Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus26.


__ADS_3

keesokan harinya, nau benar-benar mengajak ketiga sabahatnya datang kerumah baru Rita dan juga Bayu. tepat setelah sarapan selesai dan Bayu juga berangkat menuju kantor miliknya, ketiga sahabat itu pun datang dengan senyum merekah dibibir ketiganya.


naurapun dengan sigap menyambut kedatangan tiga sahabatnya dengan antusias, sebab ini lah kali pertamanya ketiga sahabat Naura akan mengetahui jati diri Naura yang sebenarnya sebagai salah satu pewaris Adipura corp yang saat ini sudah dipegang oleh kakak lelakinya.


"assalamualaikum" salam ketiganya ketika telah memasuki gerbang rumah Rita yang memang tidak dikunci ketika pagi hingga siang hari.


"waalaikumsalam" jawab Naura yang memang sudah menunggu kedatangan sahabatnya diruang tamu.


"yaampun Naura, kita kangen banget loh" kata Salma dengan senyum mengembang.


"iyaa ih aku juga kangen banget sama kalian, kita cuma bisa Vidio call ya yaampun" kata Naura yang langsung diangguki oleh ketiga sahabatnya.


"iyaa nau, eh nau ini rumah kamu?" tanya dini memindai seluruh isi dalam ruang tamu rumah tersebut.


"iyaa ini rumah mbak Rita sama mas Bayu laah, ngga mungkin rumah aku. Ayuk sini duduk dulu" kata Naura menjawab pertanyaan dini sekaligus menyuruh ketiganya duduk didalam ruang tamu yang mewah tersebut.


"bagus banget nau, designnya juga bener-bener aku suka deh" jawab Nana yang juga diangguki oleh dini.


"iyaa bener kata Nana nau, ini yang pilih rumahnya siapa?" tanya Salma penasaran.


"mas Bayu sendiri yang pilih rumahnya, emm atau asistennya si kayanya. soalnya katanya yang nyari dan bayar rumah ini tuh asisten mas Bayu, terus pas udah dibayar baru deh mas Bayu ngecek keseluruhan rumah ini. disitulah mbak Rita sama aku juga dikejutkan dengan rumah baru yang dibeli mas Bayu ini" jawab Naura dengan singkat.


"ooohh gitu, keren banget mas Bayu emang. oiyaa ngomong-ngomong berarti kamu keturunan Adipura dong ya, yaampun ga nyangka deh kita temenan sama salah satu konglomerat dinegeri ini" kata nana dengan wajah binar menatap bergantian dini dan juga Salma yang juga menganggukan kepala dengan senyum lebar.


"iyaa bener banget nau, aku fikir kamu orang biasa aja seperti kami. ternyata kamu salah satu pewaris konglomerat, yaa siapa si yang gatau Adipura corp. iyakan sal?" kata dini pada Salma yang langsung menganggukan kepala.


"apa si kalian ini, bisa aja bikin aku GeEr. jangan gitulaaahh" jawab Naura dengan wajah malu-malu.


"yaa emang kenapa, seharusnya mau itu bangga kali nau menjadi salah satu pewaris konglomerat dinegeri ini. siapa si yang ngga mau ada diposisi kamu" jawab dini dibenarkan oleh Nana dan juga Salma.


"sudahlah, bentar ya aku ambil minum dulu" kata Naura yang langsung melangkah kedalam dapur meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih asik berbincang.


tak lama Naura pun kembali diikuti oleh bi Surti dibelakangnya yang masing-masing membawa sebuah nampan yang berisikan minuman dan juga cemilan yang lumayan menggugah selera.


Nana dan juga Salma pun langsung meneguk segelas minuman yang dibawakan bi Surti hingga tandas, dini dan Naura yang melihat pun hanya menggeleng tak percaya melihat tingkah kedua sahabatnya tersebut.


"kalian udah kaya orang abis lari aja, minuman dingin kaya gitu langsung teguk aja" kata dini menatap kedua sahabatnya dengan bergantian, yang ditatappun hanya saling pandang terkekeh kecil mendengar perkataan dini.

__ADS_1


"hehehe maaf ya nau, abis kita haus banget si dari tadi dijalan tuh udah panas banget makanya kehausan" jawab Salma beralibi.


"Halah itu mah bisaan kamu aja sal, bilang aja tergiur sama es yang sudah dada dada didepan kamu itu. iyakan?" jawab Naura membuat Salma terkekeh.


"hehehe kamu tau aja si nau" jawab Salma dengan terkekeh kecil.


"aku tuh udah hafal kamu kali sal, ada ada aja kamu itu" jawab Naura membuat keempatnya tertawa yang memenuhi seluruh ruang tamu yang amat luas tersebut.


Rita yang baru saja turun pun terlonjak kaget mendengar suara nyaring dari arah ruang tamu.


"ada temannya Naura ya bi?" tanya Rita pada bi Surti ketika berpapasan didekat dapur.


"iyaa Bu, baru aja sampai. masih pada ngobrol, biasa anak muda Bu" jawab bi Surti dengan sedikit tersenyum.


"oaaalaah sudah biasa itu bi" jawab Rita terkekeh kecil.


"iyaa Bu, emang rame ya sahabat non Naura itu. seneng liat anak remaja ceria kaya gitu Bu" kata bi Surti membuat Naura tersenyum dan menganggukan kepala.


