Fitnah Dari Saudara Ipar

Fitnah Dari Saudara Ipar
seratus67.


__ADS_3

malam harinya tujuh orang yang berada didalam rumah tersebut tengah melakukan makan malam dengan suasana hening, hanya sesekali terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradung dimeja makan tersebut.


setelah semua selesai, Bayu pun mulai menanyakan kepada adiknya tentang universitas yang akan mereka masuki.


"jadi bagaimana dengan kampus kalian, apakah suasananya nyaman untuk belajar?" tanya Bayu pada keempat remaja tersebut.


"tempatnya si lumayan nyaman mas, tapi ntah kating nya bagaimana. apalagi kampus itu termasuk salah satu kampus yang paling baik dikota ini, aku yakin kebanyakan pun adalah anak orang berada" jawab nana sebagai perwakilan dari dini dan juga Salma.


"iyaa bener mas, tapi insyallah kami pasti bisa bersosialisasi kok mas. apalagi mas tau sendiri lah bagaimana ketiga temanku yang biang rusuh ini, ngga akan ada yang berani mengusik mereka aku yakin" jawab Naura menatap ketiga temannya yang membelalakan mata mendengar pengakuan Naura.


"syukurlah kalo gitu, tapi mas minta kalian harus berani melawan jika ada salah satu dari kalian yang kena bully atau semacamnya. kalo kalian ada apa-apa, kalian bisa lapor pada mas. okee" kata Bayu pada keempat orang tersebut, sementara Rita tengah membantu bi Surti membereskan bekas makan malam mereka dan kemudian mencuci semua yang sudah mereka rapihkan.


"pasti itu mas, tenang aja. lagi pula sama siapa lagi kami akan mengadu jika bukan pada mas Bayu, ngga mungkin kami mengadu pada orangtua kami. yang ada nanti malah jadi bahan pikiran mereka" jawab Salma mengerucutkan bibirnya.


"iyaa makanya anggap lah masku ini juga mas kalian, kalian kan udah dianggap adik-adik juga sama mbak Rita. aku yakin mas Bayu juga ngga akan keberatan, iyakan mas?" tanya Naura yang langsung diangguki oleh Bayu.


"iyaa, aku ngga keberatan kok. asal kalian mau jadi anak yang baik dan juga penurut serta ngga mengecewakan aku dan juga orangtua kalian" jawab Bayu menampilkan senyum mengembang menatap Salma, dini dan juga Nana.


"nah kan apa aku bilang" kata Naura yang sangat cerewet.


"oh iyaa mas, rencananya aku akan mengajak mereka tinggal dirumah peninggalan ayah dan juga ibu. bagaimana menurut mas Bayu?" tanya Naura pada Bayu yang langsung menatap Naura dengan pandangan yang sulit diartikan.


"apa kamu yakin nau? maksud mas, apa kamu udah bisa melupakan apa yang terjadi dirumah itu? kenapa ngga tinggal disini aja?" tanya Bayu dengan pertanyaan beruntun.


"yaampun mas satu-satu kali nanyanya" jawab Naura mencebikkan bibir.


"iyaa iyaaa, terus apa jawaban kamu cepet" jawab Bayu membuat Naura duduk tegap menatap kakak lelakinya tersebut.


"Naura si betah mas tinggal disini, sangat betah. tapi Naura merasa sayang ga sih kalo rumah disana harus kosong, lagipula kasihan juga bi asih kalo hanya sendiri dirumah itu. jadi ya biar nanti buat temen bi asih mas, lagian rencananya aku juga akan ajak ibu baru kita untuk tinggal dirumah itu. mas Bayu ngga keberatan kan?" jawab Naura sedikit menggigit bibir bawahnya melirik Bayu yang terus menatap kearahnya.

__ADS_1


"tapi, apa orangtua kalian setuju kalo kalian tinggal dengan Naura?" tanya Bayu pada Nana, Salma dan juga dini.


"kami belum tau mas, rencananya memang kami akan bicara dulu dengan orangtua kami mas" jawab Nana yang langsung diangguki oleh Salma dan juga dini.


"yasudah kalo gitu kalian izin dulu aja, kalo memang dibolehkan ya silahkan. mas ngga keberatan sama sekali, dan kalo kamu mau ajak ibu. apa dia mau nau?" tanya Bayu, Naura pun menggedikkan bahu menjawab pertanyaan Bayu.


"ibu bilang ngga enak si waktu aku membicarakannya dengan dia dan juga mbak Rita, tapi kami berdua selalu membujuk ibu. yaa tapi tetep aja ibu belum memberikan keputusannya mas mau ikut aku atau ngga" jawab Naura menundukkan kepala.


"yasudah sekalian aja kamu coba tanya sekali lagi sama ibu, siapa tau dia berubah pikiran" jawab Bayu membuat Naura menganggukan kepala.


"iyaa memang rencananya begitu, lagi pula nanti kan dirumah ini juga ada asisten rumah tangga yang akan di bawa bi asih. pasti sudah rame, sementara aku disana pun butuh teman. kan ngga mungkin aku cuma berdua sama bi asih, yaa walaupun ada pak satpam tapi kan tetap aja didalam rumah kami hanya berdua" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.


