
POV Naura.
tak ada yang tak mungkin didunia ini, entah mengapa setelah apa yang dilakukan oleh ibu aku benar-benar merasa sangat bersalah pada mas Bayu dan juga mbak Rita. andai aku bukan anak kandung ibu, aku pasti akan meminta maaf Bayu memenjarakan ibu. tapi sayangnya, beliau adalah ibu kandungku.
jujur aku sangat kecewa dengan apa yang baru saja ku ketahui, aku benar-benar sangat takut jika mas Bayu melampiaskan kebenciannya atas apa yang ibu lakukan. walaupun aku adik satu ayah darinya tapi aku lahir dari rahim seorang perempuan yang tega membunuh ibu kandungnya sendiri.
tapi aku salah, ternyata mas Bayu dan mbak Rita justru tak menyinggungku sama sekali. mas Bayu justru sangat memperlihatkan rasa sayangnya padaku, aku bersyukur memiliki saudara lelaki yang sangat menyayangiku terlebih tak menghakimi ku saat keadaan mentalku yang benar-benar down.
setelah liburan aku, mbak Rita dan juga mas Bayu menjenguk Maura didalam lapas. ada rasa kasihan dan prihatin dengan kondisi yang ia alami saat ini, namun juga ada rasa kecewa yang lebih besar dalam hatiku atas apa yang sudah ia perbuat.
beberapa hari kemudian aku janjian dengan ketiga sahabatku untuk mengembalikan formulir kekampus tempat kami melanjutkan study, kami sengaja berkumpul dirumah mbak Rita karna memang jarang rumah kami yang jadi berdekatan. ketiga temanku tinggal disebuah perkampungan tak jauh dari komplek perumahan mbak Rita dan mas Bayu, entah suatu kebetulan atau apa aku juga tak mengerti.
"beruntung banget kamu nau tinggal disini, rumahnya mewah banget" kata Nana ketika kami mengobrol diruang tamu yang berada tak jauh dari ruang keluarga.
"iyaa ini kan rumah mbak Rita sama mas Bayu, aku mau sama siapa lagi kalo bukan sama mereka. kalian tau sendiri lah bagaimana sekarang keluargaku" jawabku dengan tatapan sendu menatap ketiga sahabatku yang juga memperlihatkan mata yang berkaca-kaca.
"yang sabar ya nau, insyaallah semua pasti baik-baik aja. tapi mas Bayu ngga berubah sikap sama kamu kan nau?" tanya Nana padaku.
"ngga kok na, justru mas Bayu selalu baik sama aku bahkan mbak Rita yang membuatku kembali bangkit dari keterpurukan na. apalagi kalian pasti tau lah kalo aku selalu merasa bersalah sama mas Bayu atas apa yang dilakukan ibuku" jawabku yang masih menundukkan kepala kini mulai mengeluarkan air mata.
"iyaa kami sangat tau nau apa yang kamu rasakan, Alhamdulillah jika mas Bayu ngga berubah sikap pada kamu. berarti mas Bayu benaran orang yang sangat baik" jawab Salma yang langsung mendapat anggukan dari kedua sabahatku yang lain, Nana dan dini.
"iyaa bener apa yang Salma bilang nau, kamu harusnya bersyukur karna masih ada yang berusaha membuatmu kuat. lagipula kamu dan mas Bayu memang satu ayah, berarti kamu tetap adik mas Bayu walaupun beda ibu" kata Nana yang sama persis apa yang dikatakan mbak Rita dan juga bi Surti.
"tapi tetap saja aku benar-benar merasa sangat bersalah guys, kalian tau kan sebaik apa mas Bayu aku juga tau sebaik apa ayahku. aku yakin ibu kandung mas Bayu juga pasti orang yang sangat baik, tapi kenapa ibu dengan jahatnya berbuat seperti itu pada mereka" jawab Naura dengan menahan Isakan.
"sabar ya nau, namanya juga manusia. mungkin saat itu ibu kamu hanya sedang khilaf makanya berbuat seperti itu" jawab dini berusaha membuat Naura tenang.
__ADS_1
"iyaa temen-teman makasih ya udah buat aku tenang" jawab Naura membuat ketiganya menganggukkan kepala.
tak lama setelah itu mbak Rita pun memanggil kami semua untuk makan siang bersama, setelah itu kami pun menjalankan ibadah sholat Zuhur yang diimamin oleh mbak Rita sendiri karna kami semuanya perempuan.
setelah semua selesai kami berempat pun berpamitan untuk mengantarkan berkas ke kampus sekaligus kami ingin mengenal setiap sudut kampus baru kami.
setelah semua selesai dan sudah puas melihat seluruh isi kampus, kami pun segera pulang kerumah mbak Rita. tepat pukul empat sore kami sampai dihalaman rumah mbak Rita yang langsung disambut oleh mbak Rita untuk menyuruh menjaga keena dan dengan senang hati ketiga temanku pun mau menjaga keponakan kecilku tersebut.