"iyaa bi, Alhamdulillah Naura dapet temen yang bisa bikin dia ketawa saat dia lagi down seperti waktu itu bi" jawab Rita dengan menundukkan kepala.


"iyaa bi, ohya bi jadi gimana nyonya Sandra itu apa bibi udah undang dia untuk main kerumah ini?" tanya Rita pada bi Surti yang tersenyum lebar.


"Alhamdulillah udah Bu, insyallah nanti pas jam makan siang nyonya Sandra mau nemuin saya disini" jawab bi Surti membuat Rita bernafas lega.


"Alhamdulillah semoga kita bisa menjalin silaturahim dengannya ya bi" jawab Rita membuat bi Surti menganggukan kepala.


"amiinn Bu, ibu sama nyonya itu sama-sama baik. saya beruntung sekali bekerja dirumah ini sekalinua ganti majikan, tetep aja majikan saya sebaik ibu" jawab bi Surti membuat Rita tertawa kecil.


"berarti itu memang sudah rejeki bibi" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"ibu Bu, Alhamdulillah" jawabnya tersenyum lebar.


"saya kedepan dulu ya bi, mau nemuin temannya Naura" kata Rita dibalas anggukan kepala oleh bi Surti.


Rita pun melangkahkan kaki menuju ruang tamu, dimana keempat sahabat itu saling lepas rindu setelah lama tidak berjumpa.


"heeeii, kalian udah pada Dateng" kata Rita setelah sampai diruang tamu dengan keena dalam gendongannya.

__ADS_1


"udah mbak, baru aja. mbak Rita apa kabar? ini juga Dede keena baik-baik aja dong pastinya. iyakan?" tanya Salma diiringi oleh tatapan malas ketiga sahabatnya.


mereka tau jika sudah basa-basi seperti ini pasti salma merencana kan suatu hal yang akan membuat mereka malu didepan Rita, yaa apalagi jika bukan untuk mendapatkan traktiran dari sang empunya rumah.


"Alhamdulillah aku baik ounty" jawab Rita seolah keena menjawab pertanyaan Salma.


"udah mbak, jangan diladenin pasti dia ada maunya doang. mendingan keena sama ounty Nana aja yuk, gendong sini. duuhh makin gembuk aja deh" kata Nana yang menghampiri Rita dan mengambil alih keena kedalam gendongannya.


"alllaaahh kamu juga pasti sama aja na, na pake ngatai aku segala kamu itu" kata Salma mengerucutkan bibirnya.


"hehehe kita kan emang sama sal, kamu lupa apa" jawab Nana membuat Salma pun terkekeh dengan tingkah keduanya.


" udah udah kalian ini ribut mulu deh kalo ketemu, yang akur gitu loh. pengang kuping mbak kalo dengerin kalian kaya gitu terus" jawab Rita membuat dini dan Naura terkekeh kencang melihat kedua sahabatnya kena semprot oleh Rita.


"kalian juga, malah ngerasain sahabat sendiri. ngga ada setia kawannya banget, mending sekarang kalian lakuin hal yang bermanfaat. ngebahas hal yang manfaat, eemm soal kuliah kalian misalnya" kata Rita membuat keempat orang tersebut pun mencebikkan bibirnya.


"bahas apa mbak, orang kita aja kuliah ditempat yang sama kok walaupun fakultas yang berbeda sih" jawab dini diangguki oleh yang lainnya.


"yaa apaan kek, lagian emang kalian udah ngembaliin formulirnya ke kampus? pasti belum kan?" tanya Rita pada semuanya yang langsung menganggukan kepala.


"belum mbak, nanti aja lah deketan waktu masuk kuliah biar ngga capek bolak-balik terus. lagian mendingan kita nikmatin liburan yang masih sisa beberapa hari lagi ini, iyakan nau?" jawab Nana mengalihkan pertanyaan pada Naura yang dengan ragu-ragu menganggukan kepalanya.


"tuh Naura aja menganggukan kepala mbak, berarti dia setuju dengan perkataan kita. iyakan?" jawab Salma menoleh pada tiga temannya yang lain. sedangkan Naura yang merasa tak yakin pun langsung menundukkan pandangannya, pasalnya ia sudah terkena ceramah oleh Bayu semalam soal kuliahnya.


"yasudah kalo gitu, lebih baik kalian kuliah yang betul jangan pikirin cowok dulu. jangan berbuat yang macam-macam dulu, ingat belajar dulu yang rajin" kata Rita membuat keempat remaja tersebut menganggukan kepala mereka serempak.


"iyaa mbak insyaallah kita akan lulus dengan hasil yang sangat memuaskan" jawab dini dengan yakin.


"amiinn, iyaa mbak doakan" jawab Rita dengan senyum mengembang menatap keempat orang didepannya.


"mbak tadi ketemu bi Surti dibelakang?" tanya Naura pada Rita.


"iyaa, bibi bilang katanya mantan majikannya itu mau nemuin dia dirumah ini. sekalian dia mau silaturahmi sama kita" jawab Rita dengan senyum mengembang.


"Naura pengennya kita waspada aja si mbak, tapi ya mbak bener apa salahnya kita berteman dulu dengan dia" kata Naura yang sudah lebih mengerti dengan apa yang Rita katakan tempo hari.


"iyaa, lagian nanti kan ada mereka Nau. pasti mereka tau seperti apa orang itu aslinya" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Naura.

__ADS_1


__ADS_2