Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus7.


__ADS_3

"belum bu, sekarang justru mas Bayu yang terlihat marah oleh Rita" jawab Rita dengan menundukkan kepala.


"tak apa nak, namanya rumah tangga pasti ada sedikit kesalah fahaman dari pasangan masing-masing" jawab bi Surti membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"apa kamu udah bicara dengan Naura nak?" tanya bi Surti yang langsung dijawab gelengan kepala oleh Rita.


"sebanarnya udah bu, tapi ntah kenapa Naura ngga mau mendengarkan perkataanku. aku hanya takut hatinya sudah mulai tertutup dengan rasa benci dan dendam yang berlebihan Bu" jawab Rita dengan nada yang sangat lirih.


"nak, caramu sudah bagus. tapi ibu minta pelan-pelanlah memberi tahu adikmu agar dia pun bisa mengerti jika apa yang dia lakukan salah, begitupun suamimu. ibu memang tidak tau secara pasti apa yang menyebabkan mereka berdua begitu sangat membenci ibu sari, tapi jika ibu lihat Bayu memendam rasa sakit yang teramat tapi dia juga menyayangi ibu yang telah merawatnya itu. tugasmu hanya meluruskan mereka kejalan yang seharusnya" jawab bi Surti dengan senyum lembut yang meneduhkan.


"iyaa Bu insyaallah Rita pasti bisa membuat mereka berdua berfikir jernih agar tidak merugikan mereka juga" jawab Rita membuat bi Surti menatapnya dengan tersenyum.


"iyaa nak, insyaallah kamu pasti bisa. tapi, apa kamu sendiri ngga marah atas apa yang telah dilakukan oleh ibu mertuamu dan juga ipar mu yang dipenjara itu?" tanya bi Surti dengan menyeritkan kening.


"marah si ya pasti ada ya Bu, kecewa pun pasti tapi dibalik semua itu kita kan bisa ambil hikmah nya tak perlu mendendam. bukankah kita akan jauh lebih tenang jika tidak menyimpan dendam dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi, lagipula Bu Allah aja maha pemaaf masa kita yang hambanya tidak bisa saling memaafkan" jawab Rita membuat bi Surti terkekeh sambil menganggukan kepala.


"betul, apa yang kamu katakan sangat betul nak. tapi apa kamu pernah merasakan menjadi seorang Bayu yang,,,,, yah kamu tau sendirilah gimana kisah hidup suamimu, andai kamu yang ada diposisi dia bagiamana? apa kamu masih mampu memaafkannya?" tanya bi Surti membuat Rita sedikit terdiam, sedikit kemudian ia pun tersenyum tulus menatap bi Surti yang menatap Rita dengan raut wajah heran.

__ADS_1


"kita jangan lupa kan ikhlas Bu, ada tahap dimana kita harus rela mengikhlaskan. bukannya buah dari keikhlasan jauh lebih banyak dibanding kita harus menyimpan dendam dan membalaskan rasa sakit yang kita rasakan? apa bedanya kita dengan mereka andai kita membalas apa yang seharusnya ngga kita perbuat pada mereka. jika dengan mengikhlaskan hati kita bisa tenang, bisa lega, kenapa kita harus membalaskan dendam? apa dengan membalas dendam orang yang telah tiada akan kembali bangkit? ngga kan Bu, aku rasa justru mereka sedih karna melihat anak mereka dari atas sana berbuat seperti itu pada pengganti mereka" jawaban Rita kembali membuat bi Surti tertegun, ntah kenapa Rita mampu menjawab hal sedemikian rupa.


tanpa disadari sedari tadi ada seseorang yang tengah menguping didepan pintu kamar Rita, ya dia Adalah Naura yang sedari tadi mendengarkan apa yang dibicarakan kakak iparnya dan juga ibu angkatnya.


"nak, bukankah berbicara itu gampang tapi menjalaninya yang susah. bisa saja orang berfikir karna nak Rita tak merasakan apa yang baru rasakan, makanya nak Rita bisa berbicara seperti itu. padahal kenyataannya sangat menyakitkan oleh nak Bayu" jawab bi Surti kembali membuat Rita sedikit terkekeh.


