Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus73.


__ADS_3

"iyaa bi, Alhamdulillah Naura mewarisi sifat dari alhamarhum ayah jadi dia ngga sepeti Maura yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya" kata Rita yang tiba-tiba saja muncul mengagetkan kedua orang wanita paru baya tersebut.


"eehh mbak Rita, maaf ya mbak kita ngga bermaksud membicarakan non Naura dibelakang. sekali lagi saya mohon maaf mbak" kata bi asih yang merasa tak enak karna Rita mendengar apa yang ia dan bi Surti bicarakan.


"gapapa kok bi, tenang aja. kita santai aja dirumah ini anggap aja ini rumah bibi sendiri. bibi bebas mengatakan apapun dirumah ini" jawab Rita dengan senyum mengembang pada bi asih.


"iyaa makasih mbak, maaf sekali lagi" jawab bi asih membalas senyum Rita.


"mas Bayu dan Naura memang memiliki karakter yang hampir sama bi, mungkin karna memang mereka memiliki darah yang sama jadi sifatnya pun hampir sama" kata Rita membuat kedua orang didepannya tersenyum dan menganggukan kepala.


"bisa jadi mbak, tapi jujur aja saya heran kenapa non Maura itu sampai begitu tega melakukan hal yang sangat-sangat merugikan dirinya sendiri. padahal sewaktu ia masih tinggal dirumah dengan ibu, dia seperti baik-baik saja. yaa mungkin sesekali berteriak dan marah-marah pada saya, tapi selebihnya dia terlihat seperti baik karna terlalu diam mbak" kata bi asih membuat Rita sedikit menyeritkan kening.


"loh, jujur aja bi. kalo bibi bilang Naura diam aja justru aku yang bingung, karna sebanarnya Naura anaknya ngga bisa diam dan selalu pecicilan." jawab Rita dibalas anggukan kepala oleh bi asih.


"hayoool lagi ngomongin apa nih katanya serius banget" kata Naura yang sudah turun kembali dan sudah mengganti pakaian yang tadi dia pakai.


"ngga, lagi ngga ngomongin apapun. kamu kapan pulang nau?" tanya Rita pada Naura yang tersenyum.


"oohh kirain lagi ngomongin aku yang cantik dan baik hati ini" jawab Naura dengan pede membuat ketiga orang didepannya tersenyum masam mendengar perkataan Naura.


"huuu kepedean banget, kok kamu keluar lagi bukannya istirahat" tanya Rita pada Naura, sementara bi asih dan juga bi Surti telah berdiri dan mulai membersihkan sisa piring kotor bekas makan Naura.


"iyaa mbak, pengen makan yang seger-seger ngga sih mbak. aku kok pengen ya, kaya buah yang berair itu kayanya enak ya mbak" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan menganggukan kepala.


"kamu mau apa? dikulkas ada semangka kuning kayanya sama melon yang warna nya orange itu" jawab Rita membuat Naura tersenyum riang


" waahh boleh tuh mbak, bi tolong kupasin ya melon sama semangkanya. aku tunggu di ruang keluarga sama mbak Rita" kata Naura pada bi asih yang langsung mengerjakan apa di katakan oleh naura.

__ADS_1


"iyaa non" jawab bi asih yang memang sangat semangat membuatkan apa yang Naura katakan, karna sudah terlalu lama ia sendiri dan tak mengerjakan pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga.


"ada apa si nau kamu ngajak mbak kesini?" tanya Rita pada Naura yang mengajaknya ke ruang keluarga.


"iihh mbak Rita, aku itu mau ngobrol loh sama mbak."jawab Naura mengerucutkan bibirnya.


"iyaa mau ngobrol apa nau, tadi kan disana juga bisa nau" jawab Rita membuat Naura terkekeh kecil.


"hehe begini loh mbak, itu loh orangtuanya Nana dini sama Salma itu mau ketemu sama mas Bayu. jadi aku minta mereka untuk bawa orangtua masing-masing kerumah ini nanti malam, gimaba menurut mbak?" tanya Naura membuat Rita membelalakan mata.


"nanti malam, yang bener aja kamu nau. terus maksud dan tujuannya apa mereka mau kerumah ini?"tanya Naura dengan dahi menyerit.


"loh mbak, ya membicarakan tentang perkataan mas Bayu yang mau membiayai kuliah mereka bertiga lah mbak, dan mereka juga akan tinggal sama aku. yaa seperti asrama gitu lah, jadi orang tua mereka bertiga mau memastikan jika anak mereka ngga berbohong mbak" jawab Naura membuat Rita menganggukan kepala.


"oohh gitu, yaudah kalo begitu nanti sekalian aja kita makan malam bersama dengan keluarga ketiga temanmu itu. mbak juga ngga keberatan, lagian emang kamu benaran udah pasti mau tinggal dirumah peninggalan ayah? ngga mau tinggal disini aja sama mbak, sama mas Bayu?" tanya Rita sekali lagi untuk memastikan.


