Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
delapanpuluhlima


__ADS_3

disalah satu rumah yang berada ditengah-tengah perkampungan Maura yang merasa rencananya gagal pun mengamuk tak jelas memporak porandakan setiap barang yang berada didekatnya. ia merasa frustasi karna semua yang ia rencanakan gagal dengan sangat mudah, padahal Maura sudah menyusun semuanya dengan sangat baik. meskipun memang Maura tau jika ia sudah dicurigai, tapi Maura masih bisa mengelak karna Rita dan juga Bayu belum memiliki bukti yang kuat. tapi kali ini Maura merasa was-was karna orang yang ia bayar untuk mencelakai Rita dan anaknya sudah tertangkap oleh warga dan ia mendengar sendiri dari orang yang ia suruh mengintai orang tersebut dari jauh.


"sial sungguh sial, bagaimana bisa sampai ketauan aaarrrgggg. dasar preman bodoh!!!" gumamnya memecahkan apapun yang berada didekatnya.


"bagaimana sekarang, pasti preman bodoh itu udah masuk dalam sel. awas jika dia sampai menyeret ku" katanya dengan wajah memerah menahan amarah.


"tidak, aku tidak mau masuk penjara. nggaa!!" gumamnya berteriak.


Naura pun merebah kan dirinya diatas kasur lantai tipis yang berada dirumah kontrakan tersebut, iya rumah itu adalah rumah orang yang suruh untuk mengintai rumah Rita. ia selalu datang kerumah itu hanya untuk sekedar singgah membicarakan laporan orang tersebut dalam pengintaiannya.


"Roni sialan, bodoh!! kenapa harus sampai ketauan sih, kalo kaya gini hancur sudah semua rencana yang gue susun!! emang dasar ga bisa diandelin itu orang, otak dangkal!!!!" katanya mengumpat Roni yang kini sudah berada dalam bui.


sedangkan dirumah Rita, sore ini hanya ada Rita Bu RT dan juga Naura didalamnya sedangkan keena sudah tidur lebih dulu setelah dimandikan oleh Rita. ketiga teman Naura, jangan ditanya tentu saja mereka sudah pulang kerumah masing-masih setelah tiga puluh menit pak RT membawa pak roni kekantor polisi bersama bapak-bapak yang lain. Bayu belum juga pulang bekerja sehingga Rita belum menceritakan apa yang terjadi siang tadi dirumahnya, ibu RT pun dipersilahkan istirahat dikamar Naura. namun Bu RT menolak dan lebih memilih merebahkan diri di sofa ruang tamu Rita.


"makasih ya Bu RT sudah mau saya repotin seperti ini" kata Rita pada Bu RT yang memejamkan mata. mendengar perkataan Rita Bu RT pun membuka matanya dan menatap dalam wajah Rita yang cantik alami, kemudian ia pun tersenyum.


"santai aja mbak Rita, orang baik memang ada aja ujiannya. mungkin ini ujian rumah tangga mbak Rita dan juga mas Bayu, saya dan bapak hanya menjalankan tugas. toh kalo RT ini tenang kan berarti keberhasilan kami sebagai RT" jawab Bu RT dengan senyum mengembang.

__ADS_1


"iyaa Bu RT, saya cuma ngga enak. apalagi mendengar perkataan ibu-ibu tadi pagi yang ada benarnya, memang karna rumah tangga saya semua RT sini jadi direpotkan sampai harus menambah iuran RT dan juga harus siskamling padahal waktu malam adalah waktunya istirahat" jawab Rita menundukkan kepala sembari menahan air mata yang akan jatuh.


"sudah saya bilang kan mbak Rita, bukan seperti itu konsepnya. memang selama ini pun saya dan bapak bahkan beberapa warga berencana mengadakan ronda mbak, karna ngga satu dua orang yang kehilangan harta benda dirumahnya ketika ditinggal pulang kampung atau tugas kerja Bu" jawab Bu RT kembali melapangkan hati Rita.


"iyaa Bu RT saya tau, tapi,, bagaimana ya mungkin karna faktor saya baru melahirkan, jadi masih suka tersinggungan mendengar perkataan orang jadi lebih suka masuk ke hati" jawab Rita membuat Bu RT menganggukan kepala dan tertawa.


" mbak aku masuk kamar dulu ya, istirahat dulu lah capek aku. Bu RT, maaf saya tinggal didalam" pamit Naura pada Rita dan juga Bu RT.


"iyaa, tolong lihat keena dulu nau. takut dia bangun" jawab Rita diacungi jempol oleh Naura.


"mbak Rita sebaiknya hati-hati mulai sekarang, apalagi Naura sudah mau mulai kuliah kan mbak? nah, mbak Rita harus mempersiapkan teman untuk dirumah" kata Bu RT yang diangguki oleh Rita.