"Bu, untuk apa memikirkan perkataan orang. Rita hanya menjaga hati suami Rita agar tetap senantiasa bersih tanpa ada noda dendam didalamnya, bukannya kita sebagai suami istri harus saling melengkapi dan menasehati? andai Rita salah jalan pun, Rita pasti akan menerima masukan yang diberikan mas Bayu. tapi jika mas Bayu dalam posisi salah, apa Rita tak boleh memberikan masukan pada mas Bayu?" jawab Rita membuat bi Surti tersenyum dan menganggukan kepala.


"bagus, ibu suka pola pikir kamu nak. kamu benar-benar berhati mulia, memang benar kita harus membenci dan tidak menyukai sewajarnya jangan sampai timbul dendam apalagi sampai mendarah daging dan menyebabkan perpecahan. semoga suamimu segera sadar dengan apa yang ia lakukan" jawab bi Surti kembali membuat Rita tersenyum.


semantara Naura yang sedari tadi mendengarkan apa yang dibicarakan kakak dan juga ibu angkatnya itu pun tak dapat berkata-kata atau berfikir jernih, ia yang semula ingin berbicara dan bercerita pada Rita pun mengurungkan niatnya karna mendengar percakapan antara Rita dan juga bi Surti.


"siapa bu?" tanya Rita dengan penasaran, bi Surti pun habya menjawab dengan gelengan kepala. namun, ia langsung melangkah kan kaki membuka pintu kamar. dan alangkah terkejutlah dia ketika melihat Naura berada didepan pintu kamar rita dengan mata berkaca-kaca.


"Naura, kamu udah lama disini?" tanya bi Surti pada Naura yang hanya diam dan tak menjawab pertanyaan bi Surti.


"siapa Bu?" tanya Rita pada bi Surti.

__ADS_1


"Naura nak, ayok masuk nau" kata bi Surti mempersilahkan Naura masuk kedalam kamar Rita.


"kamu nau, ada apa?" tanya Rita pada Naura yang masih meneteskan air mata.


"mbak, maafin Naura mbak. mbak benar, mungkin Naura terjebak dengan rasa sakit yang Naura rasakan, maaf kan Naura mbak" kata Naura dengan memeluk Rita dengan erat.


"sudah-sudah ngga apa kok nau, mbak hanya mengingatkan kamu aja bukan bermaksud untuk menghakimi kamu kok" jawab Rita dengan nada lembut, sementara Naura masih menangis dipelukan Rita.


"tapi aku tetap salah mbak, mbak benar ngga seharusnya aku melakukan hal seperti itu pada ibu. terlebih lagi beliau adalah ibu kandungku, maafin aku mbak yang selama ini udah ngga mendengarkan apa yang mbak katakan" jawab Naura melepaskan pelukannya pada kakak iparnya, kini Naura memegang kedua tangan Rita yang langsung direspon senyum tulu dari bibir perempuan beranak satu tersebut.


"tak apa nau, bukan kan mbak memang harus banyak membimbing kamu? mbak hanya bisa menasehati, mbak ngga bisa mencegah apapun yang ingin kamu lakukan. setidaknya mbak tidak ingin hati adik mbak yang bersih ini menjadi kotor hanya dengan dendam" jawab Rita memegang bahu Naura dengan kedua tangannya.


"makasih ya mbak, selama ini udah jadi kakak dan juga teman yang baik dan juga menenangkan. Naura beruntung punya ipar seperti mbak Rita, disaat orang diluar sama banyak yang dekat dengan ipar atau sesama ipar tapi aku bisa begitu dekat dengan mbak seperti adik dan juga kakak sungguhan" jawab Naura membuat Rita merasa terharu dengan apa yang naura katakan.


"sama-sama nau, tugas mu hanya satu. buat kami bangga, tunjukan pada dirimu jika kamu mampu memantaskan diri sebagai salah seorang Adipura" jawab Rita dengan tersenyum, mau tak mau Naura lih ikut tersenyum mendengar apa yang Rita katakan.


"tentu saja mbak, Naura akan menjadi Adipura sejati seperti mas Bayu" ......

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2