
setelah selesai berbincang singkat membahas soal Maura dan apa yang dirasakan oleh Bayu, mereka pun melanjutkan melakukan jalan-jalan dengan mengelilingi berbagai wahana didalam tempat rekreasi tersebut.
"kemana kita habis ini mas?" tanya Naura pada Bayu.
"nanti sore kita langsung ke hotel aja, sekitar abis sholat asar lah biar bisa istirahat. nanti malam kita makan malam diluar sama-sama" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.
"boleh kalo gitu, enak nih kulineran malem dikota orang" jawab Naura membuat Rita dan bi Surti terkekeh kecil.
"hehe iyaa ya non, bibi udah ga sabar" jawab bi Surti membuat yang lainnya pun tertawa mendengar perkataannya.
"gimana kalo kita berpencar aja, aku sama bi Surti kesebelah kanan mas Bayu sama mbak Rita kesebelah kiri. nah nanti kita ketemu lagi disini tepat setelah adzan asar, gimana?" saran Naura yang disetujui oleh Rita dan juga bi Surti, sementara Bayu langsung menggelengkan kepala tak setuju.
"ngga ngga, mendingan jangan berpisah. bahaya nanti jika ada apa-apa" jawab Bayu membuat ketiganya menyeritkan kening.
"kan ada handphone mas, lagian aku sama bi Surti mbak Rita sama mas Bayu. kita sama-sama berdua mas, aman ajalah pokoknya" jawab Naura diangguki oleh bi Surti.
"iyaa mas, udah gapapa lagian gaakan nyakup juga waktunya kalo kita langsung mengelilingi semua destinasi disini. mending saat ini kita kekanan dan biar Naura sama bi Surti kesebelah kiri, besok kita kesini lagi dibalik deh tujuannya. iyakan nau?" jawab Rita membuat Naura langsung menganggukan kepala.
"iyaa bener mas apa yang mbak Rita bilang, jadi ngga terlalu cape juga kan kitanya" jawab Naura dengan cepat.
"yasudah lah kalo gitu, tapi bibi sama kamu harus hati-hati ya. berjaga-jaga siapa tau ada orang yang berniat ngga baik disini" kata Bayu memperingatkan.
"iyaa iyaa mas, tenang aja deh. kami bisa kok menjaga diri kami, iyakan bi?" kata Naura yang langsung dibalas anggukan kepala dan senyum oleh bi Surti.
"yaudah kalo gitu kami jalan duluan ya kesana, jangan lupa nanti kita ketemu lagi disini" kata Rita mengarahkan jari telunjuknya ke arah kanan, Naura dan bi Surti pun langsung menganggukan kepala mendengar perkataan Rita.
setelahnya Rita dan Bayu pun meninggalkan bi Surti dan juga Naura yang masih diam memperlihatkan kepergian keduanya.
"yuk bi, kita jalan juga kesana" kata Naura menunjuk arah dimana ada tempat yang bagus untuk berfoto-foto.
__ADS_1
"tempatnya bagus ya non, bibi seumur-umur ga pernah namanya masuk ke tempat rekreasi kaya gini" kata bi Surti ketika mereka berjalan melihat keindahan tempat rekreasi tersebut.
mendengar perkataan bi Surti, Naura pun haya tersenyum simpul memperlihatkan deretan giginya.
"berarti emang rejeki bibi disaat senja sepertu sekarang bi, gapapalah ya yang penting bibi bisa menikmati masa tua bibi dengan hal-hal yang baik" jawab Naura menundukkan kepala. hal itu membuat bi Surti menyerit heran.
"kenapa non?" tanya bi Surti, Naura pun segera menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"gapapa bi, yuk kita lanjut lagi jalannya. nanti keburu kesorean kita telat lagi nanti ketemu sama sama mbak Rita dan mas Bayu" kata Naura yang dijawab anggukan kepala dan juga senyum oleh bi Surti.
keduanya pun menghabiskan waktu bersama layaknya ibu dan anak bukan lagi sebagai seorang nona dan pembantunya, Naura pun tak mempermasalahkan apapun status bi Surti yang penting ia ingin menyengkan hatinya yang tengah gundah gulana.
cukup lama mereka menghabiskan waktu bersama, sudah banyak foto yang didapatkan oleh Naura. hingga akhirnya, adzan asar pun berkumandang. keduanya pun bergegas ketempat dimana tadi mereka berpisah dengan Bayu dan juga Rita. ternyata kedua orang itu sudah menunggu mereja didepan mobilnya.