"mbak bangga sama kamu nau, kamu usia saja yang masih muda tapi pikiran kamu terlalu dewasa untuk remaja seperti kamu. yasudah kalo memang itu sudah jadi keputusan kamu mbak ngga bisa melarang, mbak cuma mau kasih tau agar kamu tetap menjalankan kewajiban kamu sebagai muslim. walaupun kita ngga tinggal satu rumah, tapi mbak mohon tetaplah main kerumah ini jika ada waktu. mbak pasti akan rindu sama kamu nau" kata Rita dengan mata berkas-kaca.


"iyaa yaampun mbak, aku kan cuma pindah kerumah kita mbak. masa gitu aja sampe berkaca-kaca sih mbak, pasti lah tiap hari Naura bakalan kesini. mbak tenang aja, pasti Naura juga kangen terus sama mbak apa lagi keponakan Naura itu" jawab Naura memeluk kakak iparnya tersebut.


"bener ya nau, janji ya kamu bakalan sering main kerumah ini. jangan sampai ngga loh" jawab Rita yang sudah mulai meneteskan air mata.


"iyaa iyaa mbak, tenang aja loh mbak" jawab Naura singkat melepaskan pelukannya terhadap Rita.


"lagian kamu ini ngapain si pake harus pindah kesana segala, rumah ini juga cukup kok untuk kita" kata Rita mengerucutkan bibirnya, sementara Naura hanya tersenyum sebagai jawaban.


"dduuhh kenapa ini pada melow begini, ini non buahnya" kata bi asih yang datang bersama bi Surti membawa sepiring buah potong pesanan Naura.

__ADS_1


"makasih ya bi, ini loh bi mbak Rita masa ngga mau aku tinggalin padahal kan aku cuma pindah kerumah lama ya bi. disini juga kan udah rame ada asisten rumah tangga yang baru, masa gitu aja sampai mewek ngga lucu kan ga bi" jawab Naura membuat Rita mengerucutkan bibirnya.


"yaa berarti mbak Rita begitu sayang pada non Naura sampai ngga mau non Naura meninggalkannya, apalagi selama ini kalian kan sudah lama bersama-sama dalam keadaan apapun. jadi pasti adalah rasanya kehilangan, saya juga bingung kenapa non Naura malah milih pulang kerumah lama dibanding disini. kan enakan disini kumpul semua non" kata bi asih yang langsung membuat Naura tersenyum.


"gimana ya bi, memang si enak disini kumpul sama mbak Rita dan juga mas Bayu. tapi Naura ngga enaklah bi terus-terusan ngerepotin mereka, apalagi Naura kan sekarang sudah besar. Naura juga pengen bi belajar mandiri, ya meskipun hanya dirumah dan ngga meninggalkan fasilitas tapi tetep aja Naura pengen belajar bi biar ngga selalu bergantung sama mbak Rita dan juga mas Bayu" jawab Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh bi asih.


"iyaa juga si non, yaa tapi gapapalah itung-itung bibi juga ngga seperti makan gaji buta yang tiap hari hanya makan tidur dan sesekali membereskan rumah. seperti bibi yang pemilik rumahnya non" kata bi asih membuat ketiga orang didepannya tertawa.


"yaa gapapalah bi, malah enakkan bi jadi bibi bisa istirahat sejenak" jawab Naura membuat bi asih tersenyum malu.


"hehe iyaa sih non" jawabnya dengan pelan.


"nanti bibi tolong bereskan tiga kamar tamu ya bi, terserah bibi mau diatas atau dibawah. karna nanti akan ada tiga teman Naura yang akan ikut tinggal dirumah itu bi" kata Naura yang langsung disambut anggukan kepala oleh bi asih.


"oohh gitu, yaudah nanti bibi siapkan dilantas atas satu kamar dilantai dua dua kamar. karna dilantas bawah kamar tamunya bibi pakai satu non atas perintah mas Bayu, biar ngga terlihat kosong rumahnya" jawab bi asih membuat Naura menganggukan kepala.


"iyaa gapapa bi, mending gitu aja. nanti Naura kabari kapan Naura pulang kerumah sama ketiga teman Naura ya" jawab Naura membuat bi asih langsung menganggukan kepala.


"siap non, beres deh kalo gitu" jawab bi asih membuat ketiga orang didepannya tertawa kecil.


"jadi nanti malam kita harus menyiapkan makan malam yang cukup banyak untuk ketiga teman Naura dan juga keluarga mereka, karna rencananya mereka akan datang kerumah ini nanti malam. bagaimana Bu?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung mengangkat kedua jempolnya.


"siap itu mah, tenang aja. kita akan eksekusi. lagipula pasukankan udah banyak nak" jawab bi Surti yang langsung disambut tawa oleh ketiganya.


"iyaa bener mbak, emm kalo boleh bibi pengen nginep disini mbak. duuh Boleh ngga ya, udah lama bibi ngga ngerasain Susana ramai kaya gini. rumahkan sepi" ..


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2