
setelah empat puluh menit mereka melakukan perjalanan dari rumah ibu Bayu, ketiganya pun sampai dihalaman rumah yang sedikit asing Dimata Naura dan juga Rita.
keduanya menatap heran pada Bayu yang tersenyum lebar menatap sang istri dan juga anak perempuannya.
"mas ini rumah siapa?" tanya Rita setelah turun dari mobil menatap heran sang suami yang terus tersenyum sedari membukakan pintu mobil.
"rumah kita lah sayang" jawab Bayu membuat Rita terbelalak kaget.
"rumah kita? mas yakin?" tanya Rita yang kaget dan tak percaya dengan apa yang Bayu katakan.
"tentu saja yakin, kenapa? kamu ngga percaya kah jika ini rumah kita?" tanya Bayu memberikan pertanyaan pada yang istri yang langsung dijawab dengan gelengan kepala olehnya.
"baiklah, Ayuk kita masuk" ajak Bayu, Rita dan Naura pun saling berpandang. keduanya mengikuti Bayu dan jalan di belakangnya dengan perasaan ragu.
Bayu yang sudah berjalan lebih dulu pun membalikkan badan menatap kedua perempuan tersebut dengan alis terangkat.
"ayok cepet, biar kita bisa cepet buktiin kalo ini beneran rumah kita" ajak Bayu dengan nada lembut pada Rita yang langsung melangkah dengan cepat kearah sang suami, begitu pun dengan Naura yang langsung mengikuti kakak iparnya.
ketiganya pun sampai didepan pintu rumah, Bayu pun langsung mengetuk pintu rumah dan dibukakan oleh seorang wanita paru baya yang langsung tersenyum ketika melihat Bayu dan kedua perempuan disebelahnya.
"selamat malam pak Bayu, selamat datang" kata wanita paru baya tersebut dengan senyum lembut diwajahnya.
"malam bi, terimakasih. kenal kan ini istri dan juga adik kandung saya" kata Bayu memperkenalkan Rita dan juga Naura.
"sayang, nau ini bi Surti yang akan membantu kamu dirumah ini" lanjutnya memperkenalkan wanita paruh baya tersebut pada Rita dan juga Naura.
"bi, saya Rita istri mas Bayu" kata Rita mengulurkan tangannya pada bi Surti.
"saya Surti nyonya" kata bi Surti membalas uluran tangan Rita dibalas senyum lembut olehnya.
"saya Naura bi, adiknya mas Bayu" kata Naura juga mengulurkan tangannya pada bi Surti.
"saya Surti non" jawab bi Surti membalas uluran tangan Naura dan tersenyum, dibalas senyum pula oleh Naura.
"mari, silahkan masuk nyonya non. ini anak bayi pak Bayu ya? namanya siapa?" tanya bi Surti melihat keena dalam gendongan Rita.
__ADS_1
"namanya SHAKEENA Az-Zahra bi, kami memanggilnya keena" jawab Rita dengan tersenyum.
"namanya cantik, secantik anaknya ini" jawab bi Surti membuat ketiga orang tersebut tertawa kecil.
"saya udah bereskan kamar utama dan satu kamar lagi dilantai atas pak Bayu, semoga pak Bayu dan Bu Rita juga non Naura dan non keena betah tinggal disini" kata bi Surti dengan mata berbinar.
"insyaallah bi, terimakasih ya bi" jawab Rita dan Naura berbarengan.
"sama-sama non, nyonya" jawab bi Surti dengan tersenyum lebar.
"kalo begitu kami masuk kedalam kamar dulu ya bi" kata Bayu berpamitan pada asisten rumah tangga dirumah barunya tersebut.
"iyaa pak, selamat istirahat Dede keena" jawab bi Surti mencolek pipi keena yang tertidur pulas. ketiga orang tersebut pun tersenyum dengan tingkah bi Surti. setelahnya ketiganya pun meninggalkan bi Surti menuju kamar lantai atas, bi surti pun kembali kedalam kamarnya yang berada tak jauh dari dapur.
beliau pun merasa senang memiliki majikan yang sangat-sangat ramah pada pekerjanya. sementara dikamar Rita dan juga Bayu, keduanya pun duduk saling berhadapan dipinggiran kasur. Rita meminta penjelasan tentang rumah yang ia tempati saat ini kepada sang suami.
"mas, kapan kamu beli rumah ini? kenapa aku gatau?" tanya Rita pada Bayu yang hanya membalas dengan senyum merekah.
"tentu saja, aku kan ingin buat kejutan untuk kamu sayang" jawab Bayu merangkul Rita kedalam pelukannya.
"besok, akan ada yang mengantarkan kok" jawab Bayu sembari terkekeh.
"iihh mas aku nanya serius loh"kata Rita dengan mengerucutkan bibirnya.
