
ketiga pun melanjutkan pembicaraan dengan duduk diruang keluarga setalah Rita mendudukan diri tepat disebelah Bayu yang menyambut sang istri dengan melingkarkan lengannya di pinggang Rita.
"kamu bagaimana sayang? apa ada kendala selama dirumah ini" tanya Bayu pada Rita dengan perhatian.
"ngga ada si mas, cuma aku heran aja kenapa rumah sebesar ini ngga ada kolam renangnya malah dibuat taman yang besar dibelakang itu mas" jawab Rita dengan menyeritkan kening.
"memang kenapa? kamu mau rumah yang ada kolam renangnya?" tanya Bayu penasaran mendengar perkataan Rita.
"pengen si ngga ya mas, tapi kayanya seru aja kalo bisa berenang dirumah. bisa jadi hiburan juga buat keena nanti kalo udah agak besaran kan bisa kita ajarkan berenang"jawab Rita membuat Bayu menganggukan kepala.
"yaudah, kalo gitu kita bikin kolam renang aja tamannya. tapi sisain sedikitlah untuk taman biar bisa di kelilingi bunga-bunga ditepi kolam yang diujung tembok itu, gimana menurut kamu?" tanya Bayu menatap bergantian antara Rita dan juga Naura.
"boleh juga mas, jadi nanti bentuk kolamnya tuh ngga pergi panjang ya. bentuknya tuh kaya angka delapan gitu biar ada space, sebelah kanan lebih pendek nah yang sebelah kiri biar lebih dalam lagi" jawab Naura yang juga disetujui oleh Bayu.
"iyaa bener kamu nau, sepemikiran juga sama mas. mas juga tadinya mau buat seperti itu, tadi keduluan kamu idenya" jawab Bayu membuat Naura memutar bola mata jengah.
"bisa aja ngelesnya, bilang aja mau nyontek design aku" jawab Naura mengerucutkan bibirnya, Rita dan Bayu pun tertawa kecil melihat tingkah Naura.
"kamu itu udah besar masih aja suka bertingkah kaya anak kecil begitu nau" kata Bayu sembari menertawakan adik perempuannya.
"apa salahnya mas? toh kan cuma didepan keluarga aja, kalo didepan orang lain kan ngga. palingan bi Surti yang tau" jawab Naura acuh tak acuh.
"yee nanti gimana kalo kamu udah nikah masa mau manja terus begitu? malulah sama suami kamu nanti" jawab Rita membuat Naura melebarkan matanya.
"lagian mbak, siapa juga udah mikirin kesana mbak. malah ngejalanin hari-hari sama mbak Rita aja bikin aku takut berumah tangga, takut dapat karma dari apa yang ibu lakuin ke mbak Rita dan mas Bayu" jawab Naura dengan tertunduk, menyenderkan punggungnya kesandaran kursi.
Rita dan Bayu pun berpandangan mendengar perkataan Naura, keduanya heran kenapa justru Naura berfikir sampai sana. bukan kah setiap orang punya ujiannya masing-masing, dia sendiri yang bilang tidak berfikir kesana tapi dia juga yang merasa takut mendapat karma dari apa yang ibu Bayu lakukan pada Rita. semenit kemudian, kedua orang tersebut pun tertawa kecil mendengar perkataan Naura.
"kok malah pada ketawa si" kata Naura dengan nada kesal.
__ADS_1
"abis kamu bikin gemes si nau, katanya belum kepikiran. tapi ngerasa takut dapet mertua seperti ibu, gimana si mau kamu" jawab Bayu membuat Naura sendiri terkekeh.
"iyaa juga ya mas hehehe maklumlah aku parno si kalo bahas masalah pernihakan kaya gitu, nanti kalo aku dapat mertua yang justru lebih parah dari ibu gimana. ooohh aku aja ngga bisa bayangin mas" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.
"seperti yang pernah mbak bilang kan nau, setiap rumah tangga itu ujiannya beda-beda. mungkin bagi kita Maura dan juga ibu adalah ujian dalam rumah tangga kami, tapi diluar sana bahkan lebih banyak orang berumah tangga yang jauh lebih banyak masalah rumah tangganya. contohnya seperti ekonomi, banyak loh para suami istri diluar sana yang bercerai hanya karna masalah ekonomi. padahal itu adalah hal yang sangat sederhana menurut mbak" jawab Rita menjelaskan panjang lebar pada Naura yang dengan fokus mendengarkan apa yang Rita ucapkan.
"kenapa gitu mbak?" tanya Naura heran.
"iyaa dongg, sekarang gini. bukan kah materi bisa dicari bersama-sama? ngga mungkin dong ada masalah ekonomi jika keduanya menjalankan keuangan mereka dengan baik? saling membantu jika dalam kekurangan, iyakan? malah yang mbak pertanyakan, kenapa si harus dengan cara berpisah? emang dengan berpisah bisa meningkatkan perekonomian salah satu diantara keduanya? belum tentu loh" jawab Rita membuat Naura menganggukan kepala mengerti dengan apa yang Rita ucapkan.
"ngga semua orang berpikiran seperti kamu sayang, mungkin bagi sebagian orang iyaa mereka bisa bertahan dengan masalah ekonomi tapi banyak juga yang ngga bisa bertahan sayang" jawab Bayu semakin membuat Rita terlihat keheranan.
