
beberapa bulan kemudian, hari ini tepat satu tahun keena lahir. saat ini rumah Bayu dan juga Rita tengah didekor sedemikian bagusnya, malam nanti akan diadakan acara perayaan ulang tahun bayi mungil tersebut secara mewah dengan mengundang seluruh kolega Bayu dan juga teman-teman sosialita Rita yang baru beberapa bulan ini Rita ikut bergabung oleh mereka.
"sayang, bagimana dengan gaunmu dan juga keena. apakah sudah diantarkan?" tanya Bayu yang tengah sibuk dengan laptopnya.
"sudah kok mas, kami memesan tiga gaun samaan mas. untukku, keena dan juga Naura." jawab Rita membuat Bayu tersenyum dan menganggukan kepala.
"bagaimana dengan bapak dan juga ibu mas? apa kamu udah menyuruh anak buahmu untuk menjemput mereka?" tanya Rita pada Bayu.
"udah kok sayang, palingan sebentar lagi sampai. aku sudah menyuruh mereka menjemput bapak dan ibu sejak pagi tadi" jawabnya membuat Rita tersenyum lebar.
"makasih ya mas, kalo ibu sari gimana mas?" tanya Rita lagi yang membuat Bayu langsung terdiam.
"menurutmu bagaimana? apa aku harus menyuruh anak buahku untuk menjemputnya?" tanya Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.
"tentu saja mas, bukankah keena juga cucunya. pasti ibu akan sangat senang jika kita hadirkan ke acara ulang tahunnya yang pertama" jawab Rita dengan mata berbinar.
"sayang, sini. apa kamu ngga ada rasa marah terhadap ibu?" tanya Bayu membuat Rita menyeritkan kening.
"tentu saja ngga mas, kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Rita heran.
"yaa gapapa sayang, mas cuma tanya. setelah apa yang ibu lakukan apa kamu ngga pernah merasa marah dan juga benci kepala ibu, bahkan saat ini kamu minta aku untuk menghadirkan beliau" jawab Bayu membuat Rita terkekeh kecil.
"kamu tenang aja mas, aku sama sekali ngga pernah marah sama ibu kok. aku justru sangat senang kalo beliau masih mau menginjakkan kaki dirumah kita, biar gimana pun ibu sari adalah orang tua kamu mas. aku akan tetap menghargainya seperti aku menghargai orangtua aku" jawab Rita kembali membuat Bayu tersenyum lebar.
"yasudah kalo begitu aku suruh anak buahku untuk membawa ibu kerumah ini" jawab Bayu membuat Rita mengembangkan senyum.
"aku justru bangga sama kamu mas, kamu ngga dendam setelah apa yang ibu sari lakukan pada keluarga kamu." kata Rita membuat Bayu menunduk tajam.
"jujur aku sebenarnya sangat sangat marah sayang, tapi marahku semata-mata karna aku kecewa dengan kenyataan yang sebanarnya. kamu tau sendiri bagaimana baiknya ibu pada kita, bahkan sebelumnya ibu sangat amat menyayangi kamu. dan aku akui ibu memang mendidikku dengan sangat baik seperti anaknya sendiri, tapi dibalik itu ternyata dia lah penyebab kedua orangtuaku meninggal. hati aku sakit sayang, sangat sakit tapi aku juga begitu menyayanginya" jawab Bayu membuat Rita kembali tertegun.
"lantas baik nya bagaimana menurut kamu?" tanya Rita yang langsung membuat Bayu menggelengkan kepala, Rita pun langsung terdiam mendengar jawaban yang diterima.
__ADS_1
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu kamar keduanya, Rita pun segera bangkit dan membuka pintu melihat ternyata bi Surti lah yang mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa bu?" tanya Rita dengan senyum.
" ada orang dari butik dan salon datang nak" kata bi Surti yang langsung membuat Rita menengok jam dinding yang berada dikamarnya.
"masih jam dua siang ya, kenapa sudah datang. bapak dan ibu aja belum sampai" jawab Rita menggaruk tengkuknya.
