
ketiganya pun mulai berpencar, bi Surti mencari keperluan rumah dan juga keperluan untuk dirinya sendiri. sedangkan Naura dan juga Rita pun membeli untuk keperluan mereka dan juga keena tentunya.
"kayanya kita memang perlu supir ya mbak buat kalo kita belanja seperti ini, kayanya repot juga kalo harus nunggu-nunggu taksi online" kata Naura ketika jalan berdampingan dengan Rita yang menggendong keena menggunakan gendongan instan.
"iyaa nau, tapi sayangnya bi asih belum dapat supir tadi katanya" jawab Rita sambil memilih barang apa saja yang ia perlukan.
"oiyaaa apa kata bi asih tadi, mbak udah nelpon ke bi asih?" tanya Naura penasaran sambil memilih kosmetik yang ingin ia beli.
"iyaa udah tadi sebelum nemenin kamu nonton, dia bilang baru dapat dua orang satpam si. mbak udah suruh dia konfirmasi ke orang nya mau atau ngga kalo disuruh jadi satpam dirumah kita, nanti tinggal tunggu kabar dari bi asih si" jawab Rita sambil fokus memilih kosmetik yang berada tak jauh dari Naura.
"oohh gituu, tapi lumayan loh mbak dari rumah ibu kerumah kita. emang mau orang itu jaga rumah kita pulang pergi" jawab Naura penasaran.
"makanya kan mbak suruh konfirmasi dulu ke orangnya masing-masing bi asihnya nau, lagian palingan si tiga puluh menitlah dari rumah ibu kerumah kita kalo pake motor" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Naura.
"iyaa kan kalo pake motor mbak, kalo ngga gimana?" tanya Rita merasa heran.
"iyaa juga yaa, emmm gampang itu nanti mah lah yang penting mbak dapat dulu satpamnya biar rumah kita ada penjagaan dulu. mbak gamau terjadi hal yang ngga-ngga lagi" jawab Rita yang diberikan anggukan oleh Naura.
"iyaa bener mbak, memang kita perlu jaga-jaga si. yaa walaupun memang kita ngga hanya berdua dirumah si, tapi perlu lah kalo untuk berjaga-jaga juga" jawab Naura yang langsung disetujui oleh Rita.
"iyaa kamu bener nau, apa mbak nyari satpam yang profesional ya yang bisa bela diri gitu kalo ya nau" kata Rita meminta pendapat pada Naura.
"nah betul banget itu mbak, aku setuju si sama kata-kata mbak tadi. tapi, lumayan susah si nyari satpam setara bodyguard begitu" jawab Naura, Rita pun mulai berpikir apa yang dikatakan Naura memang benar.
tak gampang mencari satpam yang bisa menjadi bodyguard sekaligus, apalagi yang bisa bela diri seperti itu. jika pun ada pasti memang harus menyewa dari tempat penyaluran jasa bodyguard.
"apa nanti mbak bilang aja kali ya sama mas Bayu, nanti biar mas Bayu yang Carikan. lagipula mas Bayu juga pasti butuh bodyguard, apalagi sekarang dia sudah menduduki posisi CEO perusahaan besar. bener ga si nau" jawab Rita yang langsung dibenarkan oleh Naura.
"iyaa bener lah mbak, bener banget. apalagi dunia bisnis itu kejam mbak, memang kita harus punya penjagaan berlapis si menurut aku" jawab Naura yang langsung disetujui oleh Rita.
"yaudah kita belanja aja dulu lah, nanti kita obrolin lagi dirumah." jawab Rita mengakhiri percakapan mereka dan mencari apa saja yang mereka butuhkan.
__ADS_1
tak lama terlihat bi asih pun menghampiri Rita dan juga Naura dengan mendorong troli belanja yang sudah terisi penuh oleh barang belanjaan bi surti
"Bu, ini saya udah selesai" kata bi Surti yang sudah berdiri berhadapan dengan Rita dan juga Naura, keduanya yang melihat troli belanjaan milik bi Surti pun saling berpandangan. bukan karna banyaknya isinya, tapi karna mereka bingung bagaimana nanti cara bawanya jika belanjaannya saja sebanyak ini. padahal Rita pun sudah berkata belanja secukupnya untuk satu Minggu tapi ntah barang apa saja yang dibeli oleh bi Surti.
"bibi, ngga salah ini belanjaannya satu troli penuh?" tanya Naura dengan mengangkat satu alisnya.
"eh, kebanyakan ya non. maaf deh saya balikin lagi ketempatnya ya non" kata bi Surti mencoba melangkah meninggalkan Rita dan juga Naura sambil membawa barang belanjaannya.
"bukan bi, tapi nanti gimana kita bawanya. emang bibi bisa bawa belanjaan sebanyak ini sendiri, belum lagi nanti belanjaan kita bi" jawab Rita dengan senyum lembut.
"oohh itu mah tenang aja Bu, nanti kan kita bisa minta tolong sama mas yang didepan sana untuk masukin kedalam bagasi mobil" jawab bi Surti dengan santai membuat Naura dan juga Rita terkaget oleh apa yang dikatakan oleh bi Surti.
"yaampuuunn bi, apa ngga sebaiknya belanja seperlu nya aja. iyaa sekarang bisa dibantu sama masnya, nanti kalo dirumah bibi pasti capek ngangkat bolak balik sendirian bi" jawab Naura dengan menggelengkan kepala, sedangkan Rita pun hayabtertawa kecil melihat bi Surti yang menggaruk kan kepalanya yang tak gatal.
