Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
limapuluhsembilan


__ADS_3

"huh apa sih mbak Rita selalu menganggu saja" jawab Naura dengan wajah kesal melepaskan pelukan dengan ibu Rita yang menatap cucu nya yang lucu dengan mulut ternganga.


"yaampuuunn, lihat pak cucu kita lucu sekali pak" kata ibu Rita melangkah meraih shakeeena kedalam gendongannya.


"iihh ibu mah, aku terkikis dengan hadirnya keena" kata Naura dengan wajah dibuat-buat.


"hei, kamu itu udah besar. masih aja kaya anak kecil, ga malu kamu sama keena yang masih bayi" jawab Rita menghampiri adik iparnya, mereka pun duduk berdampingan melihat keena yang berada dalam gendongan ibu Rita.


"sudah-sudah kalian ini yang selalu aja berdebat seperti anak kecil, wong keena aja diem kok. lihat nih" jawab ibu Rita yang segera membawa keena kehalaman rumah untuk berjemur, bapak Rita pun menggelengkan kepalanya melihat kedua putrinya bertingkah seperti itu.


"sudahlah, bapak mau berpamitan pada pak RT dulu ya rit. sekalian ngobrol sebelum bapak pulang kekampung" kata bapak Rita.


"iyaa pak hati-hati dijalan" jawab Rita dan Naura serempak, keduanya pun saling pandang dan menatap kesal.


ntahlah semenjak kedatangan bapak dan ibu Rita Naura dan Rita pun seperti dua kakak beradik yang saling merebutkan orangtua mereka, layaknya orangtua kandung meskipun Naura hanya adik ipar Rita.


Naura yang memiliki sifat yang ramah, baik, dan ceria itu begitu dekat dengan ibu Rita layaknya ibu kandung sendiri, sampai pernah ia berfikir ingin mendapatkan mertua seperti ibu Rita yang bisa menyayanginya tulus dan menerima sifat manjanya. ia pun ingin seperti Rita yang akrab dengan mertua sebelum ada perpisahan rumah diantara keduanya.


"assalamualaikum" terdengar suara orang diteras yang dijawab salam oleh ibu Rita mengagetkan kedua orang yang berada diruang tamu tersebut.


"waalaikumsalam, waah ada Oma sayang. pasti Oma kangen sama keena ya Oma" kata ibu Rita menirukan suara anak kecil menyambut ibu Bayu yang datang bersama orang yang selalu berusaha dihindari orang yang berada didalam rumah tersebut.


Rita dan Naura pun mencoba mengintip lewat jendela yang sudah terbuka lebar diruang tamu.


"yaaahh ada biang rusuh mbak, gimana dong" kata Naura dengan wajah tak enak dilihat.


"yaa mau gimana lagi nau, dia kesini sama ibu masa mau kita usir" jawab Rita dengan malas.


"iyaa juga sih, duh lagian ngapain si ibu pake ngajak lampir itu kesini" kata Naura dengan kesal, tak lama terdengar ibu Rita memanggil.


"ritaaa, nauraa lihat nih siapa yang datang" kata ibu Rita berteriak memanggil kedua putrinya, Rita dan Naura pun menghampiri mereka dihalaman depan dan mencium punggung tangan ibu Bayu.

__ADS_1


"bagaimana kabar kalian?" tanya ibu Bayu pada keduanya, Rita dan Naura pun saling pandang lalu keduanya serempak menjawab.


"baik Bu" jawab serempak keduanya.


"Alhamdulillah" kata ibu Bayu


"masuk Bu besan, biar saya lanjut menjemur cucu kita dulu" kata ibu Rita yang langsung diangguki oleh sang besan.


"mari masuk Bu" kata Rita mempersilahkan mertuanya masuk kedalam rumah, Rita dan Naura pun segera mengapit sang ibu yang berada ditengah meninggalkan Naura yang melihat kesal pemandangan didepannya.


"duduk dulu Bu, Rita buatkan minum ya" kata Rita pada sang mertua dengan senyum lembut yang tak pernah berubah.


"terimakasih rit" jawab ibu Bayu yang dibalas anggukan dan senyuman manis oleh Rita. Rita pun melangkahkan kaki menuju dapur diiringi tatapan dari Naura yang mengedipkan sebelah matanya dibalas senyum tipis oleh Rita.


"eeehh kamu mau kemana, hah?" tanya Naura pada Naura yang terlihat mengikuti Rita menuju dapur.


"mau lihat Rita buat minuman lah, siapa tau dia memasukkan sesuatu kedalam minuman kami" jawab Maura dengan lancar tanpa celah. membuat Naura menyunggingkan senyum sinis.


"jangan kurang ajar dan jangan mulai ya kamu nau, aku kesini menemani ibu bukan untuk berdebat dengan kamu. kalo ibu ngga memintaku untuk mengantarkannya aku pun ngga Sudi datang kerumah kumuh ini" jawab Maura dengan ketus.