"kenapa sayang?" tanya Bayu yang penasaran melihat tingkah sang istri.
"ini mas, kata ibu ada orang butik dan juga salon datang. tapi kenapa masih siang begini? acaranya kan nanti malam, mereka kan bisa datang sore nanti untuk merias" jawab Rita membuat Bayu terkekeh kecil.
"sayang, kalo ada orang salon berarti kamu harus melakukan perawatan dari ujung kepala hingga ujung rambut agar kamu terlihat fresh. oiyaa Bu, ada pegawai cowonya kan?" tanya Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.
"ada pak, katanya dipanggil juga sama bapak" kata bi Surti membuat Bayu tersenyum hangat.
"eehh sebantar mas, keena masih didalam" kata Rita memberhentikan Bayu melangkah lebih jauh.
"sudah, biarkan keena sama ibu. kalian segeralah kebawah" jawab bi Surti membuat Rita memelototkan mata.
"apa ibu ngga sekalian di pijat?" kata Rita menghadap sang suami sekaligus meminta jawaban.
"jika ibu mau, aku tak masalah. aku memang sengaja mengundang mereka untuk kita semua" jawab Bayu dengan santai.
"biar lah ibu nanti saja, kalian lebih dulu. toh masih banyak juga yang belum sampai, kita bergantian saja" jawab bi Surti yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.
"baiklah kalo begitu Bu, kami titip keena ya Bu" kata Rita yang langsung dibalas senyum oleh bi Surti.
Rita dan juga Bayu pun menghampiri beberapa orang yang berada diruang tamu, keduanya pun melangkah kan kaki menunjukkan dimana mereka akan melakukan perawatan. Bayu dan Rita pun memilih ditempat terpisah, jika Rita berada ditempat dimana ia biasa perawatan jika dirumah semantara Bayu memilih berada dikamar tamu.
__ADS_1
"kita mulai dari cuci rambut ya Bu" kata pegawai salon tersebut dengan senyum ramah.
"baik mbak" kata Rita mengikuti langkah pegawai tersebut ketempat pencucian rambut.
"mbak baru ya disalon ini, kayanya satu baru kali ini ketemu mbak?" tanya Rita pada pegawai salon tersebut.
"iyaa Bu, saya baru seminggu kerja. sebelumnya saya kerja ditempat lain" jawabnya dengan sopan.
"oohh tapi salon juga?" tanya Rita kembali.
"iyaa Bu," jawabnya dengan ramah.
"bagus, berarti sudah berpengalaman ya kerja disalon. udah berapa tempat?" tanya Rita lagi membuat pegawai salon tersebut berfikir.
"berapa ya, kayanya enam atau tujuh tempat lah Bu. tapi memang salon-salon kecil sih Bu bukan seperti yang sekarang, yaa ibu tau sendiri lah salon ini kan sangat terkenal Bu. saya bisa masuk sini aja karna kebetulan tempat saya pas berada didalam kualifikasi persyaratan masuknya waktu itu" jawab pegawai tersebut membuat Rita menganggukan kepala dan tersenyum.
"iyaa, bekerjalah dengan rajin biar bisa menggapai cita-cita. berapa umurmu?" tanya Rita.
"umur saya masuk dua puluh sembilan tahun Bu" jawabnya dengan jujur.
"oohh beda beberapa tahun diatas saya, saya masih dua puluh enam tahun" jawab Rita membuat pegawai salon itu memebelalakan mata seketika.
"waaahh ternyata ibu masih muda, tapi sudah sukses" jawab pegawai tersebut membuat Rita tertawa kecil.
"yang sukses itu suami saya mbak, bukan saya. saya hanya anak kampung" jawab Rita membuat pegawai tersenyum tersenyum mendapati pelanggan yang sangat ramah dan juga rendah hati.
"gapapa Bu, Alhamdulillah mendapatkan suami yang mampu menaikkan derajat kita. itu pasti bonus karna ibu orang baik" jawab pegawai tersebut mengungkapkan kekagumannya.
"semua orang juga baik mbak, benar apa kata mbak semua ini hanya bonus"....
bersambung......
__ADS_1