"lucu banget keena ya nau, andai nanti aku punya anak selucu ini pasti aku uyel uyel tiap hari" kata Salma si bucin pada pacarnya, diantara kami berempat hanya dia yang memang berpacaran.
"yee dasar bucin, nikah aja belum kok udah ngomongin anak duluan. payah kamu, kuliah dulu yang bener baru mikirin anak" kata Nana pada Salma yang langsung mengerucutkan bibirnya.
"tau Salma ini, katanya mau belajar dulu yang bener ini malah terus aja ngebucin" jawabku ikut memojokkan Salma.
begitupun seterusnya hingga tepat kami selesai sholat Maghrib mas Bayu pun pulang dari kantor, kami pun menunggu mas Bayu dan juga mbak Rita untuk makan malam bersama.
setelah semua selesai makan malam aku pun bicara pada mas Bayu tentang rencana yang sudah aku rancang bersama mbak Rita sejak kemarin, alhamdulillahnya mas Bayu pun menyetujui apa yang aku rencanakan bahkan mas Bayu pun memberikan kejutan yang sangat membuatku shok.
ketiga sahabatku pun menyambut dengan baik apa yang mas Bayu tawarkan, karna memang mereka memerlukan semua itu untuk membantu mengurangi beban orangtua mereka.
setalah perbincangan tersebut, Nana dini dan juga Salma pun berpamitan untuk pulang. aku dan mbak Rita mengantarkan nya hingga kedepan pintu rumah, sementara mas Bayu bersama bi Surti duduk diruang keluarga bercanda bersama keena yang sudah sangat dekat pada bi Surti.
"makasih ya mas udah ngizinin temen-temen Naura buat tinggal dirumah peninggalan ayah, bahkan mas Bayu juga berikan uang saku dan biaya kuliah untuk temen-teman Naura" kataku pada mas Bayu yang tersenyum dan menganggukan kepala.
"sama-sama nau, mas lakukan ini karna mas sayang sama kamu dan mas juga tau kalo kamu begitu sayang sama sahabatmu itu. dan juga, mereka lah yang udah membantu kita keluar dari banyaknya masalah yang sudah kita hadapi. mereka berhak mendapatkan semua itu" jawab mas Bayu membuatku melebarkan senyum.
"iyaa mas, sekali lagi makasih ya mas" kataku memeluk mas Bayu yang dibalas dengan Isakan di kepalaku.
__ADS_1
"udah kali manja manjaannya, kan ada istrinya disini. masa adik yang dimanja bukan istrinya" kata mbak Rita yang memasang wajah ketus netapku, aku tau jika ia hanya bercanda berkata seperti itu padaku.
"yaelah mbak pinjem cuma sebentar doang kali, mbak kan nanti bisa puas didalam kamar" jawabku membuat keduanya memelototkan mata, aku pun membungkam mulut dengan kedua tanganku.
"hehehe maaf keceplosan" lanjutku terkekeh membuat keduanya menjitak kepalaku secara bergantian, ya begitulah mereka selalu saja menganiaya diriku.
"jangan kebiasaan nau, masih kecil" kata mas Bayu yang langsung aku angguki.
"iyaa iyaa mas maaf" jawabku menundukkan kepala.
"yasudah. jadi, kamu jadi ambil fakultas design untuk jadi designer terkenal?" tanya mas Bayu yang langsung aku angguki dengan mata berbinar.
"baguslah kalo gitu, kejarlah cita-citamu mas akan selalu mendukung apa yang kamu lakukan asal semua itu pisitive" kata mas Bayu membuatku tersenyum atas perhatian yang ia berikan.
"iyaa mas pasti, aku ngga akan macam-macam kok mas tenang aja" jawabku mengerucutkan bibir.
"iyaa iyaa mas percaya sama kamu, oiyaa kamu mau bawa mobil itu atau motor lama kamu kuliah nanti?" tanya mas Bayu padaku.
"emm bagaimana temen-teman nanti aja mas, kan rencananya kita akan berangkat dan juga pulang bareng kalo sama jadwal pulang pergi. ngga enak lah kalo aku pakai kendaraan sementara mereka ngga, kalo mereka naik kendaraan umum ya aku juga akan naik kendaraan umum" jawabku yang langsung diangguki oleh mas Bayu.
"emm yaudah kalo itu mau kamu, tapi kalo kamu butuh apapun segera kasih tau mas ya" kata mas Bayu.
"iyaa mas tenang aja, aku kan pegang black card dan mas Bayu juga selalu kirim uang jajan bulanan yang sangat banyak untukku." jawabku membuatnya terkekeh kecil.
"yaudah kalo gitu, sana tidur udah malam ini" kata mbak Rita mengusirku untuk masuk kedalam kamar.
"nanti dulu lah mbak, masih jam delapan malam. mbak aja duluan sana yang masuk kamar, lagian keena juga masih main sama ibu kok" jawabku menatap bi Surti yang tersenyum dan menggelengkan kepala.
__ADS_1
setelah itu kami pun fokus pada tv yang ada dihadapan kami yang masih menyiarkan berita tentang perselingkuhan mertua dan juga menantu, aneh sekali;batinku.
bersambung......