Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus58.


__ADS_3

tak butuh waktu lama, mereka pun sampai dihalaman mall terbesar dikotanya. Rita pun menggandeng lengan Bayu yang mendorong keena dalam kereta dorongnya, sedangkan Naura dan juga bi Surti jalan didepannya.


"mau makan dulu atau mau belanja dulu nau?" tanya Rita membuat Naura membalikkan badan menatap Rita.


"emm belanja aja dulu ya mbak, aku belum laper si. ibu gimana?" jawab Naura melempar pertanyaan pada bi Surti.


"ibu ikut aja" jawab bi Surti yang masih belum terbiasa dengan panggilan yang baru padanya dan juga kepada ketiga majikannya.


"yaudah kalo gitu kita belanja aja dulu, beli aja apapun yang kalian mau." jawab Bayu membuat Naura dan Rita menatap berbinar pada lelaki tersebut.


"makasih ya mas, kalo gitu kita ke sana aja mbak. yuk" kata Naura menunjuk salah satu brand yang ia suka.


mereka pun melangkah kan kaki menuju store pakaian yang Naura inginkan, Naura pun memilih beberapa pakaian yang cocok untuknya. begitu pun dengan Rita, sementara bi Surti hanya melihat-lihat. baginya tak ada yang cocok untuk dirinya yang seorang wanita paru baya ditoko sebagus ini.


"ibu kok lihat-lihat doang, ngga ambil bajunya yang ibu suka" kata Rita pada bi Surti yang langsung tersenyum menatap Rita.


"ngga ada yang cocok nak Rita, saya mana cocok pakai pakaian yang seperti ini" jawab bi Surti dengan tersenyum kecil.


"emmm sini Bu, ikut aku" ajak Rita menarik lengan bi Surti agar mengikutinya menuju ke pakaian yang Rita rasa cocok untuk bi Surti.


bi Surti pun hanya diam digandeng oleh Rita menuju tempat yang Rita tujukan.


"nah, ini nih pasti cocok untuk ibu. coba ibu pilih" kata Rita menyuh bi Surti memilih pakaian yang ia mau.


"tapi nak, ini terlalu mahal untuk ibu. ibu biasa pake baju daster yang pakaian rumahan biasa seperti ini" jawab bi Surti membuat Rita menghela nafas.


"yaa gapapa Bu, ibu cari untuk dipakai bepergian nantinya. lihat ini bagus, ini juga ada gamis Bu. cocok untuk ibu" jawab Rita memilihkan pakaian yang sekiranya cocok untuk bi Surti.


"iyaa tapi harga terlalu mahal Bu, gaji saya bisa habis jika untuk membeli pakaian seperti ini" jawab bi Surti membuat Rita menghela nafas dengan kencang.


"bibi ngga usah mikirin itu lagi, lagian sekarang kan bibi udah kami anggap sebagai ibu kami sendiri. apapun yang menjadi kebutuhan bibi akan kami penuhi, masalah gaji. itu bukanlah gaji lagi bi, tapi anggap saja itu uang bulanan untuk bibi. nanti biar aku cari lagi asisten yang bisa dipercaya untuk membantu kita dirumah" jawab Rita membuat bi Surti tersenyum dan menggenggam tangan Rita.


"bibi bersyukur bisa bertemu orang sebaik nak Rita dan juga nak Bayu, makasih mau menerima wanita tua ini dalam keluarga kalian" jawab bi Surti yang merasa terharu dengan kebaikan Rita.


"iyaa sama-sama Bu, sekarang ibu pilih ya. atau mau aku pilihkan?" tanya Rita pada bi Surti yang hanya tersenyum dan anggukan kepala. mendapat respon yang baik dari bi Surti, Rita pun segera memilihkan beberapa potong baju dan juga celana untuknya, juga dua buah gamis yang bagus dengan warna kulit bi Surti.


"apa ini ngga terlalu banyak nak?" tanya bi Surti pada Rita yang hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"ngga kok Bu, tenang aja. nanti kita juga akan beli tas dan sepatu atau sendal, ibu juga harus memilih yang bagus. kalo ngga, aku yang akan memulihkan lagi seperti ini" jawab Rita dengan mengerucutkan bibirnya membuat bi Surti tertawa kecil dan menganggukan kepala.


"bibi jadi ngga enak ini nak Rita" jawab bi Surti lagi menatap Rita.


"enakin aja kali Bu, udah yuk kita bayar" ajak Rita pada bi Surti dengan membawa dua kantong baju, satu baju miliknya dan keena satunya lagi milik bi Surti yang ia bawakan.


"sini biar ibu aja yang bawa belanjaannya nak Rita, berat kalo nak Rita yang bawa semua" kaya bi Surti pada Rita yang langsung memberikan tas belanja pakaian milik bi Surti.


"ini bu, ibu bawa pakaian milik ibu sendiri ya. ayok kita kesana, mas Bayu dan keena menunggu duduk didepan kasir" kata Rita mengajak bi Surti yang langsung menganggukan kepala.


mereka pun mendekat kearah Bayu dan juga keena, ternyata sudah ada Naura yang juga menunduk disana dengan membawa dua kantong belanja pakaian miliknya.