"hehe abis gimana non, kan memang bibi belanja buat kebutuhan dapur sana kebutuhan bibi non. belum sabun cuci pakaian, pewanginya, belum pewangi untuk nyetrika juga yaa jadi banyak atuh belanjaan bibi" jawab bi Surti sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"yasudah yasudah gapapa nau, nanti kan kamu bisa bantu bawa kalo dirumah" jawab Rita membuat Naura memutar bola mata jengah.
"bibi belum ambil buah kan bi?" tanya Rita pada bi Surti.
"belum Bu, bibi lagi ambil makanan olahan ini beberapa aja si" jawab bi Surti dibalas gelangan kepala oleh Rita dan juga Naura.
"bi Surti ini ada ada aja, udah penuh masih aja masuk-masukin" jawab Naura yang sedikit kesal dengan tingkah bi Surti.
"hehe maaf ya non, habis bibi itu jarang sekali diajak berbelanja kesupermarket begini non sama pemilik yang dulu. palingan juga kepasar tradisional" jawab bi Surti membuat Rita menatapnya dengan tatapan bertanya.
"memang ada pasar tradisional didepan sini bi?" tanya Rita pada bi Surti.
"adalah Bu, tadi didekat rumah itu cuma sepuluh menit kalo jalan kaki" jawab bi Surti dengan mengembangkan senyum karna sudah selesai memasukkan beberapa makanan olahan.
"ooohh gitu, berarti besok-besok kita kalo belanja ke pasar tradisional aja mbak" jawab Naura membuat bi asih terkejut dengan apa yang Naura katakan.
__ADS_1
"yaahh non, pasar tradisionalnya becek loh non" jawab bi Surti membuat Naura dan juga Rita tertawa.
"namanya pasar tradisional pasti becek lah bi, emang ada pasar tradisional yang bersih" jawab Rita sambil tertawa memilih buah apel yang sangat menggiurkan dilihat.
"eehh ada loh Bu, pasar bersih namanya. tapi didaerah kita gaada si Bu, adanya dulu di daerah sebrang Bu" jawab bi Surti membuat Rita menganggukan kepala.
"oohh gituu, saya kira pasar tradisional itu ngga ada yang bersih dan semuanya ya becek gitu" jawab Rita dengan tertawa kecil.
"yee ibu ngga ga pernah tau, saya ini udah keberbagai macam pasar Bu" jawab bi Surti dengan bangganya membuat Naura menatapnya dengan tatapan lucu.
"yaa iyaalah bibi udah ke semua pasar, memang itu tugas bibi kok" jawab Naura membuat cengiran di bibir bi Surti dengan memperlihatkan deretan giginya agak menguning.
"sudah-sudah Ayuk cepat selesaikan belanjanya, biar kita cepat pulang dan cepat sampai rumah. nanti keburu siang" kata Rita yang langsung diangguki oleh kedua orang didepannya.
mereka pun dengan cepat memilih beberapa buah-buahan yang ada di supermarket tersebut mulai dari apel, anggur, jeruk, semangka kuning, mangga, dan juga pier.
setelah selesai mereka menimbang buah-buahan tersebut agar mengetahui harga yang tertera diplastik buah tersebut, kemudian Rita dan Naura pun bertugas membayar semua belanjaan tersebut sedangkan bi Surti menunggu disamping kasir tempat dimana Rita dan Naura mengantri untuk membayar belanjaan mereka.
setelah mengantri beberapa orang, akhirnya tibalah giliran Naura dan juga Rita yang membayar dengan menggunakan dua troly belanjaan mereka. membutuhkan waktu hampir lima belas menit untuk menyelesaikan semua pembayaran hingga akhirnya belanjaan tersebut pun dikemas menggunakan kardus oleh petugas kasir tersebut karna sangking banyaknya barang yang mereka beli. dan untuk membawanya, petugas kasir itu pun bersedia untuk membawakannya hingga taksi online yang dipesan Naura pun datang.
petugas pembawa kardus belanjaan itu pun membawakan dua kardus besar belanjaan Rita menggunakan troly, setelahnya ia memasukkan dua kardus tersebut kedalam bagasi mobil. Rita pun memberikan sedikit tips untuknya.
Rita pun memasuki taksi online diikuti oleh Naura dan juga bi Surti, akhirnya mereka pun mengakhiri edisi belanja hari ini dengan lelehan yang mereka bawa hingga kerumah. setelah kurang lebih dua puluh menit mereka pun sampai dihalaman rumah, bi Surti dibantu dengan Naura pun mengangkat dua kardus tersebut hingga kedapur. sedangkan Rita langsung mendudukkan diri didalam ruang tamu kembali, melepaskan keena yang sedari tadi dalam gendongannya.
tak lama Naura pun menghampiri, Rita pun memanggil bi Surti agar tak perlu memasak makan siang karna waktu yang mepet dan keadaan yang lelah. Rita pun memutuskan untuk memesan online makanan untuk makan siang hari ini.
"biii" teriak Rita hingga terdengar di telinga bi Surti.
"iyaa Bu" jawab bi Surti yang berada didekat Rita.
"siang ini makannya pesan aja ya bi, ngga usah masak. nanti malam aja masaknya, capek juga pulang belanja" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.
__ADS_1
"iyaa Bu, saya beresin dulu belanjaan dibelakang" kata bi Surti yang langsung diangguki oleh Rita.