Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus10.


__ADS_3

Naura yang menguping pun merasa tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut ibu kandungnya tersebut, ia tak habis pikir bagaimana seorang ibu tega mengatakan seperti itu pada menantunya yang katanya selama ini ia sayangi sepenuh hati. Naura hanya bisa menutup mulutnya tak menyangka.


ia pun kembali mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh sang ibu pada kakak iparnya tersebut, bagi Naura ini adalah hal yang aneh. ibu yang dulu begitu menyayangi kakak iparnya kini justru menyalahkan menantu kesayangannya atas kesalahan anak angkatnya.


"itu lah kenyataannya rit, semenjak ada kamu hubungan ketiga anak ibu menjadi berantakan. bahkan ibu sebagai ibu kandungnya sendiri pun sampai ngga mengenali mereka, bahkan Naura sampai tega membentak dan mempermalukan ibu nya sendiri dihadapan orang banyak. apa kamu lupa bagaimana kejadian dirumah kecil mu itu saat itu? jujur ibu sangat sakit hati rit, tapi ibu tahan mengingat dia pun anak kandung ibu" jawab ibu Bayu membuat Rita menyeka sudut matanya.


"tapi kenapa seolah ibu menyalahkan aku Bu, aku juga ngga ngerti kenapa mereka bisa seperti ini Bu. aku juga gamau dihadapi dengan kondisi yang seperti ini" jawab Rita dengan terisak.


"ibu ngga menyalahkan kamu Rita, tidak ada yang menyalahkan kamu. ibu hanya berkata sesuai fakta yang ada, apa kamu mampu menyanggah kenyataan?!" jawab ibu Bayu dengan sedikit membentak.


"kenyataan yang gimana Bu? kenyataan yang sebenarnya adalah Maura yang membuat kehancuran dalam keluarga ini, bahkan mencoba membuat mas Bayu dan mbak Rita berpisah. kenyataan yang mana yang ibu maksud? kenyataan bahwa aku terus menentang ibu yang selalu membela Maura bahkan disaat dia salah?! ibu tidak suka jika aku dan mas Bayu berada dipihak mbak Rita begitu?" tanya Naura yang sudah tak tahan mendengarkan perdebatan keduanya dibalik dinding pemisah antara ruang tamu dan juga ruang keluarga tersebut.


ibu Bayu dan juga Rita menoleh melihat Naura yang datang dengan bersedia tangan didada, Naura menatap tak percaya apa yang dikatakan sang ibu pada kakak iparnya.


"Naura, kamu disini?" tanya ibu Bayu dengan pelan.


"iyaa kenapa? apa ibu khawatir karna aku mendengar percakapan antara ibu dan juga mbak Rita?" tanya Naura dengan nada sinis.


"bu-bukan begitu nau, ibu cuma bicara fakta!" jawab ibu Bayu menyangkal apa yang Naura katakan.

__ADS_1


"fakta yang bagaimana?" tanya Naura dengan menekan suaranya dengan tatapan tajam menatap sang ibu yang langsung menundukkan kepala. sementara Rita yang kembali melihat perdebatan antara anak dan ibu itu pun hanya diam sesekali menyeka air mata yang terlihat disudut matanya.


"mbak Rita, sebaiknya jika salah satu diantara kita sudah tidak diterima dirumah ini lebih baik kita keluar bersama-sama. aku ga keberatan jika harus berpisah dengan seorang ibu yang egois, pilih kasih antara anak kandung dan juga menantunya bahkan dibandingkan dengan anak angkatnya. ternyata kita salah kembali kerumah ini mbak, dengan hadirnya kita ternyata ngga membuat semuanya menjadi lebih baik Dimata ibu" jawab Naura menatap Rita yang hanya menundukkan kepala.


"lihat kan rit, bagaimana bisa keluarga ini dibilang baik-baik saja jika anak kandung ibu aja berani terhadap ibu kandungnya sendiri. bahkan dia lebih membela kamu dibanding dengan ibu" jawab ibu Bayu menatap sinis sang anak yang menggeleng tak percaya dengan apa yang ibunya katakan.