"bagus kalo gitu kenapa kamu ngga langsung pulang aja, kenapa harus nungguin ibu disini? gih sana pulang, hus hus" kata Naura mengusir Maura.


"lihat Bu, kita diusir kan. sudah aku bilang kita tuh ga perlu lagi kesini, buat apa. lihat kan sekarang, kita diusir begini" kata Maura pada sang ibu yang masih santai menanggapi perkataan Maura, ibu Bayu tau bahwa perkataan Naura ditujukan pada Maura bukan padanya maka dari itu ia tak bereaksi apapun untuk membela salah satu diantara keduanya.


"Bu, kok malah diam. ayok kita pulang" ajak Maura pada sang ibu yang tetap duduk tenang ditempatnya.


"loh ada apa ini?" tanya Rita yang baru saja datang membawa dua gelas minuman untuk mertua dan adik iparnya.


"ini nih, pasti kamu kan yang udah ngajarin Naura untuk kurang ajar sama aku dan juga ibu?! tampang aja sok polos tapi hati busuk" kata Maura membuat ketiga orang didepannya menatap tajam kearahnya.


"nau, ada apa ini?" tanya Rita pada Naura dengan nada pelan tapi terdengar rasa kesal dalam kalimatnya.

__ADS_1


"assalamualaikum, loh ada apa ini?" tanya ibu Rita yang baru saja masuk kedalam rumah membawa serta keena dalam gendongannya.


"ini loh Bu, mbak si nenek sihir ini tadi mau mengikuti mbak Rita kedapur terus aku larang. aku tanya mau apa ngikutin mbak Rita, dia jawab mau lihat mbak Rita buat minuman karna takut dikasih macam-macam didalam minumannya. tentu saja aku gak terima dong mbak Rita dituduh seperti itu, lah selama ini dia yang jahat kok sama kita. nah dia malah marah-marah sampe ngomong yang ngga-ngga, dari pada dia disini bikin heboh aku usir lah dia secara baik-baik ternyata dia menuduhku juga mengusir ibu pake ngomong yang ngga-ngga lagi. huh" jawab Naura dengan wajah kesal dan menghela nafas berat.


"sudah-sudah ngga baik terus bertengkar, kalian kan sodara Naura Maura" jawab ibu Rita dengan bijak memberi penengahan sedangkan Rita yang mendengarnya pun ikut kesal dan menatap tajl?am Maura.


"Bu, ibu tau kan kalo aku ngga akan mulai kalo ngga dipancing. lagian kalo dia mau pulang ya pulang aja, biar aja ibu disini. lagian yang aku usir itu Maura bukan ibu, iyakan Bu?" kata Naura mencari pembelaan dari sang ibu yang sedari tadi tak memberikan komentarnya.


"sudah nau, duduk. jangan buat keributan. ibu baru datang udah kamu sugukan dengan ocehan mu itu" kata Rita menatap kesal kearah Naura yang mencebikkan bibir mendengar perkataan Rita.


"rit, mandikan dulu keenanya biar wangi. masa ada Oma nya keena bau belum mandi" kata ibu Rita memberikan sang cucu pada Rita.


"iyaa Bu, Rita juga sudah siapkan air hangat nya. sebentar ya Bu Rita mandikan keena dulu" kata Rita pada ibu Bayu yang menganggukkan kepala dan tersenyum menatap cucu nya yang semakin hari semakin gembul.


"lucu sekali keena ya Bu" kata ibu Bayu pada ibu Rita yang duduk dihadapannya.


"iyaa Bu, Alhamdulillah badannya juga lebih berisi. ASI nya kuat banget" jawab ibu Rita menjawab perkataan sang besan yang menganggukkan kepala.


"oh ya, saya dengar besan mau pulang kekampung? iyakah?" tanya ibu Bayu.


"iyaa Bu, maklum orang kampung ada aja yang kerjain di kampung halaman" jawab ibu Rita merendah.


"iyaa betul itu, apalagi sudah lama ditinggal pasti semuanya terbengkalai ya Bu" kata ibu Bayu.


"iyaa Bu, yaah mau gimana lagi Bu namanya juga ini kan cucu pertama. kami justru senang bisa menemani Rita meskipun harus meninggalkan perkerjaan kami" jawab ibu Rita membuat ibu Bayu tersenyum.


"iyaa Bu, hati-hati dijalan loh. naik bis atau kereta Bu?" tanya ibu Bayu.


"naik bis Bu rencananya" jawab ibu Rita.


"bapak kemana Bu? dari tadi ngga kelihatan kayanya" tanya kembali ibu Bayu yang tak melihat besan lelakinya.

__ADS_1


"bapak kerumah pak RT Bu" jawab ibu Rita membuat ibu Bayu menganggukan kepala dan tersenyum.


__ADS_2