"iyaa-iyaaa, maaf ya sayang seharusnya mas bisa beli rumah seperti ini sedari dulu tapi mas lupa beneran. mas terlalu menikmati masa-masa menjadi seorang staf, sampai mas lupa bahwa mas adalah pemilik perusahaan" jawab Bayu membuat Rita membelalakan mata. tak habis pikir dengan sang suami yang bisa-bisanya melupakan jika dirinya adalah seorang pewaris, begitu hebatkah didikan sang ibu sampai seorang Bayu Adipura melupakan bahwa ia adalah seorang pewaris tahta kekayaan Adipura.
"apa mas? kamu lupa? mas, lupa itu yang wajar. masa lupa kalo kamu itu pewaris perusahaan besar, ada ada aja kamu itu mas" kata Rita terkekeh. Bayu pun menggaruk kan kepalanya yang tak gatal, heran pula dengan dirinya sendiri yang memang tidak ingat jika memiliki perusahaan yang teramat berpengaruh dinegri ini.
"kamu nyesel sayang?" tanya Bayu pada Rita yang menyeritkan kening.
"nyesel kenapa?" tanya Rita dengan polosnya.
"nyesel karna sempet hidup susah sama aku?" tanya Bayu dengan wajah sendu.
"kapan kita hidup susah mas? kita kan hanya ngontrak, bahkan uang bulanan dari kamu pun lebih dari cukup untuk kebutuhan kita dirumah itu" jawab Rita sembari tersenyum lembut menatap sang suami yang merasa bersyukur memiliki istri seperti Rita yang tak pernah mengeluh atas apa yang mereka jalani.
__ADS_1
"aku fikir kamu menyesal menikah dengan ku dan sempat hidup susah denganku selama ini, bahkan banyak sekali cobaan yang harus kamu jalani selama bersama denganku" kata Bayu menundukkan kepala. Rita pun mengangkat wajah sang suami dengan kedua tangannya, menatap lekat mata suaminya yang berkaca-kaca dan mencium dengan sayang kedua mata tersebut.
"aku ga pernah menyesal mas, sama sekali ngga pernah menyesal. semua akan indah pada waktunya, aku percaya itu. tenanglah, sekarang sudah ada keena kita harus bisa saling menguatkan dalam hal apapun. harus saling mengingatkan jika salah satu diantara kita melakukan kesalahan" jawab Rita membuat Bayu sedikit tersenyum mendengar jawaban sang istri.
"makasih ya sayang, aku beruntung banget memiliki istri seperti kamu" kata Bayu memeluk Rita dengan sayang.
"sama-sama mas, yuk tidur. aku sudah sangat ngantuk dan juga lelah" kata Rita yang membuat Bayu langsung melihat jam yang masih melingkar dilengan kanannya.
"masih jam sembilan malam sayang" jawab Bayu.
"aku lelah mas" jawab Rita merebahkan dirinya disamping keena yang sudah terlelap sejak tadi.
"yasudah tidurlah dulu, aku ingin bersihkan diri sebentar nanti baru menyusulmu tidur" jawab Bayu yang hanya direspon anggukan oleh Rita.
keesokan paginya, Rita pun sudah bangun lebih dulu untuk melaksanakan sholat subuh. kemudian ia pun turun kedapur untuk membuat sarapan untuk suami dan adik iparnya, bi Surti yang melihat sang majikan tengah memasak pun berusaha untuk mencegahnya. namun, memang Rita sudah biasa menyiapkan sarapan untuk suami dan juga adik iparnya ia pun dengan senang hati membuatkannya. terpaksa, bi Surti pun mengalah dan memilih membantu sang majikannya mengupas bawang dan memotong sayuran.
"jangan panggil nyonya bi, panggil aku Rita aja" kata Rita dengan senyum.
"duh, masa manggil nama doang sama majikan. rasanya ngga sopan kali ya nya" jawab bi Surti merasa tak enak dengan majikannya.
"saya ngga nyaman bi dipanggil nyonya, panggil apa aja deh terserah bibi asal jangan nyonya" jawab Rita memberikan pilihan pada bi Surti yang langsung disambut tawa oleh sang asisten rumah tangga nya tersebut.
"lalu saya panggil apa nya, saya jadi bingung ini" jawab bi Surti sembari terkekeh kecil.
"panggil mbak aja bi" jawab Rita dengan santai.
"aduuuh, yaudah saya panggil ibu aja deh ya nya" jawab bi asih menggaruk tengkuknya.
"yaah sama aja deh, yaudah lah bi" jawab Rita dengan pasrah membuat bi Surti menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan Rita.
keduanya pun kembali fokus memasak hingga semua masakan pun selesai dibuat, Rita pun kembali kedalam kamarnya meninggalkan bi Surti yang masih sibu mencuci peralatan memasak yang sudah dipakai oleh Rita.
"saya bangunkan suami saya dulu ya bi, nanti kalo Naura udah datang kemeja makan langsung suru sarapan duluan aja ngga usah nunggu kami" kata Rita berpesan pada bi Surti yang langsung menganggukan kepalanya.
"iyaa Bu" jawab bi Surti yang masih sibuk dengan cucian piring ditangannya.
__ADS_1