
Bayu, Rita dan juga Naura pun meninggalkan parkiran kantor polisi dengan rasa lega karna telah memberikan keterangan pada polisi yang sebelumnya mereka sempat tak ingin menghadirinya.
selama dalam perjalanan pulang ketiga orang tersebut pun hanya diam, ketiganya tak ada yang bersuara sedikitpun. sibuk dengan pikirannya masing-masing, hingga sampai dirumah mereka pun langsung memasuki kamar mereka masing-masing. Rita pun langsung mencari bi Surti yang tengah menjaga keena ditaman belakang rumah.
"keena rewel ngga bi?" tanya Rita pada bi Surti yang langsung menatap Rita dengan senyum mengembang.
"ngga dong Bu, iyakan keena?" jawab bi Surti seolah keena bisa menjawab pertanyaannya.
"Alhamdulillah kalo gitu bi, berarti keena bisa diajak kerja sama. untung masih ada asipnya ya dikulkas?" jawab Rita yang langsung diangguki oleh bi Surti.
"iyaa bu masih banyak kok Bu" jawab bi Surti menyerahkan keena pada sang ibu yang memintanya.
"waahh Alhamdulillah kalo gitu, yuk kita kekamar ya" kata Rita pada keena yang tersenyum seolah tau jika diajak berbicara.
"bi saya kekamar dulu ya" kata Rita yang langsung dijawab anggukan kepala oleh bi Surti.
"iyaa Bu" jawab bi Surti tersenyum
Rita pun melangkah kan kaki menuju kamar yang ia tempati bersama sang suami, dia membaringkan keena diatas kasur tepat disebelah Bayu yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.
"kenapa sayang, ngeliatin mas kok kaya gitu?" tanya Bayu pada Rita yang menatapnya tak biasa.
"gapapa mas, emm mas Maura kayanya semakin menjadi-jadi ya. aku kasihan deh sama Naura yang terlihat begitu terpukul saudaranya menjadi seperti itu" kata Rita pada Bayu dengan menundukkan kepala.
"yaa mau gimana lagi sayang emang dia seperti itu orangnya, kita ngga bisa maksa orang buat berubah kecuali dari dirinya sendiri kan?" jawab Bayu membuat Rita terdiam seketika.
"iyaa si mas, tapi apa Maura ngga mikirin Naura kali ya. aku rasa Maura pasti tau dari lama jika ia saudara kandung dengan Naura, tapi kenapa dia ngga bisa menjaga perasaan Maura dan malah menyakitinya?" jawab Rita yang langsung dijawab gelengan kepala oleh sang suami.
"aku juga ga ngerti lah sayang, kalo kamu nanya aku, aku nanya siapa dong" jawab Bayu mencoba mencairkan suasana.
"yaa kan kamu kakak lelakinya mas" jawab Rita dengan tenang.
"yaa tapi kan bukan berarti juga aku tau semuanya sayang, apalagi itu kan privasi dia. hati orang juga siapa yang tau, aku kan cuma manusia bisa sayang" jawab Bayu menatap sang istri yang mencebikkan bibir.
__ADS_1
"aku heran aja mas, masa sebegitu bebalnya hari Maura sampai tega menyakiti hati saudaranya sendiri" jawab Rita terdengar gemas dengan Maura yang seolah acuh pada perasaan Naura.
"udahlah biarin sayang, dari situ kan kita bisa tau kwalitas seseorang. iyakan?" jawab Bayu dengan santai pada Rita.
"iyaa juga si mas" jawab Rita pada akhirnya.
"sholat asar dulu yuk, kita kan belom sholat asar. lihat udah jam empat lewat" jawab Bayu mengajak Rita sholat asar berjamaah.
"iyaa mas, mas wudhu duluan aja nanti gantian. aku taruh keena dulu diboks nya" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Bayu.
sementara Bayu mengambil wudhu Rita pun menaruh sang anak ke dalam boksnya, walaupun masih melek tapi Rita yakin anaknya taakan rewel selama ditinggal sholat.
tak lama Bayu pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah basah tersiram air wudhu. kemudian bergantian dengan Rita yang sudah memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
keduanya pun sholat berjamaah, benar seperti apa yang diperkirakan oleh rita keena pun tak menangis selama ditinggal sholat asar oleh kedua orangtuanya.
"aku mau kebawah ya mas bawa keena"kata Rita pada Bayu yang menyerit heran.
"emang kamu ga istirahat sayang? ngga capek kamu?" tanya Bayu pada sang istri yang langsung menggelengkan kepala.
"yaudah kalo gitu, kamu ga mandiin keena dulu?" tanya Bayu penasaran.
"keena udah dimandiin kok ini sama bi Surti. cium, udah wangi kok" jawab Rita menyerahkan sang anak pada ayahnya.
"oohh iyaa udah wangi anak papa ya, haruuummm" jawab Bayu yang menerima uluran tangan sang istri untuk menggendong anaknya.
"iyaa dong papa, aku udah dimandiin sama nenek Surti" jawab Rita menirukan suara anak kecil seolah keena yang menjawab pertanyaan Bayu.
