Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
duaratus6.


__ADS_3

"tidak ada tapi tapian lagi Bu, maaf tidak ada lagi tempat ibu dirumah ini ataupun ditengah-tengah kami. walaupun kami menyayangi ibu tapi ibu harus mendapat balas atas apa yang sudah ibu lakukan. andai ibu orang lain aku pasti sudah melakukan hal seperti apa yang ibu lakukan pada kedua orangtuaku, aku melakukan semua ini karna masih memikirkan Naura sebagai anak kandung ibu yang saat itu mentalnya benar-benar terguncang" kata Bayu membuat Bu sari tak bisa lagi berkata-kata.


"permisi pak, Bu. barangnya sudah siap saya rapikan, apa mau saya bawakan kesini sekalian?" tanya bi Lastri yang datang menghampiri beberapa orang didalam ruang keluarga tersebut.


"iyaa bi, langsung aja taruh didepan pintu depan ya bi biar bisa langsung dimasukkan kedalam mobil nanti" jawab Bayu yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Lastri.


"baik pak, kalo gitu saya permisi" kata bi Lastri yang langsung meninggalkan ruang keluarga kembali kekamar dimana ibu sari tinggal.


Bu sari yang melihat perlakuan Bayu padanya pun hanya bisa diam tanpa merespon apa yang Bayu katakan, ia merasa jika Bayu sangat mengasingkan dirinya dibanding dengan mertuanya orangtua dari Rita.


"mas kamu yakin mau melakukan ini sama ibu?" tanya Rita dengan berbisik.


"memangnya kenapa sayang?" tanya Bayu dengan berbisik juga.


"gapapa mas,apa ngga terlalu berlebihan. kasian ibu mas, dia sepertinya merasa sangat tertekan berada disana" jawab Rita dengan suara pelan membuat Bayu menyeritkan kening.


"tertekan bagimana? itu adalah hukuman yang cocok untuknya sayang, sudahlah jangan terlalu dihiraukan lagi pernah sepeti dia. mas tau apa yang terbaik untuknya, mas juga ga mungkin membiarkan ibu terlantar diluar sana sendirian" jawab Bayu membuat Rita kembali terdiam pasrah mendengar apa yang suaminya katakan.


"tapi mas,,,," jawab Rita yang langsung dipotong oleh Bayu.


"sudah ya sayang, mas tau apa yang terbaik untuk keluarga kita. mas melakukan ini pun untuk kamu sayang dan untuk kedua orangtuaku yang telah tak ada karna kesalahan ibu, aku hanya ingin keadilan untuk mereka sayang" jawab Bayu dengan nada pelan sambil menundukkan kepala.


"mas, maaf banget bukan aku mencampuri urusanmu dengan ibu. tapi mungkin kamu lupa mas, jika hukum Allah itu pasti adil diatas keadilan didunia." kata Rita membuat Bayu menatap istrinya yang tersenyum menatap Bayu.

__ADS_1


"maksud kamu?" tanya Bayu dengan wajah serius.


"mas, sekarang aku tanya. kenapa kamu harus mencari keadilan untuk seseorang yang mungkin sudah tenang dialam sana? apa dengan kamu membalas semua yang telah mereka lakukan orang yang telah tiada itu akan kembali hidup lagi? ngga kan mas! kenapa kita harus mengotori hati dan logika kita hanya untuk sebuah keadilan yang pastinya akan kita dapatkan diakhirat kelak" jawab Rita membuat Bayu terdiam.


"lantas maumu aku membiarkan ibu berada ditengah-tengah kita begitu? atau kamu ingin ibu kembali kerumah utama dimana Naura dan ketiga temannya saat ini tinggal? begitu rit? kenapa kamu masih saja naif rit, sudah ku bilang berapa kali boleh kamu baik pada orang tapi jangan terlalu baik" bentak Bayu pada Rita membuat beberapa orang didepannya menatap mereka dengan wajah heran.


"ada apa ini nak Bayu?" tanya bapak Rita menatap Bayu yang terlihat sangat emosi pada anak perempuannya, Namun Rita hanya tersenyum menanggapi perkataan Bayu yang menurutnya tidak tepat.