"mas, yang namanya uang itu pasti akan cukup jika digunakan sesuai porsinya. okelah wanita bisa berpikir realistis semuanya butuh uang, betul. tapi semuanya yang seperti apa? kebutuhan atau keinginan, itulah yang membedakan. jika aku diposisi itu, aku akan mempergunakan keuangan yang minim itu untuk kebutuhan bukan untuk keinginan. banyak yang bilang, bahkan uang seribu rupiahpun berguna jika untuk kebutuhan tapi ngga akan berguna jika hanya untuk sekedar keinginan" jawab Rita yang membuat Naura memandang takjub pada kakak iparnya tersebut.
"waaahh mbak Rita udah seperti penasehat rumah tangga nih mas" kata Naura meledek kakak iparnya.
"iyaa makanya kamu harus banyak belajar dari mbak mu ini nau, selain jago masak, jago ngurus rumah, cantik, cerdas juga. hebatnya istri mas ini" kata Bayu membuat Rita tersipu.
"tapi bener deh mbak, jawaban mbak itu cerdas banget. aku suka dengan pandangan mbak seperti itu, emm gimana ya andai semua orang berpikir seperti apa yang mbak pikirkan mungkin ngga akan ada yang bercerai hanya karna faktor ekonomi si menurut aku" kata Naura membuat Rita dan Bayu terkekeh kecil.
"itulah mbak mu nau, bisa perpanjangan lebih jauh lebih dari apa yang orang lain pikirkan. ngga nyangka juga mas, mbak mu bisa menjawab seperti itu. andai semua orang realistis ya bukan materialistis" jawab Bayu yang diangguki oleh Naura.
"bener mas, ngga nyangka mbak Rita punya pandangan seperti itu. hebat-hebat" kata Naura membuat Rita semakin mencebikkan bibirnya.
"kalian ini, mau memuji atau meledek sih" jawab Rita yang kesal dengan kedua kakak adik tersebut.
"loh, nau marah dia. padahal kan kita lagi muji dia, ya nau ya" kata Bayu yang diangguki oleh Naura.
"iyaa bener mbak, aku sama mas Bayu ini lagi muji mbak Rita. coba mbak bayangin, sekian banyak perempuan yang bisa berpikir seperti itu hanya mbak Rita. kayanya jika mbak yang dihadapi masalah ekonomi kaya gitu, mbak ngga akan bertindak gegabah untuk meninggalkan mu mas" jawab Rita sambil terkekeh kecil membuat Bayu menatapnya tajam.
__ADS_1
"kamu mendoakan mas ya nau?" tanya Bayu dengan menekan kalimatnya.
"nggalah, siapa juga yg doain mas kaya gitu" jawab Naura membuat Bayu semakin menyeritkan kening.
"terus, maksud kamu ngomong begitu tadi apa deh?" tanya Bayu heran.
"maksud aku, mending mas Bayu jaga wanita sebaik mbak Rita ini. karna jarang sekali wanita berpikiran seperti mbak Rita ini, aku yang perempuan aja sepecles mendengar penuturannya apalagi lelaki lain mas." jawab Naura yang membuat Bayu sadar apa yang dikatakan adik nya tersebut.
bener, adiknya sangat betul. jarang sekali jaman sekarang ada perempuan yang berpikiran untuk membantu perekonomian suaminya jika keuangan dalam masalah, kebanyakan dari mereka memilih jalan pintas untuk bercerai karna merasa tak diberikan nafkah dengan layak. padahal berapapun nafkah yang di berikan suami asal digunakan sesuai porsinya pasti akan cukup. Bayu sadar akan hal itu.
"udah nau, jangan buat mas mu seperti itu. lihat wajahnya frustasi" kata Rita membuat Naura tertawa kecil.
"kalian ngerjain aku ya?" tanya Bayu menatap kedua perempuan didepannya dengan tatapan tajam.
"ngga lah, ngapain ngerjain mas Bayu. coba mas pikirkan, emang apa yang aku bilang itu salah apa bener? bukannya lelaki sukses karna ada perempuan hebat dibelakangnya?" jawab Naura dengan mengembangkan senyumnya.
"iyaa bener kamu nau, lelaki sukses memang pasti ada perempuan hebat dibelakangnya. seperti mbak kamu ini" jawab Bayu dengan senyum genit menatap Rita yang langsung memukul lengan Bayu manja.
"kebiasaan deh kamu gombal" jawab Rita membuat Naura dan juga Bayu terkekeh.
"sudah yuk masuk kamar, udah malam nih. takut nanti juga keena bangun kan dikamar" ajak Bayu pada Naura dan juga Rita.
"yuk mas. emmm mas, mbak boleh ga si aku undang Salma, Nana dan dini kerumah ini. udah lama kayanya aku ga ketemu mereka nih, mumpung udah dirumah sendiri juga kan" kata Naura izin pada Bayu dan juga Rita.
"yaa gapapa lah nau, ajak aja main kesini mbak malah seneng karna banyak orang dirumah ini. sekalian bilang sama bi Surti kalo mau bertemu dengan nyonyanya dirumah ini silahkan besok diundang biar semakin banyak teman mbak disini, kita juga belum sempat selamatan rumah baru ini kan mas. belum kenal tetangga juga" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Bayu.
"iyaa bener kata mbakmu nau, mas juga ga masalah" jawab Bayu sambil melangkah menuju kamarnya diikuti oleh Naura dan juga Rita.
"yaudah kalo gitu, makasih ya mas" jawab Naura yang langsung mendahului Bayu dan Rita menuju kamarnya.
__ADS_1
keduanya pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Naura, kemudian mereka pun memasuki kamar dan mengecek keena yang ternyata masih tidur dengan pulasnya.