Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus29.


__ADS_3

ketiganya orang yang melihat kelakuan Naura dan ketiga temannya pun menggelengkan kepala tak percaya, tingkah yang begitu absurd menurut mereka tapi membuat mereka juga seolah ikut tersenyum sendiri terbawa keceriaan yang dibawa oleh Naura dan teman-temannya.


"ceria sekali mereka" kata Sandra menatap naura dan ketiga temannya hingga mereka keluar dari halaman rumah Rita.


"iyaa mbak Alhamdulillah" jawab Rita dengan senyum mengembang.


" saya kalo lihat yang seperti itu jadi inget jalan sekolah, saya pun pernah seceria itu" jawab Sandra membuat kedua orang didepannya terkekeh kecil.


"iyaa namanya masih masa-masa muda ya mbak, masa dimana semua beban belum bertumpuk jadi satu selain tugas sekolah" jawab Rita dengan tertawa kecil.


"iyaa bener banget kak, berubah setelah lulus. dari yang harusnya masih memikirkan tugas sekolah beralih ke tugas kuliah, terus menikah tugas rumah tangga juga. ampuuunn ya" jawab sandra yang mulai bisa berbaur dengan Rita sebagai pemilik rumah.


"saya buat minum dulu Bu, malah jadi diem aja disini. maaf ya nya" kata bi Surti merasa tak enak.


"eehh iyaa bi, maaf loh ya mbak aku sampe lupa belum ada jamuan apa-apa" kata Rita membuat Sandra tersenyum ramah.


"gapapa kak, saya justru terimakasih sudah diterima baik dirumah ini" jawab Sandra dengan tersenyum tulus.


"sama-sama mbak, memang sudah kewajiban kita untuk menjamu tamu dengan baik" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Sandra.


Sandra pun tersenyum mendengar perkataan Rita yang sangat welcome kepadanya, ia tak menyangka jika majikan baru bi Surti memang begitu baik seperti apa yang pernah bi Surti ceritakan padanya.


"ngomong-ngomong mbak katanya dicerai sama suami, apa bener mbak?" tanya Rita penasaran membuat Sandra menundukkan kepala.


"maaf mbak kalo pertanyaan saya kurang berkenan dihati mbak Sandra" lanjut Rita membuat Sandra kembali tersenyum dan menggelengkan kepala.


"gapapa mbak, memang betul apa yang mbak katakan. pasti bibi udah cerita sama mbak ya" jawabnya dengan tersenyum kecil, Rita pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


"iyaa mbak, maaf ya kalo mbak kurang berkenan. jujur saya sangat menyayangkan dengan sikap mantan suami mbak yang seperti itu" jawab Rita dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


"yaa mau bagaimana lagi kak, eemm ketika kita bersaing dengan wanita lain mungkin saja kita akan menang tapi jika kita bersaingnya dengan mertua. apalah daya kita yang hanya seorang menantu, iyakan?" jawab Sandra seolah tegar dengan yang terjadi dalam rumah tangganya.


"iyaa kamu bener, semoga Allah membalas perlakukan keluarga mantan suamimu itu mbak" jawab Rita membuat Sandra tersenyum kecil.


"amiin, terima kasih kak" jawab Sandra membuat Rita menganggukan kepala.


"diminum dulu Bu, nya minumnya" kata bi Surti yang datang membawa tiga gelas berisikan air dingin.


"iyaa bi, makasih" jawab keduanya serempak.


"tuh kan baru ketemu aja udah kompak, gimana dong ini" kata bi Surti dengan terkekeh kecil.


"hehehe yaa ga gimana-gimana bi" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Sandra juga sebagai respon membenarkan perkataan Rita.


"iyaa iyaa terserah kalian sajalah" jawab bi Surti menggelengkan kepalanya.


"aku kekamar dulu ya mau naruh keena didalam boksnya, nanti aku balik lagi kesini. pegel juga kalo harus gendong kaya gini terus" kata Rita membuat bi Surti dan juga Sandra tersenyum.


