Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus28.


__ADS_3

siang harinya mereka pun melakukan makan siang bersama dengan menu yang sudah dibuatkan oleh bi Surti, ketiga sahabat Naura pun tak menghilangkan kesempatan tersebut. selain memang karna perut mereka sudah lapar, mereka pun tengah kehabisan uang jajan yang diberikan oleh orangtuanya. maklum saja, ketiganya berasal dari keluarga yang kurang mampu dan harus berhemat demi mencukupi dengan uang jajan yang diberikan oleh kedua orangtua mereka.


"Alhamdulillah kenyang" kata Salma memulai tingkah konyol yang membuat dini dan juga Nana menggelengkan kepala.


"nambah sal" jawab Rita membuat sang empunya nama menggeleng pasti.


"ngga mbak, aku udah kenyang banget. udah cukuplah makannya, nanti ngga cukup buat ngemil pas ngedrakor kita" jawab Salma membuat Nana, dini dan juga Naura membelalakan mata.


"katanya udah kenyang sal, tapi masih mikirin makan! kamu waras kan sal" kata Naura membuat Nana dan juga dini terkekeh kecil.


"waraslah, maksud kamu aku ga waras gitu?" jawab Salma membuat seolah dirinya merajuk.


"eehh ya habis, makan kamu banyak banget. kamu sadar ngga tadi kamu udah sampai makan dua piring nasi dan mengabiskan separuh dari lauk yang ada dimeja makan ini" jawab Naura membuat Salma terkekeh dengan malu-malu.


"hehe maaf ya mbak, nau aku lapar sih" jawab Salma menundukkan kepala.


"ngga makan berapa hari sih kamu sal sampai makan sebanyak itu, aku aja sampai heran tadi" jawab Nana yang sedari tadi diam mendengarkan perdebatan kedua sahabatnya.


"tadi pagi aku ga sarapan si, kan langsung buru-buru ketemu kamu sama dini na makanya aku ngga sempet sarapan" jawab Salma dengan wajah dibuat sendu.


"yaampun baru ngga makan tadi pagi aja siangnya habis dua piring" kata dini menepuk keningnya sendiri dengan telapak tangannya.


"yaa iyaa dong, kan porsi double buat cacing-cacing diperut aku ini. mereka pada demo karna ngga aku kasih makan tadi pagi, makanya siang ini mereka minta jatah double" jawab Salma dengan bersunggut-sunggut.


"ada ada aja kalian ini, sudah biarin lah Salma makan banyak biar dia gemuk. lihat badannya kurus begini" kata Rita membuat Nana, dini dan juga Naura saling berpandangan.


"mbak, mbak dia mana bisa gemuk. makan sebanyak apapun ngga akan bisa gemuk dia itu, kenapa? karna yang makan cacingnya bukan orangnya" jawab Naura membuat Nana dan juga dini tertawa, kecuali Salma yang langsung memperlihatkan muka masam.


"nyebelin banget si kalian ini, ngga bisa ya kalo kalian itu bikin mood aku baik" jawab Salma yang melipat lengannya didada.


"ngga bisa!!!" jawab ketiganya serempak membuat Salma membulatkan mata mendengar perkataan kompak mereka menjawab perkataannya.


ketiga orang itu pun tertawa secara bersamaan membuat Rita menggelengkan kepala dengan tingkah keempat orang tersebut.


"udah, cepat beresin ini nau. taruh aja dibelakang, biar nanti bi Surti yang cuci sehabis dia selesai makan. mbak mau ambil keena dulu ditaman sama bi Surti" kata Rita pada keempat remaja tersebut.


"ngga usah mbak, biar Salma aja yang cuci piring. dia kan makannya paling banyak" kata dini membuat Naura dan juga Nana menganggukan kepala. sementara Salma terus mengerucutkan bibir mendengar perkataan dini.


"hust udah jangan terus godain Salma, kasian dia" jawab Rita menengahi.

__ADS_1


ketiga remaja itu pun semakin terbahak melihat ekspresi wajah Salma yang semakin suram.


Rita pun melangkah meninggalkan Rema tersebut, baru saja tiga langkah ia menuju taman terdengar suara salam dari depan pintu rumah. Rita pun tak jadi memasuki dapur, ia justru kembali untuk membuka pintu utama rumah tersebut.


"waalaikumsalam, cari siapa mbak?" tanya Rita dengan sopan melihat sosok orang didepannya yang mengeluarkan suara merdu.


"maaf kak, saya cari bi Surti yang kerja disini" jawab orang tersebut dengan tersenyum lembut.


"oohh ini Bu Sandra yang diceritakan Bu Surti tempo hari ya?" tanya Rita dengan senyum ramah.


"iyaa Bu, saya Sandra. salam kenal" jawabnya dengan senyum memperlihatkan deretan gigi putihnya, mengulurkan tangan kanannya pada Rita yang juga membalas uluran tangan wanita tersebut.


"saya Rita, silahkan masuk" jawab Rita mempersilahkan tamunya masuk kedalam ruang tamu, wanita tersebut pun melangkah memasuki ruang tamu rumah yang dulu menjadi tempatnya berteduh. rumah yang dulu menjadi saksi bisu bagaimana ia di perlakukan tak adil, kini rumah tersebut telah berpindah tangan kepada orang yang baru.