"yaudah kalo mau kebawah, gapapa sayang. tapi mas disini ya, istirahat dulu. lumayan lah baringan doang mah" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh Rita.
"yaudah kalo gitu, aku juga mau hibur Naura. siapa tau dia sedih karna sikap Maura yang ngga berubah padahal udah dalam sel tahanan selama beberapa hari" jawab Rita yang langsung dijawab anggukan kepala dan senyum oleh Bayu.
"iyaa sayang, jangan terlalu berlebihan ya sayang. kasian Naura" jawab Bayu membuat Rita memicingkan mata.
__ADS_1
"kamu fikir aku mau memarahinya?" jawab Rita dengan ketus membuat Bayu tertawa melihat tingkah sang istri.
"yaa kali aja loh sayang" jawab Bayu membuat Rita semakin memelototkan mata.
"jangan ngomong yang ngga-ngga deh mas" jawab Rita menatap sinis Bayu.
"iyaa iyaa sayang" jawab Bayu, Rita pun meninggalkan Bayu seorang diri didalam kamar tanpa berkata sepatah katapun.
sesampainya dilantai satu, Rita melihat Naura yang tengah menangis dihadapan bi Surti. bi Surti yang sadar kehadiran Rita pun menyuruhnya diam tak mengeluarkan suara agar Naura tak merasa terganggu dengan kehadiran Rita.
"gimana ya bi buat kak Maura sadar kalo apa yang dia lakukan itu salah, hati Naura sakit bi melihatnya disana. tapi Naura ngga bisa membiarkan orang yang salah keluar dari penjara begitu aja bi" kata Naura disela isak tangisnya dihadapan bi Surti. untungnya Naura membelakangi Rita yang kini sudah berada tepat tak jauh darinya.
"sabar non, berdoa sama Allah agar allah membukakan pintu hati nya agar segera bertaubat. Allah maha membolak balikkan hati" jawab bi Surti menasehati Naura yang menangis sesenggukan dihadapannya.
"iyaa bi, Naura selalu mendoakan sepeti itu. tapi tetap saja hati Naura sakit, kenapa ibu dan juga kak Maura begitu tega dengan mas Bayu dan juga mbak Rita bi. apa salah mereka, sehingga mereka begitu jahat padanya bi" kata Naura terdengar menyayat hati, tak terasa Rita pun ikut menitikan air mata mendengar perkataan Naura yang begitu pilu.
"hatinya lah yang salah Naura, iri dan dengki penyebab semua yang terjadi dalam keluarga kita. Maura dan ibu sudah terhasut dalam bujuk rayu setan sehingga mereka bisa berbuat jahat pada saudaranya sendiri, mbak mohon hentikan tangisanmu hanya untuk kedua orang itu" kata Rita yang sedari tadi diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Naura
Naura begitu kaget mendengar suara Rita, ia pun segera menghapus air mata yang mengalir dipipinya dengan cepat agar Rita tak mengetahui jika ia tengah menangis.
"mbak Rita" kata Naura terkaget.
"iyaa mbak udah denger semuanya nau, hiduplah dengan lebih baik. jangan ikuti apa yang menurutmu salah, jangan turuti hasutan setan karna iri dan dengki itu. karna itu adalah penyakit bagi manusia" jawab Rita yang langsung membuat Naura kembali menitikan air mata.
"iyaa mbak, Naura ngga akan lakuin itu. Naura cuma mau minta maaf sama mbak Rita atas kelakuan ibu dan juga saura Naura yang begitu jahat pada mbak Rita dan juga mas Bayu. Naura malu mbak, sangat malu" jawab Naura membuat Rita tersenyum dan mendekat kearah Naura untuk menghapus air mata yang mengalir dipipi Naura.
"iyaa nau, mbak sama mas kamu udah maafin kok. tapi proses hukum akan tetap berlanjut, karna negara kita kan negara hukum. setiap tindakan pasti ada hukumannya, apa kamu bisanterima semua itu?" tanya Rita pada Naura yang langsung menganggukan kepala sebagai jawaban.
"iyaa mbak, aku tau kok. insyaallah aku akan terima, yang penting mbak udah maafin semua kesalahan kak Maura dan juga ibu. tapi mas Bayu? aku tau mas Bayu pasti sangat benci oada ibu, apalagi ibu kah yang sudah dengan sengaja merenggut nyawa kedua orang tuanya bahkan berusaha menguasai segala milik mas Bayu mbak" jawab Naura dengan Isak tangis yang terus terdengar.
"masalah mas Bayu, biar kan dia berdamai dengan hatinya ya nau. kamu tau kan bagaimana rasanya kehilangan dua orang yang sangat berarti untuk kita, apalagi ini orangtua kandung nau. mbak mohon jangan menganggap mas Bayu membencimu hanya karna sikapnya pada saudara dan juga ibumu. karna mbak tau mas Bayu begitu sangat menyayangi kamu nau" jawab Rita pada Naura yang langsung menatapnya dengan tatapan nanar.
______________________________________
__ADS_1
segini dulu ya guys, lagi ada acara. nanti kalo sempet outhor lanjut🙏🥺