"sudah?" tanya Bayu ketika melihat bi Surti dan juga Rita mendekat kearah mereka.


"sudah, maaf ya mas lama. ibu tadi ragu mau beli, setelah aku paksa baru mau memilih" jawab Rita yang langsung disambut dengan anggukan kepala.


"bu, jangan sungkan ya" kata bayu pada bi Surti yang langsung menganggukan kepala dengan menunduk.


"ini belanjaan kamu semua nau?" tanya Rita pada Naura yang langsung menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"tuh liat Bu, kalo Naura diajak belanja pasti belanjaannya seabrek. ini baru baju Bu, belum nanti yang lain" kata Rita pada bi Surti yang hanya tersenyum menatap Naura.


"siapa bilang? tentu aja nanti semua ini akan dipotong dari uang jatah bulanan kalian semua" jawab Bayu membuat ketiga orang didepannya membelalakan mata.


"apa!!" sahut ketiganya berbarengan menatap intimidasi pada Bayu yang menatap tak bersalah.


"kenapa? ada yang salah kah?" tanya Bayu menatap bergantian Naura dan juga Rita


"terus ngapain kamu ngajakin belanja kalo ujung-ujungnya bulanan kami yang dipotong, yaudah kalo gitu ga jadi. ayok nau, Bu kita balikin lagi semua baju-baju ini" ajak Rita pada bi Surti dan juga Naura, membuat Bayu terkekeh mendengar istrinya yang mengambek pada nya.


"eehh ngga kok sayang, mas hanya bercanda. yuk, yuk bayar yuk" kata Bayu membujuk Rita yang sudah memasang wajah bengisnya.


"ngga lucu mas" jawab Rita dengan ketus.


"iyaa sayang maaf ya, mas cuma bercanda kok benaran deh" jawab Bayu yang langsung membuat Rita luluh.


"sana mas yang antri bayar, semua belanjaan ini" kata Rita menyerah kan tas belanja miliknya dan juga bi Surti.

__ADS_1


"loh, kok mas si sayang. ayok lah bareng-bareng yuk, nanti kalian yang antri dikasir mas tinggal bayar" jawab Bayu berusaha membujuk Rita.


"ngga mau, aku disini aja sama keena. capek aku" jawab Rita dengan ketus.


"yaudah kalo gitu ibu sama Naura aja yang antri ya, nanti mas yang bayarin. ini sekalian punya mbakmu ya nau" kata Bayu pada Naura yang langsung menganggukan kepala.


"yaudah kalo gitu, Ayuk Bu" kata Naura mengajak bi Surti untuk antri di kasir menghitung barang yang mereka bawa.


setelah mereka selesai menghitung belanjaan mereka dikasir, Bayu pun segera membayar semuanya dengan black card yang dia pegang. setelah semua terbayar mereka pun keluar dari store tersebut kemudian memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu.


"mau makan apa kalian?" tanya Bayu pada Rita dan juga Naura serta bi Surti.


"apa aja mas, aku ngikut terserah ibu sama Naura aja" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"gimana nau, mau makan apa?" tanya Bayu pada Naura.


"emm apa ya mas, kita makan di warung pojok aja gimana mas? restorannya juga bagus dan banyak menu pilihannya juga" jawab Naura yang langsung diangguki oleh Bayu dan juga Rita.


"boleh, kalo gitu kita kesana ya. Dila tai atas kan?" tanya Bayu pada Naura yang menganggukan kepala mengiyakan.


"penuh disini ternyata nau" kata Rita pada Naura.


"iyaa mbak, tapi ada ruangan privatnya kok. bentar aku tanya mbaknya dulu." kata Naura yang langsung mendekati pelayan dimeja tamu dekat pintu.


"mari, pak Bu ikuti saya" kata pelayan tersebut pada Rita dan juga Bayu setelah berbincang dengan Naura.


"kamu pesen ruang VIP nau?" tanya Bayu yang langsung diangguki oleh Naura


"iyaa lah mas, lihat orang didepan semuanya udah penuh kok" jawab Naura sambil mengikuti langkah pelayan yang akan menunjukkan ruangan mereka.


"ini pak ruangannya, semoga nyaman" kata pelayan tersebut mempersilahkan keempatnya masuk kedalam ruangan privat tersebut.


"makasih mbak, tolong sekalian minta menunya ya mbak" kata Bayu yang langsung diangguki oleh pelayan tersebut.


pelayan itu pun mengeluarkan selembar kertas yang berisikan berbagai macam menu yang tersedia di restoran tersebut dengan satu buah tab berukurang sedang.


"silahkan pak Bu, mau pesen apa" tanya pelayan tersebut dengan sopan.

__ADS_1


Bayu, Naura dan juga Rita pun memilih menu nasi dengan bistik ayam, daging sapi lada hitam, capcai kuah, dan juga udang goreng tepung sebagai pilihan menu makan malam mereka.


bi Surti pun hanya diam dan menerima apa yang menjadi pilihan anak angkat barunya tersebut.


__ADS_2