"terimakasih kak" jawabnya dengan senyum yang sangat cantik. wanita bergamis coklat itu pun duduk disofa ruang tamu yang ia fikir sudah diganti oleh pemilik barunya, kemudian memindai seluruh isi rumah tersebut secara seksama.


"saya panggilkan bi Surti dulu ya mbak, tunggu sebentar" kata Rita membuat wanita bernama Sandra itu menganggukan kepala.


Rita pun melangkah meninggalkan tamunya tersebut, selain untuk memanggil bi Surti ia pun juga mengambil alih keena dari bi Surti yang tengah menerima tamu.


tak lama Rita pun kembali ke ruang tamu menggendong keena diikuti oleh bi Surti dibelakangnya.


"Alhamdulillah bi, saya masih diberikan umur panjang. bagaimana kabar bibi?" tanya Sandra pada bi Surti.


"bibi Alhamdulillah baik nya, ini Bu Rita juga sama baiknya seperti ibu. Alhamdulillah saya jadi merasa sangat beruntung nya" jawab bi Surti dengan menundukkan kepala.


"Alhamdulillah kalo begitu bi, saya bersyukur jika bibi mendapatkan majikan yang baik. jadi saya ga perlu khawatir lagi dengan bibi, karna jujur saja kondisi kita saat ini sama bi" jawab Sandra mengeluh pada bi Surti dihadapan Rita. Rita yang mendengar perkataan perempuan berhijab didepannya pun mengalihkan pandangan pada bi Surti yang juga menatap padanya, keduanya saling berpandangan mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra.


"maksud nyonya apa?" tanya bi Surti yang tak merasa sungkan bertanya pada mantan majikannya.


"saat ini saya juga bekerja jadi pelayan bi" jawab Sandra dengan menatap wanita tua dihadapannya dengan mata berkaca-kaca.


"ba-bagaimana mungkin nya, bukannya nyonya mendapatkan Gono gini atas perceraian itu? dan bukannya nyonya tergolong orang yang cukup berada?" tanya bi Surti yang cukup terkejut dengan apa yang disampaikan oleh mantan majikannya tersebut.


"jangan panggil saya nyonya bi, saya bukan seorang nyonya sekarang" jawab Sandra mengalihkan pandangan pada Rita yang menggendong keena.


"maaf, apa saya mengganggu kalian berdua? kalo begitu saya permisi ya" kata Rita yang merasa tak enak dengan pandangan yang ditunjukan oleh Sandra.


"ngga-ngga kak, kakak berhak ada disini karna kakak pemilik rumah ini sekarang. maaf jika saya tidak sopan datang lagi kerumah ini, saya bener-bener minta maaf" kata Sandra dengan tulus.

__ADS_1


"gapapa kok, kamu gausah khawatir. saya senang jika kamu mau silaturahmi kerumah ini" jawab Rita dengan tersenyum.


"terimakasih sekali lagi kak, memang selama ini hanya bibi yang menjadi tempat saya bercerita. saya tidak ada tempat lagi untuk mengadu selain beliau, saja juga sudah menganggap beliau pengganti almarhum kedua orangtua saya" jawab Sandra menatap bi Surti dengan mata berkaca-kaca.


"Alhamdulillah kalo begitu, saya seneng dengernya. bersantai lah sejenak, didalam juga sedang ada adik ipar saya dan ketiga temannya" jawab Rita membuat bi Surti dan juga Sandra menganggukan kepala.


baru saja selesai dibicarakan, Naura cs keluar menuju ruang tamu yang masih terdapat Rita, bi surti dan juga tamunya.


"mbak" kata Naura menghampiri Rita.


"ada apa nau?" tanya Rita pelan.


"eh ada tamu, siapa mbak?" tanya Naura penasaran.


"oohh ini loh wanita yang diceritakan bi Surti kemarin, kenalkan ini adik ipar saya Naura" kata Rita memperkenalkan Naura pada Sandra yang tersenyum lembut menatap Naura.


"Sandra" katanya mengulurkan tangan pada Naura yang langsung disambut oleh uluran tangan Naura.


"Naura" jawab Naura singkat. perempuan itu pun tersenyum menatap Naura yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"ayok, nau jadi gak nih?" kata Nana yang berada dibelakang Naura.


"jadi kok, sebentar" jawab Naura singkat, kembali menghampiri Rita untuk meminta izin keluar bersama ketiga sahabatnya.


"mbak aku keluar dulu, boleh ya?" tanya Naura pada Rita yang hanya dibalas senyum olehnya.


"mau kemana?" tanya Rita singkat.


"jalan-jalan sebentar mbak, refreshing. sekitar sini aja sih, paling nanti mampir ke supermarket bentar beli kaset Drakor yang baru" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"iyaa boleh, jangan lama-lama ya" jawab Rita dengan tersenyum, dibalas anggukan kepala oleh Naura.


"saya permisi ya kak, maaf ga bisa nemenin" kata Naura berpamitan pada Sandra yang hanya tersenyum dan menganggukan kepala sebagai jawaban.


"bi, saya keluar dulu ya titip mbak Rita sama keena" kata Naura pada bi Surti.


"beres non" jawab bi Surti sambil tertawa lebar mendengar perkataan Naura.


"siipp, let's gooo guys" kata Naura pada ketiga temannya.

__ADS_1


"let's gooooo" jawab mereka serempak.


__ADS_2