"udah lama mas, mbak?" tanya Naura yang langsung duduk tepat disebelah Rita.
"cari mushola dulu kali ya baru kehotel, gimana nau?" tanya Bayu pada Naura yang juga menyetujuinya.
"boleh mas, gapapa kan mbak?" tanya Naura pada Rita.
"langsung ke hotel aja kali mas, kita bisa sholat asar dihotel kan. aku pegel deh, lagian kasian keena ngga baringan dari tadi. jadi mendingan cari hotel biar keena juga bisa baringan kita juga bisa istirahat sekaligus sholat langsung dihotel aja" jawab Rita tak menyetujui apa yang dikatakan oleh Naura dan juga Bayu.
"bener pak, kasian ibu kayanya kelelahan banget. apalagi jalan sambil gendong non keena" kata bi Surti membela Rita.
"yaudah kalo gitu, kita langsung balik ke hotel aja. biar cepet istirahat juga" jawab Bayu yang akhirnya menyetujui apa yang dikatakan oleh Rita.
"yuk nau, gapapa kan?" ajak Rita pada Naura yang hanya menganggukan kepala dan tersenyum.
"gapapa kok mbak, yuk. Naura juga udah capek banget deh" jawab Naura membuat Rita dan Bayu terkekeh.
__ADS_1
"sini Bu biar bibi gantian gendong non keena" kata bi Surti membuat Rita langsung mengeggelengkan kenapa.
" ga usah bi gapapa, bibi juga pasti capek kan jalan dari tadi sama Naura" jawab Rita disertai senyum.
"ngga kok Bu, gapapa lagian kan tadi bibi sama non Naura jalan ngga bawa beban. ibu kan udah bawa tas bawa non keena juga, pasti repot" jawab bi Surti membuat Rita tersenyum.
"yaudah kalo bibi maksa, kalo gitu saya titip keena dulu ya bi" kata Rita menyerah kan keena, sementara bi Surti hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.
"tenang aja si mbak, keena pasti akan sama bibi dibelakang. iyakan bi?" kata Naura sebagai perwakilan dari apa yang ingin bi Surti sampaikan.
"iyaa Bu pasti, kalo perlu nanti dihotel non keena biar tidur sama bibi. iya kan non Naura??" jawab bi Surti menggoda Rita yang mulai memasuki mobil dibagian depan.
"apaan si bi, udah masuk kedalam mobil kasian keena kepanasan"jawab Rita dengan wajah memerah menahan malu.
bi Surti dengan Naura pun masuk kedalam mobil dengan terkekeh kecil melihat wajah malu-malu Rita. perjalanan mereka menuju hotel tak jauh hanya menempuh waktu sepuluh menit, memang masih satu kawasan dari tempat rekreasi tersebut makanya sangat dekat.
"bagus ya mas hotelnya" kata Rita pada Bayu yang terdengar ditelinga Naura.
"siapa dulu dong yang milih hotelnya, Naura gituu" jawab Naura membuat kedua orang itu memutar bola mata malas.
"suka-suka kamu ajalah nau" jawab Bayu membuat Naura mengerucutkan bibirnya.
mereka pun memasuki lobby hotel, Naura pun menukarkan tiket booking hotel yang ada diponselnya dengan kunci kamar mereka. setelah selesai, Naura memberikan salah satu kunci tersebut pada sang kakak.
mereka pun melangkahkan kaki menuju kamar masing-masing.
"keena mau sama saya atau mau ibu bawa saja Bu?" tanya bi Surti menghentikan langkah Rita memasuki kamarnya dengan Bayu.
"sama saya aja gapapa sini" jawab Rita. bi Surti pun memberikan keena pada sang ibu, kemudian bi Surti pun masuk kedalam kamarnya dengan Naura.
__ADS_1