"iyaa bener juga kamu ya, menurut bibi gimana bi?" tanya Rita pada bi Surti yang menganggukan kepala membenarkan apa yang dikatakan mantan majikannya.


"bener banget Bu apa yang dikatakan nyonya, kita ga kepikiran kesana ya" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.


"iyaa bener bi, jadi kita ngga repot juga gendongin keena terus. bibi tinggal duduk aja nemenin keena kalo saya lagi makan kaya tadi" jawab Rita.


"jadi bibi jagain keena juga ya?" tanya Sandra membuat Rita dan bi Surti menganggukan kepala.


"iyaa nya, gapapa. saya seneng juga ada keena yang bisa ditimang" jawab bi Surti sembari tersenyum menatap keena yang tampak menggemaskan dimatanya.


"iyaa bi, saya juga gemes. sayangnya empat tahun menikah dengan suami saya belum juga diberikan momongan" jawabnya pelan diakhir kalimat langsung menundukkan kepala.

__ADS_1


"sabar ya mbak, mbak pasti akan mendapatkan yang lebih baik nantinya" jawab Rita membuat Sandra tersenyum dan menganggukan kepala.


"boleh saya gendong keena sebentar?" tanyanya berhati-hati, Rita pun mengizinkan Sandra untuk menggendong keena. Sandra menatap keena dengan pandangan berkaca-kaca.


"sebenernya andai aku boleh bicara, aku juga mengharapkan seorang anak tapi apalah dikata. Allah belum mengabulkan segala permohonan ku yang setiap malam aku panjatkan." gumam Sandra lirih yang masih bisa terdengar ditelinga bi Surti dan juga Rita.


keduanya pun saling berpandangan mendengar apa yang dikatakan oleh Sandra, merasa ikut prihatin. Rita pun berjalan mendekat ke arah Sandra yang sedang menggendong keena ditangan kanannya.


"sabar ya mbak, Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk umatnya. apalagi mbak udah begitu sabar menghadapi ujian yang sangat berat bagi seorang wanita, saya yakin mbak adalah wanita terpilih yang dipilih oleh Allah untuk lebih diangkat lagi derajatnya" kata Rita dengan tersenyum lembut menatap Sandra yang sudah menitikan air mata.


"iyaa mbak, Alhamdulillah. setidaknya saja juga jadi tau bagaimana kelakuan suami saya dan juga keluarganya" jawab Sandra dengan tersenyum lembut.


"iyaa Alhamdulillah Bu, semua pasti ada hikmahnya" jawab Rita membuat Sandra dan juga bi Surti menganggukan kepala.


"eehh ini keena kayanya bangun kak, maaf ya kayanya dia keganggu" kata Sandra membuat Rita tersenyum dan menggelengkan kepala.


"bukan, bukan keganggu karna suara kita tapi karna waktunya bangun. namanya juga bayi ya seperti ini" jawab Rita dengan tertawa kecil.


"ooohh gituuu, maaf yaa keena sayang kalo Tante ganggu" kata Sandra mencubit pelan pipi keena yang sudah beralih ke tangan Rita.


"gapapa kok Tante, santai aja laaah" jawab Rita sembari terkekeh kecil.


"kalo gitu saya pamit dulu ya kak, bi saya ngga bisa lama-lama. karna sekarang saya kerja dirumah orang" kata Sandra membuat bi Surti menatap mantan majikannya itu dengan pandangan yang sulit diartikan.


"iyaa mbak, gapapa kok. lain kali kalo mau silaturahmi kerumah ini silahkan aja, pintu rumah ini selalu terbuka untukmu" jawab Rita membuat Sandra tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa kak terima kasih" jawab Sandra memakai kembali tas selempang yang ia bawa.


"bi, aku pulang dulu ya. nanti ada waktu lagi pasti aku ceritakan ke bibi semuanya" kata Sandra berpamitan pada bi Surti yang hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


"hati-hati dijalan nyonya" kata bi Surti dengan mata berkaca-kaca, Sandra pun hanya menganggukan kepala sembari melangkah menuju keluar rumah.


__ADS_2