"jangan salah loh mbak Rita, mencari orang yang mau bantu-bantu itu susah apalagi cari yang jujur dan bisa sekalian bantuin jaga anak bayi. hmmm ngga bisa sembarangan mbak, ya walaupun rumahnya minimalis ya mbak tapi tetep aja harus cari yang telaten" jawab Bu RT membuat Rita menyeritkan dahi, membenarkan apa yang dikatakan Bu RT.


"bener juga si Bu RT, apalagi saya juga ngga gampang cocok sama orang baru. jadi gimana dong enaknya bu RT" tanya Rita pada Bu RT yang tersenyum pada Rita.


"masalah itu mah gampang mbak Rita, yang penting mbak Rita izin dulu aja sama mas Bayu. nanti saya yang cariin, saya juga pake pembantu kok mbak. Alhamdulillah sampai hari ini kerjanya bagus dan juga sangat jujur, terlebih lagi sangat-sangat menjaga sholatnya mbak" jawab Bu RT memandang takjub oenilah Bu RT terhadap seseorang.

__ADS_1


ya memang walaupun hanya asisten rumah tangga tapi kejujuran dan menjaga sholat menjadi point terpenting dalam lingkungan karna dengan adanya dia hal itu pasti mau si pekerja atau majikannya akan terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"bagus itu Bu RT, tapi bagaimana Bu RT dapat asisten seperti itu. rasanya jarang ya ada orang yang seperti itu dikota ini?" jawab Rita membuat Bu RT tertawa pelan.


"justru itu mbak Rita, memang jarang makanya kita juga harus betul-betul mencarinya. dulu saya bisa dapatkan orang seperti itu dengan cara, saya pura-pura lupa menaruh uang didepan pagar setelah itu saya kembali masuk kedalam rumah tak lama orang tersebut datang untuk pertama kali bekerja setelah hari kemarin diperkenalkan oleh asisten rumah tangga tengga saya. setelah dia masuk melewati pagar rumah, saya melihat dia mengambil uang tersebut dan membawanya masuk setelah itu ia mengetuk pintu dan yang membuka itu pak RT/suami saya. disitu ia dipersilahkan masuk oleh pak RT dan memberitahu kan bahwa dia asisten rumah tangga baru, dan kamu tau mbak Rita. dia juga memberitahu kan dong mengenai uang lima juta yang ia temukan didepan pagar, saya yang melihatnya lewat cctv yg terhubung di hp saya kaget dong ternyata orang ini jujur. begitu saya menilainya mbak, nah semakin hari saya makin tau kebiasaannya mbak karna sudah lumayan juga sih dia kerja sama saya itu udah dua tahunan kayanya deh. orangnya juga rajin ibadah, suka ngaji jadi adem rumah saya mbak Rita" jawab Bu RT menerawang mengingat asisten rumah tangganya yang sangat mengutamakan ibadahnya lebih dulu.


"beruntung sekali Bu RT mendapat asisten rumah tangga yang seperti berlian, tapi orang sealim itu kenapa memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga ya Bu" tanya Rita yang penasaran dengan sosok asisten rumah tangga Bu RT.


"namanya juga kebutuhan mbak, kan ngga ada yang tau. tapi setau saya sih, memang dia hidup sendiri. ntah awal mulanya bagaimana sampai bisa ketemu sama si Jum, tapi saat saya melihatnya dan tau bahwa dia sebaik itu saya jadi sangat sayang sama dia mbak. dan dia juga seumuran sama anak saya yang pertama sekita masih dua puluh lima atau dua puluh enam tahun lah" jawab Bu RT membuat Rita menganggukan kepala.


"saya jadi penasaran sama asisten rumah tangga Bu RT. atau nanti jangan-jangan ibu jadikan menanti lagi, secara anak Bu RT yang pertama kan laki-laki udah mapan lagi walaupun ngga tinggal sama Bu RT tapi dia suka pulang kerumah Bu RT kan. siapa tau nanti mereka jodoh" jawab Rita membuat Bu RT tertawa dan menggelengkan kepala.


"justru itu mbak rita, malah anak saya sudah ditolak olehnya. kayanya dia mau fokus kerja dulu biar bisa membiayai ornagtuanya dikampung" jawab Bu RT membuat Rita menganggukan kepala.


hari semakin sore namun keduanya nampak masih asik mengobrol, tak lama keduanya dikagetkan oleh suara keena yang menangis dengan kencang. Rita pun masuk kedalam kamar dengan panik diikuti oleh Bu RT yang langsung bangun dari tempatnya dan mengejar Rita.


"yaampun ada apa sayang, kenapa nangisnya kenceng banget. sampe kaget mama nak" kata Rita menggendong keena yang masih menangis dengan kencang.

__ADS_1


"Isak usek mbak punggungnya biar sedikit tenang, mungkin dia mimpi buruk mbak makanya bangun tidur nangis kencang" jawab bu RT membuat Rita mengaanggukan kepala dengan pelan.


keduanya masih berupaya menenangkan keena hingga Naura masuk kedalam kamar tersebut dengan wajah acak-acakan dan wajah masih seperti baru bangun tidur.


__ADS_2