"yasudah kalo memang itu mau kamu, tapi ingat ya rumah itu tidak untuk macam-macam. mas akan tetap memantau kamu lewat cctv yang ada dirumah itu begitupun lewat bi asih. jadi kalian ngga bisa macam-macam, dan kalo kalian mau membawa teman lelaki kalian harus izin dulu pada mas. biar mas menyediakan orang suruhan mas untuk memantau kalian" jawab Bayu membuat Naura memijat keningnya pusing dengan semua persyaratan yang diajukan Bayu.


"ngga segitunya juga kali mas, kita kan bukan anak kecil lagi. kita bisa loh jaga diri kita sendiri" jawab Naura yang juga diangguki oleh ketiga temannya.


"apa sih nih kok ribut-ribut?" tanya Rita yang baru saja menyelesaikan cuci piring bersama bi Surti.


"ini mbak mas Bayu membuat peraturan karna kami mau tinggal dirumah peninggalan ayah, masa ribet banget mbak kami harus pakaian pengawalan dan diawasi terus melalui cctv dan juga bi asih sebagai mata-mata" jawab Naura meminta pembelaan pada Rita.


"loh memangnya kenapa, apa aku salah sayang kalo mau menjaga mereka. mas gamau kalo mereka sampai salah pergaulan, apalagi Nana, dini dan juga Salma yang akan ikut tinggal bareng sama kamu. tentu saja juga menjadi tanggung jawab mas, iyakan sayang?" jawab Bayu memberikan penjelasan pada Naura.


"iyaa nau, mas mu benar. lagipula asalkan kalian memegang kepercayaan kami sebaik-baiknya, mbak yakin kalian akan terlihat biasa aja walau dalam pantauan seketat apapun" jawab Rita yang langsung diangguki oleh Bayu.


"iyaa sih mbak, tapi masa kalo bawa teman lelaki hati ditemani sama pengawal mbak. kalo kamu mau mengerjakan tugas bagaimana, risih lah mbak kalo ditemani kaya gitu" jawab Naura mengerucutkan bibirnya.


"yaa nanti kan berjaganya agak jauh dari tempat kalian mengerjakan tugas, bereskan?" jawab Rita dengan entengnya.


"iyaa sih mbak, tapi kan tetap aja ngga leluasa mbak" jawab Naura singkat.

__ADS_1


"sudahlah ikutin aja apa kata mas mu nau, atau kamu lebih milih tinggal dirumah ini. bebas, tapi ngga bisa jauh dari mbak dan mas Bayu?" jawab Rita menantang Naura yang langsung menggelengkan kepala. tingkah Naura pun menjadi bahan tertawaan bagi ketiga temannya.


"tapi kami bicara dulu dengan orangtua kami ya mas, mudah-mudahan kami diizinkan" jawab Nana dengan senyum mengembang.


"iyaaa, kalian tenang aja. mas akan berikan kalian uang saku dan juga kebutuhan kalian selama dirumah, dan andai orangtua kalian kesulitan membayar biaya kuliah kalian mas juga akan bantu. asal kalian jujur dan tak mengecewakan kami" jawab mas Bayu membuat ketiganya saling pandang dengan mata berbinar.


"apa bener mas?" tanya dini dengan nada tak percaya, karna memang hanya dia diantara yang lainnya yang ekonomi keluarga dibawah rata-rata.


"iyaaa, atau kalian boleh bawa orangtua kalian kerumah ini untuk mas berikan penjelasan. lumayan kan untuk mengurangi beban orangtua kalian" jawab Bayu yang langsung diangguki oleh ketiganya.


"baik mas, makasih banyak ya mas. kamu akan berusaha bicara dulu dengan orangtua kami jika mereka tak percaya, nanti kami akan bawa kerumah ini untuk menemui mas Bayu" jawab Salma yang langsung dibenarkan oleh Nana dan juga dini.


"iyaa mas, sekali lagi makasih banyak ya mas. mas baik banget sama kami" jawab dini dengan rasa haru yang sangat tinggi.


"iyaa sama-sama, semoga kalian terus rajin belajar dan terus menjadi anak yang membanggakan bagi keluarga kalian" jawab Bayu dengan senyum mengembang membuat ketiganya langsung menganggukan kepala.


"kalo gitu, kami pamit ya mas, mbak, nau. kayanya udah terlalu malam, besok kami akan memberikan jawaban atas tawaran kalian. doakan semoga orangtua kami memberikan izinnya" kata Nana mewakili dini dan juga Salma.


"iyaaa, kalian hati-hati ya. salam untuk kedua orangtua kalian, mbak tunggu kedatangannya dirumah ini" jawab Rita dengan senyum mengembang pada ketiga sahabat adik iparnya.


"baik mbak, terimakasih sekali lagi. assalamualaikum" salam ketiganya serempak, kemudian mereka pun meninggalkan pekarangan rumah setelah diantar oleh Naura dan juga Rita hingga teras rumah.


setelah kepergian ketiga sahabatnya, Naura dan juga Rita pun masuk kedalam rumah dan duduk diruang keluarga karna sebelumnya Bayu dan juga keena sudah berada disana terlebih dahulu begitu juga bi Surti yang tengah mengajak bicara keena yang dia anggap sebagai cucu ya sendiri.


-----------------------------------------------------------------


bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum teman-teman😊


terimakasih sudah mengikuti novel ini hingga sampai ketahap sekarang, jngan lupa like komen dan juga votenya ya agar outhornya tambah semangat nulisnya😊🙏

__ADS_1


__ADS_2