juga sudah menganggap ketiganya sebagai adik saya sendiri sama seperti Naura" ...


bersambung....


__ADS_2