"cukup Bu, ngga seharusnya ibu menyalahkan mbak Rita. seharusnya ibu salahkan diri ibu sendiri yang selalu membela orang yang salah!" kata Naura dengan berteriak sehingga membuat bi asih yang berada didapur menghampiri majikan dan kedua anaknya itu.


sampai diruang keluarga bi asih pun melihat Rita yang menangis sesenggukan menatap ibu Bayu dan juga Naura yang saling melempar kekesalan.


PLAAAAKK !!


"jaga sopan santunmu bicara dengan ibu Naura, ingatlah rumah ini bahkan masih rumah ibu. ibu bisa saja menyeretnya keluar dari rumah ini" kata ibu Bayu dengan nada penuh penekanan.


"tanpa ibu seretpun aku akan keluar dari rumah ini, aku ngga akan sudi kembali kerumah ini. suatu saat ibu akan menyesal melakukan ini semua pada ku dan mbak Rita. ingat Bu, bahkan setelah kami keluar dari rumah ini ibu ngga akan ada lagi yang mengawasi. hiduplah dengan kehidupan ibu sendiri didalam rumah ini, begitupun dengan aku dan juga mbak Rita. kami akan melangsungkan hidup kami sendiri tanpa bantuan ibu" jawab Naura dengan lantang.


"seyakin itu kah kamu nau? kamu lupa jika Bayu sudah berada dalam genggaman ibu? kamu lupa jika Bayu sudah menduduki posisinya diperusahaan itu? dia pasti akan lebih memilih mempertahankan posisinya dibanding dengan istrinya" jawab ibu Bayu menatap sinis anak perempuannya.


"mungkin ibu yang harus tau jika semua aset kecuali rumah ini sudah atas nama ku dan juga mas Bayu? selama ini uang yang mengalir kedalam rekening ibu itu adalah bagian yang mas Bayu serahkan bagi ibu untuk kehidupan ibu sampai detik ini" jawab Naura membuat ibu Bayu membelalakan mata.

__ADS_1


"tidak mungkin, ngga mungkin hanya rumah ini milik ibu. bukannya kita akan bagi rata semua kekayaan ayah kalian?!" jawab ibu Bayu dengan berteriak.


"ibuu ibuu, apa ibu fikir aku ga tau siapa ibu dan apa hubungan ibu dengan Maura yang sebenarnya terutama soal kematian ayah?!" jawab Naura membuat ibu Bayu semakin membelalakan mata.


"ngomong apa kamu Naura! jangan menebar apa yang bukan sebenarnya!!" kata ibu bayu dengan berteriak.


"aku tidak mengada-ngada Bu, aku tau semuanya. berdoa saja agar kedok ibu selama ini akan terus tertutupi dari mas Bayu, bahkan aku tidak akan terus berbaik hati jika ibu masih bersikap sama seperti hari ini" jawab Naura dengan penuh penekanan.


Rita yang tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Naura pun hanya bisa diam dan terus menyeka sudut matanya, sementara ibu Bayu yang mendengar perkataan Naura pun merasa wa-wa. takut jika Bayu mengetahui yang sebenarnya.


"sudahi Bu, jika ibu tidak ingin menjadi gembel!!" kata Naura pada ibu Bayu dengan penekanan disetiap kalimatnya.


"ayok mbak kita masuk kamar, biarkan nenek sihir ini dengan kebingungannya" kata Naura mengajak Rita menjauhi ibu Bayu yang terlihat menatap Naura dan juga Rita dengan pandangan yang sulit diartikan.


mereka pun melangkahkan kaki meninggalkan ibu Bayu yang dilanda dengan kecemasannya, sekarang hidupnya berbalik. ia bermaksud menekan Rita agar pergi jauh dari Bayu justru ia yang kembali ditekan oleh anak kandungnya sendiri.


________________________________________


mohon maaf ya guys ngga bisa maksimal up nya, outhornya lagi sakit nih. gantian sakitnya sama anak-anak🙏

__ADS_1


__ADS_2