
"aku harus segera melakukan rencana ku" gumam Maura dengan pelan.
kemudian dia pun berlari kedapur untuk memberikan minuman untuk mas Bayu, tapi disela itu dia mencampurkan sesuatu yang ntah itu apa.
"dengan ini, mas Bayu akan jadi milik aku" gumam Maura lirih sambil menunjukan senyum liciknya.
dia pun bergegas mengantarkan minuman tersebut untuk mas Bayu, sampai nya didepan pintu ruang kerja dia pun mengetuk pintu.
tok,,tok,,tok
"masuk" terdengar suara dari dalam menyahut.
mas Bayu pun mengalihkan pandangannya ke depan, melihat Maura yang datang dia pun memperlihatkan wajah tegasnya.
"ada apa kamu kesini?" tanya mas Bayu dengan nada ketus.
"gaada apa-apa, aku cuma mau minta maaf dan ini aku bikinin mas Bayu kopi" kata Maura dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"terimakasih" jawab mas Bayu.
"iyaa, minum dulu dong mas. itu kopi buatan aku sendiri loh" kata Maura dengan masih mengembangkan senyum.
__ADS_1
mas Bayu pun perlahan meminum kopi buatan Maura, disesapnya kopi tersebut hingga hampir habis setengahnya.
..."bagus" gumam Maura dalam hati menapilkan seringai liciknya....
kemudian terlihat mas Bayu mulai resah dengan tubuhnya, mulai mengeluarkan keringat yang banyak.
"mas Bayu sepertinya kepanasan?" tanya Maura dengan suara mendayu ditelinga mas Bayu.
Maura pun menghampiri mas Bayu bermaksud untuk membersih kan keringat yang semakin banyak.
"mas,mas Bayu gapapa?" tanya Maura sambil mengelap keringat yang bercucuran. terlihat mas Bayu memejamkan matanya menahan sesuatu yang bergejolak dibawah sana.
"rit, kamu disini? mas gerah rit" racau mas Bayu mulai memegang pergelangan tangan Maura.
"mas, mas gapapa?" tanya Maura dengan suara dibuat buat.
"mas ga kuat rit, badan mas terasa panas sayang" kata mas Radit.
kemudian mas Radit pun mulai merapatkan badannya untuk memeluk Maura yang disangkanya adalah Rita, dia pun memejam kan matanya karna hasrat yang telah menggebu.
"berhasil" pikir Maura. dia pun terkikis dalam hatinya.
__ADS_1
tangan mas Radit mulai tak terkendali, dia mulai meraba punggung Maura terus sampai kebagian bawahnya. dia pun mulai menyatukan bibir mereka, serta tangan mas Bayu yang satu nya mulai membelai belah dada Maura yang membuatnya meleguh.
"sshhh" lebih Maura tertahan karna ciuman mas Bayu yang mulai menuntut ke bagian leher dan terus kebawah, hingga berhenti. mas Bayu pun mulai membuka kancing piaya yang Maura kenakan, kemudian diciumi lagi leher Maura hingga di bukit kembarnya yang mulai terbuka karna kancing piama yang sudah dilepas mas Bayu.
terdengar lenguhan Maura yang sangat seksi di dengarnya, hingga membuat hasratnya semakin memuncak.
kemudia disela permainan mereka, ketukan pintu menyadarkan mas Bayu dan Maura.
mas Bayu yang tdinya hilang kendali mulai merasakan kepalnya pusing, dia pun membuka pintu ruang kerjanya dengan perlahan.
"loh sayang?" kata mas Bayu terkejut tapi lirih.
"yaa mas, ada apa? kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Rita yang memang dari tdi menunggu mas Bayu tapi tidak segera datang makanya menghampirinya keruang kerja.
"oohh tidak, tidak apa-apa sayang! kamu pasti mau ajak mas tidurkan? ayok sayang, mas sudah sangat letih" jawab mas Bayu sambil menutup pintu ruang kerjanya kembali dari luar.
mereka pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar mereka, dan disana mas Bayu meminta Rita untuk memberikannya kepuasan.
"sial, ini pasti Maura memberikan ku obat perangsang! awas kamu Maura!!!" gumam mas Bayu tentu saja dalam hatinya.
dia sangat geram atas apa yang telah dilakukan Maura, benar apa yang dikatakan Andi. cintanya sudah mulai buta dan dia benar melakukan apapun yang harusnya tidak terjadi.
__ADS_1