"tidak apa pak, mas Bayu hanya salah faham dengan apa yang aku katakan." jawab Rita menatap bapaknya dengan senyum lembut.


"memang apa yang kamu katakan nak, kenapa harus teriak seperti itu. semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik, jangan karna suatu hal malah kalian yang bertengkar" kata ibu Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh Rita.


"iyaa Bu, kami minta maaf. mas, maaf jika ucapanku kurang berkenan dihatimu. tapi aku berpesan, tolong pikirkan perkataanku dan tanyakan pada hati kecilmu. aku yang naif, atau hati kamu yang sudah mulai dikuasai oleh dendam" jawab Rita menatap Bayu yang tersentak dengan perkataan Rita.


"aku permisi semua" lanjut Rita meninggalkan ruang keluarga diiringi tatapan tanda tanya dari beberapa pasang mata yang ada diruangab tersebut.


"nau" kata Rita mengetuk pintu kamar Naura.


"masuk aja mbak" jawab Naura dari dalam kamar.


Rita pun membuka handel pintu kemudian melangkah memasuki kamar Naura setelah menutupnya kembali dengan rapat.


"kamu menangis lagi nau?" tanya Rita menatap mata Naura yang terlihat memerah sembab.

__ADS_1


"ng-ngga mbak" jawab Naura dengan gugup.


"jangan bohong sama mbak nau, mbak tau kamu pasti habis nangis. iyakan?!" jawab Rita yang langsung membuat Naura menganggukkan kepala.


"kenapa nau? kenapa kamu masih mengeluarkan air mata, bukannya kamu sudah janji sama mbak kalo kamu akan berusaha melupakan semuanya?" tanya Rita membuat Naura terdiam.


"jangan sampai rasa marahmu menjadi dendam pada ibu kandungnya sendiri nau, mungkin saat ini kamu merasa jika kamu benar dengan memperlakukan ibumu seperti ini. menganggapnya orang asing yang mungkin dimatamu tak terlihat, kenapa? apa hanya karna dia memiliki kesalahan fatal sampai kamu lupa bagaimana dia berusaha membesarkan dan mendidik mu dari bayi hingga seperti sekarang? apa kamu tau siapa orang yang begitu sangat bahagia saat kelahiranmu, siapa orang yang paling sedih saat kesakitanmu, dan siapa orang yang paling utama menjadi tameng untuk dirimu? jangan pernah lupakan itu nau. memang kita sebagai anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan, tapi kita diciptakan oleh sang pencipta untuk melengkapinya" lanjut Rita menatap Naura yang menundukkan kepala.


"tapi mbak, rasanya hatiku sakit mbak. sangat sakit, jujur aku belum bisa melupakan semuanya mbak. hatiku terluka mbak" jawab Naura.


"apa yang membuatmu terluka nau? karna perbuatan ibu pada orangtua mas Bayu? kenapa kamu yang terluka nau? ingat nau, biar bagaimana pun kamu terlahir dari rahimnya. jangan sampai kamu menyesal setelah dia sudah diambil pemiliknya" kata Rita yang langsung meninggalkan Naura yang mungkin kini tengah merenung.


Rita pun melangkah kan kaki memasuki kamar utama miliknya dan juga Bayu, terlihat bi Surti tengah menggendong keena yang meminum susu dari dotnya.


"keena belum tidur juga Bu?"tanya Rita dengan nada lembut.


"tadi sudah tapi terbangun nak, mungkin dia tau suasana hati ibunya sedang tidak baik-baik saja" jawab bi Surti membuat Rita terkekeh kecil.


"ibu bisa aja, mitos dari mana itu" jawab Rita membuat bi Surti tertawa.


"yaa kan biasanya begitu, hubungan ibu dan anak itu pasti memiliki ikatan batin yang sangat kuat. jadi ibu yakin, apa yang nak Rita rasakan keena juga pasti bisa merasakannya" jawab bi Surti yang hanya direspon senyum tipis oleh Rita.


"apa semuanya sudah selesai nak?" tanya bi Surti pada Rita yang langsung dijawab gelengan kepala olehnya.

__ADS_1


"belum bu, sekarang justru mas Bayu yang terlihat marah oleh Rita" ...


bersambung...


__ADS_2